<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348</id><updated>2012-02-11T05:52:53.513-08:00</updated><category term='natal'/><category term='Contemporary Issues'/><category term='Architecture'/><category term='daniel santoso'/><category term='Ministry'/><category term='Fashion'/><category term='tianjin'/><category term='Philosophy'/><category term='Comics'/><category term='Spirituality'/><category term='Movies'/><category term='reformed injili'/><category term='requiem'/><category term='Theology'/><category term='Books'/><title type='text'>POST TENEBRAS LUX</title><subtitle type='html'>After Darkness, Light 
Sola Scriptura - Sola Fide - Sola Gratia - 
Sola Christos - Solideo Gloria</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>105</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8175000216986777516</id><published>2011-04-27T02:47:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T02:52:45.688-07:00</updated><title type='text'>VERITAS DEI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-NfSSX1zq1aU/TbfnUaeOMJI/AAAAAAAAAnQ/0M2yxXReZ94/s1600/shield.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NfSSX1zq1aU/TbfnUaeOMJI/AAAAAAAAAnQ/0M2yxXReZ94/s200/shield.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600198999547981970" /&gt;&lt;/a&gt;Harvard University, sebuah universitas terkemuka di Amerika Serikat yang menjadi dambaan setiap mahasiswa-mahasiswi  seluruh dunia yang merindukan masa depan cerah dalam karier mereka (hopefully).  Logo “VERITAS”  terpampang di setiap sudut kampus bergengsi tersebut,  Mark D. Roberts mengungkapkan nuansa “VERITAS” berada dimana-mana seperti  “the eye of God”.  Apa sih “VERITAS” itu? Tidak lain, “VERITAS” adalah kosa kata bahasa Latin untuk “Kebenaran”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia tidak dapat lepas dari sebuah kenyataan bahwa manusia adalah sosok ciptaan dari Sang Pencipta. Hubungan creator – creatures adalah kebenaran yang tidak dapat ditolak karena itulah natur setiap manusia. Manusia tidak dapat lepas dari “searching for THE TRUTH” karena setiap manusia memiliki “sense of divinity” dalam dirinya. Namun problem terbesar manusia adalah manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Sang Pencipta. Manusia telah “Fall into sin” namun manusia tetap bersikeras hendak berkuasa dan melampiaskan nafsu mereka dalam menentukan kebenaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa manusia membutuhkan Kebenaran? Frederich Nietzche, seorang filsuf modern yang mempopulerkan dirinya dengan “Death of God Theology”, ia mengatakan bahwa kebenaran ada di dalam diri setiap manusia yang berhasil menjadi “Ubermench” alias “Super Man”. Konsep “Ubermench” Nietzche tercipta dari hasil “blenderan” dua semangat mitologi Yunani yaitu Apollonian (dewa kuasa, dewa ambisius) dan Dionysian (dewa mabuk, dewa nafsu).  Gabungan tesis-anti tesis diatas diharapkan oleh Nietzche dapat menciptakan sebuah formula bagi kehidupan manusia yaitu sukses. Bagi dunia, sukses adalah segala-galanya. Jika kita tidak berada di puncak gunung maka kita bukanlah siapa-siapa! Rupanya, Harvard University di masa kini sedang menghidupi semangat kesuksesan ini.  Banyak orang-orang pintar dicetak oleh kampus bergengsi ini tapi dimanakah orang-orang benar? Ingat,  Matius 16:26 ada tertulis  ‘What profit is it to a man if he gains the whole world, and loses his own soul”. Harvard bukan lagi menghasilkan orang-orang benar, mereka hanya memproduksi orang-orang pintar bagi dirinya sendiri.  Kebenaran Allah telah diusir dari area publik, bahkan area privat. Makna  “VERITAS” telah hilang dari Harvard University.  Bagaimana kita dapat menemukannya kembali? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to the Scripture. Injil Yohanes 8:31-32 – Jikalau kamu tetap dalam Firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan.  Kebenaran adalah Allah sendiri. Teladan Kebenaran hanya terletak di dalam Inkarnasi Yesus Kristus yang menjalani hidup-Nya sesuai dengan Kitab Suci. Hanya di dalam Yesus Kristus, kita dapat mengenal Kebenaran Allah dan hidup di dalam Kehendak Allah yaitu hidup kudus dan merdeka dari dosa. Bagaimana merdeka dari dosa? Bukan hanya mengenal secara “episteme” maupun “theoria”, namun kita harus bertindak tuk “terlibat” di dalam Allah dan Kebenaran-Nya yaitu “ginosko/ epiginosko”.  Tanpa “keterlibatan”, tiada seorangpun orang yang sudah punya “label” kristen mengenal Allah dan Kebenaran sejati. Sekali lagi, hari ini terlalu banyak orang yang memiliki label kristen tapi mereka hanyalah kristen tipe “episteme” dan “theoria”  tetapi mereka belum “ginosko”.  Bagaimana mau “ginosko”? Lakukan dulu Kebenaran, sesuai Kitab suci. Kuncinya adalah “Jadilah Murid Kristus”. Namun menjadi “Murid Kristus” bukan hanya bicara tentang hubungan pribadi dengan Dia, melainkan harus terkait dengan hubungan terhadap sesama. Mereka harus punya tanggungjawab  untuk tidak boleh menyesatkan orang lain, justru mereka harus membawa Kebenaran Allah  untuk diajarkan kepada orang lain. Itulah tanggung jawab “Murid Kristus”&lt;br /&gt;Originalitas  “VERITAS” Harvard University mula-mula adalah tertulis “VERITAS CHRISTO ET ECCLESIAE – TRUTH FOR CHRIST AND CHURCH”. Dimana Kebenaran yang memerdekakan pasti berelasi dengan Yesus Kristus dan Gereja-Nya. Yesus Kristus menjadi “the only foundation of all sound knowledge and learning.”  Gereja menjadi representatif Allah di dalam dunia untuk memberitakan Kebenaran Allah baik dalam mandat Injil maupun mandat budaya.  Namun, Harvard University telah menukarnya dengan “TOLERANCE” dan membuang keberadaan Allah, Kebenaran Kristus dan Peranan Gereja dalam Pendidikan. Harvard University, bukan lagi “Bible Proclaiming School”.  Mereka hanya peduli terhadap program humanisme untuk memproduksi “ man of success”, bukan “man of significance, man of honor, man of integrity”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1970 an, Di Vietnam, Ada seorang anak muda bernama Hien Pham, dia seorang penganut agama Budha, namun ia meninggalkan agama Budha karena ia merasa kosong seperti orang yang tidak beragama. Akhirnya ia mendatangi sebuah gereja dan ia berbicara dengan pendeta setempat untuk menemukan kebenaran. Akhirnya, ia menyerahkan dirinya menjadi seorang kristen. Ia sangat fasih di dalam bahasa Inggris.  Akhirnya dia menjadi seorang translator bagi tentara Amerika maupun tamu-tamu internasional. Singkat cerita, Vietnam jatuh ke tangan komunis. Hien ditangkap oleh komunis dan dijebloskan ke dalam penjara karena dituduh telah membantu tentara Amerika. Hien tidak diperbolehkan berbicara di dalam bahasa Inggris dan Hien didoktrinasi dengan propaganda komunis baik dari Engels, Marx, Lenin dan Ho Chi Minh. Rupanya, “Communist Manifesto” membawa Hien untuk membaca ulang iman kepercayaannya terhadap Kristus. Akhirnya, ia berencana hendak meninggalkan iman kristennya.  Tibalah di sebuah pagi hari, ketika Hien ditugaskan untuk membersihkan toilet “kotor”, dirinya melihat “toilet paper” bekas yang kotor dan bau. Rupanya, “toilet paper” yang bekas dipakai adalah sobekan Alkitab dalam bahasa Inggris. Ia bersihkan dan akhirnya ia menemukan iman kristennya kembali melalui “toilet paper”  - (Roma 8:28, 38,39). Bagaimana mungkin?  Semua hanya karena Kebenaran Allah yang memerdekakan Hien dan Hien menemukan hidupnya kembali menjadi “MURID KRISTUS”. “Life is not about getting the destination, but life is about walking with God and His Truth on the journey to the destination.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat di dalam Injil Lukas 23, Ketika Yesus berseru dengan nyaring “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya. Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, Ia memuliakan Allah, katanya “Sungguh orang ini adalah orang benar!”. Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun disitu untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.  Dari bagian ini kita dapat mengetahui sebuah kebenaran bahwa kematian Yesus bukan karena  Diri-Nya dibunuh, tetapi Ia menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah. Justru, Yesus bukan kalah, justru Ia telah menang karena Ia telah melakukan kehendak Allah, sesuai Kitab Suci. Setelah melihat semuanya itu, kepala pasukan “kafir” memuliakan Tuhan? Penonton-penonton memukul-mukul diri?  Bagaimana mungkin? Mereka pelaku “order” sistem pemerintahan maupun sistem religius yang rusak, mereka  penonton yang telah membayar karcis “The Passion of the Christ” dengan “darah mereka”. Namun, Yesus telah mengampuni mereka dan Ia mati untuk menebus dosa setiap orang percaya. Ia bangkit atas kematian untuk mengenapi rencana Allah untuk memberikan pengharapan kepada setiap orang percaya untuk menemukan kepastian hidup kekal.  Itulah Kebenaran yang memberikan keselamatan. Keselamatan hanya diperoleh melalui apa yang telah Tuhan Yesus kerjakan. Tidak ada kata terlambat untuk berbalik dan percaya kepada Allah.  Bagaimana dengan kamu hari ini? Sudahkah “VERITAS DEI” memerdekakan hidupmu?  Maukah engkau menerimanya hari ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Christ&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Tianjin, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8175000216986777516?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8175000216986777516/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8175000216986777516&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8175000216986777516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8175000216986777516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2011/04/veritas-dei.html' title='VERITAS DEI'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NfSSX1zq1aU/TbfnUaeOMJI/AAAAAAAAAnQ/0M2yxXReZ94/s72-c/shield.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-3440499706982913725</id><published>2011-04-06T10:35:00.000-07:00</published><updated>2011-04-06T10:40:43.480-07:00</updated><title type='text'>A Warning to rich peoples</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-bLxq3f4iwm8/TZylc84VM5I/AAAAAAAAAnI/3lC3Diu47CI/s1600/www.reuters.com.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 162px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bLxq3f4iwm8/TZylc84VM5I/AAAAAAAAAnI/3lC3Diu47CI/s200/www.reuters.com.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592526754084631442" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah pertanyaan reflektif mengenai keberadaan Allah dilayangkan kepada orang-orang terkaya di Amerika Serikat. Bill Gates, CEO Microsoft mengambil sikap agnostik dan  menganggap urusan “pergi ke gereja” adalah tindakan yang tidak efisien karena menurutnya, ia dapat melakukan banyak pekerjaan dalam “satu jam” saja. Warren Buffet, CEO Berkshire Hattaway dikenal sebagai seorang yang too mathematical, too logical dan dirinya tidak banyak peduli terhadap kehidupan spiritual. George Soros, Chairman dari Soros Fund Management dan Open Society Institues lebih tegas menyatakan dirinya atheist. Contoh, George Soros, seorang spekulan pasar uang yang telah meraup untung 1,2 milyar dollar menjatuhkan poundsterling sehingga Inggris mengalami inflasi besar-besaran di tahun 1982 karena ulahnya. Belum lagi, Tahun 1997-1998, Soros termasuk salah satu orang yang turut “bermain” dalam pasar uang sehingga Asia Tenggara mengalami krisis moneter, termasuk Indonesia yang akibat inflasi, hutang Indonesia sebesar Rp. 1500 triliun. Cacian muncul dari mulut Mahathir Mohamad, Mantan Perdana Menteri Malaysia yang mengatakan bahwa “mendagangkan uang adalah tindakan yang tidak bermoral”. Tidak sedikit, Soros dianggap “vampir” yang serakah dan haus kekuasaan karena tindakan Soros telah merugikan banyak negara dan sebagian masyarakat dunia. Muncul di benak saya, keinginan untuk mempelajari sedikit soal filsafat Soros. Rupanya beliau banyak menerapkan gagasan serta metode epistemologi dari Karl Popper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karl Popper, seorang filsuf postmodernisme yang percaya bahwa satu ilmu tidak mungkin dapat memadai tanpa ilmu-ilmu yang lain. Popper percaya bahwa pengetahuan yang kritis bukan diperoleh melalui verifikasi, namun falsifikasi. Jadi, bagi Popper, kebenaran adalah problem of setting, lalu gimana kita dapat melakukan problem of solving, maka logika falsifikasi dipakai untuk menemukan sebuah konklusi bahwa tidak ada kebenaran yang sempurna, yang ada hanyalah “verisimilitude” atau menyerupai kebenaran. Kebenaran dapat dikatakan ilmiah, apabila tiada kebenaran tandingan yang “corraborated”. Kalau ada, maka kebenaran yang kurang ilmiah harus dikatakan sebagai kesalahan. Semangat positif dari pemikiran Popper adalah bahwa kegagalan merupakan awal dari keberhasilan, namun setiap kegagalan pasti lebih benar? Atau masih ada ruang dapat salah?  Dalam hal ini, teori falsifikasi tetap lemah dalam penentuan posisi sebagai kebenaran karena kebenaran dapat dikatakan sebagai kebenaran, masih di dalam sebuah “kesepakatan” akademis yang relatif. &lt;br /&gt;George Soros banyak mengadopsi pemikiran Popper dalam penerapan epistemologis bahwa sifat manusia bisa salah (falliable). Knowledge manusia bertumbuh bukan karna “verifikasi” (pembenaran) tetapi dari “falsifikasi” (penyangkalan). Soros menolak pasar sebagai titik sempurna. Justru pasar tidak sempurna dan tidak pasti maka itulah tempat bermainnya. Side Effectnya, Tidak ada ruang kosong, tidak ada netralitas dan efek dari permainan globalisasi adalah penderitaan banyak orang. Sebab, Soros hanya konsentrasi kepada epistemologi tetapi mengabaikan etika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 19:23-24 berbunyi demikian “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Sorga”. Sebuah ayat dari Perjanjian Baru yang memberikan sebuah pengertian bahwa tidak mudah bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, malah hiperbola dipakai “seekor  unta” lebih mudah masuk melalui lubang jarum. Bagaimana kita membaca ayat ini? Apakah Alkitab melakukan “demonize” terhadap orang kaya? Jika kita kembali kepada Alkitab, kita akan menemukan kebenaran bahwa Allah tidak menentang setiap orang kaya, tetapi problem yang ditentang oleh Allah adalah problem sebagian orang kaya yang lebih mencintai uang daripada Allah (Lukas 12:13-21, 1 Timotius 6:6-10). Mereka mencintai uang dan harta kekayaan di dalam kerusakan total dirinya sebagai manusia berdosa yang telah kehilangan kemuliaan Allah dan mereka menjadikan uang dan harta kekayaan sebagai idola mereka, padahal Sepuluh Perintah Allah mencatat bahwa jangan ada padamu allah-allah lain di hadapan-Ku (Keluaran 20:3). Dalam hal ini, mereka harus bertobat, kembali kepada Allah dan bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka dengan  “takut akan Tuhan” dan melakukan penyelarasan sesuai dengan originalitas Allah, otoritas Allah dan selera Allah dalam Firman Tuhan. Itulah Kebenaran Allah yang tidak perlu ditentukan oleh “kesepakatan” kita dalam menentukan metode verifikasi maupun falsifikasi, melainkan inisiatif Allah menyatakan kebenaran satu-satunya yang memimpin manusia untuk mengikuti kebenaran Allah bersamaan dengan mengkoreksi kesalahan-kesalahan yang selama ini kita adopsi sebagai filsafat hidup kita secara continue di dalam pekerjaan Roh Kudus untuk menyadarkan orang kaya untuk hidup dan mati untuk Yesus Kristus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-3440499706982913725?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/3440499706982913725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=3440499706982913725&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3440499706982913725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3440499706982913725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2011/04/warning-to-rich-peoples.html' title='A Warning to rich peoples'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-bLxq3f4iwm8/TZylc84VM5I/AAAAAAAAAnI/3lC3Diu47CI/s72-c/www.reuters.com.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-2590659062863174396</id><published>2011-03-29T08:01:00.000-07:00</published><updated>2011-03-29T08:08:32.614-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tianjin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='natal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='daniel santoso'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='reformed injili'/><title type='text'>Reason for the season 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-mjY4M5EnNp8/TZH12FeK82I/AAAAAAAAAm4/mlBDaO-t_b8/s1600/100_2904.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-mjY4M5EnNp8/TZH12FeK82I/AAAAAAAAAm4/mlBDaO-t_b8/s200/100_2904.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589518922073961314" /&gt;&lt;/a&gt;Kedua, Yesus Kristus adalah Allah yang rela turun ke dalam dunia yang berdosa, mengambil rupa seorang manusia untuk menggenapi rencana kekal Allah di dalam keselamatan.  Manusia tidak dapat memiliki kehidupan yang sempurna karena semua telah jatuh ke dalam dosa. Akibatnya, banyak perintah Tuhan dan ketetapan Allah dilanggar karena mereka mengexcuse diri mereka tidak mampu menjalani perintah dan ketetapan Allah. Yesus Kristus menjadi satu-satunya manusia yang dapat menjadi teladan bagi manusia untuk mentransformasi manusia untuk bagaimana mereka belajar menghidupi hidup yang diperkenan oleh Allah. Dalam hal ini, Yesus Kristus menjadi satu-satunya teladan manusia hidup menurut kehendak Allah. Namun, banyak orang meneladani Yesus di dalam cara yang salah. Mereka bukan mau hidup seturut kehendak Tuhan, melainkan mau menjadi Tuhan menurut kehendak sendiri. Semangat “equality like God” masih panas membara di dalam kosa kata hidup manusia berdosa yang berjubah “religius”. Dalam Alkitab, kita dapat menemukan bahwa Lucifer, pemimpin malaikat Kerubim, pemimpin pujian Surga dan pemimpin malaikat tidak puas dengan semua kepemimpinan yang diberikan Allah kepadanya. Dalam kitab Yesaya 14, kita melihat seruan Lucifer “ I will be like most high. I will be the most high”. Apa yang Lucifer mau? Equality like God. Ini permohonan yang telah keluar jalur “positioning” yang benar! Tuhan menghukum Lucifer dengan membuangnya ke neraka.  Siapakah Kristus? Ia adalah Allah yang rela mengosongkan dirinya menjadi manusia,  mengambil rupa seorang budak “doulos” dengan “total submission”  untuk melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki (Thy will be done). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Yesus Kristus rela mengambil posisi sebagai “the suffering servant” untuk rela mati diatas kayu salib, meneteskan darah-Nya untuk menebus dosa manusia yang berdosa dan memberikan pengharapan baru di dalam hidup kekal melalui apa yang Yesus kerjakan di dalam dunia. Yesus melakukan semuanya  untuk menebus dosamu dan dosaku. Ia rela menderita demi menanggung dosa-dosa kita yang sebenarnya tidak Ia lakukan. Ia mengasihi kita dan Ia menyelamatkan kita agar setiap kita dapat kembali kepada Allah Maha Pengasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Yesus Kristus mati diatas kayu salib, dikubur di kuburan pinjaman. Namun kubur itu kosong dan Yesus menampakkan diri di hadapan murid-murid-Nya. Disini menyatakan bahwa Yesus bangkit dari kematian dan setiap kita dapat melihat pengharapan di dalam Kristus bahwa ada kehidupan baru setelah kita mati.  Dalam hal ini, satu-satunya pendiri agama yang bangkit dari kematian hanya di dalam Yesus Kristus. Jadi, inilah keunikan iman kristen di dalam Kristus dan biarlah semua lidah mengakui bahwa Yesus bukan manusia biasa, Yesus adalah Tuhan dan Hanya di dalam nama Yesus Kristus kita dapat beroleh hidup kekal.  &lt;br /&gt;Inilah the real reason for the season. Natal bukan foya-foya! Natal bukan liburan! Natal adalah Pengharapan keselamatan Ilahi, hanya di dalam Yesus Kristus. Sudahkah engkau mengenal-Nya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;br /&gt;Tianjin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-2590659062863174396?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/2590659062863174396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=2590659062863174396&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2590659062863174396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2590659062863174396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2011/03/reason-for-season-2.html' title='Reason for the season 2'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-mjY4M5EnNp8/TZH12FeK82I/AAAAAAAAAm4/mlBDaO-t_b8/s72-c/100_2904.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-6381155555185144111</id><published>2010-12-10T09:19:00.000-08:00</published><updated>2010-12-10T09:25:44.755-08:00</updated><title type='text'>Reason for the season 1</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TQJh5Ggws0I/AAAAAAAAAmk/sybYVe6GuMQ/s1600/100_2892.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TQJh5Ggws0I/AAAAAAAAAmk/sybYVe6GuMQ/s200/100_2892.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549105324502332226" /&gt;&lt;/a&gt;Desember 2010 telah tiba, dekorasi natal telah menghiasi kota-kota besar di seluruh penjuru dunia. Banyak Mall udah mempersiapkan sale besar-besaran bagi pengunjung konsumerisme yang “gila shopping” terhadap barang-barang bermerk. H&amp;M penuh sesak oleh pengunjung muda-mudi dalam memburu koleksi Lanvin dan H&amp;M dalam rangka Natal. Belum lagi, pohon natal besar berwarna warni dengan nyala kelap kelip lampu natal memberikan nuansa “celebration” di Central, Hongkong. Tidak sedikit, penduduk Hongkong dan sebagian foreigner memenuhi area Central untuk menikmati “happy holidays” mereka. Sebenarnya, bagaimana kita seharusnya merayakan Natal? Sebagai orang kristen, kita seharusnya memakai waktu kita untuk stop dan reflect just why we really celebrate this season?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, kebangkitan gerakan ateisme cukup berani menyuarakan “freedom of speech” mereka baik secara lisan, tertulis maupun secara organisasi. Buku “The God of Delusion” dari Richard Dawkins dan “God is not great: How religion poisons everything” dari Christopher Hitchens menjadi aksi serangan kaum ateis kepada orang-orang teistik. Dawkins menyerang Katolik Roma sebagai “the greatest force for evil in the world” . Dawkins anggap Katolik Roma sebagai “disgusting institution” dan “cannibal feast”. Dawkins menganggap agama sebagai mitologi yang kelihatan indah tapi salah dan berbahaya. Hitchens juga mengajak setiap pembaca bukunya untuk melihat kepada fakta/evidence bahwa keberadaan agama menyebabkan dunia tidak semakin baik, malah semakin complicated and so confusing.  Tidak heran, Dawkins dan Hitchens menilai Allah dan keberadaan agama sebagai hal yang “non-sense” karena tidak sesuai dengan fakta/ evidence dalam sejarah. Mereka menganggap “From Faith to Faith” tidak relevan. Lebih baik “From Evidence to Faith”. Sungguhkah? Alkitab justru memberikan sebuah proklamasi bahwa “God loved therefore i am”. Jadi, kepercayaan soal Allah dan agama tidak dapat hanya dinilai dari “reason” manusia yang bersumber pada “cogito ergo sum” ala Rene Descartes, tetapi harus setia kepada “God centered” sehingga definisi iman dimengerti di dalam kembalinya reason, emotion, will kepada Kebenaran Allah yang absolut.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang kristen, kita harus kembali berbalik kepada fokus yang asli yaitu kembali kepada Yesus Kristus. No Jesus, No Christmas! Inilah our duty untuk menyatakan sebuah proklamasi Injil Kristus di dalam kepenuhan dan kelimpahan anugerah-Nya, bukan melakukan “editing” terhadap Injil Kristus.  Ironisnya, Kontradiksi demi kontradiksi silih berganti menodai keakuratan Natal dalam aksi manusia memperingatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, ketika bayi Yesus berada di Bethlehem, orang majus datang dari tempat jauh untuk bertemu dengan bayi Yesus dan mereka memberikan persembahan mas, kemenyan dan mur sebagai persembahan terbaik mereka. Bukankah Natal membuat saudara dan saya belajar memberikan yang terbaik kepada Tuhan? Natal seringkali membuat setiap kita hanya terjebak dalam ornamen-ornamen plastik pohon natal yang “menarik” secara  fenomenal tapi kehilangan makna dari Natal tersebut. Jadi, Seharusnya saudara sibuk merayakan Natal untuk memberikan yang terbaik buat Tuhan, ataukah karena saya hanya mau terlibat dalam “keramaian” Natal?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, kita harus “straight-forward” untuk membawa fokus utama Natal ada dalam Yesus Kristus. Bagaimana kita belajar memahami pentingnya Yesus Kristus dalam kita merayakan Natal? Saya mengajak saudara merenungkan satu perikop yaitu Surat Filipi 2:5-11. Paulus mengajarkan setiap kita untuk menjadikan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Yesus Kristus menjadi standar pikiran dan perasaan kita.  (ayat 5). “Having this mind among yourselves, which you have in Christ Jesus”.  Dalam tradisi Yahudi, kita dapat belajar bahwa pikiran dan perasaan tidak dapat lepas dari hati. Semuanya connecting dan tidak dapat dilepaskan. Jadi, dalam hal ini, hati kita seharusnya terpaut dalam Yesus Kristus sebagai satu-satunya fondasi iman yang dianugerahkan Allah kepada kita (Yohanes 8:24, Yohanes 14:6). Dalam hal ini, kita harus menjadi saksi Kristus yang berani mendasarkan setiap aksi hidup kita dalam pengertian Kristus yang benar yaitu Yesus 100% Allah dan Yesus 100% Manusia, inilah kualitas Allah yang “qualitative difference” nan  “radical” yang kembali bersumber pada anti-tesis antara kaum percaya dan kaum non-percaya. Presuposisi kita adalah kembali dalam Kovenan Allah yang absolut, bukan “new thesis” dari tesis dan anti tesis versi Hegelian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;br /&gt;Shanghai, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-6381155555185144111?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/6381155555185144111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=6381155555185144111&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/6381155555185144111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/6381155555185144111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/12/reason-for-season-1.html' title='Reason for the season 1'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TQJh5Ggws0I/AAAAAAAAAmk/sybYVe6GuMQ/s72-c/100_2892.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-1106603705500354548</id><published>2010-12-03T07:41:00.000-08:00</published><updated>2010-12-03T07:51:07.345-08:00</updated><title type='text'>Natal di dalam Kristus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPkQ-EkI6uI/AAAAAAAAAmc/47uRvYGkgXc/s1600/evdanielsantososm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPkQ-EkI6uI/AAAAAAAAAmc/47uRvYGkgXc/s200/evdanielsantososm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546483074646731490" /&gt;&lt;/a&gt;Natal 2010 telah tiba. Dikotomi Natal “marak” bergelombang baik dari kalangan orang kristen yang merayakan kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat Dunia yang berinkarnasi turun ke dalam dunia tuk menebus dosa kaum pilihan-Nya dan kalangan kaum ateis dan kaum sekular yang menekankan pembebasan Natal dari Kristus, “freedom of religion” dan “freedom from religion” mendefinisikan Natal hanya dalam”event” libur panjang musim dingin dan imajinasi budaya “Santa Claus” paganisme. Banyak hal-hal yang paradoks dalam Natal Kristen dengan Paganisme. Paganisme menyediakan Santa Claus, Pohon Natal dengan aksesoris plastik, kelap kelip lampu hiasan natal serta Christmas Sale di shopping mall seluruh dunia. Inti Natal Paganisme hanya terletak pada konsumerisme. Seperti apa yang diucapkan oleh Jeff Locke dari truthxchange.com, Christmas is a Pagan Holiday. Paganisme telah mereduksi makna sakral Natal mula-mula, saat orang majus datang memberikan persembahan yang terbaik kepada bayi Yesus, Paganisme hanya membeli ornamen-ornamen plastik pohon natal sebagai “accessoris” mereka merayakan Natal.  Saat orang majus memberikan persembahan kepada Yesus dengan “humility gift”, justru Paganisme memberikan “indulgence of selfishness gift” tanpa melupakan keuntungan profit. Saat Bethlehem menjadi kota yang sepi nan sunyi, Paganisme merubah kesunyian menjadi keramaian Natal yang “blink-blink”. Saat inkarnasi Yesus turun ke dalam dunia secara nyata dan serius, justru Paganisme mengajak dunia bermain di dalam party-party yang memalukan. Sebagai orang kristen, kita harus “straightforward” kepada esensi Natal yang sejati yaitu Yesus Kristus, bukan bermain-main di dalam area supplemen yang tidak jelas di luar Yesus Kristus. Seringkali kita terlalu berani menggunakan alasan “ah hanya main-main doang”, padahal “doang” itu termasuk jawaban aksi dari permainan dunia. Sekali lagi, Kita harus “straightforward” kepada fokus Natal yang sejati. Natal tidak dapat dilepaskan dari Yesus Kristus, satu-satunya “Allah yang rela turun menjadi manusia” yang menjadi juruselamat manusia satu-satunya tuk membawa manusia berdosa kembali kepada Allah. Tantangan postmodernisme dan sekularisme banyak memberikan ruang negatif bagi dunia melihat kekolotan para fundamentalisme kekristenan dalam memproklamasikan Kebenaran Fundamental dalam Firman Tuhan, baik Firman yang menjadi daging yaitu Yesus Kristus dan Firman yang ditulis oleh para rasul dan para nabi dalam Kitab Suci yaitu Alkitab. Namun, orang kristen bukanlah orang yang sedang berada di dalam bahaya, justru “prostitusi kristen” itulah yang berada dalam bahaya. Mereka kelihatannya kristen, padahal mereka tidak berjiwa “kristen”. Meski demikian, kita harus “straightforward” tanpa henti-henti memberitakan Injil Kristus kepada dunia karena seperti kata Rasul Paulus, celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil (1Korintus 9:16-19).Dari atas mimbar, Pdt Dr. Stephen Tong mengingatkan bahwa Injil tidak cukup hanya kita terima dan percayai, tetapi juga harus dikabarkan. Masih adakah Injil diberitakan oleh orang kristen di hari Natal? Selamat memberitakan Injil di hari Natal! Tuhan memberkati kita semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Natal&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-1106603705500354548?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/1106603705500354548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=1106603705500354548&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1106603705500354548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1106603705500354548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/12/natal-di-dalam-kristus.html' title='Natal di dalam Kristus'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPkQ-EkI6uI/AAAAAAAAAmc/47uRvYGkgXc/s72-c/evdanielsantososm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-4054541199480830269</id><published>2010-11-29T05:01:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T05:08:32.628-08:00</updated><title type='text'>Understanding Your Sloth/ Laziness</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPOlAPjfWII/AAAAAAAAAl0/E84dg8P5-HU/s1600/4007470059_f8d7e2ff23_o.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPOlAPjfWII/AAAAAAAAAl0/E84dg8P5-HU/s200/4007470059_f8d7e2ff23_o.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544956989817182338" /&gt;&lt;/a&gt;Berita-berita Indonesia memberikan rapor merah terhadap anggota-anggota DPR yang sering bolos dalam mengikuti rapat paripurna, tidak cekatan dalam pelaporan kekayaan mereka maupun pengurusan NPWP anggota-anggota DPR, tidak ada inisiatif untuk mengerjakan tugas ideal wakil rakyat untuk membawa aspirasi rakyat untuk digodok dalam rapat wakil rakyat. Mereka cenderung malas, tidak segan2 bolos tanpa sebab dan banyak mereka sudah kehilangan kepekaan untuk bagaimana memperjuangkan aspirasi rakyat demi Indonesia yang lebih adil dan makmur. Kursi-kursi anggota DPR tetap kosong melompong dan kalopun ada orang yang duduk di kursi mereka, kebanyakan dari mereka sudah tidak memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan amanat tugas kenegaraan mereka alias mereka santai dan lebih memilih tertidur dalam ruang rapat. Di berbagai media komunikasi, banyak foto-foto dan tayangan media televisi yang mempertontonkan kekonyolan anggota-anggota DPR yang suka “bolos” maupun yang suka “tidur” di ruang rapat. Meski keadaan anggora DPR begitu memprihatinkan, namun mereka berani menuntut fasilitas-fasilitas wakil rakyat yang serba mewah itu baik dengan menikmati kunjungan-kunjungan luar negeri yang kagak jelas visi misinya apa, menuntut renovasi rumah dinas mewah mereka maupun kenaikan gaji. Sebenarnya virus kemalasan ini bukan hanya melanda pemerintahan saja, namun gereja mengalami hal yang sama. Immanuel Kant dalam bukunya “What is Enlightement?” memaparkan salah satu kegagalan gereja modern adalah gereja jatuh ke dalam “laziness”. Kemalasan untuk berpikir sesuai dengan pikiran Tuhan. Secara teologis, Alkitab banyak berbicara tentang kemalasan yang merusak, mematikan dan terkutuk itu, terutama dari Kitab Amsal (Amsal 6:6, 6:9, 10:26, 13:4, 15:19, 19:15, 19:24, 20:4, 21:25, 22:13, 24:30, 26: 13-16). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPOlli5nJ9I/AAAAAAAAAl8/r0su1GmHHzk/s1600/billy422.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPOlli5nJ9I/AAAAAAAAAl8/r0su1GmHHzk/s200/billy422.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544957630665402322" /&gt;&lt;/a&gt;Mengutip dari buku “Bebas dari 7 Dosa Maut”, Billy Graham memaparkan bahwa Dosa kemalasan menyebabkan cara hidup negatif yaitu hidup yang terhenti dan tidak efektif yang kesemuanya membuat orang itu tidak layak menjadi pengikut Kristus. Bagi Billy Graham, kemalasan rohani bukan saja dosa terhadap Allah tapi juga dosa terhadap diri sendiri. Kemalasan adalah pembinasa kesempatan dan pembunuh jiwa. Ini statement besar. Seorang yang tekun adalah seorang yang terus menggunakan setiap kesempatan sebanyak mungkin. Dalam hal ini ketekunan hanya dapat dikerjakan oleh orang-orang yang memiliki jiwa mau berkorban dan rela capek dalam mewujudkan kesempatan demi kesempatan karena ketekunan mereka adalah perjuangan untuk memberikan apa yang paling “the best” untuk dapat menikmati kualitas yang “qualitative difference”.  Jika demikian, bagaimana kita memahami vocabulary “kemalasan” dalam spiritualitas kita? Dalam Yakobus 4:17, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”. Jadi, kemalasan adalah dosa?     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita membiarkan semua hal menghalangi kita melakukan kehendak Tuhan dengan tekun. Kemalasan adalah dosa! disaat kamu malas baca alkitab, kamu berdosa! disaat kamu malas memberitakan injil, kamu berdosa! disaat kamu malas melayani Tuhanm kamu berdosa! Kemalasan selalu mengendorkan kamu, itulah kehebatan dosa! Roma 12:11 menasihati setiap kita agar “janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan”. Iblis sangat menyukai pengikut-pengikut Kristus berdosa di dalam kemalasan mereka dan membangkang pengikutan mereka kepada Kristus dengan kemalasan rohani mereka untuk memberitakan Injil.  Jangan malas, saudara! Bangkitlah bagi Kristus! Mari kita tekun melayani Tuhan karena kemuliaan Tuhan adalah worth it bagi kita semuanya untuk kerjakan yaitu melakukan apa yang Tuhan tuntut dalam hidup kita, kita berikan sebaik mungkin sampai ajal kita tiba, sampai kita kembali kepada Tuhan menikmati hidup kekal-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-4054541199480830269?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/4054541199480830269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=4054541199480830269&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4054541199480830269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4054541199480830269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/11/understanding-your-sloth-laziness.html' title='Understanding Your Sloth/ Laziness'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPOlAPjfWII/AAAAAAAAAl0/E84dg8P5-HU/s72-c/4007470059_f8d7e2ff23_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-4685846817091469172</id><published>2010-11-28T19:18:00.000-08:00</published><updated>2010-11-28T19:52:54.284-08:00</updated><title type='text'>Pendoa Syafaat yang Tekun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPMdtuAOIEI/AAAAAAAAAls/z98K78oVyek/s1600/triwahyudi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPMdtuAOIEI/AAAAAAAAAls/z98K78oVyek/s200/triwahyudi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544808237503488066" /&gt;&lt;/a&gt;Bapak Tri Wahyudi,Sosok beliau terlalu berkesan di dalam diri saya karena di dalam hidupnya, beliau senantiasa berperan besar menjadi seorang pendoa syafaat yang tekun mendoakan pelayanan hamba-hamba Tuhan. Tahun 2002, masa dimana saya dikirim dari Reformed Institue, Jakarta untuk menjalani masa praktek pelayanan di MRII Yogyakarta selama 2 bulan. Banyak pengalaman-pengalaman indah yang tidak dapat saya lupakan, baik melayani di rumah sakit Bethesda,  Persekutuan Reformed di Semarang, mengajar 2 mata kuliah di Sekolah Teologia Reformed Injili Yogyakarta yaitu:  “Integrity of Christian Life” dan “Christian Ethics”, mengunjungi Candi Borobudur, Pantai Parang Tritis, Villa Pak Susilo di Kaliurang, mengisi renungan di PMK Melisia Christi, memimpin 2 session di Retreat Remaja GKI Magelang di Wisma Baptis Salatiga, melayani di Mimbar Reformed Injili Indonesia Yogyakarta, termasuk berkenalan dengan beliau, sang pendoa syafaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau begitu ramah dan rendah hati mau berkawan dengan saya bahkan memperkenalkan istri dan anak-anaknya seperti saudara sendiri, padahal umur kami jauh berbeda. Kisah pelayanan beliau di Gereja Kristen Jawa, mengambil studi akupuntur dan kemauan belajar teologia Reformed di Sekolah Teologia Reformed Injili Yogyakarta membuat saya tidak dapat melupakan beliau.  Setiap kali saya lihat motor vespa melintas,  memori saya hanya mengingatkan saya kepada dua pribadi yaitu Frans Magnis Suseno dan Tri Wahyudi. Pak Tri selalu berkata “Saya memang semakin tua, justru saya harus banyak belajar”. Luar biasa! Hari ini banyak anak-anak muda gak mau belajar teologia, malas ke gereja, gak pernah saat teduh,  hanya peduli dengan komik-komik bergambar, games-games virtual, shopping barang-barang “sekunder”, anak muda macam demikian lebih baik dibuang ke tempat sampah (kalo boleh pinjam statement dari Soe Hok Gie). Beliau berkata “Oleh karena itu Saya senantiasa doakan Pak Daniel dapat dipakai Tuhan untuk melayani Tuhan, jadi berkat bagi orang lain yang belum kenal Tuhan”. Saat itu, saya hanya berkata “ kami sangat membutuhkan doa-doa seperti bapak. Mohon doakan kami!’. Do you know watt? He did it. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After 2 bulan melayani di Yogyakarta, saya kembali ke Jakarta dengan jam “seiko” yang baru saya beli dari toko loak dekat tugu, Yogyakarta. Tidak lama kemudian, saya menerima secarik surat dari Pak Tri. Apa isinya? Isi doa syafaat beliau untuk saya. Ia juga memberikan doa syafaat agar saya mendoakan ujian praktek akunpuntur beliau. Saya begitu terharu dan berdoa bagi beliau. Tak lama kemudian, datang kembali secarik surat dari Pak Tri. Isinya juga doa syafaat mendoakan pelayanan saya dan doa syafaat untuk saya mendoakan beliau. Saya sungguh tertegun dan saya berdoa bagi pergumulan Pak Tri. Namun, saya baru dapat membalas surat Pak Tri setahun kemudian karena saya telah kembali melayani di Taiwan dan mulai menjajaki medan pelayanan yang baru di China. Setelah itu kami telah “lost contact”. Saya hanya sempat bertanya tentang kabar beliau kepada teman-teman sepelayanan yang dikirim ke Yogyakarta. Saya mendengar beliau justru tetap aktif melayani dan semakin tekun belajar. Saya sungguh-sungguh senang mendengar berita tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, Beliau telah kembali ke rumah Bapa. Meski informasi kepulangannya terlambat 2 bulan kepada saya, saya tak dapat memungkiri bahwa ada kesedihan mendalam dalam diri saya yang membuat saya sungguh merasa terpukul karena saya kehilangan seorang pendoa syafaat yang tekun. Namun, saya sadar bahwa Tuhan hendak memberikan pelajaran penting buat saya untuk bukan terpuruk dalam kesedihan terlalu dalam. Justru Pak Tri telah diselamatkan oleh Kristus. Maka Tidak ada gunanya kita menumpahkan seluruh airmata kita hanya untuk keterhilangan kita. Namun bagaimana kita harus tetap teguh di dalam Kristus untuk tetap melayani dengan lebih “mati-matian” untuk Tuhan dan belajar dari hidup beliau untuk berdoa bagi pelayanan hamba-hamba Tuhan dan tetap semangat belajar dan bekerja di dalam Kebenaran Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir,  Ketika saya melihat foto-foto sebelum beliau meninggal dunia, Pak Tri masih memimpin liturgi KKR Regional dan kebaktian MRIIY. Beliau masih enerjik meskipun raut wajah telah menua. Sebuah refleksi sederhana muncul dalam benak saya, wajah saya kelak pasti akan menua, masihkan kita melayani dalam Kebenaran Kristus dengan enerjik? Selamat jalan Pak Tri ... Kami tetap akan mendoakan pelayanan hamba-hamba Tuhan dan berjuang mati-matian melayani Tuhan karena Kristus mengasihi kita semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-4685846817091469172?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/4685846817091469172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=4685846817091469172&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4685846817091469172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4685846817091469172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/11/pendoa-syafaat-yang-tekun.html' title='Pendoa Syafaat yang Tekun'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPMdtuAOIEI/AAAAAAAAAls/z98K78oVyek/s72-c/triwahyudi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8895598176568356639</id><published>2010-11-17T08:07:00.001-08:00</published><updated>2010-12-03T08:53:29.516-08:00</updated><title type='text'>God is better than Sex</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TOP_CHWfNeI/AAAAAAAAAks/Ii7cPk4oEPI/s1600/Ariel-19_jpg_595.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TOP_CHWfNeI/AAAAAAAAAks/Ii7cPk4oEPI/s200/Ariel-19_jpg_595.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540552378394031586" /&gt;&lt;/a&gt;Skandal Seksualitas di kalangan Selebritis telah menjadi nilai merah bagi masyarakat untuk menilai kehidupan selebritis secara positif, dalam hal ini selebritis identik dengan kehidupan yang negatif. Betapa tidak, Selebriti seharusnya dapat menempatkan diri sebagai teladan masyarakat yang turut mengembangkan kehidupan moralitas yang baik dan benar bagi generasi penerus bangsa. Di Indonesia, Skandal Seks Ariel Peter Pan begitu gempar hingga  sampai mancanegara, sampai hari ini, Ariel masih berada di dalam tahanan di Bandung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TOP_Xyb8PKI/AAAAAAAAAk0/t8Gw21hlWQE/s1600/edison-chen-2009-2-26-3-33-35.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TOP_Xyb8PKI/AAAAAAAAAk0/t8Gw21hlWQE/s200/edison-chen-2009-2-26-3-33-35.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540552750736882850" /&gt;&lt;/a&gt;Di Hongkong, Skandal Seks Edison Chen juga mengemparkan Hongkong dan dunia entertaiment sampai hollywood. Melalui jumpa pers, Edison Chen menyampaikan permintaan maaf kepada setiap perempuan yang telah menjadi korban dalam video-video tersebut dan memohon maaf kepada keluarga korban, keluarga Edison dan seluruh rakyat hongkong. Dirinya begitu kepukul dan ia meninggalkan Hongkong menuju Canada untuk memulihkan dirinya. Tidak sedikit, Selebritis-selebritis yang memiliki moralitas yang rendah dan tidak punya kesadaran untuk menjadi teladan masyarakat. Mereka hanya mau hidup glamour dan diperlakukan seperti King &amp; Queen. Seharusnya, mereka sadar bahwa sebagai public figure harus memiliki hati untuk mendidik masyarakat dan mengarahkan masyarakat untuk hidup di dalam kebaikan dan kebenaran termasuk etika seksualitas. Bagaimana kita seharusnya mendidik generasi muda terhadap free sex? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat kecewa terhadap sebagian gereja yang telah kehilangan suara kenabian untuk mendidik generasi-generasi muda untuk setia hidup dalam kebenaran dan hidup dalam kesucian. Maksud saya, ada gereja yang sengaja tidak memerangi free sex malah mendukung free sex dengan “safe sex” alias menggunakan kondom. Inikah panggilan gereja? Sungguh amat memalukan! Gereja seharusnya mengajak jemaat dan masyarakat dunia untuk menghormati  seks dan pernikahan, mengendalikan diri dan menjauhi semua tindakan najis dan menjaga kesucian hidup (1Tes 4:4) karena orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah (Ibrani 13:4). Free Sex jelas bertentangan dengan Firman Tuhan, enggak peduli safe sex or not, tetap melanggar etika dan norma di hadapan Allah dan manusia. Jika demikian, bagaimana kita seharusnya hidup dalam kebenaran dan kesucian? Seks itu indah bagi mereka yang “menikah”. Jangan lancang! Jika lancang, kita telah memilih jalan hidup sendiri untuk tidak kembali kepada jalan Tuhan dan cari liang kubur sendiri. Ingatlah, Allah melarang dengan tegas “free sex” yang telah menodai kesakralan arti seksualitas.  Jadi, siapapun kita yang telah jatuh ke dalam dosa, kita harus belajar bertobat dengan sepenuh hati dan bertanggungjawab menjaga kesakralan hidup dan cinta kasih yang telah Tuhan anugerahkan kepada manusia ciptaan-Nya untuk menjalankan kehidupan sesuai dengan natur cinta kasih-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Edison Chen kembali ke Hongkong. Yup! Artis muda Hongkong yang terjun dalam blantika musik hip hop, dunia akting hongkong maupun hollywood, model dari Levi’s dan model MV kembali mengadakan jumpa pers di CNN Talk Asia dan memaparkan pertanggungjawaban Edison. Rupanya, perubahan hidup baik iman, pemikiran, emosi dan aksi menjadikan setiap kita kembali melihat krusialnya etika seksualitas yang setia kepada Firman Tuhan dalam hidup anak-anak Tuhan.Semoga Edison sungguh-sungguh menekuni apa yang Tuhan kehendaki dan menghidupi sebuah kehidupan yang suci dan bertanggungjawab di hadapan Allah dan di hadapan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga mereka bukan bertobat hanya "panas-panas tahi ayam". Be Strong in The Lord!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Christ&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8895598176568356639?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8895598176568356639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8895598176568356639&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8895598176568356639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8895598176568356639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/11/god-is-better-than-sex.html' title='God is better than Sex'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TOP_CHWfNeI/AAAAAAAAAks/Ii7cPk4oEPI/s72-c/Ariel-19_jpg_595.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-578696449415362285</id><published>2010-11-16T22:18:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T08:33:51.233-08:00</updated><title type='text'>Where is Your Citizenship?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TON2ncjGNKI/AAAAAAAAAkc/uL48r2VFs_k/s1600/lonely%2Bman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TON2ncjGNKI/AAAAAAAAAkc/uL48r2VFs_k/s200/lonely%2Bman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540402386646217890" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap kali saya travelling ke kota-kota besar China seperti Shanghai, Guangzhou, Xiamen, Fuzhou, Tianjin, Zhangzhou, Shenzen, Guiyang dan sebagainya, saya sering mengalami putus asa disaat saya memperkenalkan “citizenship” saya. Ketika saya memperkenalkan diri saya sebagai “Indonesian”, mereka tidak tahu dimana letak geografis Indonesia. Sedih juga, ketika mereka mendengar Indonesia, mereka menganggapnya sebagai India. Rupanya, kejadian yang sama dialami oleh teman2 Indonesia yang berada di negara Barat. Bahkan ada seorang bule yang menebak Indonesia berada di Timur Tengah hahaha. Kebacut! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Indonesia tidak populer di masyarakat dunia. Meskipun, kita dapat menghibur diri dengan prestasi bangsa Indonesia dalam olahraga bulu tangkis haha. Padahal tidak sedikit, barang-barang bermerk di luar negeri adalah Made in Indonesia seperti GEOX, Nike, ZARA, etc. Tapi mereka lebih familiar dengan Made in Vietnam, Made in Mauritius, Made in Cyprus, Made in Bangladesh dibandingkan dengan Made in Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah kebanggaan orang Indonesia ketika diperhadapkan dengan ketidakpopuleran Indonesia di dunia? Rupanya masih ada harapan. Meskipun banyak orang tidak mengenal Indonesia, tapi mereka tahu Pulau Dewata Bali. Bahkan tidak sedikit dari mereka telah berkali-kali mengunjungi Bali, tapi mereka tidak menyadari Bali sebagai bagian dari Indonesia. Mungkin mereka anggap Bali adalah Maldives. Namun, Menjadi ambiguitas bagi kami untuk memperkenalkan diri kami, Apakah kami orang Indonesia atau kami orang Bali (meskipun asli jawa timur haha)? Tentu saja, kita harus tetap mengatakan bahwa kita berkebangsaan Indonesia dan Bali adalah bagian dari Indonesia. Dengan demikian, kita dapat mendidik dunia untuk mengenal Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hari ini saya mau memfokuskan diri terhadap sebuah pertanyaan “where is your citizenship?”. “Citizenship” bukan hanya dibaca secara temporal dalam dunia, tetapi juga dibaca setelah manusia meninggal dunia, mereka bakal kemana? Oleh karena itu, pertanyaan krusial saya adalah “Where is your eternal citizenship?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TON3V16QvEI/AAAAAAAAAkk/IEb3mPufBZ0/s1600/Paul.h1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TON3V16QvEI/AAAAAAAAAkk/IEb3mPufBZ0/s200/Paul.h1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540403183728245826" /&gt;&lt;/a&gt;Rasul Paulus dalam Surat Filipi 3:17-21 memaparkan sebuah pengertian bahwa kita memiliki” dual citizenships – a temporary one in earth and an eternal one in heaven.”  Pertanyaan ini jarang kita gumulkan secara serius sehingga banyak manusia mengalami keputusasaan yang berkepanjangan terutama bagi mereka yang telah sekarat. Tentu saja, we have no idea ketika melihat kondisi kita sebagai sinner dapat memiliki “citizenship of heaven”. Tidak ada pendiri agama manapun yang dapat memberikan sebuah “payment” agar setiap kita dapat diterima di Surga, kecuali Yesus Kristus- Allah yang rela berinkarnasi ke dalam dunia dan memungkinkan setiap kita semua dapat kembali kepada Allah dengan “citizenship of heaven” di dalam kedaulatan-Nya. Jadi kita tidak boleh hidup sembarangan di dalam dunia karena kita harus hidup meneladani Kristus sebagai patokan bagaimana saudara menghidupi “citizenship of heaven” dalam satu-satunya Juruselamat Dunia, Yesus Kristus. Solideo Gloria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Christ&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-578696449415362285?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/578696449415362285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=578696449415362285&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/578696449415362285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/578696449415362285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/11/setiap-kali-saya-travelling-ke-kota.html' title='Where is Your Citizenship?'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TON2ncjGNKI/AAAAAAAAAkc/uL48r2VFs_k/s72-c/lonely%2Bman.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-7348511448692271962</id><published>2010-11-15T22:05:00.000-08:00</published><updated>2010-11-29T05:19:46.095-08:00</updated><title type='text'>Indonesia Bagian Dari Diri Saya</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TOIf4rXaCTI/AAAAAAAAAkU/TeRT0V1i_fs/s1600/img-article---varadarajan-indonesia_00191527233.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TOIf4rXaCTI/AAAAAAAAAkU/TeRT0V1i_fs/s200/img-article---varadarajan-indonesia_00191527233.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540025550193166642" /&gt;&lt;/a&gt;“Indonesia bagian dari diri saya” ... 10 November 2010, Sebuah kalimat kekeluargaan keluar dari mulut seorang Presiden Amerika Serikat- Barack Hussein Obama, ketika ia membawakan kuliah publik di Universitas Indonesia. Pidato Obama di Universitas Indonesia begitu berkesan bagi mahasiswa-mahasiswa indonesia dan mereka “tersihir” untuk memberikan respon yang “kebanggaan” terhadap figur Obama yang lebih mungkin dinilai lebih “karismatik” dan “popular” dibandingkan dengan figur Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang semakin menurun. Masa kecil Obama di Indonesia tahun 1967 menjadi jalan penghubung komunikasi Obama sebagai Presiden Amerika Serikat dengan Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah Islam, untuk memberikan penegasan bahwa Amerika Serikat bukanlah Anti Islam. Amerika Serikat bukanlah musuh Islam. Justru, Amerika Serikat harus belajar konsep demokrasi dan toleransi beragama dari Indonesia dari Indonesia. Obama memaparkan kekekuatan Rebuplik Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika yaitu “Unity in Diversity”. Tidak heran, Pidato Obama sangat diterima baik oleh mahasiswa-mahasiswa Indonesia bagaikan seorang pahlawan nasional yang “pulang kampung nih”. Komentar- komentar positif muncul dari sebagian mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Indonesia yang mendengarkan pidato Obama. Bagi sebagian mahasiswa, pidato Obama telah mengkoreksi pemikiran negatif mereka terhadap Amerika Serikat.  Namun, ada pendapat berbeda yang menganggap pidato Obama hanyalah sebuah pidato “nostalgic” biasa, tidak ada relevansi yang “progressive” dari pidato Obama di Cairo sampai pidato Obama di Indonesia, bahkan Obama dianggap gagal merealisasikan janjinya kepada dunia islam. But no matter what, tidak ada seorangpun yang dapat memungkiri bahwa Obama punya perhatian tersendiri terhadap bangsa Indonesia. Indonesia adalah bagian dari diri saya, kata Obama. Pertanyaan yang muncul dari benak saya adalah bagian yang mana adalah bagian dari diri seorang Obama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPOoORdXiDI/AAAAAAAAAmM/zn8I28uyifc/s1600/2007727133323482.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 164px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TPOoORdXiDI/AAAAAAAAAmM/zn8I28uyifc/s200/2007727133323482.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5544960529381427250" /&gt;&lt;/a&gt;Pidato Obama memang luar biasa, tetapi secara pribadi saya lebih tersentuh melihat bagaimana seorang pemimpin berpidato melalui hidupnya. Menurut hemat saya, Rev. Dr.  Stephen Tong, figur yang saya anggap paling tepat berkata “Indonesia adalah bagian dari diri saya”. Beliau adalah seorang hamba Tuhan Indonesia beretnis Tionghoa yang telah berkotbah lebih dari 600 kota besar di seluruh dunia.  Beliau pernah berkata bahwa dirinya pernah diundang untuk menjadi uskup besar di Hongkong, tetapi ia menolak undangan tersebut karena beliau mengasihi Indonesia. Bentuk cinta kasih beliau dicurahkan melalui kehadiran Gereja Reformed Injili Indonesia, Sekolah Theologia Reformed Injili Kaum Awan, Sekolah Tinggi Theologia Reformed Injili, Reformed Institue, Sekolah Kristen Calvin, Sekolah Logos, Reformed Millenium Center, Reformed Center for Religion and Society, Aula Simfonia Jakarta,  Museum, KKR Akbar, KKR Regional, etc. Seharusnya beliau bisa saja mengiyakan undangan sebagai uskup besar di Hongkong karena bukankah itu juga memuliakan nama Tuhan? Beliau sadar panggilan hidupnya mengharuskan Indonesia menjadi bagian dari dirinya, meskipun dia tetap keliling dunia berkotbah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia bagian dari diri saya. Bagaimana kita melihat Indonesia hari ini? Indonesia sedang berjuang  untuk mengikuti kemajuan teknologi dunia, tantangan globalisasi dunia, dialog agama dan kebudayaan dunia serta memerangi terorisme dan pertahanan keamanan dunia. Betapa tidak, dunia semakin kompetitif dalam menjalani era globalisasi maupun usaha glokalisasi tiap negara dalam usaha membangun ekonomi dunia.  Contoh terbaik adalah China. Sejak Deng Xiao Ping membuka diri kepada dunia, China semakin mengalami kemajuan yang sangat pesat hingga sekarang, posisi China menjadi penentu ekonomi dunia, bukan negara Barat. Meski demikian, Presiden China, Hu Jian Tao mengatakan bahwa China sudah maju secara ekonomi, sekarang waktunya China membenahi moralitas. Dalam hal ini China ada kepekaan terhadap kesadaran moral yang dibutuhkan oleh China. Bagaimana dengan Indonesia? Seharusnya Indonesia takut akan Allah karena Indonesia meletakkan prioritas prinsip mereka di dalam pengertian Pancasila, yaitu sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Menurut pendapat beberapa kaum awam, justru Pancasila hanyalah dipandang sebagai sebuah prinsip kenegaraan ideal yang cenderung telah dilupakan dan dianggap kurang relevan menjadi dasar pemikiran negara bagi  petinggi-petinggi negara kita sehingga mereka berani bermain di dalam area “aspirasi rakyat” untuk mencari profit bagi diri sendiri maupun kepentingan partai. Tidak heran, rakyat Indonesia telah kehilangan rasa hormat dan respek terhadap petinggi-petinggi negara baik dari anggota DPR sampai Presiden. Pergumulan “Indonesia bagian dari diri saya” seharusnya ada dalam diri kita sebagai seorang Indonesian baik tinggal di  Indonesia maupun di luar Indonesia. Sebagai Orang Kristen, kita harus terus mengingat bahwa Tuhan Yesus telah memberikan panggilan inkarnasional kepada setiap anak-anak Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia, yaitu memberitakan Injil dan mengalami penyertaan Tuhan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat Dunia, Satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup yang membawa manusia kembali kepada Allah! Panggilan Inkarnasional ini bukan hanya diperuntukkan bagi orang-orang Indonesia saja, tapi seluruh dunia butuh Kristus. Mari kita bersama-sama menggumuli panggilan inkarnasional ini untuk membawa standar Allah menjadi patokan utama bagi dunia untuk memuliakan Tuhan di setiap inci kehidupan manusia (Kuyper), dimulai dari diri kita. Indonesia bagian dari diri saya. Solideo Gloria! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Christ&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-7348511448692271962?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/7348511448692271962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=7348511448692271962&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/7348511448692271962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/7348511448692271962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/11/indonesia-bagian-dari-diri-saya.html' title='Indonesia Bagian Dari Diri Saya'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TOIf4rXaCTI/AAAAAAAAAkU/TeRT0V1i_fs/s72-c/img-article---varadarajan-indonesia_00191527233.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-4160312858019295106</id><published>2010-11-04T00:43:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T01:03:07.341-07:00</updated><title type='text'>Kristus, Reformasi dan Kebangunan Rohani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TNJlZHpOobI/AAAAAAAAAkE/ufBPdiuMiBw/s1600/lther.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TNJlZHpOobI/AAAAAAAAAkE/ufBPdiuMiBw/s200/lther.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535598374214869426" /&gt;&lt;/a&gt;Kebangunan Reformasi tidak dapat dilepaskan dari Yesus Kristus sebagai satu-satunya daya tarik sejati bagi setiap manusia dapat mendengar, mencari, menemukan, menyaksikan dan memberitakan kesakralan serta kebenaran Allah yang memberikan pengharapan sejati bagi jamannya.  Celakanya, banyak orang mengakui dirinya kristen tapi tidak mengenal Yesus Kristus dengan akurat. Apalagi, Hari Reformasi, tidak didengar lagi dengungan kotbah reformasi yang diteriakkan di dalam gereja, apalagi di luar gereja. Gereja lebih memilih masuk ke dalam kenikmatan “Kebangunan Rohani” menurut definisi mereka. Peringatan Reformasi sudah tidak dianggap penting. Now, Kebangunan Rohani dianggap “necessity” dalam kekristenan. Kelihatannya logis, Namun dewasa ini, banyak KKR-KKR diadakan di seluruh dunia, tetapi sungguhkah “Kebangunan Rohani Sejati” itu terjadi? Banyak KKR Palsu yang telah membius jutaan orang bukan lagi mencari Yesus Kristus, satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup sebagai fokus utama, melainkan berharap lebih kaya, kesehatan lebih terjamin, hidup jauh dari kesulitan, entertaiment yang memuaskan selera, perut kenyang dengan makanan penuh selera. Alamak, inikah kebangunan rohani sejati? Bukan! Kebangunan Rohani tidak dapat dilepaskan dari Kristologis yang sejati dan Semangat Reformasi. Bagaimana kita memahami hal-hal tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YESUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saudara mendefinisikan Yesus Kristus? Jawabannya adalah You cannot! Why, karena kita harus kembali kepada Alkitab sebagai satu-satunya sumber yang otoritatif memberikan kebenaran yang pasti mengenai siapakah Yesus, karena Alkitab adalah Firman Tuhan yang “dinafaskan” dari Allah.  Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan menuju kepada Bapa (Yohanes 14:6 – ucapan Yesus dan Kisah Para Rasul 4:12 – ucapan Rasul Petrus) maka Tuhan memberikan panggilan kepada setiap anak-anak Tuhan untuk memberitakan Injil dan mengalami penyertaan Tuhan (Matius 28:19-20) sebagai pemberita Injil/ kristen. Istilah “kristen” pertama kali muncul dalam Kisah Para Rasul 11:26, 26:28 dan I Petrus 4:16) dan mereka terpanggil untuk menjalankan kewajiban untuk mengimani Injil dan memberitakan Injil bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan manusia dapat kembali kepada Bapa. Seorang teolog Amerika, Josh Mcdowell, dalam bukunya “More Than Carpenter’ menulis sebuah pertanyaan: Why Jesus is so Different? Mcdowell menjawab: Because No ones claim to be God, but Jesus did. Inilah keunikan kekristenan. Jika keunikan tidak ada dalam kekristenan, maka kekristenan sama saja dengan agama-agama kepercayaan lainnya. Kristus, satu-satunya jalan, kebenaran dan keselamatan hidup yang bukan karena perbuatan baik tetapi karena anugerah Tuhan (Titus 3:4-8). Problemnya, banyak gereja dan orang kristen sendiri berani lancang melakukan reinterpretasi terhadap Firman Tuhan yang absolut dan tidak dapat diganggu gugat demi “market-oriented philosophy”. Mengutip Pdt. Dr. Stephen Tong, Inilah kebobrokan yang paling bobrok dalam abad 20 yaitu: membuang Firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GERAKAN REFORMASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Martin Luther (1483-1546), seorang biarawan dari ordo Agustinian dan professor theology di Catholic University of Wittenberg yang dianggap sebagai “the turning point of reformation”. Akan tetapi benarkah Luther pencetus reformasi sejati? Padahal, Teologi Martin Luther bukanlah teologi yang baru. Sudah ada “the morning star of reformation” mendahului Luther. William Ockham (1288-1348), Ia mendeklarasikan bahwa “God is known by faith in his revelation, not by reason examining his creation”. Hanya kembali wahyu Allah maka kita dapat mengenal Allah yaitu kembali kepada Alkitab. John Wycliffe (1324-1384), Ia memperjuangkan semangat reformasi di England untuk membawa semangat “back to the Bible” bukan hanya dinikmati oleh kaum elit rohani dan kaum bangsawan, tetapi bagi semua orang termasuk rakyat jelata. Inilah perjuangan reformasi. Dilematisnya, hari ini setiap orang kristen memiliki Alkitab tetapi mereka kurang sungguh-sungguh bercermin di hadapan Tuhan melalui saat teduh mereka setiap hari. Dalam hal ini orang kristen yang malas baca Alkitab juga harus bertobat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martin Luther, Ia membaca Alkitab, menemukan konsep sentralitas teologinya dalam konsep iman dan janji Tuhan yang bersumber dari Yesus Kristus yaitu:&lt;br /&gt;a. Sola Scriptura – Hanya Alkitab satu-satunya kacamata tanpa dosa yang akurat.&lt;br /&gt;b. Sola Gratia – 100% anugerah Allah diberikan baik kepada orang kristen maupun non kristen.&lt;br /&gt;c. Sola Fide – Saat kita menerima Firman, itu anugerah Allah. Kita belajar mengimani Firman karena semua adalah pemberian Allah.&lt;br /&gt;d. Solus Christus – Allah yang mana? Hanya melalui Yesus Kristus satu-satunya Allah yang menyatakan jalan, kebenaran dan hidup.&lt;br /&gt;e. Solideo Gloria – takut akan Tuhan adalah awal dari segala pengetahuan dan &lt;br /&gt;segala kemuliaan hanya bagi Allah dan biarlah setiap kita dapat menikmati Dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luther pernah mengunjungi Roma,  kota para martir, lalu Luther membeli surat indulgensia untuk menyelamatkan kakeknya. Melalui memanjatkan doa bapa kami dan menjalankan ritual asketis di tangga gereja. Setelah melakukan semuanya itu, ia merenungkan kembali atas apa yang telah ia lakukan di Roma. Akhirnya Luther bercermin kembali di hadapan Firman Tuhan dan ia menemukan kesalahan-kesalahan fatal di dalam gereja baik dalam konsep keselamatan dan konsep positioning gereja. Kenapa Luther berani melakukan hal ini? Luther tidak berjuang untuk kesenangan sendiri. Ia melihat ajaran Firman Tuhan yang telah diselewengkan oleh gereja “established” sehingga ia berani menempelkan 95 tesis di gerbang gereja Schloakirche di Wittenberg untuk melawan konsep purgatory, penjualan surat penebusan dosa orang yang sudah meninggal dunia (surat indulgensia) dan sebagainya. Luther menerima serangan baik dari dalam gereja maupun luar gereja. Kondisi gereja Katolik pada abad ke 16 menjadi semakin bergeser, gereja mengajarkan bahwa untuk mendapatkan pengampunan Tuhan atas dosa-dosa yang telah dilakukan seseorang, seseorang harus melakukan work of penance menjadi perantara antara pendosa dan Tuhan, Bahkan gereja pada puncak kegelapannya “menjual” anugerah pengampunan dan pembenaran oleh Tuhan demi memperoleh dana untuk gereja St. Peter Basilica di Vatikan. Itulah kesalahan fatal yang dilakukan oleh Paus Leo X yang memiliki ambisi untuk merenovasi Catheral of St. Peter Basilica. Butuh biaya besar maka memperalat teologi keselamatan. Pertanyaan reflektif bagi kita semua adalah Teologi mempengaruhi situasi atau Situasi mempengaruhi teologi? Bahkan Paus Leo Xmengundang biarawan kondang bernama Johann Tetzel  untuk memimpin KKR-KKR keliling Eropa demi menjual surat indulgensia dan mengumpulkan dana untuk renovasi St. Peter Basilica. Akhirnya,  Johann Tetzel ditentang oleh Martin Luther. Meskipun Pihak Vatican mendukung Tetzel, dia didakwa telah menggelapkan dan mencuri uang  oleh Karl Von Miltitz hingga Tetzel down dan akhirnya dia menjauhi publik sampai Tetzel meninggal dunia. Jadi, Luther meneriakkan “Sola Scriptura” untuk membawa gereja, hamba Tuhan, jemaat Tuhan, pemerintah, rakyat jelata kembali kepada otoritas Allah melalui Firman-Nya, bukan gereja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru membaca sebuah artikel dari Fr. John Whiteford yang berjudul “Sola Scriptura: in the vanity of their minds” yang memberikan kritik terhadap “Sola Scriptura”, bahwa denominasi Protestan telah lari terlalu jauh dari tradisi gereja (katolik). Whiteford menganggap “Sola Scriptura” telah menyebabkan perpecahan gereja yang melahirkan beragam denominasi-denominasi yang kelihatannya sama-sama membaca Alkitab, tetapi berbeda di dalam aplikasi pribadi dan komunitas denominasi masing-masing. Whiteford mengatakan bahwa gereja semestinya melawan ajaran-ajaran bidat, tetapi justru gereja memproduksi denominasi-denominasi bidat. Konklusi dari whiteford adalah gereja kacau karena “Sola Scriptura”. bagaimana opini saudara mengenai hal ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sola Scriptura” dicetuskan oleh Martin Luther, bukan melawan Allah diatas gereja. Luther justru melawan gereja yang telah salah menafsirkan otoritas gereja atas kebenaran Allah. Luther mempercayai Firman Allah cukup memberikan “defense” melalui Diri-Nya sendiri. John Piper mengatakan bahwa Firman Allah bukanlah perkataan yang mati atau tidak efektif. Justru, didalamnya ada kehidupan dan perkataan itu membuahkan hasil. Apa yang dilakukan oleh Firman yang hidup dan efektif ini? menyingkapkan siapa diri kita sesungguhnya maka kita perlu bercermin di hadapa Firman-Nya dan pekerjaan Roh Kudus memimpin kita untuk mengenal kebenaran-Nya dengan “back to the bible”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Gereja Roma Katolik, Sola Scriptura bukan solusi, tetapi justru problem karena Alkitab bukanlah self-interpreting sehingga hasilnya chaos. Bagi Gereja Roma Katolik, kita perlu mendasarkan prinsip teologis di dalam II Tesalonika 2:15 bahwa gereja memiliki otoritas atas Firman Tuhan yang diturunkan baik secara oral maupun tertulis oleh para rasul. Dalam hal ini, gereja mengangkat pentingnya magisterium dalam kebenaran. Itulah sebab gereja roma Katolik menganggap “Sola Scriptura” adalah bidat. bagaimana menurut saudara? Reformed tidak menolak gereja punya otoritas untuk mengajarkan Firman Tuhan, justru Reformed harus tekun menjalankan aktivitas rohani tersebut. Di dalam I Timotius 3:15 menyatakan gereja adalah pilar dan fondasi dari kebenaran. apa itu kebenaran? kebenaran adalah Yesus Kristus. bagaimana kita dapat mengenal Yesus Kristus? Alkitab. Gereja harus memberitakan kebenaran dan membawa jiwa-jiwa tersesat percaya kepada Yesus Kristus, satu-satunya juruselamat dunia. Tetapi gereja tidak mendapatkan wahyu maupun otoritas untuk memerintah ajaran Alkitab. Hanya Kristus, sebagai kepala gereja satu-satunya yang berhak memerintah dan “menafaskan” Kebenaran kepada gereja dan orang benar. problemnya, gereja terlalu berani mengotori kesucian prinsip Firman Tuhan dengan “human interpretation” sehingga posisi otoritas gereja menjadi “false”. James White memberikan contoh di dalam Matius 22, ketika Yesus berdebat dengan kaum Saduki (menolak konsep kebangkitan), Yesus berani memberikan kritikan pedas kepada mereka karena mereka tidak kembali kepada kebenaran yang “dinafaskan” Allah, melainkan meragukan Firman serta membuang keutuhan Firman ke dalam recycle bin sampai empty. Yesus berkata, "You are in error because you do not know the Scriptures, nor the power of God, for in the resurrection, they neither marry nor are given in marriage but are as the angels in Heaven. But concerning the resurrection of the dead have you not read what God spoke to you, saying 'I am the God of Abraham, the God of Isaac and the God of Jacob.'" James White memberikan explanation bahwa perspektif Yesus adalah perspektif yang “biblical” dan “senafas” dengan Firman Allah. Scripture is God speaking to man. It is theopneustos. God-breathed. inilah keunikan “Sola Scriptura”. Mazmur 119:89 "Your word, Oh, Lord, is eternal. It stands firm in the heavens." Jadi, siapa yang sesungguhnya bikin kacau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Anugerah Allah, Luther mendapatkan pengertian yang benar melalui Roma 1:17 bahwa manusia hanya hidup oleh iman saja (Justification by faith alone) dan mengandung dua aspek penting yaitu pengampunan dosa dan pendeklarasian status sebagai orang benar di hadapan Allah. Manusia telah jatuh ke dalam dosa maka imej manusia telah terdistorsi oleh dosa. Siapapun manusia, mereka tidak dapat melepaskan diri dari belenggu dosa, apalagi menyelamatkan sesamanya manusia dari belenggu dosa. It doesn’t work!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAT REFORMASI&lt;br /&gt; Hanya melalui penebusan dosa di dalam Kristus maka ada keselamatan hidup kekal dan kita hidup dengan “new status” yaitu menjadi orang benar. Automaticly? Di dalam dunia, “new status” tersebut kita jalani dalam “ progressive sanctification” hidup menyerupai Kristus sampai kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya, baru kita diubahkan (1 Korintus 15:49). Dasar pembenaran Allah adalah ketaatan sempurna Kristus dalam menjalankan perintah Allah yang secara anugerah diberikan Allah kepada orang berdosa seperti anda (Roma 5:19). Everthing harus kembali kepada God-centered. Itulah semangat reformasi yang membangunkan setiap anak-anak Tuhan yang tertidur untuk berjuang melayani jaman ini sesuai kehendak Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAKTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Gereja, banyak ajaran yang kacau balau karena kelancangan mereka melakukan reinterpretasi yang jauh dari kebenaran Tuhan sehingga tidak sedikit gereja, hamba tuhan dan jemaat Tuhan yang menjadi batu sandungan bagi orang lain. Mereka melayani tapi bukan menurut kehendak Tuhan, tetapi menuruti kehendaknya sendiri.  Kenapa Anton Lavey dapat berubah dari penganut kristen akhirnya menjadi pendiri gereja setan? Karena kemunafikan pelayan Tuhan yang kelihatan religius tapi akhirnya ketahuan kalo dibalik kereligiusan mereka, ada penipuan. Tidak heran, Anton Lavey lebih memilih “jujur” dalam hidup bersama setan daripada orang kristen yang “menipu” dengan kedok kristen padahal pecandu dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar Gereja, banyak orang sudah tidak peduli lagi akan Allah dan menjadi free thinkers. Mereka menganggap lebih baik jalani hidup baik-baik, itu cukup! Banyak orang menganggap agama telah membuat mereka confusing dan tidak sedikit dari mereka telah dikecewakan oleh ulah orang beragama dan mempermainkan kekristenan seperti Bobby Henderson. Seorang pemuda yang menjadikan agama kekristenan menjadi parodi melalui “pastafarianism movement” dari The Flying of Spaghetti Monster. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebagian dari keadaan manusia jaman ini. So, bagaimana kita meresponinya?  Alkitab berkata “Mintalah, maka semua akan diberikan pada-Mu”.  Marilah kita memohon kebangunan rohani hadir bagi jaman ini. Marilah kita bertekuk lutut berdoa bagi setiap orang kristen agar mereka bukan jadi batu sandungan tapi batu karang yang teguh, beriman dan aktif memberitakan Kristus ke seluruh dunia dan mengalami penyertaan-Nya. Mari kita berdoa bagi orang non kristen agar Tuhan berbelas kasihan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendengar Injil, bertobat, mengakui dosa dan menerima Kristus sebagai juruselamat pribadinya.Biarlah kita berseru kepada Tuhan untuk  memohon kebangunan rohani terjadi di jaman ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TNJoWsxq_MI/AAAAAAAAAkM/R9X0wK7-9Yo/s1600/24202_385630649707_38685874707_3699521_7685790_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TNJoWsxq_MI/AAAAAAAAAkM/R9X0wK7-9Yo/s200/24202_385630649707_38685874707_3699521_7685790_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535601631177669826" /&gt;&lt;/a&gt;KEBANGUNAN ROHANI  &lt;br /&gt;Pdt. Dr. Stephen Tong memaparkan tanda-tanda kebangunan rohani:&lt;br /&gt;1. Ada Visi Sejati – kebangunan sejati hanya datang dari visi yang benar dari Tuhan karena visi adalah suatu sharing Tuhan Allah yang membukakan rahasia rencana kekal-Nya dan apa yang Ia mau kerjakan di bumi bagi umat-Nya. Visi berarti kita melihat rencana kekal Allah. Tanpa Visi, kita binasa. Ada Visi, Ada Pengharapan, Ada kehidupan.&lt;br /&gt;2. Ada Firman Sejati – Kebangunan sejati terjadi ketika kita kembali mendengar suara dari Firman Tuhan untuk mengarahkan apa yang dilihat.&lt;br /&gt;3. Ada Iman Sejati – Kebangunan membentuk iman kepercayaan yang sejati yaitu dalam doktrin/ pengajaran yang benar yang akan membentuk iman kepercayaan.&lt;br /&gt;4. Ada Pemikiran Sejati – Kepercayaan sejati akan disusul dengan pemikiran-pemikiran yang benar. Dr. Tong mendefinisikan iman adalah kembalinya rasio untuk setia kepada kebenaran, berhenti berbuat dosa dan hidup suci sesuai kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;Adakah visi sejati, Firman sejati, iman sejati, pemikiran sejati pada zaman ini? Hanya dalam KRISTUS, Satu-satunya Juruselamat Sejati, Satu-satunya Reformator Sejati dan Satu-satunya Pembangun Kerohanian Sejati. Mari kita datang kepada-Nya dengan haus akan air hidup-Nya. Selamat memperingati hari Reformasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By His Love&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Xiamen, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-4160312858019295106?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/4160312858019295106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=4160312858019295106&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4160312858019295106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4160312858019295106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/11/kebangunan-reformasi-tidak-dapat.html' title='Kristus, Reformasi dan Kebangunan Rohani'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TNJlZHpOobI/AAAAAAAAAkE/ufBPdiuMiBw/s72-c/lther.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-4324147894349823561</id><published>2010-11-03T09:08:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T09:18:02.340-07:00</updated><title type='text'>The Only Focus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TNGKOBK83xI/AAAAAAAAAj8/xUcWUab_HpM/s1600/photographer.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TNGKOBK83xI/AAAAAAAAAj8/xUcWUab_HpM/s200/photographer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535357390452219666" /&gt;&lt;/a&gt;Bagaimana kita menghidupi perjalanan hidup kita sebagai anak-anak Tuhan di dalam dunia yang terus berubah ini?  Tidak sedikit dari kita yang telah bergereja, mendengar kotbah serta menerima pendidikan teologi sekalipun, tetapi kita merasa “kurang iman” dalam menjalani hidup kita dalam dunia untuk Tuhan. Why? Seringkali kita melihat adanya ”gap” kehidupan anak-anak Tuhan di jaman sekarang dengan kehidupan para rasul dan nabi yang hidup ribuan tahun yang lalu. Kita dapat melihat bagaimana Allah memakai Musa mengeluarkan bangsa Israel keluar dari Mesir, bahkan penyertaan Tuhan begitu nyata dengan adanya tiang awan dan tiang api-Nya yang senantiasa memimpin perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian Allah.  Kita dapat melihat bagaimana Sadrakh, Mesakh dan Abednego diikat oleh serdadu raja Nebukadnezar karena mereka tidak mau  tunduk di hadapan Baal dan Nebukadnezar, tetapi ada penyertaan Tuhan yang membebaskan mereka dan mereka tidak mati dalam luapan dapur api tersebut, malah mereka hidup ditemani oleh utusan Allah.  Pengalaman rohani mereka begitu “real” sehingga mereka jelas melihat penyertaan Tuhan atas hidup mereka. Namun, bagaimana dengan kita hari ini? Bukankah kita menemukan adanya “gap”, mengapa mereka bisa menikmati Tuhan dengan “real”, sedangkan saya kok tidak?  Pertanyaan ini muncul di dalam sebuah student fellowship yang saya hadiri beberapa hari yang lalu di Cheng Chi University, Taipei, Taiwan. Mereka membahas buku “Knowing God” yang ditulis oleh J.I Packer, bagi saya, “Knowing God” adalah high recommended utk semua orang kristen untuk membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita sering melakukan perbandingan/komparasi antara kehidupan rasul dan nabi dengan kehidupan kita di dalam dunia ini sehingga kita cenderung melihat “gap” dalam mengerti karya-karya Allah dalam kehidupan anak-anak Tuhan sehingga tercipta banyak diskusi panel penuh pertanyaan-pertanyaan yang mempertanyakan inkonsistensi Tuhan dalam berkarya di dalam kehidupan orang percaya. Akan tetapi, hasil diskusi panel manusia hanyalah berputar-putar di area yang “blur” baik dalam membandingkan “event”, “people”, “context”, “special cases”, apalagi soal “messages behind the scenes”. Tidak ada jawaban yang memuaskan hati. Akibat tidak puas, banyak manusia yang menjadi “free thinkers”, sibuk berinovasi dalam memberikan “statements” yang kelihatan logis dan kelihatan bertanggungjawab sesuai kepuasan pikiran manusia tapi jauh dari kebenaran Tuhan. Seringkali kita lupa atau lebih tepat “sengaja melupakan” sebuah realita yang tercatat di dalam Kejadian 3 yaitu Kejatuhan manusia ke  dalam dosa (hamartia – meleset dari sasaran). Kejatuhan manusia ke dalam dosa menyebabkan rusak totalnya hubungan Allah-manusia, termasuk standar seluruh aksi manusia. Jika kita mengabsolutkan standar seluruh aksi kita yang berdosa ini, maka kita sedang melukai dan mengkhianati Allah. Tuhan tidak berkenan atas tindakan manusia yang tidak setia kepada kebenaran Tuhan.  Tuhan berkenan atas tindakan manusia yang setia  kepada kebenaran Tuhan yaitu Back to The Bible. Jadi, apa yang seharusnya kita imani? One for sure ...  Firman Tuhan mengajak saudara untuk setia memfokuskan diri kepada Allah, bukan sibuk mencari “persamaan” dalam situasi, kondisi, latar belakang, konteks, hidup orang percaya dalam zaman Alkitab dengan zaman sekarang.  Zaman memang berubah tetapi Allah tidak pernah berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak berubah (Maleakhi 3:6). Namun, banyak kecurigaan yang muncul dalam mengerti Allah tidak berubah ketika Alkitab mencatat “Allah yang berubah” (Kejadian 6:6-7, Keluaran 3:14, Yunus 3:10). Sungguhkah ada kontradiksi dalam diri Allah? Ketika Allah mengatakan bahwa Ia tidak pernah berubah, Ia sedang membicarakan masalah natur dan karakter-Nya. Tetapi tidak berarti bahwa Ia tidak bisa merubah cara kerja-Nya dengan manusia sepanjang sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita melihat Allah merubah pikiran-Nya (menyesal), kita melihatnya dari sudut pandang seorang manusia. John Calvin mengatakan bahasa yang dipakai adalah bahasa bayi "baby talk". Karena Allah tahu segala sesuatu dari kekekalan, Ia selalu tahu rencana-rencana tertinggi yang akan Ia kerjakan; termasuk juga rencana untuk "menyesal dan berubah pikiran". Ia telah melihat hasil pekerjaan Yunus di Niniwe. Penduduk Niniwe bertobat dan Allah merubah pikirannya dari penghancuran yang seharusnya datang kepada penduduk Niniwe. Tentu saja, Allah tahu hal ini (penyesalan orang Niniweh) akan terjadi dan menetapkan bahwa peringatan harus diberikan dalam rangka membawa mereka ke dalam penyesalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fokus kita seharusnya yaitu kembali kepada “message” yang dinyatakan oleh Allah yaitu keselamatan hanya di dalam pekerjaan-Nya yang digenapi dalam pribadi Yesus Kristus sebagai penebus fokus orang percaya untuk kembali kepada Allah yang sejati.Sudahkah fokus saudara menengadah kepada-Nya? Biarlah Roh Tuhan bekerja membawa setiap kita kembali kepada fokus utama yang sejati. Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kristus&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Taipei, Taiwan, ROC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-4324147894349823561?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/4324147894349823561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=4324147894349823561&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4324147894349823561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4324147894349823561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/11/bagaimana-kita-menghidupi-perjalanan.html' title='The Only Focus'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TNGKOBK83xI/AAAAAAAAAj8/xUcWUab_HpM/s72-c/photographer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-844223746379444211</id><published>2010-10-29T21:21:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T21:25:24.299-07:00</updated><title type='text'>Menemukan Kembali Nilai Reformasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TMud8N-0itI/AAAAAAAAAj0/dUEptAQb6vI/s1600/luthercajetan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 190px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TMud8N-0itI/AAAAAAAAAj0/dUEptAQb6vI/s200/luthercajetan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533690225025649362" /&gt;&lt;/a&gt;Martin Luther (1483-1546),  Seorang biarawan dari ordo Agustinian yang sebagian besar hidupnya menjadi  Professor Teologi di Wittenberg.  Ia belajar teologi, bukan untuk mengejar gelar maupun kedudukan akademik. Ia belajar teologi karena Allah memanggil Luther dan Luther ditangkap oleh Allah untuk mengugah motivasi Luther untuk mencari Kerajaan Allah dan Kebenaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luther memiliki cara pandang yang tajam melihat akar kerusakan gereja adalah doktrin yang tidak sesuai dengan Alkitab, doktrin yang tidak memiliki otoritas sejati. Luther menyadari kerusakan gereja hanya dapat diperbaiki  jikalau doktrin dikembalikan kepada Alkitab. Oleh karena itu, Gerakan Reformasi  memiliki  visi yang agung dan mulia yaitu mengembalikan kekristenan kepada otoritas Alkitab, dengan iman kepercayaan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Wahyu Allah dan mempertahankan kebenaran serta pelaksanaan kebenaran, bukan dasar otoritas gereja (magisterium). Luther menyadari bahwa otoritas hanya terdapat pada Alkitab. Problemnya, diakui oleh seorang pendeta kondang dari Amerika Serikat, Jim Bakker. Ia mengakuinya sendiri, boro2 baca Alkitab, membaca konteksnya saja tidak mau dia lakukan.Menjadi hamba Tuhan hanya dipahami sebagai sebuah “profesi” seperti layaknya “sales” dan mengutip serta membangkitkan semangat. Hal yang lebih penting adalah hati yang tulus mengasihi Tuhan lebih besar daripada dirinya sendiri.  &lt;br /&gt;Dari Alkitab kita beroleh pengharapan. Pengharapan berdasarkan Alkitab kita beroleh pengharapan iman. Jikalau bukan Allah yang mewahyukan Alkitab maka tidak ada Firman Tuhan di dalam dunia. Jikalau tidak ada Firman Tuhan maka kita akan kehilangan otoritas yang sejati. Itulah sebabnya kita harus kembali kepada otoritas Alkitab. Hanya dengan tolak ukur pengajaran Alkitab, kita dapat menilai segala sesuatu. Dalam hal ini semangat “Back to the Bible” (Sola Scriptura) yang seharusnya mendidik gereja untuk menaklukan diri di hadapan Firman Tuhan, bukan gereja (magisterium) yang menguasai Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercantum dalam Pengakuan Iman Augsburg (Art. IV, 1530), Manusia tidak dapat dibenarkan dalam pandangan Allah melalui kekuatan, jasa-jasa atau perbuatan-perbuatan mereka sendiri, sebaliknya secara cuma-cuma  mereka dibenarkan karena Kristus (Solus Christus) hanya melalui iman (Sola Fide), pada waktu mereka percaya bahwa mereka diterima dalam anugerah saja (Sola Gracia) dan dosa-dosa mereka diampuni karena Kristus yang melalui kematian-Nya sendiri  menyelesaikan dosa-dosa kita(Solus Christus). Iman ini diperhitungkan Allah sebagai kebenaran bagi kemuliaan-Nya (Solideo Gloria), (Roma 3 dan 4). Jadi, Iman bukanlah hasil kontribusi manusia, melainkan bagian dari anugerah keselamatan yang Allah berikan (Sola Gracia), bukan pemberian manusia berdosa kepada Allah (Efesus 2:8-9).&lt;br /&gt;Konklusi bahwa segala sesuatu harus ditinjau kembali dalam terang Firman Tuhan Allah yang terdapat di dalam Alkitab.  Memang, ada dilematis bagaimana manusia dapat menjalani  perjalanan hidup antara hidup sementara dengan hidup kekal. Seakan tidak ada titik yang dapat menyeimbangkan kedua kondisi hidup tersebut, satu-satunya titik temu hanya dapat  digenapkan melalui inkarnasi Kristus,  yaitu Firman yang sudah menjadi daging. Jadi kesulitan hidup akan tetap ada maka justru kita harus konsisten menjalani sebuah kehidupan yang selaras dengan apa yang Tuhan mau. Itulah konsistensi dari semangat Reformasi yaitu berani  jalani  tantangan hidup dengan prinsip kekekalan yang Tuhan kehendaki, bukan manusia. Luther menjalani tantangan hidup dengan prinsip “back to the Bible”, mengadakan pembaharuan dan protes menentang indulgensia dan penyalahgunaan lainnya yang tercantum dalam 95 tesis yang dipakukan di pintu gereja Wittenberg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita menemukan kembali semangat reformasi, nilai-nilai reformasi dan berani melakukan sebuah “action” dalam menjalankan Mandat Injil (memberitakan Injil yang memancarkan kemuliaan Allah, kesucian Allah, keadilan Allah) , Mandat Budaya (mengelola, mengatur dan membudidayakan seluruh alam ciptaan Allah), Mandat Keselamatan (menerima, mengalami, menikmati serta memberitakan anugerah dan kebenaran Allah) dan Mandat Pelayanan (menjalankan kehendak Tuhan). Sayang sekali, apabila orang kristen sendiri semakin lemah dan takabur sehingga jati diri kekristenan menjadi tidak jelas, alias  tiada parameter yang jelas untuk membedakan antara yang benar dan salah, jujur dan bohong, pejuang dan pecundang dan seterusnya. . Yg merusak dan menjegal adalah oknum-oknum yang punya keinginan untuk membajak Kerajaan Allah dan Kebenaran untuk diri sendiri dengan perilaku rohaniawan, jubah agama, sakramen, religiusitas yang palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, seharusnya, Nilai-nilai Reformasi menjadi parameter orang kristen untuk mengerjakan mandat-mandat yang dipercayakan Allah. Dalam hal ini, sangat diperlukan kesatuan visi dengan kesiapan hati untuk berkorban dan bekerja keras dalam penyertaan Roh Kudus untuk mewujudkan dengan komitmen dan konsistensi sebuah “christian living” sebagai Anak-anak Tuhan yang setia melayani Tuhan Allah di dalam dunia sampai kedatangan Tuhan Yesus kedua kali. Renungkan kembali nilai-nilai Reformasi dalam benak kita semua dan berdoalah memohon Roh Kudus membakar hati kita untuk belajar memberikan yang terbaik dalam menjalankan mandat surgawi yang Tuhan telah anugerahkan bagi  anak-anak-Nya. Selamat memperingati Hari Reformasi! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-844223746379444211?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/844223746379444211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=844223746379444211&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/844223746379444211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/844223746379444211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/10/menemukan-kembali-nilai-reformasi.html' title='Menemukan Kembali Nilai Reformasi'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TMud8N-0itI/AAAAAAAAAj0/dUEptAQb6vI/s72-c/luthercajetan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-7653688526367585282</id><published>2010-10-29T09:17:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T09:34:10.290-07:00</updated><title type='text'>On Halloween</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TMr3PfZaLSI/AAAAAAAAAjs/AobQj9jtzcE/s1600/halloween_1510982c.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TMr3PfZaLSI/AAAAAAAAAjs/AobQj9jtzcE/s320/halloween_1510982c.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5533506937676246306" /&gt;&lt;/a&gt;Hallowen, sebuah event kultural yang berasal dari "ancient celtic" di Irlandia, Inggris dan Perancis. Biasanya mereka merayakan hallowen pada tanggal 1 November sebagai "the end of summer and the harvest of season". Tgl 31 Oktober mereka merayakan "samhain". Kebudayaan "trick and treating", sebuah kebiasaan dari abad 9 untuk melakukan "souling" pada tgl 2 November. Biasanya kebiasaan ini dipergunakan untuk membantu orang miskin, tetapi justru now secara sekuler, "trick and treating" dianggap sebagai "just for fun" saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana orang kristen menanggapi Hallowen? Father Gabriele Amorth, pastor Vatican yang berkecimpung dalam pengusiran setan (exorcism) di Roma mengatakan bahwa " Kalo anak-anak Inggris dan American menyukai pakaian iblis dan penyihir hanya dalam sehari dalam setahun, itu bukanlah masalah. toh itu hanyalah sebuah permainan, tidak ada maksud yang lain. Saya tidak setuju. Secara directly, Hallowen adalah paganisme yang mempromosikan satanisme, penyembahan berhala, mistik hitam, okultisme (Ulangan 18:9-13) dan orang kristen dipanggil bukan untuk dipengaruhi oleh hallowen tapi orang kristen harus memberikan pengertian yang mendidik generasi muda utk tidak dipermainkan oleh setan, tetapi kembali ke jalan Tuhan (Efesus 5:11. Jadi tidak ada common ground dalam Hallowen. Injil harus lebih diberitakan oleh jemaat dan hamba Tuhan dengan hati yang takut akan Tuhan, mengasihi kebenaran dan memperjuangkan kebenaran Tuhan di dalam terang Injil Tuhan, bukan kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Taipei, Taiwan, ROC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-7653688526367585282?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/7653688526367585282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=7653688526367585282&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/7653688526367585282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/7653688526367585282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/10/on-halloween.html' title='On Halloween'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/TMr3PfZaLSI/AAAAAAAAAjs/AobQj9jtzcE/s72-c/halloween_1510982c.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-2579779358841690103</id><published>2010-05-25T10:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T10:19:14.571-07:00</updated><title type='text'>Chen Hsu Chu</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S_wES7BL37I/AAAAAAAAAjc/FpA2ARe5v7A/s1600/a372d18f6a0af290.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S_wES7BL37I/AAAAAAAAAjc/FpA2ARe5v7A/s320/a372d18f6a0af290.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475255970102501298" /&gt;&lt;/a&gt;Siapakah Seratus tokoh yang paling berpengaruh di dunia ini versi Majalah Time 2010? Siapa lagi kalo bukan tokoh-tokoh dunia seperti Obama, Bill Clinton, Sarah Palin, etc. Akan tetapi, ada sebuah nama yang tidak pernah kita dengar sebelumnya, namanya Chen Shu, dari Taiwan. Mungkin kita lebih mengenal penulis artikel Chen Shu Chu di majalah Time yaitu Ang Lee, sutradara Brokeback Mountain, Lust, Caution, etc. Ang Lee menulis sebagaimana fakta-fakta kebaikan humanis Chen Shu Chu, seorang pedagang sayur di TaiTung berumur 59 tahun, telah memakai uang penghasilannya untuk membangun perpustakaan umum agar banyak generasi muda suka membaca buku. Kurang lebih USD 320.000 atau NT 10 juta telah disumbangkan oleh Chen Shu Chu, memberikan support kepada anak-anak miskin yang kurang mampu membiayai sekolah, beli buku maupun memiliki perpustakaan umum. Ia mengatakan “"Money serves its purpose only when it is used for those who need it". Rencana dia akan mengumpulkan dana untuk orang yang miskin dalam mengambil pendidikan, makanan dan kesehatan, rencananya dimulai dari integritas hidupnya rela berkorban dana demi menolong orang miskin. Ini luar biasa! Terkadang kita lebih banyak bikin planning soal destinasi, waktu maupun profit tanpa kita melihat apa yang Tuhan planningkan kepada kita melalui prinsip-prinsip Firman Tuhan. Alkitab mencatat besok aja kita tidak tahu, bagaimana kita harus mengurusi urusan planning, justru hal tersebut memberikan sebuah pengertian bahwa manusia adalah fragile dan mereka membutuhkan Tuhan karena bermegah di dalam Kristus, satu-satunya. Barulah ada kemenangan karena Firman Tuhan membawa setiap kita menikmati kepekaan terhadap perbuatan dosa (Yohanes 4:13-17). Kita harus belajar maintain keuangan kita untuk kemuliaan Tuhan dan biarlah Tuhan memberikan "disiplin rohani" bagi kita masing-masing untuk mau berupaya memberikan yang terbaik bagi Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-2579779358841690103?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/2579779358841690103/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=2579779358841690103&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2579779358841690103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2579779358841690103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/05/chen-hsu-chu.html' title='Chen Hsu Chu'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S_wES7BL37I/AAAAAAAAAjc/FpA2ARe5v7A/s72-c/a372d18f6a0af290.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-226175395623058058</id><published>2010-05-25T08:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T09:03:05.550-07:00</updated><title type='text'>Delay Flight</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S_v0isKKXaI/AAAAAAAAAjU/Bogsi__1Byg/s1600/Amazing_China_Airline_Plane.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S_v0isKKXaI/AAAAAAAAAjU/Bogsi__1Byg/s320/Amazing_China_Airline_Plane.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475238648805481890" /&gt;&lt;/a&gt;Delay Flight. Siapa yang tidak pernah terjebak di dalam delay flight? Sampai hari ini, saya telah mengalami ratusan delay flight dalam frekuensi jadwal terbang saya selama 7 tahun melayani di China. Hari ini saya terjebak dalam penerbangan Shanghai- Guangzhou yang melelahkan seluruh tubuh dan pikiran saya. Betapa tidak, Pagi saya udah ditelpon dari elong (tempat saya beli tiket pesawat) bahwa ada change flight. Seharusnya saya flight jam 13.30, akhirnya jadwal saya dirubah menjadi 14.30. Setelah sampai di Hongqiao Airport. Jam 15.30 saya baru flight dalam perjalanan ke Guangzhou. Tiba-tiba di tengah perjalanan, muncul informasi dari kapten bahwa kita mendarat darurat di Xiamen Airport karena pesawat tidak dapat memasuki wilayah Guangzhou disebabkan weather problem yang diduga adalah badai angin topan. Akhirnya kami menunggu di Xiamen, dari jam 18.00-23.00 ( waktu sekarang saat saya menulis jurnal ini.). Memang melelahkan, from the morning delay flight, on the spot, delay 1 jam, on the planes tunggu 3 jam, on the xiamen airport tunggu 3 jam juga. Kondisi saya hanya menerima 1 coke and 1 instant noodles. Well, can u imagine that? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini just wanna share about one topic. Pembelajaran saya dalam delayed flight hari ini adalah belajar mengucap syukur kepada Allah di setiap keadaan. Meskipun saya delayed, saya diuji oleh Tuhan, apakah mulut saya tetap digunakan untuk mengucap syukur? Atau saya merusaknya dengan sungut-sungut? Terus terang, ketika saya hanya menerima 1 instant noodles n 1 coke, terlintas dalam hati “kok instant noodles doang sih?”. Langsung saya teringat sebuah kritik dari seorang rekan saya kepada saya ketika saya berada di Jakarta dalam seminar Faith and Culture-nya Pdt. Dr. Stephen Tong. Saya menerima roti, lalu saya ngomel “kok roti doang”. Rekan saya mengatakan, “Ko Dan, Doang itu Roti Lho”. Langsung tersentak dalam hati saya bahwa seringkali kita kurang bersyukur di dalam segala hal. Kedua, Akibat delayed flight, semua passengers masuk ke dalam “kebingungan” sehingga mereka mulai sibuk mengatur ulang jadwal mereka. Baik penumpang dari Economy Class sampai First Class, semua sama bahwa mereka harus mengalami hal yang sama yaitu mengatur ulang jadwal mereka. Manusia mulai belajar apa itu dinamis disaat planning kaku mereka terhalang maupun tidak dapat terealisasi. Kenapa kita perlu hidup dinamis? Karena manusia tidak dapat hidup di dalam kemutlakan rencananya sehingga manusia harus belajar waspada terhadap setiap kesulitan-kesulitan yang mereka bakal hadapi dan berani mengambil keputusan untuk belajar mengutamakan Tuhan lebih daripada keputusan kita.Kenapa saya juga harus menunggu? Ya seharusnya saya belajar meyakini pimpinan Tuhan bahwa pasti ada yang Tuhan mau ajarkan kepada saya mengenal kejadian ini. Ini bukan pertama sekali saya mengalaminya. Tahun 2009, Saya teringat ketika saya menunggu jadwal keberangkatan kereta api dari Beijing ke Guangzhou (harga 253 RMB, duduk di kursi bersama orang-orang Chang Sha selama 23 jam), saya tertegun dengan sebuah scene bagaimana seorang ayah harus memberi makan istri dan dua anak perempuannya. Apa yang dia lakukan? Dia membeli sebuah “Mie Instant Noodle” dan satu porsi nasi putih. Istri dan 2 anak-nya makan mie instant dan nasi. Terakhir, sang ayah makan nasi dan kuah mie instant saja. Yang Ajaib, mereka menikmati seluruhnya dengan muka yang berseri2 dan tidak sedikit senyuman ditebarkan kepada setiap orang yang melewati mereka. Kenapa mereka bisa bersukacita? Karena mereka masih bisa makan, itu anugerah Tuhan. Oh man, it was touching my heart! By The Way, Sekarang jam 1 pagi, ada panggilan untuk boarding now! Thank’s God for everthing and see you around, guys, Ciao!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Love&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Xiamen Airport, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-226175395623058058?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/226175395623058058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=226175395623058058&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/226175395623058058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/226175395623058058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/05/delay-flight.html' title='Delay Flight'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S_v0isKKXaI/AAAAAAAAAjU/Bogsi__1Byg/s72-c/Amazing_China_Airline_Plane.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-3375665354544571820</id><published>2010-05-02T09:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T09:04:23.943-07:00</updated><title type='text'>The Confession of (Reformed) Shopaholic</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92iWf28EfI/AAAAAAAAAjM/cBgxH4Y1lcc/s1600/movie-Confessions-of-a-Shopaholic4-movie-review-dvd-new-critic-matt-willey-sm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92iWf28EfI/AAAAAAAAAjM/cBgxH4Y1lcc/s320/movie-Confessions-of-a-Shopaholic4-movie-review-dvd-new-critic-matt-willey-sm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466704030090400242" /&gt;&lt;/a&gt;Rebecca Bloomwood, seorang jurnalis wanita yang shopaholic, alias tidak bisa menahan diri ketika dirinya mencari hawa segarnya di fashion boutiques kelas dunia di Manhattan, New York City. Bagaimana suka dukanya seorang shopaholic yang harus “berperang” terlebih dahulu melawan keinginan dirinya untuk memiliki sebuah syal hijau yang “anggun” dan kalah dalam menahan diri untuk tidak membelinya. Bahkan ia rela membayarnya dengan perhitungan kartu kredit yang memusingkan dirinya dalam cara membayar semuanya, baik kepada bank maupun kepada “debt collectors”. Apalagi, ia rela berkelahi dengan sesama shopaholic lainnya demi sebuah sepatu boot? Dalam hal ini, seharusnya wanita menyadari bahwa shopping menyediakan dua tastes yaitu: taste of heaven dan taste of hell. Seringkali kita merasakan shopping menjadi taste of heaven pada saat barang yang menyenangkan mata dan hati itu telah menjadi milik kita. Seringkali hati bersuara “ You Got to have it” dan terkadang kita menyetujui semuanya itu dengan excuse “kapan lagi sale 50%?”. Seringkali kita mengasihi diri kita sendiri (narcisst) sehingga kita bisa memberikan treat yang paling the best kepada diri kita meskipun kita harus bokek karenanya. Enggak heran, semuanya ini dapat disimpulkan dalam format Rene Descartes yaitu I SHOP, THEREFORE I AM. Tentu saja, kita boleh shopping asal wisely! Justru kita seharusnya belajar self control karena kita cenderung jatuh ke dalam control disorder sehingga kartu kredit dan uang cash kita keluar hanya untuk membeli barang-barang yang kurang perlu menjadi kebutuhan primer dalam kehidupan kita. Justru kita harus menggunakan uang kita untuk beli apa yang kita butuhkan dalam kehidupan ini. Hal ini bukan hanya berlaku pada wanita saja, termasuk pria. Tidak sedikit, pria banyak menghabiskan limit kartu kredit mereka hanya untuk memuaskan keinginan mereka membeli barang-barang yang mereka mau. Ada orang berkata, Pria jatuh dalam “collectors” sedangkan wanita lebih jatuh ke dalam “shopaholic”. Memang tidak salah, buktinya, Wanita lebih banyak berada di fashion boutiques di Mall dan Pria lebih banyak berada klub motor besar Harley Davidson, tempat kolektor jam antik, toko elektronik, etc. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang komentator, kita seharusnya menyadari bahwa kita kurang sehat dalam mengatur keuangan maupun kurang berhikmat dalam membelanjakan semua uang kita, sehingga kita membutuhkan hikmat Tuhan, maka berdoalah minta Tuhan memberikan kepekaan kepada setiap kita, bagaimana kita dapat menyimpan uang dengan berhikmat maupun memakai uang dengan berhikmat?, serta menyadari dan mengerti dengan berhikmat bahwa kita tidak dapat mengharapkan semua yang kita sukai harus terealisasi dengan menabung uang maupun membelanjakan uang. Well, memang kita sangat membutuhkan hikmat. Darimanakah kita dapat memperoleh hikmat tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang hikmat, Joshua Harris memberikan 5 point dalam kitab Amsal pasal 1&lt;br /&gt;1. Anugerah Allah memberikan confidience kepada orang berdosa untuk mencari hikmat Allah.&lt;br /&gt;2. Kita harus mencari hikmat tersebut.&lt;br /&gt;3. Hikmat itu datangnya dari Allah. Salomo meminta hikmat itu kepada Allah, maka Allah memberikan kepada Salomo. &lt;br /&gt;4. Hikmat adalah untuk kehidupan manusia. Inilah knowledge in Action.&lt;br /&gt;5. Jalani kehidupan kita dengan decission yang sesuai dengan hikmat-Nya. &lt;br /&gt;Belum sanggup? Terus memohon kepada Tuhan hikmat bijaksana-Nya dalam hidup kita (Yakobus 1:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-3375665354544571820?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/3375665354544571820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=3375665354544571820&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3375665354544571820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3375665354544571820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/05/confession-of-reformed-shopaholic.html' title='The Confession of (Reformed) Shopaholic'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92iWf28EfI/AAAAAAAAAjM/cBgxH4Y1lcc/s72-c/movie-Confessions-of-a-Shopaholic4-movie-review-dvd-new-critic-matt-willey-sm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-4024587892497878762</id><published>2010-05-02T08:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T09:02:18.348-07:00</updated><title type='text'>Back to God's Design</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92h3oErv1I/AAAAAAAAAjE/wdUSMV6RCh8/s1600/122408_bridewars04_400x400.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92h3oErv1I/AAAAAAAAAjE/wdUSMV6RCh8/s320/122408_bridewars04_400x400.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466703499719589714" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah cerita yang sama, pengantin yang berbeda muncul dalam film Bride Wars, kisah Emma (Anne Hattaway) dan Liv (Kate Hudson) yang saling bersaing merebut waktu pernikahan yang mereka idam-idamkan sejak mereka kecil di Plaza Hotel Manhattan, the legendary hotel dengan attack one anothers. Film ini tidak memberikan pendidikan yang benar mengenai konsep pernikahan, meskipun kalo menurut standar Hollywood, film ini masih tergolong netral dan normal, tetapi sebenarnya banyak batas-batas moralitas yang tetap telah mereka tabrak dengan “halus”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari “social drinking” hingga mabuk sebelum hari pernikahan, tinggal bersama pacarnya sebelum menikah (bahkan udah 10 tahun?), kata-kata jorok seperti *SS, $$$CHES, DA$$$, MOTHER F jelas tidak mendidik generasi muda untuk hidup bermoralitas baik (apalagi benar, jelas enggak mungkin). Sebagai orang kristen, bagaimana kita seharusnya membaca persiapan pernikahan yang seperti ini? Masihkah kita dapat mengatakan bahwa film tersebut mengajarkan kebaikan (apalagi sebuah kebenaran?)? Bagaimana kekristenan menanggapi hal tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan segala sesuatu di dalam purpose dan design Allah yang “GOOD” (Kejadian 1:31), bagaimana seks diberikan kepada manusia di dalam design dan purpose Allah yang “GOOD” tersebut yaitu beranak cucu dan penuhi bumi ( be fruitful and multiply – Kejadian 1:28). Seks itu sakral, didalam seks, ada hubungan relasional yang memberikan keintimanan yang tidak dapat diwakili oleh apapun dalam dunia ini, apalagi dipermainkan. (Keluaran 20:14, I Korintus 6:18). Tetapi setelah manusia jatuh ke dalam dosa, purpose dan design Allah telah didistorsi, diacuhkan dan membuang purpose dan design Allah dan mengganti purpose dan design menurut kebebalan hatinya. Ketika saya berusaha mempersiapkan pernikahan, sejujurnya apa yang saya pikirkan? Seringkali kita lebih sibuk mempersiapkan cincin pernikahan seperti Tiffany &amp; Co ataupun Cartier Gold Wedding Rings daripada melihat simbolisme Allah dengan umat-Nya (Yesaya 54:5, Yeremia 3:1-14, Hosea 2:9, 20), simbolisme Yesus Kristus dengan gereja-Nya (Yohanes 3:29, Wahyu 21:9, 22:17). Kita telah kehilangan kesakralan sebuah pernikahan di atas nama Tuhan, kita hanya membaca pernikahan di dalam “event”, bukan di dalam “holy matrimony” yang sakral. Seringkali kita mempersiapkan pernikahan hanya bersibuk ria dengan memilih design gaun pengantin Vera Wang yang indah atau designer lainnya tetapi kita tidak melakukan maintain terhadap purity of marriage itu sendiri. Banyak orang pakai baju pengantin yang begitu mengagumkan tetapi mereka kehilangan keanggunan dalam menjalani kehidupan marriage mereka, sebagai contoh: mereka telah tinggal serumah, sekamar dan tidak tabu mengakui sex before marriage atau sex outside the marriage. Allah tidak memberikan purpose dan design kepada seks untuk jatuh ke dalam perbuatan yang tidak sakral, Justru segala sesuatu yang jauh daripada purpose dan design Allah, bersifat menghancurkan diri sendiri. Seks di luar nikah maupun Perselingkuhan jelas memberikan dampak kehancuran yang besar dalam konsekuensi fisikal (AIDS, Penyakit Kelamin) dan konsekuensi relasi (merusak hubungan-hubungan yang selama ini telah terbangun). Akhirnya, seks yang sakral dibaca oleh manusia bukan di dalam keindahan purpose dan design Allah. Manusia membacanya di dalam kehancuran definisi seks yang sakral menjadi jorok, merusak dan nakal. Oleh karena itu, kenapa kekristenan mengajarkan monigami (Matius 19:5, I Korintus 6:16). Dalam Film Bride Wars, mereka saling menyerang satu sama lainnya hanya untuk menikah di Plaza Hotel Manhattan, untuk merealisasikan mimpi yang telah mereka idam-idamkan tetapi setiap tindakan mereka yang saling menyerang tersebut jelas bukankah tindakan yang harus diteladani karena hanya orang childish yang melakukan semuanya itu. Justru sebagai orang kristen, kita seharusnya mengikuti apa yang Tuhan mau, bukan apa yang kita mau (Galatia 5:16-18, 22-26). Justru kita seharusnya bukannya saling menyerang, tetapi mengambil waktu sejenak untuk mengintrospeksi kesalahan kita, bukan mengembangkan niat dan siasat ambisi kita. Itu jelas tidak mendidik. So, let’s back to God’s Purpose and His Design. No more Bride Wars!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-4024587892497878762?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/4024587892497878762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=4024587892497878762&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4024587892497878762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4024587892497878762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/05/back-to-gods-design.html' title='Back to God&apos;s Design'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92h3oErv1I/AAAAAAAAAjE/wdUSMV6RCh8/s72-c/122408_bridewars04_400x400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-3056172932488652874</id><published>2010-05-02T08:56:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T08:59:03.229-07:00</updated><title type='text'>The Value of Friendship</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92hJC2dB8I/AAAAAAAAAi8/_Hljm4DakzY/s1600/littlebigsoldier00.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 228px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92hJC2dB8I/AAAAAAAAAi8/_Hljm4DakzY/s320/littlebigsoldier00.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466702699453810626" /&gt;&lt;/a&gt;大兵小將 (The Little Big Soldier), sebuah film komedi kolosal mandarin yang bersinar di tahun 2010. Betapa tidak, aktor utama Jackie Chan dan Leehom Wang menjadi daya tarik pasar entertaiment yang sangat menjanjikan keuntungan baik di pasar China, Hongkong maupun dunia internasional. Meskipun, ada sedikit analisa-analisa reviewer gadungan sampai komentator film blockbuster yang profesionnal meragukan film tersebut karena Jackie Chan tidak melakukan banyak gerakan-gerakan action yang spektakuler seperti film-film terdahulunya yaitu Rush Hour atau Rhumble in The Bronx. Tidak sedikit, para reviewers gadungan mempertanyakan kompetensi Leehom Wang, Seorang ABC (American Born Chinese) yang harus tampil dgn pakaian jenderal serta melatih suara pria yang lebih matang dan berwibawa seperti seorang jenderal perang. Mengutip seorang reviewer dari Malaysia, What a weird combination! No matter what, sebuah pesan yang kental muncul dari berbagai macam pesan lainnya yang berada dalam film tersebut yaitu tema friendship. Dalam film tersebut Jackie (Older Soldier) dan Leehom (The Little Big Soldier) berada di dalam kondisi peperangan antar negara, mereka bersama tidak tahu kenapa mereka harus berperang tetapi situasi dan kondisi negara mengharuskan mereka untuk melakukan tugas mulia dalam kenegaraan untuk berperang. Singkat cerita, Jackie dan Leehom, dari strangers menjadi teman, inilah keindahan tema friendship dalam film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita mendefinisikan friendship di dalam kehidupan kita dewasa ini? Sebenarnya, apakah benar kita telah memiliki kehidupan friendship yang sungguh-sungguh sesuai dengan definisi yang sesungguhnya mengenai bagaimana friendship itu seharusnya menjadi hidup dalam kehidupan manusia? Sampai hari ini saya masih mempertanyakan apakah kita sudah menikmati the great value of friendship atau belum? Betapa tidak, ketika kita berbangga kepada dunia bahwa kita memilliki 5000-10000 friends di friends list kita, apakah kita sebenarnya betul-betul punya friendship bersama mereka? Jangan-jangan kita hanyalah collector wajah-wajah cantik dan tampan masuk ke dalam friendlist kita, tetapi sesungguhnya mereka bukanlah teman kita. Itu penipuan yang membuka kedok sendiri bahwa kita sedang mengalami kesepian. Gereja yang berusaha terbuka menerima dunia apa adanya di dalam konteks pelayanan, mereka menggunakan seeker-friendly style of churches. Worship with your own cultures! Worship with Jazz, Worship with Rock, Worship with Cocktails, Worship with Belly Dance? Worship with Legalized Homosexuality? Gereja sedang kesepiankah sehingga ia mencari kuantitas jemaat dengan mengobral prinsip Firman yang seharusnya menjadi jati dirinya untuk Tuhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran sekuler menilai friendship hanya sebatas personal development dan moral development from the basics of humanistic ideas. Parahnya gereja mngambil “idea” sekuler ini dalam membangun sebuah friendship dengan dunia. Akhirnya, Gereja malah membawa message-message sekuler yang jauh daripada kebenaran Firman Tuhan. Jangan-jangan gerejapun jatuh ke dalam pseudo-friendship! Mengerikan sekali! Kekristenan memberikan dasar friendship paling penting yaitu Allah dan umat-Nya dalam hubungan relasional (1 Yohanes 4:16) dan seharusnya ini menjadi model bagi kita semua (Keluaran 33:11). Dalam kitab Samuel, kita belajar dari hubungan relasional; Daud dan Yonatan yang memiliki hubungan friendship yang pure (bukan homoseksual) di dalam Tuhan (1 Samuel 18:3, II Samuel 9:1-13, I Samuel 20:42, 1 Samuel 23:16-18). DI DALAM TUHAN! Friendship yang mereka bangun bukan dibaca di dalam humanistic ideas tapi mereka membangunnya DI DALAM TUHAN. Oleh karena itu, biblical friendship tidak memberikan hidden motive atau hidden agenda untuk menjadi seorang teman tapi bagaimana friendship tersebut dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Ini konsep yang tidak mudah. Karena di dalam friendship, kita belajar mengasihi Tuhan, love for God, love for God’s sake. St. Bernard de Clairvaux mengatakan bahwa kecenderungan kita adalah kita mengasihi sesuatu for our own sake, Oleh karena tiada seorangpun dapat memberikan love for God, love for God's sake. Hanya Anak Allah yang inkarnasi datang ke dalam dunia, mati diatas kayu salib, dikuburkan dan bangkit dari kematian, naik ke Surga Mulia, Hanya Kristus yang dapat memberikan love for God secara perfectly. Kristus menjadi satu-satunya representative yang memberikan second chances kepada setiap kita untuk dapat memberikan kepada Tuhan segala kemuliaan-Nya, di dalam Kristus. Oleh karena itu, biarlah setiap friendship yang kita bangun didasari dengan sebuah love for God, love for God’s sake di dalam proses disiplin rohani kita, hari demi hari untuk kemuliaan Nama Tuhan, di dalam Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-3056172932488652874?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/3056172932488652874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=3056172932488652874&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3056172932488652874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3056172932488652874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/05/little-big-soldier-sebuah-film-komedi.html' title='The Value of Friendship'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92hJC2dB8I/AAAAAAAAAi8/_Hljm4DakzY/s72-c/littlebigsoldier00.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-6045221566185182343</id><published>2010-05-02T08:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T08:56:31.079-07:00</updated><title type='text'>The Centrality of His Resurrection</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92gnLBWK6I/AAAAAAAAAi0/fSfg4yQs6nE/s1600/904_30_2081---Wooden-Christian-Cross_web.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92gnLBWK6I/AAAAAAAAAi0/fSfg4yQs6nE/s320/904_30_2081---Wooden-Christian-Cross_web.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466702117531429794" /&gt;&lt;/a&gt;Kebangkitan Kristus merupakan kunci sentral dalam kekristenan. Bagaimana kita dapat membuktikan kebangkitan Kristus? Jawabannya adalah tiada seorangpun dapat membuktikan kebangkitan Kristus. Hanya Alkitab yang dapat membuktikannya. Mengapa? Karena Alkitab adalah Firman Allah yang menyatakan rencana kekal Allah, penebusan dosa dan pengenapan janji Allah. Oleh karena itu, kebangkitan Kristus tidak dapat dilepaskan dari kekristenan. Why?&lt;br /&gt;1. Kebangkitan Kristus adalah inisiatif Allah. Yesus ditentukan oleh Allah dan dinyatakan kepada manusia dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah mereka. Dia diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya. Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut (Kisah Para Rasul 2:22-24). &lt;br /&gt;2. Kebangkitan Kristus menunjukkan Kebenaran-Nya. Dalam Kisah Para Rasul 2: 25-28, penulis mengutip apa yang dikatakan oleh Daud mengenai Kristus dalam nats Mazmur 16:8-11. Daud menuliskan mazmur bukan untuk dirinya, melainkan untuk kemuliaan Allah. Ayat 29-30, Petrus menafsirkan Daud telah bernubuat tentang kebangkitan Mesias. Siapakah Mesias? Ayat 32, Yesus jawabannya. &lt;br /&gt;3. Kebangkitan Kristus menunjukkan keilahian Kristus. Kebangkitan Kristus adalah sejarah monumental yang bahwa Kristus adalah Anak Allah, Hanya Allah dapat memberi hidup dan melampaui kematian. Dalam Markus 5 dan 6, ayat 5-7, Iblis saja tahu keilahian Kristus. Roma 1:3-4. Herannya, banyak orang gak percaya Yesus sebagai Anak Allah, karena mereka pada dasarnya enggak mau percaya kepada Yesus. Mereka lebih parah daripada Iblis. Jangan-jangan manusia lebih menakutkan dari Iblis. Marta dan Maria (Yohanes 11:27), tentara Romawi juga mengatakan “Truly this man is The Son of God”. Deklarasi keilahian Kristus yang paling otoritatif adalah konfirmasi Allah sendiri terhadap Kristus saat Ia dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptist di sungai Yordan. “Inilah Anak-Ku yang Ku-kasihi, kepada-Nya Aku berkenan”. &lt;br /&gt;4. Kristus bangkit untuk menebus dosa manusia Mengenapi Rencana Keselamatan Kekal Allah. Dalam Roma 4:25, pembenaran oleh Allah dinyatakan kepada kita melalui hidup kekal, Roh Kudus, menebus dosa, berada di sebelah kanan Bapa, spiritual gift, spiritual power,  &lt;br /&gt;5. Kebangkitan Kristus menunjukkan penting peranan gereja. Matius 16- Diatas batu karang ini, Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan maut takkan dapat menghalanginya. Jika Kristus tidak bangkit, tidak mungkin ada gereja. Kristus adalah kepala, gereja adalah tubuh Kristus. Gereja harus menjalankan semangat Kristologis dalam pelayanan. &lt;br /&gt;6. Kebangkitan Kristus menyatakan Penghakiman Terakhir. Yohanes 8: 21,26. Yohanes 5: 21-30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita kehilangan poin-poin penting dalam Kebangkitan Kristus dikarenakan kita salah menempatkan cara berpikir kita terhadap kebangkitan Kristus. Seringkali cara berpikir menuju kepada muara “ bagaimana saya dapat membuktikan kebangkitan Kristus?”, padahal arus utamanya adalah “apa yang dibuktikan dalam kebangkitan Kristus?”. Seringkali kita membuang kebangkitan Kristus dan kita memotong nadi jiwa iman kristen dan kita mengantikan kekristenan dengan personal penafsiran kita tentang iman kristen tanpa kebangkitan Kristus. Coba liat di tanggalan, Jumat Agung dicantumkan untuk mengingat kesengsaraan Kristus tetapi belum pernah mencantumkan hari kebangkitan Kristus, dikarenakan ini berita eksklusif yang kualitasnya “qualitative difference” dari apa yang ditawarkan oleh dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal penting yang Yesus mentioned saat Ia naik ke Surga:&lt;br /&gt;1. Kepergian-Nya menyediakan “places” bagi orang percaya (Yohanes 14:2). &lt;br /&gt;2. Ia mengirimkan Roh Kudus (Yohanes 14:25-26). &lt;br /&gt;3. Great Commission- memberitakan Injil (Matius 28:18-20). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kita harus memberitakan Injil dengan benar? &lt;br /&gt;1. Karena dunia berada di dalam bahaya. Banyak orang beragama tetapi semuanya hanyalah menjadikan konsep keselamatan sebagai “automatic ritual” yang hanya menyediakan “absence of virtue” yang membunuh pengertian yang benar mengenai makna teologi yang seharusnya menjadi makna hidup orang yang mengikut Tuhan. &lt;br /&gt;2. Devosi Orang-orang kudus. Banyak pemimpin-pemimpin rohani sebelum kita telah menjalani sebuah perjalanan spiritualitas yang memberikan pertumbuhan di dalam pengikutan mereka di dalam Yesus Kristus. Nomensen bisa datang ke tanah Batak, bukan karena inisiatif sendiri. Selain panggilan Allah, ada orang-orang sebelumnya yang menjadi teladan pelayanan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;3. Dinamika Injil itu sendiri. Pada saat kita melihat Yesus berbicara dengan Nikodemus, kita belajar melihat bagaimana Nikodemus yang telah memiliki teologi, pengalaman rohani, akademik, jubah agama pun harus “dilahirkan kembali”. Selama ini, apa yang dapat kita pelajari dari pembicaraan Yesus- Nikodemus? Knowing, Being dan Doing is not enough. Love and Justice ditimpakan kepada Yesus Kristus karena semua manusia telah jatuh ke dalam dosa. Murka Allah adalah konsekuensi yang harus mereka terima. Meski demikian, melalui Yohanes 3 dan Roma 3 memberikan sebuah kunci bahwa hanya di dalam Kristus, baru kita dapat knowing, being dan doing yaitu di atas dasar Loving. God of knowing, God of being, God of doing. &lt;br /&gt;4. Takut kepada Tuhan. Dengan konsep loving inilah kita baru dapat melihat kematian dan kebangkitan-Nya memberikan spiritual impact kepada setiap kita untuk membunuh “self hatred” menjadi “self-denial”, “self love” menjadi “self affirmation”. Ini konsep dari John Stott. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah command dari Allah – believe in Christ and you shall be saved. The Gospel is command.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In His Love&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-6045221566185182343?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/6045221566185182343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=6045221566185182343&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/6045221566185182343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/6045221566185182343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/05/centrality-of-his-resurrection.html' title='The Centrality of His Resurrection'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92gnLBWK6I/AAAAAAAAAi0/fSfg4yQs6nE/s72-c/904_30_2081---Wooden-Christian-Cross_web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-4009869733649515691</id><published>2010-05-02T08:46:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T08:53:04.160-07:00</updated><title type='text'>From Paradise to Calvary</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92fLqae38I/AAAAAAAAAis/nebo64QSbbU/s1600/6a00d8341cc53c53ef00e5506178748833-800wi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92fLqae38I/AAAAAAAAAis/nebo64QSbbU/s320/6a00d8341cc53c53ef00e5506178748833-800wi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466700545410392002" /&gt;&lt;/a&gt;From Paradise to Calvary. Bagaimana kita mengerti hal ini? Bagaimana kita melihat benang merah yang menghubungkan Surga dengan Kalvari? Surga dipahami sebagai a place of perfection. Menurut John Macarthur, Surga adalah:&lt;br /&gt;a. Perfect Pleasure. Kenikmatan sempurna yaitu di dalam hadirat Tuhan. Berada di dalam hadirat Tuhan adalah the fullness of joy (kepenuhan sukacita).&lt;br /&gt;b. Perfect Knowledge. Pengetahuan sempurna (1 Korintus 13:12). Pengetahuan yang memiliki perbedaan kualitatif dengan pengetahuan manusia yaitu Kebenaran Allah.&lt;br /&gt;c. Perfect Comfort. Kenyamanan sempurna yaitu di dalam kasih-Nya. &lt;br /&gt;d. Perfect Joy. Sukacita sempurna.&lt;br /&gt;Inilah keindahan surga. Sayangnya manusia enggak dapat menikmati surga, mencicipi surga karena manusia hidup di dalam dosa dan manusia cenderung berusaha menciptakan surga menurut imajinasinya sendiri. Mereka lebih suka mencari “perfection” menurut seleranya sendiri daripada ikut “perfection” selera Tuhan. Suatu kali saya membeli sebuah sabuk, waktu saya bawa kasih ke SPG-nya, dia kaget melihat saya, dan ia mengatakan bahwa ia akan mengambilkan sabuk yang baru dari gudang. Kenapa? Rupanya sabuk yang saya mau ambil itu ada cacatnya. Waktu ia ambilkan barang dari gudang, baru saya mengiyakan kalo sabuk yg ia bawa jauh lebih baik kondisinya daripada yang tadi saya pilih. Langsung saya tertegun sebentar memikirkan, kalau manusia begitu jeli terhadap kecacatan, kenapa mereka kok tidak jeli terhadap “perfection” Allah? Bagaimana manusia dapat menikmati “perfection” tersebut? Perfection Surga hanya dapat manusia nikmati di saat manusia menuju ke The Mount of Execution yaitu Kalvari. Buat apa manusia melihat kepada Kalvari? Seringkali kita hanya mengatakan bahwa Kalvari adalah tempat Allah menyatakan kasih-Nya kepada dunia melalui anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus.. Memang, kasih adalah message universal, memang di dalam Alkitab, hukum yang paling terutama tertulis: Kasihilah Allah dan kasihilah sesamamu. Akan tetapi, Yesus Kristus rela datang ke dalam dunia bukan hanya menyatakan aksi kasih kepada manusia saja tetapi menggenapi apa yang telah dijanjikan oleh Allah. Janji keselamatan Allah digenapi di dalam Kristus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menikmati makna Jumat Agung hanya disaat kita kembali kepada konsep Kovenan Allah (Janji Allah). &lt;br /&gt;1. Kovenan Allah adalah Anugerah Allah. I will be your God and you are my people. Dalam zaman konsumerisme, brand name menjadi populer sekaligus menjadi kebanggaan kita disaat kita hidup bersamanya. Misalnya kaum hawa bakal pede kalo tasnya pakai Louis Vuitton atau Gucci. Kaum adam pede kalo jasnya pakai Ermenegildo Zegna. Kaum muda-mudi bakal tampil trendi kalo mereka pakai baju merk ZARA, H&amp;M. Mereka bangga dengan brand name tersebut. Bagaimana kita mengkaitkan ini dengan Allah? Nama Allah menjadi satu-satunya brand name yang seharusnya membuat kita bersukacita sekaligus waspada atas keteledoran kita yang bakal menjadi batu sandungan di atas nama Allah.Allah begitu suci tetapi manusia tidak dapat hidup suci karena fallen into sin. Oleh karena itu kenapa Adam mati (Kejadian 3:2) secara fisikal dan spiritual. Karena mereka telah kehilangan kemuliaan Allah. Allah adalah Kudus (Imamat 9:2). Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, tiada seorangpun dapat menyelamatkan mereka untuk hidup di dalam kekudusan Allah dan memuliakan Allah. Tidak ada jalan yang dapat memberikan arah maupun alternatif bagi manusia untuk memuliakan Tuhan dengan konsep yang benar karena manusia telah kehilangan standar dalam memuliakan Tuhan, apalagi konsep manusia tentang apa itu kebenaran. Hanya Inisiatif Allah dari Sorga yang dapat menyelamatkan manusia berdosa melalui penderitaan Yesus Kristus di atas bukit Kalvari. &lt;br /&gt;2. Kovenan Allah tidak dapat dilepaskan dari Keselamatan bagi anak-anak Tuhan. Kenapa demikian? Karena tanpa Darah Kristus tercurah bagi manusia maka tidak ada keselamatan maupun pengampunan dosa yang dapat memberikan pengharapan kepada manusia dalam perjalanan hidup mereka (Ibrani 9:20, Roma 4:25). Konsep Salib Kristus yang mencucurkan darah-Nya untuk menebus dosa manusia menjadi poin krusial dalam konsep keselamatan manusia karena salib Kristus mengambil posisi dimana Adam telah jatuh ke dalam dosa saat makan buah dari pohon pengetahuan baik dan jahat di Taman Eden. Salib Kristus menggantikan posisi Adam, diri kita sebagai keturunan Adam. Darah-Nya membersihkan jiwa kita untuk kembali berbalik kepada Allah dan hidup di dalam kemenangan setelah dibelenggu oleh dosa Adam. Inilah kuasa keselamatan Allah bagi manusia di dalam janji-Nya. Puji Tuhan! &lt;br /&gt;3. Kovenan Allah ada berkat sukacita. Oleh karena darah-Nya tercurah bagi manusia maka kita adalah milik-Nya. Tidak perlu takut terhadap kesulitan-kesulitan hidup yang pasti kita alami, karena keselamatan kita di dalam Kristus, SECURE. Justru kita harus melampaui setiap kesulitan-kesulitan yang ada karena inilah panggilan surgawi kita yang membawa setiap kita terjun ke dalam sebuah pelayanan yang dilihat dan dinilai oleh Allah untuk berani menyatakan panggilan Allah bagi anak-anak Tuhan untuk memberitakan Injil.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah engkau atas anugerah Allah dalam hidupmu? Sadarkah keselamatan satu-satunya hanyalah di dalam Kristus? Adakah sukacita dalam kehidupanmu? Hanya kembali kepada Yesus Kristus maka engkau akan belajar mencicipi pengucapan syukur atas seluruh anugerah Allah, keselamatan dan sukacita mengikut Dia. Itulah pengenapan janji Allah yang seharusnya menjadi makna jumat Agung kita semua . Itulah Kovenan Allah yang turun dari Surga datang ke dalam dunia, Kalvari yaitu di dalam Kristus., From Paradise to Calvary – From A Place of Perfection to The Mount of Execution. Only Christ, The Only Way To God. Tuhan memberkati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-4009869733649515691?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/4009869733649515691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=4009869733649515691&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4009869733649515691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4009869733649515691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/05/from-paradise-to-calvary.html' title='From Paradise to Calvary'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92fLqae38I/AAAAAAAAAis/nebo64QSbbU/s72-c/6a00d8341cc53c53ef00e5506178748833-800wi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-3019840357520339474</id><published>2010-05-02T08:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-02T08:46:31.221-07:00</updated><title type='text'>Karya Allah dalam Kebangunan Rohani</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92eMh7CXwI/AAAAAAAAAik/BTS087SO2ao/s1600/Prayer_Man_Silouette.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 280px; height: 280px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92eMh7CXwI/AAAAAAAAAik/BTS087SO2ao/s320/Prayer_Man_Silouette.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466699460799258370" /&gt;&lt;/a&gt;Tahun 1931 sebelum Masehi, Kerajaan Israel terpecah menjadi dua negara bagian yaitu negara israel utara dan negara yehuda. Dalam kerajaan Utara tercatat 7 pembesar yang jahat:&lt;br /&gt;a. Yerobeam (1 Raja 12:28-32)&lt;br /&gt;b. Nadab (1 Raja 15:26)&lt;br /&gt;c. Baesa (1 Raja 15:27)&lt;br /&gt;d. Ela (1 Raja 16)&lt;br /&gt;e. Zimri (1 Raja 16:20)&lt;br /&gt;f. Omri ( 1 Raja 16:25-26)&lt;br /&gt;g. Ahab (1 Raja 16:30-31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kemerosotan moral bangsa sekaligus kemerosotan rohani kerajaan Utara yang telah jatuh ke dalam kejahatan dan melakukan penyembahan bukan kepada Tuhan tetapi menjadikan self menjadi Tuhan. Dalam hal ini, kita dapat melihat Allah membenci dosa manusia dan itu straight dan absolute. No offense! Kita harus memahami Allah yang membenci dosa manusia adalah Allah yang mengasihi manusia. Dalam Kejadian 3, manusia yang diciptakan menurut imago Dei jatuh ke dalam dosa dan manusia kehilangan kemuliaan Allah tapi Allah masih menyatakan kasih-Nya agar manusia dapat kembali kepada-Nya dengan takut kepada Allah dan Kebenaran-Nya. Auchwiz, tempat pemusnahan ribuan orang Yahudi yang menjadi saksi bisu kamp konsentrasi tentara Nazi yang menjadi lambang kekejaman sejarah masa lalu maupun sebagai produk barbarisme modern (Adolph Adorno). Ada hal yang menarik di dalam sejarah tragis tersebut. Kaum Yahudi menjadi victims, mereka memiliki ketakutan manusiawi, tetapi mereka lebih takut kepada Allah Yahweh, mereka tetap berdoa dan membaca Taurat meskipun mereka mengalami “violence”. Mereka mempercayai Tuhan yang melihat keberadaan mereka dan mereka tetap mengharapkan kedatangan mesias (bukan Mesias). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mengirimkan Elia, orang Tisbe dari Gilead. Siapakah Elia? Ia bukan orang akademik, ia bukan orang kaya, ia bukan orang yang punya pengaruh kekuasaan yang besar, ia bukan siapa-siapa! Tapi Tuhan mau pakai seorang Elia untuk melakukan perkara Allah, sesuai dengan nama Elia sendiri yaitu Tuhan adalah Allahku, maka suara Tuhan mengelegar dari suara seorang Elia. Inilah tindakan Allah yang sanggup menghidup kembali orang berdosa untuk dapat menyatakan Firman dengan konsep kekudusan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walter Kaiser, Jr, seorang Biblical scholar dari Gordon Corwell Theological Seminary memberikan gambaran mengenai tiga karya Allah dalam perikop diatas:&lt;br /&gt;1. Allah membuat kita teguh (1 Raja 18:1-20). Allah memberikan keberanian di dalam kebenaran-Nya untuk menegur sesama orang percaya (dalam hal ini, Obaja, orang saleh yang mendapat jabatan dalam negara yang “korupsi” ditegur olehnya). Kalo memang ada kesulitan, bukan lari dari kesulitan tetapi bagaimana kita menghadapi kesulitan? Ayat 17-20, Allah memberikan keberanian di dalam kebenaran-Nya untuk menegur orang fasik. Tidak ikut jalan Tuhan berarti mencelakakan diri sendiri, Tidak ada kebenaran berarti meninggalkan perintah Allah. Hidup di dalam kepalsuan berarti mengikuti Baal. Seringkali kita telah memegang kebenaran, tetapi dunia kita menolak kebenaran tersebut sehingga suara kebenaran yang ada di dalam diri kita masih teredam sehingga nyaris tidak ada suara kenabian muncul menyatakan kebenaran itu hidup. (Markus 6:20, Kisah 24:25). Akhirnya kita cenderung mengajak Tuhan ikut kehendak kita, bukan kita yang mengikuti kehendak Tuhan. Seyogyanya, kita mengingat Tuhan sebagai Tuhan, bukan mesin ATM yang dapat menjadi mesin uang yang memuaskan setiap kita yang hendak mengambil seberapa besar nominal yang kita mau. Allah jauh melampaui kehendak manusia maka manusia tidak mungkin dapat memahami kehendak-Nya, kecuali manusia rela bertekuk lutut dengan rendah hati berdoa dengan sungguh-sungguh memohon hati yang peka terhadap setiap kehendak Tuhan di dalam hidupnya. &lt;br /&gt;2. Allah menyatakan kuasa-Nya kepada kita (1 Raja 18:21-39). Saat ini, Elia adalah orang yang paling tersendiri. Ia minoritas. Tetapi bersama dengan Allah, Elia justru adalah majority. Kondisi mereka, banyak yang timpang dan cabang hatinya alias tidak tegak, tidak konsisten dan bergerak lamban.dalam mengenali kuasa Allah sampai api dari surga turun baru mereka sadar dengan spontan bahwa Tuhan, Dialah Tuhan, Dialah Allah. Kenapa bisa demikian? Karena mereka tidak bersama-sama dengan Tuhan (Matius 12:30). &lt;br /&gt;3. Allah menjawab doa-doa kita dalam waktu Tuhan. Doa Elia di bukit Karmel menunjukkan betapa elia bukan superman, Elia hanyalah orng biasa yang memiliki sesungguhan untuk berdoa dan kembali kepada Allah. Elia rela “dihidupkan kembali” di dalam Allah dan kebenaran-Nya. Dimanakah kesungguhan saudara dan saya? Jangan bersembunyi dibalik doktrin kedaulatan Allah, justru kita harus sadar bahwa semakin mengerti kedaulatan allah seharusnya kita semakin memahami panggilan hidup kita di dalam lawatan ilahi Allah. Lawatan Ilahi Allah yang membawa kita untuk mengutamakan Allah, berlutut memohon revival terjadi dalam hidup dan kesungguhan hati berdoa tanpa henti kepada Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-3019840357520339474?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/3019840357520339474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=3019840357520339474&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3019840357520339474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3019840357520339474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/05/karya-allah-dalam-kebangunan-rohani.html' title='Karya Allah dalam Kebangunan Rohani'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S92eMh7CXwI/AAAAAAAAAik/BTS087SO2ao/s72-c/Prayer_Man_Silouette.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-250007249178752225</id><published>2010-02-17T10:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-17T10:05:52.950-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movies'/><title type='text'>Silmido</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3wvMTWW5CI/AAAAAAAAAiU/PgVtmwBZxiE/s1600-h/silmido_poster1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3wvMTWW5CI/AAAAAAAAAiU/PgVtmwBZxiE/s320/silmido_poster1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439274338355700770" /&gt;&lt;/a&gt;Silmido, inilah pertama kali aku mendengar nama sebuah pulau bersejarah di wilayah Korea Selatan. Sebuah pulau tempat training tentara khusus South Korea divisi 684 di tahun 1968 yang menjadi saksi bisu atas sejarah 30 pasukan khusus divisi 684 yang tanpa sepengetahuan pihak bersangkutan, data pribadi mereka dilenyapkan dari data base South Korea dan mereka dilatih untuk melaksanakan satu misi besar yaitu membunuh Presiden Pyong Yang, Kim Il Sung. Latihan mereka begitu keras, dari berlari keliling pulau, masuk ke dasar laut menahan nafas, menahan besi panas yang membakar punggung mereka, menerima pukulan bertubi-tubi dari para trainer mereka demi mempersiapkan mereka melaksanakan sebuah misi khusus yaitu masuk ke Pyong Yang dan bunuh Kim Il Sung. Ketika mereka diberangkatkan, justru Jenderal Jae-hyun menerima order dari atasan untuk kembali ke Silmido dan menerima order untuk membunuh tentara divisi 684 tersebut. Mereka mempertanyakan identitas mereka yang telah dihapus dari data base South Korea, mereka mempertanyakan kebangsaan mereka yang dianggap komunis oleh bangsanya sendiri. Mereka bunuh diri di dalam bus dengan meledakkan granat. Kisah tersebut difilmkan pada tahun 2003 dengan judul yang sama “Silmido”. Banyak scene-scene kekerasan yang “sadis”, “bengis” dan “imoral”, tetapi pergumulan mereka membayar kesalahan mereka sebagai kriminal yang telah dijatuhkan hukuman mati (sebelum bergabung dalam divisi 684) tidaklah mudah. Sayang sekali, mereka menyelesaikan pergumulan mereka dengan solusi humanis yang tidak mengutamakan kebenaran dan standar Allah sebagai utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep kekristenan, semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan setiap manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3), mereka membutuhkan Kristus, satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6). Inilah pertobatan yang kembali kepada konsep keselamatan sejati yang hanya didasarkan di atas nama Yesus Kristus, sebagai satu-satunya keselamatan yang dinyatakan dari Allah. Meski demikian, tidak sedikit orang kristen merasakan hidup mereka begitu sulit dalam menaati kebenaran Allah. Mereka jatuh ke dalam kejatuhan dan cenderung melakukan dosa-dosa yang tidak berkenan bagi Tuhan. Ketaatan masih menjadi “question mark” yang tidak habis-habis dalam mengaminkan serta menjalankan keteladanan dan pengajaran Yesus Kristus dalam konteks orang yang mengatakan dirinya kristen. Kalau ketaatan kepada Allah masih menjadi pergumulan orang kristen, maka ketaatan mereka selama mengikut Kristus hanyalah sebuah “sandiwara” atau “drama” yang formalitas dan palsu. Berbeda dengan Rasul Paulus dalam Filipi 2 justru menekankan pada “work out your salvation”. Kerjakan keselamatanmu, bukan ketaatanmu! Pada saat keselamatan kita hanya dapat dijamin di dalam pekerjaan Allah Anak yaitu Yesus Kristus, melalui pengorbanan darah-Nya di atas kayu salib dan menebus dosa manusia, barulah kita dapat melihat keindahan konsep kasih dan keselamatan Allah di dalam Yesus Kristus adalah tindakan nyata Allah “from above” yang memberikan makna hidup yang kekal. Justru urusan iman untuk menaati Allah seharusnya telah menjadi urusan yang telah kita bereskan dalam pertobatan kita di hadapan Allah. Jika kita masing bimbang untuk menaati Allah, maka kita masih belum totally menyerahkan semua total kepada Allah. Justru penyerahan diri secara totalitas kepada Allah memberikan kesukaan dalam hidup di dalam Allah dan sukacita dalam Kristus sajalah yang memampukan setiap kita untuk menjalani panggilan dan pergumulan kita untuk mengerjakan keselamatan kita yaitu hidup selaras dengan Kristus. Hidup memberitakan Kristus sebagai esensi Injil yang “full of meaning” kepada dunia ini. Sekali lagi, tidak mudah membawa Injil Kristus ke dalam dunia ini, tidak “always easy and smooth” tapi bukan berarti keselamatan di dalam Kristus harus dikompromikan dengan “situasional manusia”, “moralitas manusia” maupun “fakta hidup manusia”, tetapi bagaimana setiap situasional manusia, moralitas manusia dan fakta hidup manusia dibawa untuk selaras dengan Injil Kristus sebagai standar Allah yang absolute dan tidak dapat diganggu gugat. Itulah panggilan hidup orang kristen. Cia Yo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijng, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-250007249178752225?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/250007249178752225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=250007249178752225&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/250007249178752225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/250007249178752225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/silmido.html' title='Silmido'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3wvMTWW5CI/AAAAAAAAAiU/PgVtmwBZxiE/s72-c/silmido_poster1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-1821970863100010022</id><published>2010-02-14T07:49:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:13:22.252-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirituality'/><title type='text'>Lonely Servants</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3gcD2EInwI/AAAAAAAAAhk/Y_ZySNo4U7I/s1600-h/6a00e54ed0df528833011571516239970c-800wi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 114px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3gcD2EInwI/AAAAAAAAAhk/Y_ZySNo4U7I/s200/6a00e54ed0df528833011571516239970c-800wi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438127402427916034" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika saya membaca kembali buku “Catatan Seorang Demonstran” karya Soe Hok Gie, saya tertegun lama saat membaca salah satu pembicaraan pribadi Soe Hok Gie dengan kakak kandungnya, Arief Budiman pada bulan desember 1969. Inilah kutipan keluh kesah Soe Hok Gie yang membuat diriku tertegun beratus-ratus menit …“Akhir-akhir ini saya selalu berpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan ini. Saya menulis, melakukan kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar dan yang sejenisnya lagi. Makin lama, makin banyak musuh saya dan makin sedikit orang yang mengerti saya. Dan kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Jadi apa sebenarnya yang saya lakukan? Saya ingin menolong rakyat kecil yang tertindas, tapi kalo keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik saya? Apa ini bukan ONANI yang KONYOL? Kadang-kadang saya merasa sungguh-sungguh kesepian “. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gie banyak menerima kecaman dari berbagai pihak sampai dirinya dimaki “ CINA GAK TAHU DIRI”. Mamanya pun mempertanyakan “ Gie, untuk apa semuanya ini? Kamu hanya mencari musuh saja. Tidak dapat uang lagi”. Gie hanya menanggapinya dengan senyum sambil menjawab “Ah, mama enggak ngerti”. Ia memperjuangkan kebenaran tapi ia menjadi seorang pejuang yang tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Henry Kissinger pernah mengatakan “Seorang pemimpin tidak patut mendapat nama jika ia tidak bersedia untuk kadang-kadang menjalani ketersendirian”. Memang, kepemimpinan berarti melebihi orang lain dalam mengambil keputusan demi keputusan dan memimpin mereka, tekanan dari kepemimpinan dapat menciptakan kesepian. Warren Wiersbe dalam bukunya Lonely People mengatakan bahwa kesepian akibat pelayanan dapat muncul terutama dalam pelayanan kristen. Pelayanan adalah pengorbanan. Bagi Wiersbe, salah satu tentang pelayanan yang menyebabkan kesepian adalah mereka yang berada dalam posisi kepemimpinan harus melihat lebih jauh dan lebih dalam daripada orang lain. Allah memberi visi kepada para pemimpin tentang apa yang bisa dilakukan, dan kerinduan untuk melihat segala sesuatu terjadi demi kemuliaan Tuhan. Tanpa visi dan kerinduan yang sama, pasti timbul permasalahan. Rasul dan Nabi banyak disalahpahami karena mereka tidak tahu apa visi rasul dan nabi. Tidak heran, mereka selalu menjadi sasaran kritik, termasuk Yesus Kristus. Melalui tulisan ini saya akan membagikan apa yang saya telah pelajari mengenai lonely servants baik dari Nabi Musa mewakili Perjanjian Lama dan Rasul Paulus mewakili Perjanjian Baru.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku Warren Wiersbe, ia mengutip pengalaman Musa yang dicatat dalam kitab Bilangan 11:4-6 “Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israel menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Kita teringat akan ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kemudian mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah, dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatupun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.” Inilah keadaan bangsa Israel setelah keluar dari perbudakan Mesir. Selama setahun bangsa Israel makan manna yang turun dari surga, sekarang mereka jenuh dengan manna dan menginginkan sesuatu yang pernah mereka kecap di Mesir Mereka menuntut kepada Musa agar mereka diberikan makanan menurut selera mereka. Ketika Allah murka terhadap kaum Israel yang bersunggut-sunggut, Musa berkata “Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggungjawab atas seluruh bangsa ini? Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: pangkulah dia seperti pak pengasuh yang memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kau janjikan dengan beersumpah kepada nenek moyangnya? Darimanakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? … Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggungjawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku. Jika engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak haruus melihat celakaku”. (Bilangan 11:10-15). Ketika saya membaca bagian ini, aku bertanya kepada diri sendiri, kenapa saya kok terkesan cocok dengan apa yang Musa katakan? Musa seorang pemimpin yang harus mengurusi jutaan anak-anak Israel di padang gurun, anak-anak yang baru belajar berjalan bersama Tuhan dengan iman dan mengikuti pimpinan Tuhan. Saya tertegun dengan pergolakan hati seorang pemimpin ini. Warren Wiersbe menggambarkan pegolakannya dengan sebuah statement “Musa membutuhkan waktu satu malam untuk mengeluarkan bangsa Israel keluar dari Mesir, tetapi Musa membutuhkan waktu empat puluh tahun untuk mengeluarkan Mesir dari bangsa Israel “. Statement Wiersbe menggugah pribadi saya sebagai pemimpin gereja di Taiwan-China, melihat kepemimpinan sangat dekat dengan pengorbanan untuk rela menerima ketersendirian. Inilah pelayanan. Ketika Musa berteriak kepada Allah, apa yang dapat kita pelajari dari Bilangan 11 tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Manusia tetap saja manusia. Terkadang di dalam pelayanan, kita sudah berjuang mati-matian melayani Tuhan tetapi jemaat yang kita layani malah bersunggut-sunggut dan mendambakan hidup kristiani yang lebih “down to earth” menurut selera manusia, toh digunakan buat menjangkau jiwa toh? Dalam Bilangan 11:5 tertulis “Kita teringat akan ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa”. Bukankah mereka budak di Mesir? Mereka telah membayar ikan yang mereka makan itu dengan kebebasan mereka! Mereka tidak melihat fakta bahwa mereka bukan lagi budak di Mesir. Mereka bebas dari perbudakan. Mereka tidak peduli, yang mereka pedulikan hanyalah ikan, bawang prei, bawang merah, bawang putih. Mengerikan! Mereka menganggap “masa lalu yang kelam” itu lebih baik daripada masa sekarang bersama pimpinan Tuhan. Bukankah ini juga yang kita alami dalam era demokrasi di negeri Indonesia? Banyak orang mengatakan, Zaman Presiden Soeharto, Indonesia hidup lebih makmur. Zaman Reformasi hidup lebih tegang. Pilih mana? Tidak sedikit suara rakyat yang mengatakan lebih baik rakyat makmur, soal korupsi itu mah enggak terlalu masalah, bisa diatur! Kalo dapat berkat, ingat Tuhan, kalo dapat beban berat, maki Tuhan! Itulah manusia yang harus didisiplinkan oleh Firman Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Manusia gampang terpengaruh oleh orang lain. Segerombolan bajingan yang dimaksud dalam Bilangan 11 adalah sekelompok “unbelievers” yang meninggalkan Mesir bersama dengan orang-orang Israel. Terkadang disaat “unbelievers” mengeluh, kita yang telah percaya kepada Tuhan pun tergoda untuk mengiyakan keluhan mereka sehingga kita terpengaruh dan meneriakkan keluhan tersebut dengan nada yang keras. Kalau dipikirkan kembali, Allah telah memberikan berkat kepada setiap kita, sayangnya kita terlalu meremehkan berkat Tuhan dan keluhan kita kepada Tuhan justru menjadi komitmen dan motivasi yang kita perjuangkan kepada-Nya. Justru kita harus peka terhadap apa yang Tuhan kehendaki dan mempengaruhi mereka yang belum percaya untuk belajar taat melihat pimpinan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Perspektif mereka hanyalah perspektif manusia. Ketika 12 pengintai Israel dikirim ke tanah Kanaan untuk menyelidiki situasi, mereka melihat orang-orang raksasa dan tembok-tembok yang tinggi, tetapi mereka tidak melihat Tuhan dan berkata “…kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami”. (Bilangan 13:33)”. Mereka lupa kebesaran Allah. Mereka hanyalah melihat segala sesuatu dari perspektif manusia sehingga mereka tidak melihat betapa berkuasanya Allah itu. Bukankah ini juga cermin saudara dan saya. Bukankah kita melihat ladang pelayanan yang begitu membuat diri kita takut sehingga kita menganggap diri tidak mampu mengerjakan pelayanan di ladang tersebut? Justru kita seharusnya melihat seperti apa yang dilihat oleh Abraham Kuyper bahwa tiada seincipun di seluruh dunia ini yang bukan milik Allah. Oleh karena itu, seharusnya kita berani menjalani panggilan sebagai pejuang kebenaran dan pemimpin dengan perspektif Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pemimpin sangat mudah menonjolkan kekuasan mereka sendiri. Ketika Musa berkata “Mengapa kau perlakukan hamba-Mu dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia dimata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggungjawab atas seluruh bangsa ini?”.(Bilangan 11:11). Inilah ekspresi yang jujur dari Musa. Jika kita melihat apa yang dipaparkan oleh nabi dan rasul, mereka berdoa dengan segala kejujuran. Sebagai contoh: Pemazmur dalam kitab Mazmur bukan memuat doa-doa yang tampak saleh dan dibuat-dibuat, justru pemazmur memanjatkan doa yang jujur “Allahku, Allahku, Mengapa Engkau meninggalkan Aku?”. Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku” (Mazmur 22:2). Mungkin kita bertanya, bukanlah Musa adalah nabi Allah? Bahkan ia dicatat sebagai hamba yang setia dalam segenap rumah Allah (Ibrani 3:2,5). Justru kita harus belajar dari Musa bagaimana ia belajar memandang dengan iman kepada Allah meskipun banyak hal yang ia belum mengerti. Dalam hal ini, “theology of weakness” seharusnya menjadi kesadaran kita di hadapan Tuhan yang akan memberikan kekuatan kepada setiap anak-anak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kepemimpinan Musa adalah hak istimewa dari Allah. Mungkin melayani bangsa Israel,, Musa merasa hancur tetapi membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan adalah hak istimewa dari Allah. Ketika kita melayani, terkadang kita merasa capek dan pesimis melihat jemaat yang kurang antusias, tetapi mengajarkan Firman Tuhan merupakan hak istimewa dari Allah. Wiersbe mengatakan gereja anda mungkin tidak bertumbuh sebagaimana seharusnya, tetapi menjadi salah seorang hamba Tuhan merupakan hak istimewa karena tugas memberitakan Injil diberikan kepada kita, bukan malaikat. Ia memakai bejana tanah liat yang lemah seperti Musa, anda dan saya. Saya pernah menerima email dalam konseling, dimana ayahnya berjuang sendirian di satu desa dan jemaatnya bukan semakin banyak, malah musuh semakin banyak. Justru dalam situasi apapun, ayah tersebut telah diberikan oleh Allah hak istimewa untuk memberitakan Injil. Apapun kesusahannya, Ia diberikan panggilan khusus untuk melayani Tuhan secara totalitas di dunia yang membutuhkan Injil. Pada akhir Bilangan 11, Allah mengatakan kepada Musa apa yang seharusnya dilakukan yaitu Musa harus berbagi berkat dan beban pelayanan dengan 70 tua-tua bangsa Israel. Oleh karena itu, menjadi pemimpin harus taat kepada apa yang dikatakan oleh Allah melalui Firman Tuhan, itulah iman (Ibrani 11:6). Iman akkan membawa kita kepada ketaatan, tidak peduli apapun yang kita rasakan, apapun yang kita lihat atau konsekuensi yang ada. Tuhan memegang kendali dan Tuhan menyertai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus menjadi rasul yang memiliki hidup ketersendirian dalam perjalanan hidupnya melayani Tuhan. Michael Green, seorang Evangelist dari Oxford, England mengatakan bahwa “Paul was a passionate believer in personal ethical monotheism”.Personal – doubtless God is beyond personality, but he is at least personal since he is the Creator of person like ourselves.Ethical – he cares deeply about right and wrong: he is the moral ruler of the world.Monotheism – God is the single ultimate source of everthing in the universe. Luar biasa! Meski demikian, Rasul Paulus tetap memiliki ketersendirian dalam pelayanannya. Kita membaginya di dalam 4 bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Paulus adalah Saulus. Siapakah Saulus? Ia adalah teroris rohani yang pernah mengejar orang kristen dan menghancurkan komunitas mereka. Ketersendirian terbesar adalah pada saat Saulus menjadi musuh Allah. (Kisah Para Rasul 9:1-19). Akhirnya disaat ia bertemu dengan Allah di Damsyik, disanalah Saulus menjadi Paulus, Rasul Yesus Kristus yang dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil dan membela kebenaran Firman Allah di hadapan orang Yahudi dan orang Yunani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setelah pertobatan, ia pergi ke Arab untuk merenungkan peristiwa yang terdasyhat yang ia pernah alami yaitu panggilan hidupnya sebagai rasul Yesus Kristus. Setelah itu, Paulus kembali ke Damsyik, Kilikea untuk memberitakan Injil kepada komunitasnya. Ia mengalami “loneliness of rejection from others” Ia ditolak oleh komunitasnya. Ia alami kesendirian memberitakan Injil. (Kisah Para Rasul 9:20-25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rasul Paulus datang ke Yerusalem. Ketika Paulus datang ke Yerusalem, iapun mengalami ketersendirian karena orang-orang Yerusalem menganggap Paulus adalah bekas Farisi yang mungkin sedang bersandiwara sebagai mata-mata dalam komunitas kristen saat itu. Kedua, posisi rasul Kristus Yesus yang berbeda kondisi dengan posisi rasul-rasul Kristus lainnya. Paulus memperoleh kerasulan dari Yesus Kristus after Ia mati dan bangkit dari kematian. Sedangkan murid-murid Yesus memperoleh kerasulan dari Yesus Kristus sebelum Ia ditangkap, dimatikan dan bangkit dari kematian. Ia menerima penolakan dari Yerusalem. (Kisah Para Rasul 9:26-31). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam Kisah Para Rasul 15:36-41. Rasul Paulus berpisah dengan Barnabas. Perpisahan tersebut juga dapat menyebabkan loneliness. Separation tidak mudah untuk dihadapi. Justru dalam pelayananpun, kita masih bersitegang dengan penolakan dan tantangan pelayanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Paulus pergi ke Athena dan ditertawakan oleh unbelievers (Kisah Para rasul 17:13-34) dan dianggap Dewi Artemis jauh lebih besar daripada Yesus Kristus yang telah memberikan keselamatan kepada anak-anak Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. II Timotius 4:6-22 menyatakan kesepian Paulus ketika melayani bersama rekan-rekan sekerjanya karena ada yang meninggalkan Paulus karena mereka cinta dunia lebih daripada Injil. Paulus mengalami kembali ketersendirian dalam hubungan dia denga rekan kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Pelayanan tidak bisa menghindari sebuah ketersendirian yang sebenarnya menjadi bagian proses Tuhan dipermuliakan dalam pelayanan kita masing-masing baik secara mindset maupun secara application life untuk melaksanakan panggilan hidup Tuhan yang sakral untuk menyatakan apa yang Tuhan mau setiap kita kerjakan dengan “full-hearted” kepada Tuhan. Tuhan memberkati kita semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-1821970863100010022?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/1821970863100010022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=1821970863100010022&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1821970863100010022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1821970863100010022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/ketika-saya-membaca-kembali-buku.html' title='Lonely Servants'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3gcD2EInwI/AAAAAAAAAhk/Y_ZySNo4U7I/s72-c/6a00e54ed0df528833011571516239970c-800wi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-5026700651460402620</id><published>2010-02-14T07:44:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:14:12.633-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movies'/><title type='text'>Stringless Violin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3gazGBf4jI/AAAAAAAAAhc/tdjSNjJT7Nk/s1600-h/violin9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3gazGBf4jI/AAAAAAAAAhc/tdjSNjJT7Nk/s200/violin9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438126015142421042" /&gt;&lt;/a&gt;Hidup manusia tidak lepas dari kesalahan, penyalahgunaan maupun kecelakaan. Mungkin, statement tersebut dapat menjadi pesan secara general melihat fakta-fakta kehidupan manusia yang semakin rumit hingga melawan definisi kemanusiaan yang seharusnya tercermin dalam prinsip serta keputusan hidup manusia guna menyelaraskan kebenaran di dalam tingkah ciptaan Tuhan. Sayangnya, ciptaan Tuhan bukannya hidup seperti Sang Pencipta. Ciptaan malah tega berani menghancurkan sesama ciptaannya. Bahkan ciptaan yang telah dihancurkan oleh ciptaan lainnya, melakukan penghancuran lagi kepada ciptaan yang berikutnya. Inilah kondisi yang tercermin dalam film Indonesia berjudul Biola Tak Berdawai (2004) karya Seno Gumira Ajidarma, yang dibintangi oleh Ria Irawan dan Nicholas Saputra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah rumah bergaya arsitektur kolonial yang terletak di Kota Gede, Daerah Selatan Jawa Tengah, Seorang perempuan bernama Renjani mencium seorang anak kecil berusia 8 tahun dengan berkata “Ibu sayang sama Dewa”. Namun anak umur 8 tahun tersebut tidak memberikan reaksi yang biasanya tampak pada anak-anak seumurnya. Rupanya Dewa adalah seorang anak tuna daksa, dilahirkan cacat dari hasil hubungan gelap orang-orang yang tidak bertanggungjawab dan Dewa termasuk salah satu anak-anak yang dibuang oleh orang tua kandungnya karena kecacatan mental maupun fisikal yang tidak lazim seperti kondisi anak-anak normal di dalam masyarakat. Meskipun demikian, Dewa membuat hidup Renjani penuh dengan makna. Siapakah Renjani? Seorang perempuan cantik berumur 31 tahun yang memiliki history yang menyayat hatinya. Ia seorang penari balerina. Namun, ia tidak lagi menari bahkan trauma karena ia diperkosa oleh instruktur balerinanya sendiri. Renjani menjadi korban pemaksaan dan pemerkosaan. Akhirnya, Renjani hamil dan iapun melakukan aborsi sehingga iapun kena sakit kanker. Teman Renjani, Mbak Wid kelihatannya lebih kuat dan punya dedikasi, namun kodratnya sebagai perempuan-pun pernah mengalami luka dalam di masa lalu dalam dunia prostitusi. Ia melayani di panti asuhan anak-anak cacat sekaligus memainkan kartu tarotnya membaca nasib hari demi hari. Dalam gejolak feminim yang kental mengapung dalam mendominasi cerita, muncul pula figur maskulin “prince of charming” dengan permainan biolanya membawa Dewa, Renjani masuk ke dalam jiwanya, Bhisma namanya. Ya, Bhisma, seorang anak umur 23 tahun yang tidak dapat melupakan Renjani cantik yang berumur 34 tahun maupun Dewa, anak tuna daksa umur 8 tahun yang hidupnya macam tak berguna. Singkat cerita, Bhisma menciptakan komposisi musik “Biola Tak Berdawai” yang didedikasikan kepada Renjani dan Dewa. Akhirnya, dedikasi tersebut mengiris hati penonton disaat ia memainkan komposisi musiknya di kuburan Renjani yang wafat akibat sakit kanker yang tidak pernah diketahui sebelumnya dan suara dewa yang memberikan respon “dewa sayang ibu” dengan terpatah-patah tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biola Tak berdawai memiliki prinsip yang konservatif, religius dan mengangkat kodrat manusia sebagai pria, wanita dan anak-anak (dalam hal ini anak cacat). Prinsip penting moralitas dalam film tersebut menekankan kepada perspektif aborsi dan perspektif humanitas. Pesan konservatif bahwa aborsi adalah dosa, aborsi harus ditentang meskipun perempuan tersebut hamil akibat seks bebas maupun korban perkosaan karena anak dalam kandungan tersebut punya hak untuk hidup, termasuk anak cacat. Konsekuensi terburuk dari aborsi yaitu kanker sebagai result dari aborsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Aborsi, bagaimana orang kristen seharusnya meresponinya? Justru kita harus kembali kepada Firman Tuhan sebagai satu-satunya dasar kebenaran yang kembali kepada standar Allah yang menyatakan bahwa Tuhan mengenal manusia bahkan sebelum manusia tersebut dilahirkan (Yesaya 49:1, Mazmur 139:13-16) dan manusia harus tetap mengambil responsibility yang dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Firman Tuhan berkata dalam Keluaran 21:22-23, Apabila ada situasi laki-laki tertumbuk pada perempuan yang mengandung sehingga perempuan tersebut harus melahirkan secara prematur, jika perempuan tersebut tidak terluka tetapi keguguran, laki-laki tersebut harus membayar denda sesuai putusan hakim, kalo perempuan tersebut terluka serius maka laki-laki tersebut bersalah dan harus kena “penalty of death” karena melawan hukum Taurat yaitu Jangan membunuh. Dalam hal ini, manusia harus memiliki responsibility kepada Tuhan dan kepada manusia. Mother Theresa menentang aborsi, Ia mengatakan bahwa aborsi bukanlah “teaching of love” tetapi “violence to get what human want”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal Dewa, ia adalah ciptaan Allah yang memiliki beautynya sendiri dalam limitasi fisikalnya. Memang Dewa digambarkan seperti biola tak berdawai karena mereka tidak dapat memproduksi suara yang indah. Bahkan prolog menuliskan: Tanpa dawai, bagaimana biola dapat bersuara? Biola bagaikan tubuh, suara itulah jiwanya. Tetapi di sebelah manakah dawai dalam tubuh manusia dapat membuatnya berbicara? Jiwa hanya dapat disuarakan lewat tubuh manusia, tetapi ketika tubuh manusia tidak mampu menjadi perantara yang mampu menjelma jiwa, tubuh itu bagaikan biola tak berdawai. Gambaran dewa sebenarnya adalah gambaran saudara dan saya. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung melawan Allah. Tetapi manusia dapat berdamai dengan Allah karena pekerjaan Kristus yang dinyatakan melalui pengorbanan-Nya diatas kayu salib, menebus dosa saudara dan saya sehingga saya dapat bertobat bukan karena tindakan saya, tetapi karena Kristus. (Galatia 2;20). Itulah tindakan anugerah Allah dalam Kristus Yesus yang memberikan “true meaning” dalam hidup saudara dan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-5026700651460402620?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/5026700651460402620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=5026700651460402620&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5026700651460402620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5026700651460402620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/stringless-violin.html' title='Stringless Violin'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3gazGBf4jI/AAAAAAAAAhc/tdjSNjJT7Nk/s72-c/violin9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-7337793073866550979</id><published>2010-02-13T08:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:14:54.567-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fashion'/><title type='text'>The Death of Alexander McQueen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3bRRSOU6-I/AAAAAAAAAhU/a-4e3si0j98/s1600-h/mcqueen.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3bRRSOU6-I/AAAAAAAAAhU/a-4e3si0j98/s200/mcqueen.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437763694976363490" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini, China merayakan Chinese New Year dengan begitu maraknya sehingga semuanya ramai dengan suara petasan, canda tawa keluarga besar yang terekspresi lepas, salam congratulations and prosperity diucapkan memberikan “support” keluarga maupun kolega mereka agar dapat memperoleh “lucky” dalam hidupnya. Rupanya, suasana di China hari ini berbeda dengan suasana dunia mode di belahan Eropa hari ini. Kamis lalu, seorang desainer terkemuka asal Inggris, Alexander McQueen yang dikenal sebagai “berandal mode Inggris” ditemukan tewas akibat gantung diri. Menurut beberapa laporan polisi, Alexander McQueen dicurigai sengaja mengantung dirinya akibat depresi kehilangan ibundanya yang meninggal awal Februari kemarin. Banyak teman-teman Mcqueen menyayangkan akhir reputasi McQueen yang sedang menikmati puncak keberhasilan dan ketenarannya sebagai seorang desainer terkemuka di seluruh dunia. Di dalam perspektif Fashion, McQueen dikenal nyentrik dengan penampilan yang “merombak citra mode Inggris” dari anggun menjadi lebih “sarkastik”. Keberaniannya menciptakan inovasi yang “gila” membuat banyak selebritis mencarinya, beberapa diantaranya Sandra Bullock, Madonna, Naomi Champbell, etc. Prestasi popularitasnya juga mengantarnya ke kancah Kerajaan Inggris, dimana Ratu Elizabeth memberikan gelar kepada McQueen yaitu “Commander of British Empire”. Luar biasa! Setelah kematiaan McQueen, pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh para jurnalis adalah siapakah penerus Alexander McQueen design akan pergi? Sejak tahun 2000, brand ini telah dijual kepada Gucci. Akan tetapi, siapakah yang bakal melahapnya? Versace? Ungaro? Atau akan menurun seperti prestasi dari Valentino?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan ibunda yang ia sayangi menjadikan dirinya ditekan oleh “pressure” yang memberikan kesempatan kepadanya untuk mengambil sebuah keputusan konyol yang bodoh yaitu membunuh dirinya sendiri (self-caused death). Kekristenan jelas menentang perbuatan-perbuatan seperti ini. Hidup manusia memang tidak bisa lepas dari pressure. Akan tetapi, manusia tidak diberikan hak untuk mengambil sendiri nyawanya, karena manusia tidak memiliki “right to make this decission”. Tindakan membunuh dirinya termasuk telah melakukan hal yang keji di hadapan Allah, karena hidup manusia harus dipertanggungjawabkan kepada Allah karena Ia adalah Sang Pencipta. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa dan tidak ada seorangpun dapat melaksanakan hidup dengan baik, maka adakah pengharapan bagi manusia untuk hidup tenang tanpa melakukan perbuatan konyol seperti McQueen? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intermezzo, Minggu lalu setelah saya berkhotbah di Mimbar Reformed Injili Indonesia Beijing, saya mengunjungi Haidian Christian Church dan mengikuti English Worship. Saya sungguh terkesan dengan kesaksian seorang mahasiswa chinese yang dulunya atheist dan ia banyak membaca buku untuk berusaha mematahkan konsep keberadaan Allah sampai akhirnya ia mempertanyakan makna hidupnya jika tidak ada Tuhan. Ia langsung menyadari bahwa hidup begitu fragile karena everthing telah terpolusi oleh dosa sehingga apapun tindakan manusia semuanya tidak bakal memberikan jaminan sekuritas yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengatakan jika hidup manusia hanya dipahami di dalam konteks “existence” maka manusia tidak dapat melihat pengharapan yang dapat memberikan jaminan sekuritas yang sejati. Hanya pengertian hidup yang “eternity” baru dapat memberikan jaminan sekuritas yang sejati yaitu Allah sendiri. Which Gods, anyway? Hanya satu-satunya Allah yang di dalam eternal plan telah merencanakan anugerah keselamatan Allah kepada manusia melalui Yesus Kristus sebagai satu-satunya juruselamat dunia. Akhirnya ia memahami bahwa pengharapan hidup baru dapat dimengerti ketika dirinya bertobat kepada Allah, di dalam nama-Nya yaitu Yesus Kristus. Pengharapan itu hanya dapat diperoleh pada saat kita kembali kepada pusat kehidupan manusia yaitu kembali kepada Sang Pencipta yaitu Allah sendiri. Allah yang memberikan anugerah kepada manusia untuk dapat kembali melihat makna hidup yang sesungguhnya dan mengecap keindahan hidup sejati bukan di dalam existence saja, tetapi juga di dalam eternity. Kembali bertobat kepada Allah dan berserah total kepada anugerah Allah yang memberikan pengharapan bagi mereka untuk kembali mencicipi hidup yang memuliakan nama Tuhan. Bunuh diri adalah mendekatkan diri pada api neraka. Bertobat di hadapan Allah, membunuh dosa- mendekatkan diri pada Tiang awan dan Tiap api-Nya, berani menjalani hidup di dalam penyertaan-Nya. Haleluyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-7337793073866550979?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/7337793073866550979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=7337793073866550979&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/7337793073866550979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/7337793073866550979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/death-of-alexander-mcqueen.html' title='The Death of Alexander McQueen'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3bRRSOU6-I/AAAAAAAAAhU/a-4e3si0j98/s72-c/mcqueen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-9116020811605613192</id><published>2010-02-13T04:18:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:15:33.881-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movies'/><title type='text'>Memory from Shibuya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3aZnksr2JI/AAAAAAAAAhM/_w6GY2qG1mw/s1600-h/hachi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3aZnksr2JI/AAAAAAAAAhM/_w6GY2qG1mw/s200/hachi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5437702505241499794" /&gt;&lt;/a&gt;Chinese New Year tahun ini dingin sekali.Angin bertiup begitu kencangnya bersama dengan ayunan daun pada pohon-pohon yang ditemani dengan kumpulan es yang tertimbun di bawah kaki pohon. Setelah persekutuan doa selesai, hari ini kami menikmati makan siang pesanan kami sambil menonton sebuah film sad story- Hachi: A Dog’s Tale (2009). Sebuah film sentimentil antara seorang professor musik, Parker Wilson (Richard Gere) dan seekor anjing jepang “akita” yang membawa hanyut setiap penonton film tersebut ke dalam arus tema filsafat dan spiritualitas oriental yang kental. Betapa tidak, kekentalan konsep family dan loyalty yang diutamakan oleh Japanese culture-pun dapat kita lihat dengan jelas dalam film tersebut. Bahkan, Richard Gere menjiwai betul peran penyayang anjing hingga seakan-akan hati mereka telah menjadi satu dan menjadi milik berdua (Majikan dan Anjing kesayangan) sampai maut menjemput salah satunya-pun, loyalty masih tetap dipertahankan. Sungguh amat mengagumkan! Is it a joke? Rupanya, kisah diatas adalah kisah “true story” di Jepang tahun 1924. Kisah Professor Hidesamuro Ueno dari University of Tokyo dengan anjing “akita” bernama Hachiko sungguh berbekas dalam sejarah nasional negara Jepang. Dimana Ueno pergi maupun pulang bekerja dari stasiun Shibuya, disitulah Hachiko mengantar dan menjemput tuannya dengan setia. Sampai suatu hari, Ueno jatuh kena stroke ketika ia sedang mengajar di University of Tokyo. Ueno meninggal dan tidak pernah kembali ke stasiun Shibuya. Meskipun demikian, Hachiko tetap bersikeras menunggu majikannya setiap jam 4 sore hingga stasiun tutup selama 10 tahun. Singkat cerita, Hachiko mati dalam keadaan kedinginan menunggu majikan yang ditunggunya bertahun-tahun. Kematian Hachiko menjadi berita nasional di Jepang dan akhirnya patung bronze Hachiko diletakkan di stasiun Shibuya sebagai reminder of devotion and loves. Tubuh anjing tersebut diawetkan untuk disimpan dan dipamerkan di National Science Museum of Japan. Sampai hari ini, banyak para orang tua dan para guru memakai kisah Ueno dan Hachiko ini sebagai simbol nasional guna mengajarkan kepada anak-anak mengenai apa arti sebuah love, compassion dan loyalty. Kedua, selain mereka memfokuskan ajaran tersebut mengenai bagaimana generasi muda belajar mengenai konsep loyalty di dalam keluarga maupun negara, mereka juga belajar memahami binatanag bukan hanya sebuah simple creatures tetapi binatang mampu memberikan lesson of love kepada manusia dan membuat mereka mengerti apa arti sebuah love, compassion and loyalty. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun film diatas sangat baik untuk memberikan edukasi kepada generasi muda untuk mengerti konsep love, compassion and loyalty, sayang semuanya itu hanyalah sebuah lesson humanistik untuk bagaimana membereskan etika manusia dan belajar bagaimana manusia memberikan apresiasi terhadap binatang, tetapi bukan kepada Sang Pencipta. Seharusnya kita semakin menyadari bahwa theological aspek adalah prioritas utama yang harus kita introspeksi, bukan psikologikal aspek maupun humanistic mindset. Tuhan adalah Kasih dan Dasar Kasih hanya dapat diberikan dari Allah, melalui Yesus Kristus (Yohanes 3:16). Sebagai orang kristen, kita percaya bahwa konsep love yang sehati tidak dapat lepas dari doktrin Kristus (Yohanes 13:35, I Yohanes 3:14, I Yohanes 5:2-3). Konsep compassion orang kristen juga didasari dari konsep God centered bahwa Allah adalah full of compassion for people (Mazmur 86:15) dan Yesus memiliki compassion tersebut bagi orang yang terhilang (Matius 9:36), orang sakit (Matius 14:14) dan orang yang kelaparan (Matius 15:32). Bagaimana dengan saudara dan saya? Sudahkah engkau mengenali konsep love dan compassion dari Allah? (1 Petrus 3:8-12). Loyalty juga tidak dapat dilepaskan dari konsep God centered karena setiap kita telah diberikan spirit of loyalty dari Allah untuk konsentrik kepada-Nya yaitu setia kepada Kristus. Inilah fondasi dalam karakter kristen (1 Petrus 2:9-12). Kita adalah “chosen people” diberikan “royal priesthood”, dipanggil sebagai “holy nation” yang menyatakan kemuliaan Allah. Bukankah ini yang Yesus Kristus kerjakan di dalam dunia? Segala sesuatu yang Yesus Kristus lakukan sesuai dengan makna kasih yang Allah maksud untuk setiap kita belajar menikmati kasih-Nya dan membagikan kasih-Nya kepada others. Memang, semua ini perlu sebuah proses yang tidak langsung “click” tetapi biarlah kita dapat menikmati perjalanan kita menyelami kasih-Nya, belas kasih-Nya dan kesetiaan-Nya dengan “knowing Him” (II Korintus 10:5, 3:1-7) dan “set your heart and mind” (Markus 8:38, Filipi 4:6-9) dengan berserah total kepada Tuhan (Mazmur 37, Roma 8:6-8). Dalam hal ini, prinsip keallahan harus menjadi starting point dalam mengerti kebesaran konsep love, compassion dan loyalty sejati. Oleh karena itu, kita perlu belajar “firmly” percaya kepada konsep Firman Tuhan sebagai satu-satunya kebenaran Allah dan panggilan hidup kita berbagian di dalam kerajaan Allah untuk melayani Tuhan sampai kedatangan Tuhan kedua kali. Segala kemuliaan hanya bagi Dia. Solideo Gloria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-9116020811605613192?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/9116020811605613192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=9116020811605613192&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/9116020811605613192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/9116020811605613192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/memory-from-shibuya.html' title='Memory from Shibuya'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3aZnksr2JI/AAAAAAAAAhM/_w6GY2qG1mw/s72-c/hachi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-1249415838506525464</id><published>2010-02-08T22:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:16:58.718-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemporary Issues'/><title type='text'>His Love, My Love, Our Love</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3D7iUiqlgI/AAAAAAAAAg0/XaZlOOzugCc/s1600-h/Copyrighted_Image_Reuse_Prohibited_357870.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3D7iUiqlgI/AAAAAAAAAg0/XaZlOOzugCc/s200/Copyrighted_Image_Reuse_Prohibited_357870.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436121317284419074" /&gt;&lt;/a&gt;Bulan Februari ini kita merayakan 2 events sekaligus yaitu Chinese New Year dan Valentine Day. Kedua events ini kelihatannya totally berbeda karena keduanya memiliki perbedaan kultural antara Timur dan Barat. Tetapi keduanya memiliki dasar yang sama yaitu Love and Togetherness. Kasih dan Kebersamaan. Di dalam kasih ada kebersamaan. Di dalam kebersamaan ada kasih. Jika keduanya tidak ada di dalam keluarga maupun kehidupan manusia maka kelihatannya mereka bersatu di dalam satu bus tetapi mereka tidak saling sapa karena mereka tidak saling mengenal satu dengan lainnya. Oleh karena itu, apa yang dapat menjadi prinsip penting bagi kita semua hari ini dalam memperingati chinese new year dan valentine day? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolose 3:1-2 mengatakan bahwa “we are called to set our heart and minds in heavenly places”. Apa maksudnya? Saudara dipanggil untuk hidup konsetrik di dalam konsep kesucian yang Allah tegakkan. Mungkin saudara berkata “buat apa hidup terlalu ideal”. Justru saudara adalah orang yang paling jauh daripada ideal karena saudara telah terlebih dahulu meremehkan ideal sehingga saudara tidak memiliki komitmen maupun motivasi untuk melakukan ideal tersebut. Kegagalan saudara dan saya, mata dan pikiran kita seringkali hanya kita gunakan untuk melihat segala sesuatu yang “earthly things”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chinese new year menawarkan “GONG XI FAT CHOY” dengan ucapan Congratulations (good luck) dan prosperity (pengertian aslinya yaitu lot of cash). Semakin banyak yang, semakin beruntunglah kita. Inilah konsep chinese culture yang sebenarnya menggambarkan materialistic mindset manusia dewasa ini. Apakah hidup manusia hanya dinilai dengan keberuntungan dan dinilai dengan uang? Coba saudara pikirkan …. Apakah semuanya ini benar? Di saat kita menerima angpao merah dari orang-orang yang lebih tua daripada kita, kita mungkin bahagia setengah mati karena “panen” kita melimpah. Jika saudara cek, kenapa ada tradisi bagi angpao merah? Karena bagi angpao ada good luck. Pertanyaannya, apakah setiap kita percaya konsep hidup yang seperti ini? Sebagai orang reformed, kita percaya kepada pemeliharaan Tuhan, anugerah keselamatan Tuhan dan belas kasihan Tuhan jauh melebihi setiap konsep good luck yang ada di dalam chinese cultures. Kenapa demikian? Karena hanya di dalam pemeliharaan Tuhan, anugerah keselamatan Tuhan dan belas kasihan Tuhan saja, saya memperoleh kepastian hidup bahwa hidup saya ada pengharapan. Tanpa Tuhan, dimanakah kepastian pengharapan saya? Ketika kita merayakan Chinese New Year, justru kita seharusnya membawa pengharapan kepada keluarga kita dan menguatkan keluarga kita untuk mengutamakan Kristus dalam hidup mereka, bukan harta dunia. Ingat, Matius 16:26 ada tertulis “for what is man profited, if he shall gain the whole world and lose his soul”. Mungkin saudara berkata, Mengapa saya harus melakukan semuanya itu? Jawabannya ada pada satu kata yaitu Kasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine Day merayakan tema besar “kasih” yang begitu didambakan oleh manusia. Sayangnya, banyak fakta-fakta tragis yang dialami oleh anak kecil, pasangan muda, keluarga maupun lansia sekalipun, dimana mereka melakukan “violent, angry, fight all the times” sampe “doing the evil things”. Tidak sedikit, mereka dikecewakan oleh pasangannya, keluarganya, saudaranya, komunitasnya, padahal dulunya mereka saling mengasihi. Pertanyaannya, what is wrong with it? Seorang guru bela diri di Amerika Serikat mengatakan “the reason why people are violent, angry and want to fight all the time is because they lack love and affection from another person who they loved”. Kenapa bisa terjadi demikian? Karena mereka tidak memiliki patokan di dalam love and affection mereka. Mereka hanya menilai love dan affection menurut interpretasi emosi mereka sehingga semua aplikasi cinta kasih merekapun hanyalah menjadi reaksi atas interpretasi mereka masing-masing yang tidak mewakili patokan cinta kasih yang sebenarnya. Tidak heran, orang psikologi menganggap love hanyalah feeling or emotions with strong sense of lust, attraction, affection” sehingga love hanya dinilai dengan emosi. Jacques Derrida, Filsuf Postmodernisme asal Aljazair mengungkapkan bahwa love harus dibedakan antara “the who” with absolute singularity dengan “the what” with specific qualities of the beloved. Apa maksudnya? Pada saat kita mengatakan kata cinta kepada pasangan kita, mengapa kita mencintai dia? Seringkali kita melakukan seduction dalam mengasihi pasangan kita karena “specific qualities” yang ada di dalam diri pasangan kita. I love you because you’re beautiful, you’re charming, you’re sexy, etc. Mungkin terlalu sedikit (atau mungkin tak seorangpun) yang mengatakan I love you because you are you, tanpa mempedulikan “spesific qualities” yang ada pada dirinya. Ini konsep Alkitabiah yang dipinjam oleh Derrida (atau mungkin dirampasnya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Kekristenan, Kasih berasal dari Allah. Kasih Allah adalah kasih yang tidak bersyarat, tidak mementingkan diri sendiri, membangun orang lain dan mengasihi others. Inilah kasih Agape. Bukankah ini konsep kasih yang ideal bagi manusia? Yup. Ini kasih ideal yang harus dijalani oleh manusia, meskipun cinta kasih Tuhan berbeda kualitas dengan cinta kasih manusia, akan tetapi justru inilah disiplin rohani bagi kita untuk mengutamakan Tuhan di dalam kehidupan kita, bukan my will will be done tetapi Thy will be done di dalam cinta kasih kita (eros). Misalnya, soal jodoh. Kembali kepada cinta kasih Tuhan dan biarlah kehendak Tuhan yang selalu menjadi patokan kita bersama untuk menemukan panggilan hidup kita untuk menemukan jodoh atau hidup selibat untuk kemuliaan Tuhan. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana saya dapat menerapkan Thy will be done? Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, itulah brotherly love (philia). Bertemanlah dengan others dan berdoalah kepada Tuhan untuk kehendak-Nya jadi dalam hidupmu. Melalui Chinese New Year 2010 ini, Ketahuilah bahwa Allah adalah Kasih (Agape), biarlah setiap kita mengutamakan Allah dalam cinta kasih kita (eros) untuk mengasihi keluarga dan saudara-saudara kita agar mereka dapat mencicipi kasih Tuhan yang menyelamatkan dan bersama-sama belajar mengutamakan Allah melalui hati, pikiran dan tingkah laku kita sebagai anak Tuhan yang mengasihi Tuhan (filia/storge). Terus berjuang di dalam Kasih dan Kebenaran-Nya. Happy Chinese New Year and Happy Valentine Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-1249415838506525464?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/1249415838506525464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=1249415838506525464&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1249415838506525464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1249415838506525464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/his-love-my-love-our-love.html' title='His Love, My Love, Our Love'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S3D7iUiqlgI/AAAAAAAAAg0/XaZlOOzugCc/s72-c/Copyrighted_Image_Reuse_Prohibited_357870.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-9123754550491554531</id><published>2010-02-08T02:58:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:17:42.240-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movies'/><title type='text'>About Ray</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2_ur2SWmtI/AAAAAAAAAgs/LxvnlQE0D9A/s1600-h/ray_charles.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 151px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2_ur2SWmtI/AAAAAAAAAgs/LxvnlQE0D9A/s200/ray_charles.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435825712333757138" /&gt;&lt;/a&gt;Ray Charles, seorang tuna netra dalam sejarah musik blues yang membuat “geger” blantika industri musik di Amerika Serikat yang sedang bergumul dengan rasisme antara kulit hitam dan kulit putih. Tahun 1948, Ray Charles Robinson menjadi artis terpopuler dengan sentuhan irama blues yang unik dimasanya. Pro dan kontra banyak bermunculan baik memaki Ray dengan mixed style gospel dengan blues maupun memuji Ray karena ide gilanya itu. Pemuja musik jazz ala Nat King Cole dan Charles Brown yang akhirnya melakukan mixed R&amp;B dengan gospel music membuatnya tenar melalui rock and roll-nya. Melalui film Ray (2004), pemeran utama dimainkan oleh Jamie Foxx, saya berusaha membaca diri Ray yang dapat menjadi pelajaran moral bagi saya sebagai orang kristen (in my opinion, of course).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ray Charles adalah golongan second class (waktu itu). Saat itu, kelompok negro dipandang sebagai second class, sedangkan kelompok kulit putih adalah kelompok yang dipandang lebih “high class”. Oleh karena itu, pergumulan rasisme pernah di alami di Amerika Serikat, juga dialami oleh Ray. Kondisi rasisme yang pernah terjadi di Amerika Serikat dimasa silam juga dapat kita lihat di film “The Great Debate” dari Denzel Washington maupun “The Cinderella Man” dari Russell Crowe. Meski demikian, kelompok minoritas dapat memberikan sumbangsih di dalam sejarah musik Amerika Serikat yang akhirnya mempengaruhi dunia. Meski banyak hal saya kurang setuju dengan Ray Charles, satu poin yang dapat saya pelajari bahwa minoritas masih memiliki hak untuk memperjuangkan hak hidup yang diberikan Allah sebagai Sang Pencipta dan manusia (termasuk minoritas) sebagai ciptaan. Di dalam Alkitab, kisah Raja Saul ditolak oleh Allah karena kejahatan hatinya, Samuel menemui Isai (ayah Daud) dan Samuel mau mengurapi anak-anak Isai menjadi raja atas Israel. Namun Allah mengatakan “&lt;br /&gt;But God told Samuel, “Don’t judge by his appearance or height, for I have rejected him. The Lord doesn’t see things the way you see them. People judge by outward appearance, but the Lord looks at the heart” (1 Samuel 16:7). Well, mungkin saudara dan saya adalah kaum minoritas tetapi jika hati kita sungguh-sungguh mau memuliakan Tuhan, Tuhan mau pakai kita yang “minor” ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ray Charles hidup di dalam “guilty feeling”. Betapa tidak, Ray selalu terbayang masa lalunya, dimana adiknya, George meninggal dunia akibat masuk ke dalam ember panas. Ia merasa tidak berguna karena ia kurang sigap menolong George alias ia diam tanpa ekspresi melihat tragedi tersebut. Inilah suffering dan pain yang menghantui Ray seumur hidupnya. Menurut saya, semua manusia telah memiliki “guilty feeling dasar” yang juga menghantui hidup manusia yaitu dosa. Ketika mereka melakukan kejahatan ataupun perbuatan yang bertentangan dengan moralitas maka mereka pasti menemukan “guilty feeling” tersebut dan mereka seharusnya jujur terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka seharusnya mengakui dosa mereka dan kembali kepada jalan yang benar di hadapan Sang Pencipta. Celakanya, manusia cenderung menipu dirinya sendiri sehingga mereka malah menimbun dosa-dosanya dan melakukan “revenge” terhadap setiap suffering dan pain mereka dengan melakukan aksi pembalasan kepada “others”. Ray mencari solusi bukan kepada Tuhan, ia malah mencari solusi kepada cocaine, seks maupun kenikmatan yang ia dapat nikmati di dalam kebutaanya. Akhirnya, Tuhan masih memberikan kesempatan kepada Ray untuk kembali kepada Tuhan melalui nasihat mamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ray Charles adalah golongan tuna netra. Pada mulanya ia lahir di dalam keadaan sehat, sampai pada umur belasan tahun, matanya semakin rabun sampai akhirya ia buta sama sekali sehingga ia tidak bisa melihat secara penglihatannya, tetapi ia mengatakan bahwa aku melihat dengan pendengarannya. Akhirnya, seorang cacat masih dapat “enjoying his life” dalam kecacatannya sampai akhirnya ia berhasil di dalam sejarahnya. Dalam hal ini, orang cacat tidak selalu menyusahkan orang lain, justru mungkin orang cacat malah memberikan teladan hidup yang seharusnya menjadi contoh hidup dalam komunitas manusia dewasa ini. Misalnya, Almarhum Gus Dur, seorang cendekiawan, haji, guru muslim yang memiliki keterbatasan dalam penglihatannya tapi hatinya untuk bangsa Indonesia sangat terlihat jelas. Gus Dur paling benci dengan orang munafik yang berada di dalam jajaran pemerintahan seperti anggota DPR, MPR yang dianggapnya sebagai “taman kanak-kanak”. Secara penampilan sehat tetapi banyak orang yang hatinya kekanak-kanakan bahkan kotor. Ray Charles, meskipun cacatpun, ia jatuh ke dalam dosa. Sejak kekayaan menimbuni hidupnya, ia menjadi “the junkies” dan “cheating husband” yang mencoreng teladan keluarga kristen kulit hitam di Amerika Serikat. Ray suka bermain perempuan, money oriented, power controled, coccaine sebagai pemicu semangat. Inilah contoh moralitas manusia yang telah jatuh ke dalam dosa (gak peduli ia cacat atau sehat) karena melanggar hukum Taurat dan melanggar ketentuan Allah sendiri. Oleh karena itu, Ray Charles teringat kata-katanya ibunya tentang Tuhan Yesus bahwa Yesus lebih bermakna dari apapun. Puji Tuhan! Ray akhirnya bertobat dan memorynya membawa dia untuk melihat Yesus Kristus begitu berharga di dalam hidup manusia karena inkarnasi – jawaban dari hidup di dalam moralitas yang dikuduskan oleh Allah. Ray bertobat dan setiap memorinya diisi Anak Domba Allah, Ia mengisi hidup orang percaya dan mereka dapat menyaksikan bagaimana Allah bekerja di dalam hidup mereka tanpa melakukan sebuah penghujatan kepada Allah, tetapi sebagai disiplin rohani untuk menyerahkan diri untuk menyembah Allah. Haleluyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Ray memang tidaklah sederhana dan sempurna. Itulah cermin gambaran hidup saudara dan saya juga. Tetapi tema pertobatan dan pengampunan, itulah yang menjadi keindahan di dalam hidup Ray. Bagaimana dengan saudara dan saya? Menurut saya, Ray hanyalah salah satu dari kaum tuna netra yang bergumul dengan hidupnya. Fanny Crosby, penulis hymnes yang begitu “agung”, ia buta karena kesalahan diagnosa dari dokter. Meski demikian, karya-karyanya jauh melampaui apa yang dilihat oleh manusia yaitu melihat Kristus sebagai satu-satunya sandaran kekal yang “real”. Biarlah berkat rohani ini menguatkan setiap kita untuk tetap melihat kepada keselamatan di dalam Kristus, apapun situasinya. Tuhan memberkati kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-9123754550491554531?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/9123754550491554531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=9123754550491554531&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/9123754550491554531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/9123754550491554531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/about-ray_08.html' title='About Ray'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2_ur2SWmtI/AAAAAAAAAgs/LxvnlQE0D9A/s72-c/ray_charles.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-4784431530706868542</id><published>2010-02-07T04:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:18:38.616-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemporary Issues'/><title type='text'>Fighting The Virus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S26zO0XT5QI/AAAAAAAAAgc/mLUdaQTa-U8/s1600-h/H1N1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S26zO0XT5QI/AAAAAAAAAgc/mLUdaQTa-U8/s200/H1N1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435478867438724354" /&gt;&lt;/a&gt;Virus H1N1 merajalela di seluruh dunia, dimulai dari “swine flu” dari Mexico sampe seluruh dunia. Di Beijing, lebih dari 42.000 orang “confirmed” terjangkit virus H1N1 dan puluhan orang meninggal dunia akibat virus tersebut. Menurut catatan WHO se-dunia tahun 2009, 400.000 orang terjangkit virus H1N1. Virus tersebut merambat begitu “rapidly”, khususnya musim dingin. Dimana-mana, setiap orang harus “ditembak” dengan detektor panas badan. Vaksinasi dan kebersihan menjadi kunci efektif melawan virus yang berusaha masuk ke dalam tubuh manusia dan mengacaukan daya tahan tubuh manusia sampai berhasil mencabut nyawa manusia. Tidak sedikit, kita berusaha melawan virus dengan menghantam tubuh kita dengan anti-biotik, agar kita tetap sehat, padahal justru kita telah melakukan “abusing” terhadap tubuh kita sendiri. Menurut dokter, anti-biotik hanya didapat diminum kalo memang dibutuhkan. “Cleanliness” adalah hidup sehat yang paling higenis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kehidupan kekristenan, kita juga sedang melihat dosa merajalela di seluruh penjuru dunia, dimulai dari kejatuhan Adam hingga hari ini. Allah menentang dan melawan dosa (Yesaya 63:10). Dosa merupakan satu fakta dan suatu “virus” yang terus menerus tak pernah berhenti. Setelah kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa, “virus” dosa telah berakar dan mencengkeram di dalam segala upaya kehidupan manusia. Manusia dikontaminasi oleh “virus” dosa sehingga mereka hidup berpusat pada kebijakan sendiri dan menolak kebijaksanaan dan kebenaran Allah, Sang Pencipta. Manusia menolak Allah. Akibatnya, dosa ikut mencemari seluruh kehidupan dan kebudayaan yang dijalani oleh manusia. Tetapi karena begitu besar kasih Allah kepada manusia, manusia masih diberikan pengharapan keselamatan yang diberikan hanya melalui Inkarnasi Anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, Sang Hidup kekal. (Yohanes 3:16). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki kesensitifan terhadap dosa sehingga kita bukan hidup liar di dalam dosa, tetapi kita berjalan di dalam kuasa Roh Kudus dan tetap berperang melawan dosa di dalam kehidupan kita dan tetap belajar menghidupi kebenaran Allah di dalam hidup kita sehingga hidup dan kebudayaan manusia dihidupi di dalam tatanan kebenaran Allah.. Inilah tugas kita sebagai orang Reformed, memberitakan Injil ke seluruh permukaan bumi (gospel mandate) dan mempengaruhi dunia dengan Firman Tuhan (cultural mandate). Keep Cia Yo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih Kristus&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-4784431530706868542?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/4784431530706868542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=4784431530706868542&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4784431530706868542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4784431530706868542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/fighting-virus.html' title='Fighting The Virus'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S26zO0XT5QI/AAAAAAAAAgc/mLUdaQTa-U8/s72-c/H1N1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8441547615216051660</id><published>2010-02-07T03:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:19:49.661-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemporary Issues'/><title type='text'>The Need of Living Morality</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S26qJ7P0WwI/AAAAAAAAAgM/jl1wp953-_0/s1600-h/hu_jintao_obama_20090401.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 159px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S26qJ7P0WwI/AAAAAAAAAgM/jl1wp953-_0/s200/hu_jintao_obama_20090401.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435468887782349570" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini kami sedang berdiri diatas sebuah negara komunis terbesar yang disegani oleh negara adi kuasa Barat, salah satunya Amerika Serikat. Betapa tidak, President Amerika Serikat, Barak Obama datang melakukan kunjungan kenegaraan ke China baru-baru ini, bukan sebagai “cowboy” seperti “american heroes”. Justru Obama datang untuk memohon China guna membuka ruang lebih luas untuk menerima barang-barang dari Amerika Serikat. Seorang sosiolog Amerika Serikat keturunan Jepang, Prof. Francis Fukuyama, penulis buku “The end of history and the last of man” percaya bahwa konsep demokrasi liberal adalah jalan yang terbaik menuju dunia yang makmur. Fukuyama melihat Amerika Serikat tidak bakal mudah bernegoisasi dengan China karena China tidak memiliki “universalistic ideology” sehingga China memiliki peluang besar menjadi “the next powerful country in the world”. Henry Kissinger, orang penting dalam sejarah Amerika Serikat juga pernah memberikan pendapat yang kurang lebih sama bahwa China adalah “scary country” dan China bakal merubah dunia di dalam sesaat waktu. Fakta membuktikan kemajuan ekonomi China yang pesar dalam 15 tahun terakhir menjadikan China sebagai “the real dragon of Asia”. Pertanyaannya, Apakah perkembangan ekonomi China sudah cukup memberikan jaminan bahwa China hidup makmur? Justru tahun 2008, President China, Hu jintao mengatakan tidak cukup. Negara China harus equal dengan “soft power” dengan chinese thought, chinese culture dan chinese values yang dimotori oleh spirit of benevolence (spirit of ren). Ini perubahan radikal yang dialami oleh China dewasa ini. Konsep diatas ditolak oleh pendahulunya, Mao Tze Dong, tetapi bibit “soft power” sudah dimulai oleh Deng Xiao Ping yang lebih “open minded” terhadap “western cultures”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spirit of Ren yang memotori perubahan China 15 tahun terakhir ini menjadi kesadaran China di dalam pentingnya moralitas dalam sebuah bangsa. Jika sebuah bangsa tidak memiliki moralitas yang baik maka sebesar apapun bangsa itu akan hancur. Sayangnya, China mengantungkan standar moralitas mereka bukan kepada Allah, tetapi kepada konsep humanisme yang ateis. Bagaimana kita melihat standar Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 6:33 mengajarkan kepada kita untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran Allah. Mengapa kerajaan Allah dan kebenaran Allah menjadi penting? Karena hanya di dalam kerajaan Allah dan kebenaran Allah ada Kasih yang menyelamatkan mereka kembali kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia semakin hidup di dalam globalisasi sehingga &lt;br /&gt;1. Prinsip value of life manusia hanya didasarkan pada batas fisikal dan fenomenal “sekarang”.&lt;br /&gt;2. Target of life yang manusia jalani hanya untuk memperkaya “gaya hidup” manusia.&lt;br /&gt;3. Aplikasi hidup mereka hanyalah dipandang dari function yang pragmatis saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru Firman Tuhan mengajarkan setiap manusia untuk meletakkan:&lt;br /&gt;1. Prinsip value of life manusia didasarkan pada “hidup kekal” yang diberikan Allah kepada manusia di dalam spiritualitas.&lt;br /&gt;2. Target of life manusia harus memperkaya hidup manusia dengan makna hidup yang diberikan Allah.&lt;br /&gt;3. Aplikasi hidup manusia harus dilihat dari vocation yang diberikan Allah kepada setiap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tugas gereja. Gereja harus berani menggelisahkan jemaat untuk mencari apa yang Tuhan kehendaki, bukan apa yang manusia kehendaki. Justru gereja harus berani menerima tugas yang berat ini dan melakukan perjuangan sengit menantang zaman karena inilah misi penginjilan yang kembali kepada apa yang Tuhan kerjakan melalui Yesus Kristus. Maukah kita berjuang mati-matian menegakkan standar Allah di dalam kerajaan Allah dan kebenaran-Nya bagi dunia ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Guangzhou, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8441547615216051660?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8441547615216051660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8441547615216051660&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8441547615216051660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8441547615216051660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/need-of-living-morality.html' title='The Need of Living Morality'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S26qJ7P0WwI/AAAAAAAAAgM/jl1wp953-_0/s72-c/hu_jintao_obama_20090401.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8405424417095201582</id><published>2010-02-05T08:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:20:24.262-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Movies'/><title type='text'>Reflection on Joni's Promise</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20R4r-mGVI/AAAAAAAAAfs/E0r9q0PkdHw/s1600-h/10849364_profile_mbox_background.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 191px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20R4r-mGVI/AAAAAAAAAfs/E0r9q0PkdHw/s200/10849364_profile_mbox_background.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435019990881671506" /&gt;&lt;/a&gt;Janji Joni, sebuah film komedi populer Indonesia (2005) yang memberikan perenungan moralitas terhadap tema penting dalam kehidupan manusia yaitu:&lt;br /&gt;1. Vocation. Joni mempercayai panggilan hidupnya sebagai pengantar film yang dapat diandalkan. Meskipun gaji yang ia peroleh tidak terlalu banyak, baginya itu cukup dan Joni “enjoy” dengan pekerjaannya tersebut. Hari ini, bukanlah banyak orang bekerja bukan untuk menjalani panggilan hidupnya tetapi banyak orang hanya mencari “pleasure” alias kenikmatan hidup. Kalaupun perlu, bekerja dengan cara yang paling harampun dilegalkan demi “pleasure”. Oleh karena itu, Tidak heran jika budaya korupsi merajalela dan bermain dalam persaingan hidup yang hanya dinilai dari kekayaan material belaka. Profesi Joni seringkali dianggap sebuah profesi “mboh cuan”, tetapi justru profesi inipun penting di dalam kebudayaan. Jika tidak ada pengantar film maka tidak mungkin film dapat diputar dan penonton dapat menonton film tersebut. Maka profesi ini penting. Contoh: Apa jadinya dunia jika tidak ada tukang sampah? Ya dunia hanyalah sampah. Banyak orang menghina tukang sampah sebagai pekerjaan yang “jorok”. Justru kita dapat melihat pekerjaan sebagai tukang sampah juga sebuah pekerjaan yang mulia. Pekerjaan yang kecil dan pekerjaan yang besar adalah panggilan hidup yang mulia, di saat kita semuanya kita lakukan “before God”. &lt;br /&gt;2. Responsibility. Joni belajar menjalani sebuah tanggungjawab atas pekerjaan yang ia harus jalani yaitu ia tidak boleh terlambat dalam mengantarkan film tersebut. Oleh karena itu “speed” dan “trust” menjadi bagian yang Joni senantiasa pelajari di dalam benaknya sebagai pengantar film. Jika ia terlambat maka ia mengecewakan penonton. Di dalam film tersebut, Joni tidak pernah sekalipun terlambat. Joni memiliki “track record” yang “perfect” sampai nama Joni menjadi jaminan. Tetapi, Dikisahkan Joni terlambat beberapa menit dan ia menyesali semuanya. Padahal, banyak musibah dia alami, baik dari kehilangan motor saat menolong orang tua menyebrang jalan, kehilangan tas isi film waktu menolong seorang perempuan yang mau dijambret, membantu mantan preman yang menjadi sopir taxi “yellow cab” menemani istrinya di rumah sakit dan meemberi nama anak tersebut “DAMN”. Hahaha.  &lt;br /&gt;3. Courage. Joni berani menjalani setiap kesulitan demi kesulitan demi tuntasnya tanggungjawab dia  sebagai pengantar film, ia rela capek, kerja keras dan semuanya itu bukan tuntutan dari “job description”, tetapi ini persoalan hati dan komitmen yang jelas. Joni terus berusaha mencari jalan, mengejar timing. Akhirnya, meskipun Joni terlambat beberapa menit dan recordnya “tercoreng”, Ia telah berusaha semaksimal mungkin. Luar biasa!&lt;br /&gt;4. Goodness. Joni banyak melakukan hal yang baik, tapi ia malah “dikadalin” ama orang jahat. Demi menolong seorang buta, motornya hilang dicuri orang, demi menolong perempuan yang mau dijambret, tas isi rol filmpun lenyap dibawa kabur oleh perempuan yang ditolong Joni. Ia tabur kebaikan tapi malah menerima panen kejahatan dari orang lain. Ini fakta hidup bahwa orang baik adalah target para penipu. Toh, Joni tetap memperjuangkan kebaikan menjadi fokus yang tidak boleh hilang di dalam “vocabulary” hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film yang disutradari oleh Joko Anwar ini cukup mengesankan karena keberagaman karakter manusia menunjukkan bentuk masyarakat yang kompleks di dalam perbedaan dan persamaan. Inilah sebuah realita. Jika demikian, bagaimana dengan kehidupan kekristenan? Apa jadinya jika perspektif kekristenan berdiam diri? Justru Kekristenan harus memberikan penjelasan melampaui moralitas dan pesan motivator manusia tetapi bagaimana kekristenan membawa konsep Kebenaran menjadi tuan atas pesan moral di dalam film tersebut.&lt;br /&gt;1. Yesus Kristus adalah satu-satunya teladan hidup manusia yang mampu membawa setiap kita untuk mengenali, menelaah, menjalani dan menghidupi perjuangan hidup meneladani-Nya. Kenapa harus Kristus? Karena Yesus Kristus adalah satu-satunya manusia yang dapat melakukan apa yang menjadi standar Allah. Ada perbedaan kualitatif sehingga fokus keteladanan di dalam Kristus jelas berbeda dengan fokus keteladanan di dalam diri manusia. Di dalam fokus keteladanan Kristus, kita diajarkan untuk melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan, sedangkan fokus keteladanan manusia hanyalah mengajarkan apa yang baik menurut masyarakat. &lt;br /&gt;2. Ikut Yesus, ada tanggung jawabnya sebagai seorang “believer”. Banyak manusia melakukan segala sesuatu hanya didasarkan dengan “money” tetapi kita kurang peduli terhadap tanggungjawab kita di hadapan Tuhan sehingga kita menjalani kehidupan dan pekerjaan kita secara terpaksa dan kita tidak menikmati kehidupan tersebut. Justru kita harus menjalani hidup kita sesuai hati nurani yang suci dan menjalani kehidupan yang selalu diperbaharui menurut apa yang dikehendaki oleh Allah melalui keselarasan dengan Firman Tuhan. Tanggung jawab setiap kita bukan asal memperoleh gaji saja tetapi bagaimana setiap kita dapat memuliakan Tuhan melalui setiap kehidupan kita masing-masing.&lt;br /&gt;3. Hidup kristen bukan berarti lepas daripada kesulitan seperti apa yang didengungkan oleh penganut teologi kemakmuran. Justru, kesulitan bukanlah sebuah subyek yang terpisahkan dalam kehidupan kristen, justru orang kristen hidup melampaui setiap kesulitan yang ada. Kalaupun belum dapat melewati kesulitan itu, justru kita harus belajar rendah hati dan menyadari bahwa hanya pertolongan dari Tuhan mampu memberikan pengertian bagi setiap kita untuk memahami berkat-berkat Tuhan dibalik setiap kesulitan tersebut dan bertumbuh dewasa di dalam Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8405424417095201582?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8405424417095201582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8405424417095201582&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8405424417095201582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8405424417095201582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/janji-joni-sebuah-film-komedi-populer.html' title='Reflection on Joni&apos;s Promise'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20R4r-mGVI/AAAAAAAAAfs/E0r9q0PkdHw/s72-c/10849364_profile_mbox_background.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8548075083396018972</id><published>2010-02-05T07:58:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:21:08.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemporary Issues'/><title type='text'>Follow The Leader</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2xAxFaLtGI/AAAAAAAAAfc/vvH07QgBaF4/s1600-h/e6af9be6b3bde4b89c-mao-zedong-mao-tse-tung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2xAxFaLtGI/AAAAAAAAAfc/vvH07QgBaF4/s200/e6af9be6b3bde4b89c-mao-zedong-mao-tse-tung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434790062339109986" /&gt;&lt;/a&gt;Mao Tze Dong, seorang figur pemimpin karismatik yang paling berpengaruh dalam sejarah perjuangan terbentuknya “People Rebuplic of China”. Patung-patungnya berada di mana-mana. Bahkan beberapa patung Mao dijadikan obyek penyembahan oleh pendukung kepercayaan Mao dan Taoisme, khususnya memperingati hari kelahiran Mao sebagai sebuah penghormatan. Kenapa mereka melakukan semuanya itu? Salah satu alasan mereka adalah karena memori yang mereka miliki hanyalah memori mengenai Mao. Oleh karena itu, tidak sedikit mereka menganggap Mao sebagai tuhan, bukan sekadar pahlawan nasional. Di Hongkong, seorang penjual t-shirt ngefans dengan Mao sehingga ia mendesign kaos bergambar Mao dan menjualnya dengan harga yg tidak murah. Hebatnya, kaos tersebut laku keras bagai kacang goreng. Bahkan ketika dirinya ditanya oleh seorang jurnalis lokal, ia bangga mengatakan bahwa popularitas kaos Mao tidak kalah dengan Giorgio Armani. Mao memberikan banyak “lucky” kepada penjual tersebut. Well, Mao memang populer tetapi dia adalah tuhan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Mao Tze Dong? Professor Roderick Macfarquhar dari Harvard University mengatakan bahwa Mao hanyalah seorang manusia biasa yang di dalam hidupnya telah melakukan kesalahan fatal (big error) yaitu usaha meniadakan sejarah melalui revolusi kebudayaan (cultural revolution). Banyak karya-karya kebudayaan dari berbagai zaman dihancurkan atas perintah Mao Tze Dong sehingga kebudayaan China telah kehilangan banyak warisan-warisan kebudayaan yang “exist” dari abad ke abad. Menurut informasi dari pendeta senior saya, jika kita melihat museum di Tian An Men, Beijing maka kita hanyalah menikmati barang museum duplikat, sedangkan barang museum yang asli justru dapat kita nikmati di museum nasional di Taipei karena barang bersejarah saat itu dibawa keluar China oleh Kuo Min Tang. Inilah kerugian terbesar dari Revolusi Kebudayaan yang dipelopori oleh Mao Tze Dong. Meski demikian, toh nama besar Mao Tze Dong tetap menggema di seluruh pelosok Tiongkok, bahkan seluruh dunia sebagai pemimpin bangsa rakyat Tiongkok. Sebenarnya, apa standar pemimpin yang sebenarnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Injil Matius 20:25-28, Seseorang yang pantas dinyatakan sebagai pemimpin adalah seseorang yang mengutamakan pelayanan (stewardship), pengorbanan dan kepentingan orang lain Kepemimpinan bukanlah kekuasaan. Kepemimpinan, justru dimulai dari pengorbanan dari atas turun ke bawah guna membawa orang lain kembali kepada standar maupun goal yang kembali kepada pimpinan. Hari ini banyak orang belajar kepemimpinan bukan mengikuti standar Alkitab., tapi standar humanis. Padahal di dalam kepemimpinan adalah “spiritual dimension” yaitu Amanat Allah yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah (Matius 25:14-30). Kita bukan dipanggil menjadi pemimpin yang populer seperti Donald Trump, Bill Gates, Barak Obama, Hillary Clinton, dll. Justru, kita harus menjadi seorang pemimpin yang mengenali, memahami dan menghidupi signikansi kepemimpinan yang Tuhan percayakan kepada kita untuk kemuliaan-Nya, di dalam standar-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih Kristus&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Taipei, Taiwan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8548075083396018972?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8548075083396018972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8548075083396018972&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8548075083396018972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8548075083396018972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/mao-tze-dong-seorang-figur-pemimpin.html' title='Follow The Leader'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2xAxFaLtGI/AAAAAAAAAfc/vvH07QgBaF4/s72-c/e6af9be6b3bde4b89c-mao-zedong-mao-tse-tung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8257943944701199900</id><published>2010-02-05T07:49:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:21:42.512-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemporary Issues'/><title type='text'>Crisis ... Glad or Gloom?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20S1kSt5XI/AAAAAAAAAf0/IqaiBvIf12E/s1600-h/crisis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20S1kSt5XI/AAAAAAAAAf0/IqaiBvIf12E/s200/crisis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435021036790605170" /&gt;&lt;/a&gt;Krisis Moneter, sebuah problema global yang memberikan goncangan besar bagi manusia &lt;br /&gt;di dunia dalam menanggapi hidup yang semakin “sulit” dan “mengerikan”. Bagaimana saudara dan saya menyingkapi krisis moneter? Tidak sedikit orang yang merasa terpukul oleh krisis moneter tersebut. Akan tetapi, ada survei global yang memberikan perbandingan 1 dari 4 orang merasa lega dengan krisis global ini karena mereka menyadari prioritas hidup mereka. Kesadaran prioritas hidup mereka dimulai dari kesulitan situasional yang memberikan dampak perubahan psikologis untuk “postponing” baik menikah, punya anak, pindah rumah, ganti pekerjaan maupun mengambil pendidikan yang lebih tinggi. Pertanyaan yang muncul adalah apa prioritas hidup manusia hari ini? Banyak orang menjawabnya dengan jawaban: memperoleh kebahagiaan. Demi kebahagiaan, mereka rela hidup sederhana, rela hidup susah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kala krisis, banyak manusia menemukan kesulitan dalam hidupnya, baru mencari Tuhan. Oleh karena itu, tidak heran jika Sigmund Freud dan Karl Marx berteori bahwa Tuhan hanyalah produksi dari situasi yang tak berdaya ketika manusia kehilangan jalan kebenaran. Freud dan Marx mempercayai sebuah falsafah bahwa agama tidak beda dengan opium yang menghilangkan derita sementara manusia. Agama muncul dimulai dari rasa takut melihat realita hidup yang penuh kesulitan dan tantangan. Benarkah demikian? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Calvin mengawali sebuah kehidupan agamawi kepada Tuhan dengan sebuah ketaatan terhadap Kitab suci sebagai aturan bagi kehidupan yang pasti memberikan sukacita dalam menjalaninya. Ketaatan dan sukacita adalah “one packet”. Jika kita mengatakan diri telah taat tetapi kita belum bersukacita maka kita masih belum taat kepada-Nya. Kedua, Ketaatan dan hidup kudus menurut kitab suci hanya dapat diperoleh di dalam karya Kristus. Tanpa karya Kristus, segala sesuatunya hanyalah bersifat lahiriah dan itu tidak cukup. Kehidupan spiritual bukan membuat kita takut kepada realita hidup yang penuh kesulitan dan tantangan, justru kehidupan spiritual bersama Kristus memberikan ketulusan hati dan kerelaan hati untuk menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Kristus. Dalam sejarah misi, kita dapat banyak belajar dari para misionaris seperti Hudson Taylor, C.T Stud, Nomensen. Iman kekristenan yang mereka imani justru memberikan indikasi bahwa mereka bukan mendasari kehidupan religiusnya dengan pemahaman takut terhadap kesulitan. Justru mereka masuk ke dalam kesulitan, mereka mengambil resiko di dalam kesulitan dan mereka melewati kesulitan di dalam Kristus.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih Kristus&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Guangzhou, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8257943944701199900?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8257943944701199900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8257943944701199900&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8257943944701199900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8257943944701199900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/crisis-glad-or-gloom.html' title='Crisis ... Glad or Gloom?'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20S1kSt5XI/AAAAAAAAAf0/IqaiBvIf12E/s72-c/crisis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-5985171803779046276</id><published>2010-02-05T07:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:22:18.803-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Architecture'/><title type='text'>Aula Simfonia Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20Tcn9GXtI/AAAAAAAAAf8/z5PXvEdIGXE/s1600-h/Aula2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 74px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20Tcn9GXtI/AAAAAAAAAf8/z5PXvEdIGXE/s200/Aula2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435021707788574418" /&gt;&lt;/a&gt;Vitrivius, seorang arsitek Roma abad 1 memberikan 3 prinsip mengenai “good building” yaitu Pertama, Firmitatis (menekankan kondisi bangunan) Jika bangunan tidak memiliki firmitatis, bangunan tersebut hanyalah sebuah fenomenal yang tidak bertahan lama. Kondisi bangunan menentukan bangunan yang baik. Baru-baru ini satu gedung perkantoran di daerah Taiwan roboh, padahal gedung perkantoran tersebut baru 3 tahun. Problemnya adalah mutu bangunan belum memenuhi syarat firmitatis yang kuat. Firmitatis menjadi poin penting dalam bangunan karena umur gedung tersebut ditentukan dari firmitatis yang kuat. Kedua, Utilitatis (menekankan fungsi bangunan bagi orang lain), Ketiga, Utilitatis, Fungsi menjadi poin penting dalam membangun sebuah gedung, Apa jadinya bila tidak ada poin utilitatis? Tentu saja, gedung tersebut tidak akan berfungsi secara maksimal alias mandul memberikan sumbangsih dalam perjalanan hidup manusia. Jika saudara melihat Eropa, kerajaan dan gedung-gedung gereja menjadi daya tarik tersendiri di dalam dunia arsitektur. Mengapa demikian? Kerajaan melayani rakyat. Gereja melayani Tuhan. Ada fungsi-fungsi penting dan sakral dalam fungsi bangunan tersebut. Ketiga, Venustatis (ada keindahan yang membangunkan semangat). Neuroaesthetic. Dalam arsitektur, estetika memiliki “linked” dengan “order” dan “balance”. Terkadang beberapa designer rela membuang “function” demi sebuah “beauty”. Tentu saja, keduanya gak bisa dipisahkan karena kita adalah manusia yang menekankan fungsi dalam kehidupan dan keindahan melampaui ruang dan waktu karena keindahan bukan sebuah material namun sebuah “sukacita”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kebanggaan bagi rakyat Indonesia, Aula Simfonia Jakarta menjadi auditorium pertama di ibukota yang dikhususkan bagi pentas musik klasik dengan ornamen-ornamen “renaissance”, potret para komponis dan gedung pementasan yang anggun, megah dan besar. Aula Simfonia Jakarta didesign oleh Pdt. Dr. Stephen Tong, seorang pendeta reformed, teolog reformed, filsuf, musikus, ahli sejarah, guru besar, arsitek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara akustik Aula Simfonia Jakarta menekankan hasil “direct sound”, “early reflection sound” dan “overall reverberation” yang jernih. Tidak mudah bagi arsitek dalam membangun sebuah auditorium dengan suara akustik yang jernih. Menurut informasi sebuah website http://www.church-acoustics.com, kesulitan dalam design sebuah auditorium adalah memperoleh “good projection of the sound to the rear of th enclousure”, “good clarity and articulation”, “good balance of low and high frequencies”, “feeling of intimacy and presence”. Aula Simfonia Jakarta merupakan salah satu auditorium di seluruh dunia yang telah melewati kesulitan tersebut. Puji Tuhan! Segala kemuliaan hanya bagi Allah saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kristus&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Jakarta, Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-5985171803779046276?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/5985171803779046276/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=5985171803779046276&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5985171803779046276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5985171803779046276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/aula-simfonia-jakarta.html' title='Aula Simfonia Jakarta'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20Tcn9GXtI/AAAAAAAAAf8/z5PXvEdIGXE/s72-c/Aula2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-4897550795572005621</id><published>2010-02-05T07:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:22:57.210-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Books'/><title type='text'>On Zionhollywoodism</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20UmCHiC4I/AAAAAAAAAgE/kiTz8Xq_lcc/s1600-h/hollywood.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 143px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20UmCHiC4I/AAAAAAAAAgE/kiTz8Xq_lcc/s200/hollywood.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435022968942103426" /&gt;&lt;/a&gt;Baru-baru ini saya membaca sebuah buku berjudul “Zionhollywoodisme” yang ditulis oleh seorang analis politik Iran, Dr. Majid Shafa Taj. Istilah “Zionis” menjadi haram dalam vocabulary Dr. Majid Shafa Taj yang penuh dengan rasisme nan kafir (dalam hal ini, kekristenan digabungkan ke dalam golongan zionis). Ia menganggap Zionis cenderung memisahkan agama dengan dunia, padahal itu konsep dualisme yang bukan ajaran yahudi maupun kekristenan. Dalam tradisi Yahudi dan kekristenan, justru mereka adalah kelompok yang tidak kompromi dengan dunia. Respon kekristenan dapat mereka lihat jelas di dalam respon Miss California 2009, Miss. Carrie Prejean yang awalnya ia mendapatkan nominasi runner up pertama dalam pemilihan Miss USA, akhirnya ia harus melepaskan kesempatan untuk memperoleh nominasi tersebut karena Carrie menentang same marriage karena “ it is about being biblically correct!”. Salute!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku tersebut, Dr. Majid Shafa Taj mengatakan bahwa kaum Yahudi menggambarkan dirinya sebagai orang yang paling “tersendiri” dalam tokoh film hollywood, misalnya Mickey Mouse, The Ugly Duckling yang memperoleh pengharapan pada saat mereka menghadap kepada matahari. Menurutnya, matahari digambarkan sebagai pulang ke tanah perjanjian kaum Yahudi sehingga film-film tersebut memberikan konsep pengharapan bagi kaum pilihan Allah yang tertindas, dalam hal ini kaum Yahudi. Ia memberikan propaganda kepada kaum muslim agar mereka tidak meniru hidup orang-orang kafir yang dianggapnya “haram”. Sebagai contoh, Dr. Majid Shafa Taj mengutip Will Durrant dalam bukunya “History of Civilization” mengatakan bahwa Christopher Columbus memulai ekspedisi suci mencari “tanah perjanjian”. Menurut versi Dr. Ali Syariati, sebelum Columbus tiba di “tanah perjanjian”, benua Amerika telah tergambar di dalam peta yang dibuat oleh seorang muslim yang bernama Abu Raihan Biruni yang dicuri oleh Christopher Columbus. Dr. Majid Shafa Taj menuduh tanpa bukti bahwa Columbus bukan pahlawan yang baik, justru dia seorang pembantai, penganut perbudakan, pemerkosa wanita. Menurut saya, inilah “perang perspektif” dimana Barat dan Timur saling membenarkan perspektif mereka masing-masing sehingga kebenaran menjadi “kabur” sehingga “doubles perspectives” hidup bersama-sama bagai padi dan lalang tanpa kepastian siapa yang benar dan siapa yang salah. Dalam hal ini, Film “The Flag of Our Fathers” dan “The Story of Iwo Jima” menjadi “doubles perspectives” yang hidup bagai padi dan lalang saling mempengaruhi “massa”. Dunia berusaha mengajak “padi” dan “lalang” berdialog. Bagaimana saudara menanggapinya? Tentu saja, dialog bakal memperluas wawasan informasi mengenai “padi” dan “lalang” tetapi jika hati mereka tidak “takut kepada Tuhan” dan mau terbuka mencari kebenaran menurut perspektif yang benar maka “perang perspektif” tetap “exist” mewarnai ambiguitas dunia dengan kekayaan informasi tanpa kepastian kebenaran yang “akurat”. Hanya Tuhan yang mampu memberikan kebenaran yang sejati! Saya bukan membela Zionis maupun Barat karena sekularisme adalah raja Barat dan Zionisme masih menunggu kedatangan Mesias seperti raja Daud. Pertanyaannya adalah siapakah kebenaran sejati tersebut? Hanya Perspektif Allah memberikan deklarasi iman bahwa satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup adalah di tangan Yesus Kristus. Oleh karena itu, perspektif kebenaran harus di dalam Kristus.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih Kristus&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Taipei, Taiwan, ROC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-4897550795572005621?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/4897550795572005621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=4897550795572005621&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4897550795572005621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4897550795572005621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/perspectives-in-war.html' title='On Zionhollywoodism'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S20UmCHiC4I/AAAAAAAAAgE/kiTz8Xq_lcc/s72-c/hollywood.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-419401270760153994</id><published>2010-02-05T07:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:23:41.768-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemporary Issues'/><title type='text'>Exile</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2w8Csg02tI/AAAAAAAAAe8/00x2xhbs5z4/s1600-h/edward.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2w8Csg02tI/AAAAAAAAAe8/00x2xhbs5z4/s200/edward.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434784867335592658" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak mudah menjalani hidup sebagai seorang usiran seperti Edward Said. Lahir di Palestina, pernah mengungsi ke Mesir dan menjadi imigran di Amerika Serikat. Usaha Said menafsir ulang sejarah dari perspektif orang usiran cukup memberikan serangan sengit terhadap dunia barat yang dianggapnya borjuis. Konteks keterusiran Said berusaha memberikan sebuah pemahaman “ada kebenaran dibalik penindasan”. Hal tersebut tersirat di dalam bukunya Orientalism (1978) dalam konsep strategi kekuasaan yang dipengaruhi oleh Antonio Gramsci dan Michel Foucault, keluar dari dogma dan pendirian partai yang “kaku”. Francis Fukuyama, pencetus “end of history syndrome” yang mempercayai demokrasi liberal adalah penyelamat bagi dunia Barat dilawan keras oleh Said. Bagi Said, Fukuyama malah memperkembangkan kecenderungan imperialisme yang dicemari oleh kebutuhan ideologis, motivasi kekuasaan membangun imperium, superioritas rasial dan kultural yang melekat pada tujuan politik. Said membaca Barat dengan antagonis, berusaha keras membebaskan diri dari esensialisme karena baginya, kebenaran adalah situasional. Tidak heran, konsep kebenaran Said menjadi relatif alias “blur” seperti konsep post-strukturalisme dari Michel Foucault, Roland Barthes, Jacques Derrida yang mempercayai “tidak ada yang transparan di dalam dunia ini”. Dalam hal ini, Epistemologi alternatif ditawarkan oleh Said untuk menyisihkan wawasan barat yang “erosentris”. Said mengadopsi pemikiran Antonio Gramsci untuk membangun massa dan membangun kekuasaan minoritas melalui persuasi dan kolaborasi. Said tidak sendirian. Daniel Barenboim (musikus) dan Salman Rushdie (novelis) menjadi ikon perjuangan Said dalam era abad 21 ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Yesus Kristus ke dalam duniapun tidak terhindar dari “exile”. Bayi Yesus berpindah kota dari Betlehem, Mesir, Nazaret karena desakan ulah antagonis kaisar agustus dan raja herodes terhadap bayi Yesus. Pertanyaannya, kenapa kaisar agustus dan raja herodes begitu antagonis terhadap bayi Yesus? Mereka tahu Yesus adalah raja orang Yahudi yang menggenapi nubuat leluhur. Yesus bukan sosok figur sembarangan karena Yesus adalah Kebenaran yang diwahyukan oleh Allah dan ditunggu-tunggu oleh manusia sepanjang zaman. Kebenaran Kristus bukanlah kebenaran situasional. Kebenaran Kristus adalah kebenaran yang absolut dan sakral. Dunia membencinya sehingga kebenaran direlatifkan dan disituasionalkan di dalam kepalsuan di dalam “label” yang religius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postmodern gencar mempengaruhi dunia dengan “spirit of nihilism” yang menekankan makna adalah ciptaan historis dan kultural sehingga makna tidak akan pernah hanya memiliki satu definisi. Jika demikian, kebenaran situasionalpun menjadi tidak akan pernah memiliki satu kebenaran. Pertanyaannya, bagaimana tokoh-tokoh postmodern menanggapi peristiwa Holocaust? Bukankah sebagian dari tokoh-tokoh postmodern adalah korban dari peristiwa Holocaust? Bagaimana mereka menanggapi kebenaran Hitler? Bagaimana mereka menanggapi kebenaran orang-orang Yahudi saat itu? Jika kebenaran adalah situasional, mana kebenaran yang salah? Mana kebenaran yang benar? Inilah problem dari nihilism yang liar sehingga kebenaran bukannya memberikan “kepastian” malah memberikan ruang ambiguitas yang lebih liar lagi. Oleh karena itu, dimanakah kebenaran absolut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, kebenaran manusia adalah relatif karena dasar pijakan dan fondasi pemikiran manusia telah “terinfeksi” dosa sehingga tiada seorangpun dapat memberikan konsep kebenaran yang paling akurat benar, kecuali Allah dan karya Allah di dalam Yesus Kristus, satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup. Inilah tantangan hidup kita dalam era postmodern. Kita hidup di dalam “pembuangan”. Masihkah kita “hidup benar” di dalam kebenaran Kristus?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasih Kristus&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Taipei, Taiwan, ROC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-419401270760153994?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/419401270760153994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=419401270760153994&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/419401270760153994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/419401270760153994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/out-of-place.html' title='Exile'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2w8Csg02tI/AAAAAAAAAe8/00x2xhbs5z4/s72-c/edward.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-2042870907537551252</id><published>2010-02-05T07:25:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:24:27.344-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Ad Fontes</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2w5dMYjFRI/AAAAAAAAAek/5qGaLGZZajM/s1600-h/bible.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2w5dMYjFRI/AAAAAAAAAek/5qGaLGZZajM/s200/bible.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434782024032523538" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah kata reformasi yang mendorong setiap hati nurani manusia kembali kepada sumber kehidupan kekal, Back to the sources! Di dalam Filsafat Modern, Hegel mengatakan bahwa kesalahan terbesar dari manusia di dalam sejarah adalah manusia tidak mau belajar sejarah. Kenapa sejarah menjadi penting? Karena di dalam sejarah banyak kelimpahan prinsip, teladan, pengalaman, pengajaran yang baik dilakukan oleh orang-orang sebelum era kita hari ini. Di dalam kekristenan, kita dapat melihat tokoh-tokoh yang memberikan “spiritual insight” kepada kita mengenai apa itu kekristenan, apa itu doktrin, apa itu penginjilan, apa itu buah pelayanan seperti Augustine, Martin Luther, John Calvin, Jonathan Edwards. Mereka bukanlah tokoh-tokoh biasa. Mereka adalah kaum intelektual yang menjadi instrumen belas kasih dan anugerah Allah. Poin penting dalam hidup mereka adalah Scripture Alone menjadi “the guiding principle” dalam setiap karya-karya yang menakjubkan tersebut. Terlintas dalam benak saya, bagaimana hidup saya hari ini? Fakta hidup manusia membuat manusia tidak peduli terhadap sejarah, mereka lebih menyukai hidup “liar” di dalam kreativitas membuat sejarah baru melalui inovasi populer, tanpa kembali kepada “ad fontes” yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ad fontes is the work of God&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah sumber hidup manusia? Apa sumber hidup manusia? Bagaimana sumber mengisi hidup manusia? Mengapa manusia harus memiliki sumber hidup? Pertanyaan “worldview” ini seharusnya mengugah setiap kita untuk “realized” bahwa ini bukan sebuah pertanyaan tetapi ada konfirmasi bahwa Allah adalah sumber hidup manusia. Firman Allah adalah sumber hidup manusia. Karya Allah adalah sumber yang mengisi hidup manusia. Kasih anugerah Allah rela turun ke dalam dunia tuk membawa manusia yang “fallen into sin” kembali kepada Allah. Sumber hidup manusia adalah karya Allah. No offense!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Ad fontes is given to us in Christ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber hidup sejati tidak bisa dilepaskan dari Anugerah Allah. Tidak ada seorangpun dapat mengusahakan dirinya menemukan sumber hidup yang sejati dengan status “fallen into sin”. Ad fontes hanya dapat diwakili oleh Allah. Nihilisme hanya bikin ad fontes manusia semakin nihil. Sekali lagi, Manusia tidak mungkin dapat mengerti ad fontes tanpa karya Allah. Karya Allah diberikan kepada kita melalui Yesus Kristus untuk menebus dosa orang percaya dan membawa setiap orang percaya mencicipi “taste of ad fontes in Christ” yang mengerti makna hidup manusia yang sesungguhnya hanyalah di dalam Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kristus&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Taipei, Taiwan, ROC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-2042870907537551252?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/2042870907537551252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=2042870907537551252&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2042870907537551252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2042870907537551252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2010/02/ad-fontes.html' title='Ad Fontes'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/S2w5dMYjFRI/AAAAAAAAAek/5qGaLGZZajM/s72-c/bible.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8730054137068586495</id><published>2009-10-06T20:19:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:25:04.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Examine Your Worship VI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswJ6f5_odI/AAAAAAAAAec/Dbq5H8r_kR4/s1600-h/DSC02948.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswJ6f5_odI/AAAAAAAAAec/Dbq5H8r_kR4/s200/DSC02948.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389693754657448402" /&gt;&lt;/a&gt;Yesaya pasal 6 dikenal sebagai liturgi ibadah yang banyak memberkati setiap anak-anak Tuhan untuk memahami bagaimana seharusnya mereka beribadah kepada Tuhan. Jika kita melihat pada context setting dari Yesaya, Raja Uzia dikenal sebagai raja yang populer yang membangun bangsa Yehuda makmur secara ekonomi selama 40 tahun ia memerintah dan rakyat sangat menyukai kepemimpinan raja Uzia. Pertanyaannya adalah apakah Tuhan suka? Justru Uzia dimatikan oleh Allah karena moralitas dan spiritualitas bangsa tersebut menjijikan bagi Allah. Yesaya pasal pertama memuat apa yang diucapkan Allah sendiri bahwa mereka dibesarkan tapi justru memberontak (2), lupa akar karena udah makmur (3), sarat kesalahan, jahat, berlaku buruk, meninggalkan Allah, menista Allah, berpaling membelakangi Allah (4), murtad (5), sakit (6), layak dibuang seperti Sodom dan Gomora (7-9), Allah juga mengkritik pemimpin yang tidak memperhatikan pengajaran Allah apalagi menjalankannya (10), Allah tidak suka worship mereka (11-12) karena semua itu hanya penipuan (13-15) yang bikin Allah sakit hati. Inilah Firman Tuhan yang memberikan kritik kepada para worshipper yang “murtad”. Apakah ada pengharapan bagi mereka untuk berbalik kepada Tuhan? YOU MUST TO REPENT … Basuh, Bersihkan Dirimu, Berhenti lakukan hal yang jahat … Belajarlah, Usahakanlah, Kendalikanlah, Bela dan Perjuangkanlah (16-20) Sebenarnya Allah layak membuang kita seperti Sodom dan Gomora, tapi Ia memberikan jalan untuk setiap kita dapat kembali kepada-Nya hanya melalui pertobatan dari Allah melalui Kristus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Yesaya pasal 6 kita dapat belajar melihat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Allah adalah Transenden dan Imanen (2-3). Allah yang Maha Kudus dan Allah yang Maha hadir. Pengertian ini menentukan bagaimana kita berespon terhadap setiap ibadah yang kita jalani setiap hari. Jika kita sadar bahwa Allah ada disana dan Allah ada disini maka kita tidak mungkin dapat hidup dengan sembarangan karena konsep worship kita jelas tentang Allah.&lt;br /&gt;2. Manusia telah jatuh ke dalam dosa maka di hadapan Tuhan, seharusnya mereka merasa dirinya celaka dan binasa. Di hadapan Tuhan yang Kudus, manusia tidak layak dapat beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu bagaimana setiap worshippers harus sadar diri alias tahu diri kepada siapa mereka sedang beribadah atau mereka sedang melayani siapa. Bukan sembarangan bos yang dapat kita lawan karena Allah adalah Allah dan Ia tahu apa yang terbaik dalam setiap worship. Jadi seharusnya kita belajar menyadari keterbatasan diri dan posisi manusia berdosa yang membutuhkan belas kasihan Tuhan.&lt;br /&gt;3. Saat bara api disentuhkan ke bibir Yesaya, disitulah kita belajar melihat Tuhan memberikan pengampunan dosa kepada manusia agar mereka dapat dilayakkan memberikan worship kepada Allah, tetapi bukan menurut selera manusia tetapi ikut selera Tuhan. Ironisnya, banyak orang dalam ibadah masih belum bisa membedakan mana yang selera Tuhan dan yang mana selera manusia sehingga mereka perlu spiritual discerment untuk membedakan selera Tuhan dengan selera manusia melalui Firman Tuhan. &lt;br /&gt;4. Siapakah yang akan kuutus? Yesaya jawab “Ini Aku, Utus Aku”. Ibadah yang sejati mengutus kita melayani dengan hati yang gentar di hadapan Allah. Setelah kita dilayakkan Allah untuk dapat memberikan worship kepada Allah, kita diutus oleh Allah untuk doing God’s will. We are doing mission impossible but in God’s hand, everthing is possible! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Christ Alone&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Guangzhou, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8730054137068586495?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8730054137068586495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8730054137068586495&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8730054137068586495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8730054137068586495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2009/10/examine-your-worship-vi.html' title='Examine Your Worship VI'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswJ6f5_odI/AAAAAAAAAec/Dbq5H8r_kR4/s72-c/DSC02948.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-5431548111613373580</id><published>2009-10-06T20:14:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:25:43.125-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Examine Your Worship V</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswIeTBFFQI/AAAAAAAAAeU/R6J5CMAaxXE/s1600-h/DSC03009.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswIeTBFFQI/AAAAAAAAAeU/R6J5CMAaxXE/s200/DSC03009.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389692170649539842" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam Reformed Theology, Pertama, Definisi Worship harus bersumber pada Allah sebagai sumber ibadah karena manusia dapat worshipping God, bukan karena full inisiatif manusia tapi karena Allah menganugerahkannya kepada kita sehingga manusia dapat melakukan aksi ibadah kepada Tuhan, problemnya adalah sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia punya kecenderungan untuk jatuh ke dalam kesalahan dalam menginterpretasi konsep worship. Hari ini kita melihat perbedaan kualitas antara worship dari Kain dengan worship dari Habel. (Kejadian 4:1-16). Secara umum, kita mengetahui bahwa Kain memberikan worship dengan setengah hati, persembahan dia kepada Allah ditolak. Sedangkan, Habel memberikan worship dengan full hearted, persembahannya diterima oleh Allah. Pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah bukankah mereka dididik dalam keluarga yang ‘takut akan Allah’? sama-sama hidup 24 jam dan hidup dalam dididikan Adam dan Hawa, namun pikiran, ucapan, tindakan dan akibat yang menjadi respon Kain dan Habel berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa persembahan Kain ditolak oleh Allah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Kain memberikan persembahan kepada Allah dengan konsep setengah hati. Tentu saja konsep setengah hati bukanlah konsep Firman Tuhan, melainkan konsep dosa. Manusia jatuh ke dalam dosa karena self glory yang dipancing oleh Iblis melalui iklan “superman” alias jadi tuhan. Bukankah ini gambaran saudara dan saya dalam worship pribadi kita masing-masing? Seringkali kita tahu ibadah adalah sakral maka setiap konsep ibadah harus ikut konsep sakral Allah. Akan tetapi, kita suka membawa “iklan-iklan” dunia yang mampu mempengaruhi massa dengan cepat baik melalui musik sekuler maupun bahasa buku self improvement alias self help sehingga akhirnya ibadah yang sakral diterjemahkan dalam perspektif musik sekuler maupun bahasa self improvement yang populer agar banyak jiwa terjangkau mendengar Injil. Dimanakah kepekaan anak Tuhan hari ini? Banyak mereka berbicara “pokoknya hati yang paling penting”, cara apapun terserah karena Tuhan berkenan atas semua cara. Permasalahan saya menolak konsep diatas yaitu banyak orang punya hati yang baik tetapi saat caranya salah, terkadang hal tersebut justru bukan semakin membangun orang lain, melainkan dapat merusak hidup orang lain. Dalam hal ini, kita harus berdoa kepada Tuhan memohon kepekaan untuk menekuni ibadah dengan mempersembahkan persembahan yang terbaik kepada Tuhan dengan konsentrik terhadap prinsip Firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Worship Kain hanya dipahami sebagai ritual yang rutinitas. Rutinitas seringkali membuat para worshipper kurang sungguh-sungguh melayani Tuhan karena anggapan mereka telah “fasih” dalam keseharian mereka dalam pelayanan. Ketergantungan diri kepada Tuhan sudah bukan menjadi pengertian awal mereka dalam melayani Tuhan. Jika kita terjebak dalam rutinitas, kita cenderung jatuh ke dalam “ I AM SOMETHING” syndrome. Padahal, Alkitab mengajarkan bahwa YOU ARE NOT SOMETHING, YOU ARE NOTHING, BUT GOD IS EVERTHING, ALL YOU NEED IS GOD HIMSELF.Kedua, Rutinitas yang mekanis seperti mesin membuat para worshipper sudah terbiasa dengan kebiasaan melayani dengan mapan sehingga hati dan pikiran telah kehilangan daya kreatif yang reflektif alias tumpul. Hal ini tentu saja menyalakan sebuah alarm “WARNING” kepada kita bahwa jika rutinitas menumpulkan hati dan pikiran kita dalam melayani maka sebenarnya pertanyaannya adalah bagaimana seharusnya saya menghadapi rutinitas saya dalam pelayanan? Allah adalah Sang Pencipta dan kita adalah ciptaannya dan rutinitas adalah alat kita untuk melayani Tuhan. Disaat kita menjalani setiap rutinitas kita, selayaknya kita mengkaitkan setiap rutinitas kita kepada Tuhan dan memohon Tuhan memberikan anugerah untuk dapat memahami Firman Tuhan yang memimpin setiap hari manusia menjalani rutinitasnya dalam melayani. Seharusnya semakin melayani Tuhan, semakin takluk kepada apa yang Firman Tuhan ajarkan. Jadi kita mempertanggungjawabkan rutinitas kita dalam pelayanan sebagai tuan atas rutinitas yang bertanggungjawab kepada Allah, bukan budak dari rutinitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Seringkali kita terikat dengan “comfort zone” atau “menara gading” kita sehingga pelayanan kita menjadi redup karena kita tidak mampu melihat hidup lebih luas, dalam, menyeluruh dan lebih indah. Tentu saja dalam hal ini, kedinamisan dalam pelayanan menjadi penting tetapi bukan liar seperti apa yang dipahami oleh emerging church. Justru prinsip Firman Tuhan yang orthodoks harus menjadi pegangan bagaimana kita melayani dengan dinamis. Hanya kembali kepada prinsip Firman Tuhan dan penyertaan Roh Kudus memberikan sinkronisasi kepada setiap worshipper untuk melayani dengan hati yang kembali kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persembahan Habel diterima oleh Allah karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Konsep Worship Habel bukan dinyatakan dengan separuh hati tetapi totally to God. Ia memberikan semua yang terbaik buat Tuhan. Fullhearted. Habel bukan memberikan persembahan tanpa pembelajaran maupun pergumulan memberi persembahan yang terbaik. Ia belajar menemukan persembahan apa yang paling baik pada domba-dombanya. Ia tahu mana yang terbaik dan ia berikan kepada Allah yaitu lemak. Analisa lemak didapat dari mana? Ia melelahkan diri belajar mencari persembahan yang hanya dapat ia berikan kepada Allah. Bagaimana dengan saudara dan saya? Kita telah bertahun-tahun melayani Tuhan bahkan katanya reformed tapi kita seringkali menjadi orang reformed yang tidak peka bagaimana kita harus memberikan worship yang terbaik kepada Tuhan. Mari kita berusaha merenungkan sesungguh-sungguhnya makna worship kita hari ini. Dalam hal ini belajar saja gak cukup, perlu implementasi lebih konkret dalam hidup kita yaitu integritas hidup membedakan mana benar dan mana salah. Tanpa integritas hidup maka semuanya failed. &lt;br /&gt;2. learning how to be a true worshipper (gak cukup hanya mau jadi good worshipper). Prinsip Firman Tuhan harus menjadi utama dalam worship kita. Ingatlah bahwa kita adalah ciptaan Allah yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (imago dei) maka prinsip Tuhan harus di” copy n paste” dalam hidup kita sebagai worshipper. Problemnya adalah seringkali kita bukan “copy n paste” apa yang Tuhan mau tetapi kita seringkali “copy n paste” dosa. Adam Malik pernah berkata “Indonesia jago copy otoriter dari komunis, demokrasi dari negara Barat tetapi sayangnya yang Indonesia copy adalah sampahnya sehingga apa yang di “copy n paste” mempengaruhi mental Indonesia jadi mental sampah. Luar biasa! Kalo J.E Sahetappy mengatakan bahwa Indonesia mental tempe, Dawam Rahadjo mengatakan bahwa tempe itu enak hanya lunak. Menurut saya, Adam Malik lebih tajam! Apakah jangan-jangan kita adalah para worshipper yang menyembah Tuhan tetapi prinsip worship kita adalah sampah, sehingga mental kita sebagai worshipper juga mental sampah? &lt;br /&gt;3. Rela berubah sesuai Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus. Jika worship kita salah, kita harus rela berubah dan mensinkronkan diri sesuai dengan Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus karena hanya melalui Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, disitulah ada sinkronisasi prinsip Firman Tuhan.. Ikuti perintah-perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya &lt;br /&gt;4. Berani serahkan SEMUA buat Tuhan. Habel tahu yg terbaik dan Ia belajar memberikan SEMUA buat Tuhan. Ada gak keberanian itu dalam worship saudara dan saya? Kalo kita melihat orang sekuler, mereka berani memberikan semua waktunya untuk target mereka. Misalnya Jimmy Cho, seorang designer sepatu asal Malaysia yang terkenal dewasa ini, dia memakai seluruh waktunya untuk mendesign sepatu-sepatu dagangannya dari jam 7 pagi sampe jam 4 pagi, everyday. Hampir setiap hari, makanan yang dia konsumsi hanyalah mie instant! Ia berani memberikan seluruh waktunya hanya untuk kesuksesan. Alkitab mencatat bahwa popularitas bukan utama tapi hidup signifikan sesuai dengan rencana kekal Allah, itu gol kita sebagai para worshippers. Apakah saudara berani memberikan SEMUA kepada Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, dalam sebuah kongres misionaris sedunia di Inggris 200 tahun yang lalu, ada penggalangan persembahan untuk mendukung pelayanan para misionaris. Saat itu cara yang dipakai adalah para majelis memegang nampan yang besar dan jemaat yang mau mendukung dalam dana, dipersilakan menaruh amplop persembahan atau apapun yang menjadi persembahan mereka di atas nampan tersebut. Tiba-tiba ada seorang anak, berbisik kepada seorang majelis yang bawa nampan “Om, tolong saya sebentar saja. Taruh nampannya dibawah.” Pertama-tama majelis tersebut ragu dengan anak tersebut tetapi karena dipaksa oleh anak tersebut itu akhirnya majelis itu menaruh nampan di lantai. Seketika, anak itu naik ke atas nampan dan berseru sambil menangis “ Saya gak punya apa-apa yang saya bisa berikan buat merekaL, tapi saya hanya bisa serahkan diri saya kepada Tuhan”. Suasana haru langsung mewarnai kongres tersebut dan akhirnya ia menjadi misionaris besar di Afrika. Namanya Moffad. Ia rela memberikan SEMUA kepada Tuhan, bagaimana dengan saudara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Christ&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Fuzhou, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-5431548111613373580?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/5431548111613373580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=5431548111613373580&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5431548111613373580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5431548111613373580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2009/10/examine-your-worship-v.html' title='Examine Your Worship V'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswIeTBFFQI/AAAAAAAAAeU/R6J5CMAaxXE/s72-c/DSC03009.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-555071877671710248</id><published>2009-10-06T20:09:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:26:42.532-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Examine Your Worship IV</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswHPeAqlSI/AAAAAAAAAeM/HlQVUuqhfvc/s1600-h/3918654443_6db3e87d8f.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswHPeAqlSI/AAAAAAAAAeM/HlQVUuqhfvc/s200/3918654443_6db3e87d8f.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389690816390927650" /&gt;&lt;/a&gt;John Stott dalam bukunya “The Living Churches” menuliskan sebuah statement bahwa worship tidak bisa lepas dari gereja. Gereja memiliki posisi krusial dalam worship karena gereja berada dalam pusat rencana kekal Allah untuk membawa manusia kembali kepada Allah untuk memuliakan Tuhan, Kedua, Gereja memiliki misi inkarnatoris untuk masuk ke dalam realitas sosial, masuk ke dalam kultural orang lain untuk bergumul memahami kesalahpahaman mereka tentang Injil dan menyatakan Injil sebagai kebutuhan utama dalam hidup manusia. Ketiga, Gereja bukan mengerjakan misi inkarnatorisnya lalu puas dengan pertumbuhan kuantitas tetapi kedalaman Injil dalam kualitas, bukan kedangkalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, Postmodernisme telah mewarnai kehidupan dunia dalam mendefinisikan definisi kebenaran seturut dengan konteks relativisme setiap tempat sehingga definisi tidak dapat dinyatakan hanya dalam satu definisi yang absolut, melainkan definisi dari every differences sebagai kebenaran. Fenomena postmodernisme sudah merasuki bukan hanya dunia sekuler tetapi sudah merasuki kehidupan gerejawi. Jika saudara melihat gereja yang postmodern, mereka menawarkan seeker churches, emerging churches, etc. Pertanyaannya apa yang menjadi panggilan gereja bagi zamannya. Apakah gereja dipanggil untuk dikuasai oleh dunia atau justru gereja mendidik dunia dengan counter-culture. Sekilas, ciri gereja postmodern menekankan “reading the times” dengan berkompromi dengan dunia. Kedua, mereka menekankan otentik tapi bukan absolut. Ketiga, mereka mengajarkan sounding untuk respek terhadap setiap keunikan gereja-gereja dimana pun mereka berada dan bagaimana mengabarkan injil kepada outsiders dengan link memakai budaya yang lagi ngetrend untuk kemuliaan nama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka John Stott mempercayai peranan gereja sangat penting di dalam Worship. Ia memberikan 3 interior penting dalam gereja yang dapat dikatakan sebagai gereja yang hidup, menurut Kisah Para Rasul 2:42-47:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Gereja yang mau learning (42). Jika saudara melihat pelayanan Petrus, 3000 orang bertobat tetapi mereka bukan hanya bertobat dalam pengalaman mistik tetapi mereka rutin berkumpul untuk mendengar para rasul mengajar. Gereja berada dibawah Alkitab, bukan Alkitab dibawah gereja. Maka gereja tetap harus mengajarkan kebenaran Injil Tuhan sebagai kekuatan dinamit yang membakar jemaat Tuhan untuk mengerjakan pemberitaan Injil ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;2. Gereja yang mau loving (44-45). Koinonia adalah berasal dari kata koinos yaitu bersekutu. Konsep bersekutu ini ditujukan untuk ke dalam dan ke luar. Membantu orang yang kesusahan di dalam gereja maupun di luar gereja. Ini seharusnya panggilan hidup yang semestinya gereja Tuhan kerjakan dengan setia. Justru banyak orang termasuk gereja acuh tak acuh dengan persoalan sosial seperti ini sehingga gereja hanya memikirkan apa yang dibutuhkan oleh menara gading mereka. Koinonia dapat dibagi menjadi 2 macam: pertama, kemiskinan total (Markus 10:21) seperti panggilan Francis Asisi atau Mother Theresa. Kedua, kaya dengan konsep yang benar. Di dalam Kisah Para Rasul pasal 5 ayat 4, Ananias dan Safira dihukum mati karena menipu Petrus yang sekaligus menipu Roh Kudus. Padahal Ananias dan Safira diperbolehkan kok hidup kaya tetapi juga harus mengingat tanggungjawabnya untuk mengasihi saudara mereka yang miskin dan membutuhkan. Juli 2009 saya kehilangan kamera saya di perbatasan Lowu-Shenzen, saya marah karena data foto2 yang ada di kamera tersebut sangat penting buat saya. Saya sharingkan perasaan ini kepada Ev. Claudia. Ia mengatakan ya sudah, mungkin mereka lebih membutuhkan duit daripada kamu, ya sudah relakan saja! Melalui statement beliau, Saya belajar bahwa kadang gereja selama ini hanya memperhatikan menara gadingnya sehingga lupa bahwa diluar sana banyak orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan sehingga mereka memilih jalur kriminalitas untuk bertahan hidup. Ketika bencana alam Tsunami melanda Aceh, ada seorang religius yang mengatakan bahwa Allah sedang menghukum umatnya agar bertobat. Lucunya, mereka memberikan komentar, dihukum ama Allah kok ditolong oleh orang beragama seperti yayasan SuZhi Foundation dari Taiwan dan World Vision. Menurut saya, justru ini panggilan gereja untuk menyatakan “loving” dengan aksi yang real, bukan omong kosong. Dalam hal ini, gereja masih harus banyak belajar mengasihi.&lt;br /&gt;3. Gereja yang worshipping. Worship dalam gereja dibedakan menjadi dua macam yaitu formal dan informal. Keduanya semestinya berjalan secara seimbang dan disesuaikan menurut posisi masing-masing. Misalnya, setiap hari minggu kita pergi ke gereja, tetapi akhirnya kita mengambil keputusan tidak ke gereja karena kita melihat di TV ada khotbah mimbar agama kristen, ataupun kita download khotbah di internet dan kita mendengar khotbah tanpa harus pergi ke gereja. Justru Alkitab menyatakan bahwa kita harus concern dalam pertemuan-pertemuan ibadah karena ibadah bukanlah sebuah aktivitas individual saja, tetapi juga bersama saudara seiman. Ibadah formal perlu kita jalankan untuk mendidik kita menjalankan ibadah bersama rekan seiman. Kalo informal, saudara saat teduh, saudara mendengar khotbah di mp3 player dan sebagainya … itu baik, tetapi porsinya informal. Jadi informal tidak boleh menggantikan kehidupan formal. Ibadah formal tidak boleh meniadakan ibadah informal. Kedua, gereja harus seimbang dalam menekankan ibadah yang khusuk penuh khitmad dan sukacita (46). Hari ini banyak gereja timpang dalam menjalankan ibadah mereka karena mereka menilai worship dari perspektif yang berbeda. Pada dasarnya, mereka tidak lari dari poros utamanya, hanya realisasi ibadah mereka ditafsir bukan menurut pimpinan Roh Kudus tetapi menurut bakal maupun talenta yang ada pada mereka. Sukacita ditafsir seperti senangnya kita berada di dalam diskotik (rohani) maupun khusuk yang ekstreem seperti kita berada di dalam pemakaman. Harus ada keseimbangan yang tidak keluar jalur Firman Tuhan. Dalam hal ini, kita harus synchronize our self sesuai dengan apa yang Allah mau, bukan yang kita mau.&lt;br /&gt;4. Gereja yang mau evangelizing. Jika kita melihat Kristus mendidik jemaat di dalam gereja dan Kristus juga memberitakan Injil di kapal, pinggir pantai, diatas bukit, rumah, dsb. Dalam hal ini gereja juga seharusnya mengerjakan panggilan penginjilan untuk jadikan semua bangsa murid Kristus dalam pengajaran dan pelayanan yang disertai oleh pimpinan Roh Kudus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Xiamen, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-555071877671710248?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/555071877671710248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=555071877671710248&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/555071877671710248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/555071877671710248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2009/10/examine-your-worship-iv.html' title='Examine Your Worship IV'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswHPeAqlSI/AAAAAAAAAeM/HlQVUuqhfvc/s72-c/3918654443_6db3e87d8f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-1625755707882686719</id><published>2009-10-06T19:57:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:27:29.895-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Examine Your Worship III</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswE-hkshCI/AAAAAAAAAeE/8Rg7-SlhvQ4/s1600-h/DSC03063.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswE-hkshCI/AAAAAAAAAeE/8Rg7-SlhvQ4/s200/DSC03063.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389688326266324002" /&gt;&lt;/a&gt;Worship yang biblical tidak bisa lepas dari sebuah panggilan Allah yang signifikan di dalam rencana kekal Allah yang berdaulat untuk mengasihi dan melayani Allah yang telah menciptakan mereka dengan takut kepada Tuhan dan berpegang pada perintah-perintah-Nya (Pengkhotbah 12:13) bagi kemuliaan Allah, bagi generasi penerus dan bagi pengaruh masa depan lebih setia kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, worship tidak lepas dari apa yang namanya worldview (cara pandang manusia melihat dunia dengan prinsip fondasional). Worldview mempertanyakan berbagai pertanyaan basic yang penting dalam hidup kita sebagai manusia:&lt;br /&gt;a. Is there a God?&lt;br /&gt;b. who am i?&lt;br /&gt;c. why I am here?&lt;br /&gt;d. what is meaning of my life?&lt;br /&gt;e. where did we come from?&lt;br /&gt;f. what is wrong with the world?&lt;br /&gt;g. how can we fix it? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana orang kristen harus berperan dalam hal ini? Richard Neibuhr dalam bukunya “Christ and Culture” membagi ke dalam 5 relasi Kristus dan Kultur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Relasi Oposisi – melawan kebudayaan&lt;br /&gt;b. Relasi Persetujuan – memiliki hubungan dengan kebudayaan&lt;br /&gt;c. Relasi Kristus diatas Kebudayaan – dalam setiap kultur masih ada beauty of Christ&lt;br /&gt;d. Relasi Tension – ada paradoxical condition&lt;br /&gt;e. Relasi Transformasi – adanya pembaharuan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana konsep yang biblical? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab mengajarkan Relasi Menebus – ada penebusan kebudayaan. Dalam hal ini penebusan harus didasarkan diatas nama Yesus Kristus sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Raja – kita harus taat akan Kristus sebagai “the ultimate king” yang memiliki otoritas atas natural dan spiritual (1 Petrus 5:2, 1 Timotius 3).&lt;br /&gt;b. Imam – Kristus mempresentasikan dirinya sebagai persembahan yang sempurna dan kudus untuk menebus dosa manusia sekali tuk selamanya (1 Korintus 10:16, 1 Timotius 2).&lt;br /&gt;c. Nabi – Kristus adalah The Incarnate Word maka melalui-Nya, gereja menerima otoritas untuk memberitakan Injil (Roma 10:4, 1 Timotius 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di China, ada organisasi kristen Protestan (Protestant Chinese Organization) yang memberikan data dari China Christian Council bahwa 15 juta orang kristen baru dibaptis pada tahun 1980. Tetapi angka tersebut tidak akurat karena gereja bawah tanah yang tidak established justru telah membaptis lebih dari 80 juta orang kristen. Begitu juga saat Catholic Patriotic Asscociation di tahun yang sama telah membaptis 6 juta orang kristen baru. Angka tersebut juga tidak akurat karena gereja bawah tanah katolik justru telah membaptis lebih dari 21 juta orang kristen baru. Inilah kebangunan rohani di China setelah revolusi kebudayaan tahun 1960 sampe tahun 1979 kebangunan rohani dimulai. Sekarang jika kita lihat, banyak orang kristen ada di embassy-embassy luar negeri maupun para bisnisman seperti Zhang Jian, CEO Haier. Yang paling membuat saya kagum adalah Desember 2002, Beijing Forbidden City Concert Hall mementaskan konser musik Handel yaitu Messiah yang dipimpin oleh conductor lokal yaitu Su Wen Xing, beliau adalah konduktor kristen yang berusaha keras agar Messiah dapat didenggungkan di Beijing. Ini luar biasa! Saat manusia berdosa ditebus oleh Kristus, mereka menebus kultur yang salah dan membangun kultur yang benar untuk memuliakan nama Tuhan. Puji Tuhan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang kristen, Kita percaya bahwa cara pandang kekristenan haruslah berpusat kepada Alkitab sebagai Firman Tuhan yang menyatakan identitas satu-satunya Allah yang benar yang menjadi creator dan sustainer dari seluruh aspek kehidupan manusia baik sejarah, matematika, science, bahasa, logika, musik, termasuk ibadah. Seluruh aspek kehidupan manusia ada kebenaran Tuhan asal semuanya didasari dari konsep worldview yang benar. Misalnya, matematika mengajarkan bahwa kita dapat belajar melihat Allah mengatur segala sesuatunya dengan baik dan teratur sehingga tidak berkontradiksi satu dengan lainnya. Sejarah mengajarkan kita bahwa Allah hidup di dalam sejarah dan ia menyertai manusia di dalam sejarah sampai hari ini.. Bahasa mengajarkan kita bahwa Allah memberikan komunikasi agar manusia dapat berelasi dengan Allah dan sesamanya. Science justru membawa kita lebih mengenal Allah yang berkuasa mengatur segala sesuatu di alam semesta dengan makna-makna ciptaan yang limpah dengan segala maknanya. Ironisnya, sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia cenderung mempertanyakan akurasi definisi Allah yang dianggap kurang “relevan” dengan fakta-fakta zaman yang terus berubah. Misalnya, Dan Brown menulis novel “Angel and Demon” yang mengisahkan ada pertentangan antara faith dengan science, apakah benar demikian? Justru pertentangan muncul karena asumsi manusia yang telah dikuasai dosa menyebabkan hadirnya pertentangan tersebut, jadi penyebab utama karena manusia tidak kembali kepada standar Allah dalam melihat relasi tersebut. Itulah humanistic worship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Humanistic worship mendasarkan setiap konsep kedaulatannya di tangan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa sehingga semuanya dapat “berevolusi” dalam kebodohan manusia menggunakan kekreatifan dosa mereka dalam menentukan worship mereka sehingga gol mereka bukanlah melakukan apa yang Tuhan mau melainkan apa yang mereka mau yaitu popularitas, bukan signifikan dalam rencana Tuhan Allah.Saya banyak bertanya kepada para mahasiswa, setelah lulus, what is next? Mereka dengan antusias mengatakan “now it is time to get a good job and success”. Sebenarnya saya juga memikirkan hal yang sama 20 tahun yang lalu. Saya ingin menjadi seorang seniman yang populer. Tetapi saya sadar, itu bukan panggilan hidup saya. Popularitas bukanlah esensi dari panggilan hidup orang kristen. Justru, to be a man of significance, itulah gol yang Tuhan mau. Adakah kalian menyadari pentingnya to be a man of significance daripada popularitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya to be a man of signicance is to be a true worshipper! Dalam hal ini, kita harus menyadari worldview kita sebagai orang kristen yang menyembah kepada satu-satunya Allah yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. CREATION. Allah adalah Sang Pencipta dan manusia adalah ciptaan Allah yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Manusia didesign oleh Allah untuk memerintah alam semesta dan bersekutu dengan Allah (Kejadian 1:27-28, 2:15).&lt;br /&gt;b. FALL. Ironis, manusia jatuh ke dalam dosa karena iklan dosa dan keputusan bodoh manusia melakukan aksi pemberontakan kepada Allah dan mengasihi dunia dengan konsep kemandirian yang created, limited, polluted (Stephen Tong) sehingga tindakan dosa menyebabkan evil yang merusak hubungan manusia dengan Allah, sesamanya dan seluruh alam semesta. (Kejadian 3).&lt;br /&gt;c. REDEMPTION. Tidak ada pengharapan bagi manusia untuk dapat kembali kepada originalitas Allah karena seluruh konsep worship manusia telah berdosa dan inisiatif manusia tidak dapat membawa manusia kembali kepada Allah. Satu-satunya jalan yaitu kerelaan Allah turun ke dalam dunia untuk menebus dosa manusia melalui karunia penebusan Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan,kebenaran dan hidup yang membawa manusia kembali kepada Allah Bapa. (Kejadian 3:15, Lukas 19:10, Yesaya 5:17-25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana kita sebagai orang kristen hidup di dalam dunia ini? Semua hanya karena Anugerah allah yang menjadi foundation of reformed worldview dan menjadi power of reformed worship of life bagi setiap kita untuk memuliakan Tuhan dan menikmati Tuhan, hanya di dalam Kristus sebagai satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup. Tanpa Kristus, saudara dan saya tidak akan pernah dapat membuktikan apapun (Cornelius Van Til), termasuk Worship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Christ&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Guangzhou, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-1625755707882686719?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/1625755707882686719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=1625755707882686719&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1625755707882686719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1625755707882686719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2009/10/examine-your-worship-iii.html' title='Examine Your Worship III'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SswE-hkshCI/AAAAAAAAAeE/8Rg7-SlhvQ4/s72-c/DSC03063.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-414645034083561478</id><published>2009-07-27T02:20:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:28:04.663-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Examine Your Worship 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/Sm1yJj-mvqI/AAAAAAAAAb0/cm2s_k0bQQ4/s1600-h/4746_103904462224_608617224_1772412_6063682_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/Sm1yJj-mvqI/AAAAAAAAAb0/cm2s_k0bQQ4/s200/4746_103904462224_608617224_1772412_6063682_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363068239870344866" /&gt;&lt;/a&gt;Diskusi “Worship” masih terus berlanjut sehingga materi pembicaraan pun semakin meluas. Tidak sedikit para scholars tidak henti-hentinya memberikan argumentasi akademis untuk menginterpretasi tema populer yang klasik ini. Ketika saya masih studi di Reformed Institue, saya berkesempatan membaca buku dari John Macarthur tentang Worship, Pembahasan Worship dari Macarthur sungguh memberikan spiritual insight kepada saya untuk melihat betapa krusialnya ibadah yang benar di hadapan Allah dan betapa kasihannya manusia memberikan ibadah yang tidak diperkenan oleh Allah. Melalui refleksi ini, saya hendak menuangkan spiritual insight tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mempercayai bahwa worship harus dipahami oleh manusia di dalam totalitas seluruh dimensi kehidupan manusia. Kita tidak dapat mengkotak-kotakan worship hanya di dalam konteks ibadah saja, meskipun included. Pemahaman ini membekas dalam filsafat hidup saya sejak tulisan Nicholas Wolterstroff mengukir statement terbaiknya dalam perenungan pribadi saya mengenai worship yaitu presenting one life to God. Statement Wolterstroff ini kelihatannya sederhana sehingga kita terjebak dalam menganggap statement ini mudah diketahui oleh setiap orang kristen, tetapi realita justru membuktikan bahwa banyak orang kristen justru tidak mengerti dan melaksanakan sebuah aplikasi atas kesederhanaan worship tersebut. Jika demikian, apakah orang kristen dapat menganggap definisi worship dengan mudah? I don't think so. Mungkin respon yang benar adalah kita masuk ke dalam pergumulan spiritual yang kontemplatif dalam mengerti prinsip Firman Tuhan plus kenikmatan penuh sukacita menerima prinsip Firman Tuhan serta melaksanakan Firman Tuhan dengan “full confidience”. Jika demikian, bagaimana saya dapat mengerti worship yang salah dan worship yang benar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macarthur memaparkan bahwa ada empat macam konsep worship yang tidak dapat diterima Allah yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Penyembahan kepada Allah palsu. (Keluaran 34:14). Dalam Hukum Taurat Musa, Perintah 1 tertulis “Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku”. Di luar Allah, semua adalah allah-allah palsu. Bagi Tuhan, itu kekejian, kejijikan! Dalam seri khotbah saya mengenai “Sepuluh Perintah Allah”, saya mengatakan bahwa “Jika kita menyembah allah-allah lain maka kita sedang melakukan sebuah “ rebellious plan” guna melepaskan diri kita dari pengaruh Allah dan tentu saja saat kita telah menyusun “rebelious plan” tersebut maka kita telah mengambil sebuah “decission” untuk tidak mau bergantung kepada Allah sehingga kita melanggar perintah Tuhan dan melakukan pelanggaran berdasarkan “rebelious plan” yang menurut saya itu baik, yaitu melegalkan penyembahan terhadap allah-allah lain”. Dalam Surat Roma, Paulus mengajarkan bahwa manusia telah menggantikan Allah dengan allah yang fana (Roma 1:21-23) dan Allah menyerahkan mereka kepada “kecemaran” (Roma 1:24), hawa nafsu yang memalukan (Roma 1:26), pikiran yang terkutuk (Roma 1:28) dan menerima penghakiman tanpa ampun ( Roma 1:32-2:1). Mungkin terlintas di dalam benak kita untuk mempertanyakan “kenapa Allah tega menyerahkan manusia kepada kecemaran, hawa nafsu yang memalukan, pikiran terkutuk dan menerima penghakiman tanpa ampun?”. Bagaimana kita menjawabnya? Seharusnya kita balik bertanya kepada diri kita sendiri “kenapa manusia tega melawan Allah?”. Trouble maker ada disini! Manusia, engkaulah trouble makernya! Allah senantiasa memberikan edukasi kepada manusia agar mereka menyadari betapa terbatas limitasi manusia di hadapan Allah yang unlimited.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyembahan kepada Allah yang benar dalam bentuk yang salah. (Keluaran 32:7-8). Bangsa Israel telah tahu Allah Yahweh tetapi ibadah mereka bukannya kepada direct kepada Allah Yahweh, tetapi mereka justru menyembah anak lembu emas. Kenapa mereka bisa memilih anak lembu emas? Apa signifikansi anak lembu emas dalam kehidupan bangsa Israel? Mereka memiliki kepercayaan kepada Allah tetapi mereka justru masuk ke dalam bentuk kekafiran. Kenapa anak lembu emas tersebut kafir? Itu bukan konsep Firman Tuhan! Itu adalah penyembahan orang Mesir terhadap Apis atau Serapis alias dewa kesuburan bangsa Mesir. Kenapa mereka bisa menyembah Serapis? Mereka resah. Rupanya keresahan mereka menunjang perubahan paradigma mereka menyembah Yahweh dengan anak lembu emas. Bukankah hal ini terjadi dalam kehidupan gerejawi hari ini? Gereja resah karena generasi muda lebih suka MTV style. Keresahan gereja menyebabkan gereja merubah paradigma untuk “me-deformasikan” diri menjadi “budak”. Gereja menyembah Allah dalam bentuk “pop-culture” dan membentuk gaya hidup kristen yang sekuler dan instan. Pernahkah mereka merenungkan bahwa pop culture dan secularism adalah “anak lembu emas” modern? Gereja seharusnya mereformasi diri menjadi representative Allah untuk mendidik jemaat bagaimana memuliakan Allah dengan benar dan berkenan di hadapan Allah dalam bentuk yang benar yaitu menaati apa yang Firman Tuhan ajarkan. Gaya hidup sekuler dari orang kristen sangat dirasakan oleh “the drunken priest” dari dunia maya yaitu Mangucup. Ia mengatakan bahwa hari ini handphone dan komputer menjadi anak lembu “digital” kita. Semestinya kita menjadi tuan atas handphone dan komputer, ironisnya kita justru jadi budak dari handphone dan komputer sampai-sampai suami, istri, anak, jemaat, gereja dilalaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penyembahan kepada Allah yang benar tetapi dengan cara “sendiri”. (Matius 15:3). Orang Farisi mencoba menyembah Allah Yahweh dengan sistem hukum mereka sendiri. Sebagai contoh: hukum Taurat menetapkan bahwa hari Sabat harus dikuduskan, dan pada hari itu tidak ada pekerjaan yang boleh dilakukan. Orang Farisi memberikan hukum-hukum kecil atas hukum Taurat dengan definisi-definisi legalisme yang kurang signifikan. Misalnya, membawa beban di hari sabat adalah bekerja, menolong seseorang jatuh ke parit di hari sabat adalah bekerja, menolong orang sakit di hari sabat adalah bekerja. Jadi bekerja di hari Sabat adalah melawan hukum Taurat. Inilah hukum-hukum legalisme Farisi yang ada isinya ribuan tafsiran hukum yang disebut Talmud. Inilah hukum taurat yang dikecam oleh Yesus, bukan 10 Hukum Taurat. Melihat fenomenal Talmud, bagaimana dengan worship dewasa ini? Bukankah hari ini banyak orang mengatakan bahwa kami sedang worshipping God tetapi cara kita masih memakai interpretasi self-centered. Kita tidak rela mengikuti cara Tuhan. Fenomena musik hymne atau musik kontemporer dimengerti bukan sesuai dengan cara Tuhan, tetapi mereka bersitegang menurut asumsi keras mereka masing-masing. Cara sendiri tidak menyelesaikan masalah. Kita harus kembali kepada cara Tuhan melihat Worship. Setiap kali travelling ke berbagai kota, Kathedral menjadi salah satu tempat favorit saya. Semakin saya merenung ,saya semakin meyakini bahwa musik paling indah bukan dari produksi sekuler. Musik paling indah adalah musik gerejawi. Musik yang sakral dan ada pengajaran didalam lagu tersebut. Mereka mengerti musik, mengerti doktrin dibalik musik tersebut, mengajarkan doktrin melalui musik tersebut. Saya bersyukur bisa melihat Andrew Johnston, runner up dari Britain Got Talents 2008. Seorang solois gereja yang membawa musik gereja kepada penonton talent show tersebut. Meskipun saya berbeda keyakinan dengan Johnston, tetapi saya belajar melihat sebuah refleksi bahwa itulah sebenarnya tugas gereja – mengarami dunia dan menjadi terang dunia. Identitas musik gerejawi jelas dalam cara gerejawi yang tunduk kepada Firman. Itulah worship yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penyembahan kepada Allah yang benar, dengan cara yang benar, bentuk yang benar tapi dalam sikap yang tidak benar. (Maleakhi 1). Di dalam kitab Maleakhi, Allah mencela bangsa Israel karena mereka mengenal Allah Yahweh tetapi mereka meremehkan ibadah mereka dengan ucapan yang sembrono serta memberikan korban yang “kurang berkenan di hadapan Tuhan”. Korban yang sakit, timpang, cacat dipersembahkan kepada Allah. Dari bagian ini, bagaimana gereja merefleksikannya dalam konteks hari ini? Gereja harus menyadari bahwa gereja harus tahu bentuk, cara dan sikap yang benar dalam worship kepada Allah. Meskipun bentuk dan cara udah benar tetapi sikap tidak benar, Allah tetap tidak terima sikap worship mereka. Bagaimana saudara memandang worshipmu pribadi kepada Allah? Seringkali kita memberikan “excuse” kepada diri sendiri untuk melegalkan sebuah spirit “pokoknya” apa yang ada di dalam diri kita, kita berikan semuanya untuk kemuliaan Tuhan. Bukankah Tuhan melihat hati kita? Memang, Tuhan melihat hati kita tetapi setiap apa yang ada dalam worship kita juga adalah cerminan dari hati kita juga. Seringkali kita gak mau belajar untuk memberikan yang terbaik buat Tuhan, kita hanya melihat apa yang ada padaku yang terbaik, itulah yang kuberikan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah intermezzo, Hari ini saya sedang merenungkan sebuah risalah dari pemikir Indonesia yang telah dikenal naik nasional maupun internasional, Goenawan Mohamad. Dalam bukunya, Tuhan &amp; Hal-Hal yang Tak Selesai, Goenawan Mohamed menuliskan di hal 71 … di lorong yang berliku di sekitar kanal-kanal di Rosse Buurt, orang lewat setiap hari, sebagian acuh tak acuh, sebagian menatap, hampir semuanya tidak terkejut, melihat para pelacur duduk atau berdiri seperti boneka toko pakaian dengan kutang terus terang dan rok minimal … Amsterdam tak mengutuk. Mungkin kota ini tak hendak mengutuk dan mengusir mereka sejak 500 tahun yang lalu, ketika para kelasi dari pelbagai bangsa mulai datang memenuhi nafsu syahwatnya di bandar ini. Kini wilayah yang terletak tak sampai satu kilometer dari Istana Ratu itu tampak lumrah … sebuah tanda bahwa pada akhirnya dosa bukanlah urusan kantor walikota. Dari jembatan yang menyeberangi salah satu kanal disisi lama kota itu tampak sosok Oude Kerk, “Gereja Tua” seperti hantu Gothis. Dibangun abad 13, ia bukan lagi tempat ibadah, tapi ruang konser dan pameran tahunan World Press Photo- juga saksi, dengan agama maupun tanpa agama, tak dapat memusnahkan perselingkuhan dan percabulan …. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saudara merenungkan tulisan diatas? Realistis! Jika gereja tidak mengajarkan kebenaran yang benar untuk menyembah Allah yang benar, dengan bentuk yang benar, dengan cara yang benar, dengan sikap yang benar, cepat atau lambat …gereja bukan lagi tempat ibadah, tetapi tempat pertunjukan badut-badut “rohani” yang menjadi saksi kerusakan worship manusia kepada Allah. Kiranya Tuhan menolong kita semua … be a good worshipper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-414645034083561478?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/414645034083561478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=414645034083561478&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/414645034083561478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/414645034083561478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2009/07/examine-your-worship-2.html' title='Examine Your Worship 2'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/Sm1yJj-mvqI/AAAAAAAAAb0/cm2s_k0bQQ4/s72-c/4746_103904462224_608617224_1772412_6063682_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-5872052587253087564</id><published>2009-07-27T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:29:02.948-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Examine Your Worship 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/Sm1wrNELV5I/AAAAAAAAAbs/y-QsIdkkZoo/s1600-h/banner_worship.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 94px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/Sm1wrNELV5I/AAAAAAAAAbs/y-QsIdkkZoo/s200/banner_worship.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363066618811996050" /&gt;&lt;/a&gt;Tema “Worship” tidak pernah habis-habisnya dibicarakan oleh jemaat kristen baik dari gereja konservatif sampai gereja “emerging”. Seakan-akan “Worship” tidak pernah menjadi tema yang memuaskan semua orang dari berbagai denominasi, khususnya kristen. Sayangnya, perbincangan “Worship” yang kelihatan menarik itu hanyalah membicarakan sebuah permasalahan aplikatif yaitu boleh atau tidak, khususnya dalam pemakaian lagu-lagu kontemporer dan alat musik kontemporer dalam gereja. Worship bukanlah sebuah aktivitas rohani yang kita kerjakan di gereja dalam temporal waktu 1-2 jam saja. Dalam Markus 12:28-33, Tuhan Yesus memberikan perintah untuk: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan segenap akal budimu dan dengan segala kekuatanmu … Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama daripada kedua hukum ini”.Pernahkah setiap kita mengutamakan definisi dari  kebenaran ini lebih daripada urusan musik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bahasa Ibrani, istilah “Worship” memakai istilah “Shachah” artinya to bow down. Dalam bahasa Yunani, istilah “Worship” memakai istilah “'προσκυνέω- Proskuneo”. Menurut New American Standard Bible, “Proskuneo” diterjemahkan menjadi “to bow down, bow down before and bowing before” atau secara literal “to blow a kiss.” Dalam Injil Matius 28:9 “memeluk kaki-Nya” dan Markus 15:19 “sujud menyembah-Nya”, bagian ini bukan dipahami secara literal tetapi menunjukkan respon anak-anak Tuhan di hadapan Allah untuk “giving honor and respect to God” (Kejadian 19:1,Keluaran 18:7). Berbicara tentang respek, banyak kebudayaan yang menekankan “giving honor and respect” seperti orang Tiongkok dan orang Jepang. Dalam kebudayan Tiongkok dan Jepang, saat mereka menjalani hidup sesuai tradisi adalah kehormatan tertinggi bagi mereka. Jika ada tradisi asing masuk ke dalam kehidupan mereka, kewaspadaan penuh disiagakan demi kelestarian tradisi yang mereka hormati. Hari ini, bagaimana orang kristen memandang “Worship” mereka? Apakah mereka betul-betul tersungkur di hadapan Tuhan dan memberikan penghormatan dan respek kepada Allah dengan penuh kewaspadaan terhadap dunia? Atau mereka menjalankan ibadah dengan “pokoknya” beribadah kepada Allah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Keluaran 30:34, Allah berfirman kepada Musa “Ambillah wangi-wangian, yakni getah damar, kulit lokan dan getah rasamala, wangi wangian itu serta kemenyan yang tulen, masing-masing sama banyaknya. Semuanya ini haruslah kaubuat menjadi ukupan, suatu campuran rempah-rempah, seperti buatan tukang campur rempah-rempah, digarami, murni dan kudus …” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Worship adalah mengenai apa yang Tuhan mau, bukan yang manusia suka. Hari ini banyak dari kita suka datang ke gereja bukan mengutamakan apa yang Tuhan mau, tetapi mereka hanya mencari apa yang mereka mau. Ketika saya melihat mendengar sebuah kabar bahwa saat rekan pelayanan kami di beijing mau masuk ke apartemen sekretariat MRII Beijing untuk beribadah, ia melihat sekumpulan anak-anak Indonesia berada di lokasi dekat sekretariat, Saat mereka melihat apartemen kami, penilaian mereka adalah tempatnya jelek banget maka mereka pulang meninggalkan lokasi. Saat salah satu rekan kami memberitahukan hal tersebut kepada saya, ada sebuah perasaan sedih … bukan karena supaya ada yang bisa dengar khotbah yang saya sampaikan, tetapi mereka datang bukan untuk mencari Tuhan dan Kebenaran-Nya, mereka mencari fasilitas gereja yang baik untuk mereka, mereka mencari suasana ibadah yang baik buat mereka, mereka mencari program gereja yang bagus dan menarik untuk diikuti, mereka mencari kenikmatan kursi empuk dalam kebaktian. Pertanyaannya adalah apakah Tuhan berkenan atas motivasi seperti itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Worship tanpa kekudusan adalah tidak diperkenan Allah. (Keluaran 30:38).34-38) Wewangian hanya ada di ruang tabernakel karena itulah tempat kudus Tuhan. Wewangian menjadi simbol worship yang membedakan tabernakel dengan dunia. dimanakah kekudusan dalam worship kita semua hari ini? Kita terlalu santai dan longgar dalam menjalankan worship kepada Allah yang kudus. Ada yang mengatakan, Tidak ada standar mutlak yang kita tanamkan dalam Worship kita kepada Tuhan, pokoknya Tuhan lihat hati dan motivasi kita, itu cukup? Tidak! Ikut standar Tuhan maka kita baru dapat melayani dengan hati dan motivasi benar. Kekudusan Allah dimengerti oleh setiap kita di dalam confession, mengakui dosa cemar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Ibadah dimulai dari hati yang hancur dan hati penuh penyesalan di hadapan Allah. Kesadaran diri berdosa adalah seruan pembongkaran diri kita di hadapan Allah bahwa kita manusia berdosa yang datang kepada Tuhan, bukan karena manusia dapat menemukan Allah, justru Allah telah datang terlebih dahulu dan menemukan kita. Kenapa kita harus melakukan pengakuan dosa setiap kita beribadah di dalam gereja? Justru kita harus mengenal Allah dan diri kita secara seiring maka kita akan mengingat perbedaan kualitatif antara Allah dan manusia, sehingga kita belajar untuk rendah hati menyembah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Worship leader dan Musician harus memiliki roh yang sama melayani Tuhan, hikmat, pengertian, pengetahuan dan skill untuk mengerjakan pelayanan. Allah layak menerima pelayanan yang terbaik., termasuk musik. Mereka harus tahu pelayanan musik yang terbaik dan instrumen musik yang terbaik, bukan yang menurut mereka baik. Terkadang mereka menganggap mereka dapat melayani melalui apa yang mereka suka, Itu tidak cukup! Segala sesuatu memang baik tetapi apakah setiap hal yang baik dalam hidup kita adalah benar diperkenan oleh Tuhan? Kita terlalu banyak mengeraskan hati di saat Tuhan menolak apa yang kita sukai sehingga kita mengambil jalan pintas bahwa Allah khan transforming culture, jadi semua culture khan bisa dipakai untuk kemuliaan Tuhan? Itulah excuse yang selalu kita dengungkan pada saat kita sudah sampai pada jalan buntu dalam melegalitaskan kesukaan kita. Apalagi kalo kita gembar gembor mengatakan bahwa kita harus merobohkan dan membangun kembali culture. Pertanyaan saya sederhana saja, kita bangun apa? Dengan apa? Bagaimana kita membangunnya? Jangan-jangan kita banyak gembar gembor tapi sendirinya tidak tahu lagi gembar gemborin apa! Kalau musik dangdut kita mau robohkan dan bangun kembali, tapi hasilkan dangdut rohani, itu bukan merobohkan dan membangun kembali tetapi merenovasi dangdut jadi rohani. Kalo demikian, apanya yang dirobohkan? Worship leader dan Musician harus tahu jelas kenapa mereka harus melayani dengan musik gereja yang benar karena mereka adalah pelayan Tuhan yang mengerjakan apa yang diperkenan oleh Tuhan, bukan diri mereka. Jika tidak, celakalah mereka! Bukan melayani dengan apa yang mereka bisa saja, tetapi belajar menyangkal diri tuk belajar memberikan yang lebih baik kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Worship tidak dipakai untuk entertaiment ataupun bisnis. Entertaiment maupun bisnis memiliki potensi besar menjadi allah lain di dalam kehidupan kita sebagai manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Justru dalam hukum Taurat, Perintah 1 berbunyi “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”. Salah satu bagian dalam worship yang memiliki potensi menjadi allah dalam hidup kita adalah musik. Suatu hari saya mengunjungi Campus Bookstore, Taipei, Taiwan, banyak dvd-dvd rohani yang memakai “praise and worship” hanya dalam konser musik akbar, saya perhatikan satu persatu baik dari Singapore, Indonesia, Taiwan, Amerika Serikat, Australia. Inilah tersentak dengan sebuah kalimat dalam hati “inilah semangat emerging church” … mereka menekankan worship kepada Allah, itu baik tetapi mereka tidak menekankan Firman Tuhan lebih utama, itu tidak benar! Alkitab mengajarkan setiap nabi dan rasul bukan untuk “praise and worship” tetapi mengajarkan Firman Tuhan, memberitakan Firman Tuhan, mengembalakan dengan Firman Tuhan. Inilah substansi “Worship” yang sebenarnya. Kesedihan saya adalah banyak anak muda tidak rela menerima konsep substansi yang kaku ini. Mereka lebih suka “Worship” dihubungkan dengan style “spirit of sharing the Word of God” dengan pengalaman pribadi dan perasaan mereka sebagai pemuda kristen. Dalam hal ini, musik menjadi sarana mereka untuk mengekpresikan “Worship” menurut pengalaman dan emosional mereka. Ini salah kaprah! Justru Yesus mengajarkan bagaimana penyembah yang benar harus menyembah dengan Roh dan Kebenaran (Yohanes 4:23). Dalam hal ini, “Worship” harus selaras dengan “The Word of God”. Jika saudara melihat ke dalam sejarah musik gerejawi, saudara akan menemukan bahwa komponis-komponis hymnes adalah formal pastor (Charles Wesley, John Newton, Horatius Bonar, Issac Watts,etc) dan kaum awam yang memiliki “theological learning” (Fanny Crosby, Kenneth Morris, Albert Osborn,etc). Jika saudara lihat hasil komposisi musik mereka bukan untuk bisnis maupun memperoleh profit. Justru musik yang mereka hasilkan didasarkan dari Roh Tuhan yang memberitakan Firman kepada mereka sehingga mereka berespon melalui theological learning and music. Jadi, musik bukan hanya dihasilkan dari melodi melankolik dan rythmn kita tetapi bagaimana Roh Kudus memimpin  pikiran dan emosi saya memimpin saya untuk menulis komposisi musik untuk kemuliaan nama Tuhan melalui Alkitab. Puji Tuhan! Belajarlah dari sejarah maka kita akan banyak menemukan musik hymnes lebih doktrinal daripada sebagian musik kontemporer hari ini. Jadi, mau jadi musikus gereja, belajar teologi baik-baik untuk memuliakan Tuhan dengan lebih benar di hadapan Allah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kristus&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Beijing, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-5872052587253087564?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/5872052587253087564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=5872052587253087564&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5872052587253087564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5872052587253087564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2009/07/examine-your-worship-1.html' title='Examine Your Worship 1'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/Sm1wrNELV5I/AAAAAAAAAbs/y-QsIdkkZoo/s72-c/banner_worship.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-1579374581739547636</id><published>2008-11-10T08:15:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:29:50.875-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Sola Scriptura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SRhjd6NRjUI/AAAAAAAAAYQ/i6Wj6BBrFg8/s1600-h/istockphoto_331440_bible.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SRhjd6NRjUI/AAAAAAAAAYQ/i6Wj6BBrFg8/s200/istockphoto_331440_bible.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267069129702083906" /&gt;&lt;/a&gt;Detik-detik menjelang hari reformasi 2008 seharusnya membuat setiap kita kembali melakukan re-reading terhadap konsep theos maupun logos di dalam hati setiap kita. Mengapa “sola scriptura” begitu berharga? Mengapa semangat “back to the Bible” menjadi penting dalam sejarah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita menganggap “sola scriptura” berharga atau tidak, hanya demi menikmati kemauan kita sebagai ciptaan. Hasilnya, kita tidak mengerti harga sesungguhnya dari “sola scriptura”. Akibatnya, definisi “sola scriptura” sendiri telah dikaburkan oleh beragam interpretasi-interpretasi inovatif manusia berdosa sehingga mereka menganggap mereka masing-masing telah menemukan definisi yang tepat mengenai “sola scriptura”, padahal mereka melewatkan Allah dari interpretasi inovatif mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, manusia mengalami delusion. Pertama, manusia meraba-raba di dalam kegelapan hanya melalui sebuah cahaya kecil yaitu akalnya sendiri. Dalam hal ini manusia hanya melegalkan standar self centered dalam hidup beragama. Kejatuhan gereja di masa lalu adalah penyalahgunaan akal budi demi kebutuhan dana renovasi dari gereja St. Peter, gereja melegalkan penjualan surat indulgensia sebagai “the newest doctrine” yang kelihatannya religius, tetapi tidak setia kepada Allah dan kebenaran-Nya. Akibatnya, orang kaya dapat membeli surat penebusan dosa dan memperoleh “keselamatan” dengan leluasa. Sedangkan, orang miskin tidak dapat membeli surat tersebut karena keterbatasan dana mereka. Pertanyaannya adalah apakah keselamatan diberikan hanya bagi kaum ber-uang saja? Keselamatan ada di tangan siapa? Allah atau gereja? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, manusia cenderung menyesuaikan diri secara fungsional pada lingkungannya. Doktrin sola scriptura seharusnya dibawa ke dalam intinya yaitu menyingkapkan kepada kita mengenai diri kita sesungguhnya. Apakah kita bersifat spiritual atau natural? Apakah kita dilahirkan dari Allah dan hidup secara rohani atau apakah kita sedang menipu diri kita dan mati secara rohani. Hanya Firman Allah yang mampu membeda-bedakan pikiran-pikiran dan maksud-maksud dari hati. Problemnya adalah kita tidak peduli dengan hidup kita sendiri. Akibatnya hidup manusia banyak diisi bukan dengan “Sola Scriptura” tetapi interpretasi inovatif manusia mengenai “sola scriptura”. Dalam hal ini, manusia lebih suka menimbun konsep sampah ketimbang mengejar konsep yang kekal.contoh: Gereja di era perang dunia II menerima makian dari sini sana karena gereja hanya peduli kepada dirinya sendiri. Mereka menyesuaikan diri mereka ke dalam kenyamanan fisikal. Hitler telah membunuh jutaan orang Yahudi di kamp konsentrasi. Gereja bukan bersuara, justru gereja “silent”. Tidak heran, jika Emmanuel Levinas berteriak “ dimanakah suara gereja saat jutaan kaum Yahudi dibantai? “. Bagaimana dengan GRII? Calvin berkata: Dunia adalah biaraku. Justru kita harus ambil komitmen berani hidup selaras dengan prinsip Firman Tuhan dan menolak pengaruh sekuler baik di dalam gereja maupun di luar gereja. Itulah panggilan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, manusia cenderung percaya bahwa di luar Allah, semua dapat diketahui seperti lampu minyak yang punya energi sendiri. Orang non Kristen menganggap diri memiliki bukti-bukti maupun fakta-fakta logis (menurut mereka), padahal semuanya di dalam “kegelapan”. Sebagian orang anggap agama hanyalah pelengkap sehingga tidak perlu berdebat mengenai Allah dan kebenaran yang mutlak. Ini semangat satanis. Iblis tidak menyangkal Allah, tetapi Iblis menyangkal kemutlakan Allah. Justru orang Kristen harus meyakini sepenuhnya bahwa segala sesuatu “gelap” jika wahyu Allah tidak meneranginya. Tanpa terang Allah maka tiada fakta sejati. Allah adalah Sang Pencipta, Penebus dan Pewahyu. Hanya melalui Allah saja maka saya dapat menikmati Allah dan Kebenaran sejati. Itulah semangat sola scriptura yang diteriakkan oleh Martin Luther bahwa segala sesuatu harus kembali kepada otoritas Alkitab, tanpa-Nya maka manusia kehilangan fakta sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konklusi : Definisi terbaik adalah kembali kepada Allah (God centered) yang mewahyukan: Kristus sebagai wahyu yang hidup  dan Alkitab sebagai wahyu tertulis.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana saya dapat meresponi semuanya ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dick Eastman dalam bukunya No Easy Road menulis komentar seorang komunis tentang Injil demikian, “ Injil merupakan senjata untuk membaharui masyarakat yang lebih ampuh daripada pandangan Marxisme yang kami anut. Namun demikian, pada akhirnya kamilah yang akan mengalahkan kalian orang Kristen. Kami orang-orang komunis tidak bermain dengan kata. Kami adalah orang-orang yang realis dank arena kami bertekad untuk mencapai tujuan, maka kami juga tahu bagaimana menyiapkan sarana yang perlu … kami orang komunis hanya mengambil apa yang betul-betul perlu dari gaji dan upah kami. Sisanya kami berikan untuk maksud propaganda. Kami juga menggunakan waktu senggang dan separuh dari liburan kami untuk propaganda tersebut. Sebaliknya, anda hanya memberikan sedikit waktu dan hampir tidak memberikan uang guna menyebarluaskan Injil Kristus … bagaimana orang akan percaya pada nilai Injil yang sangat  tinggi itu bila anda tidak menyebarluaskannya, dan tidak mengorbankan waktu dan uang anda untuk maksud itu? Percayalah, kami yang akan menang karena kami percaya akan ajaran komunis dan rela mengorbankan segala-galanya, bahkan nyawa kami sendiri. Tetapi kalian orang Kristen takut mengotori tangan kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benak saya mengeluarkan sebuah pertanyaan: inikah fakta orang Kristen hidup di dalam dunia? Orang Kristen lebih sibuk memperkaya diri mereka dengan aksesoris mahal guna memperindah tubuh sementara yang kelak bakal kembali menjadi tanah. Anasir modernisme dengan kapitalisme serta nafsu hedonistic semakin merusak dan memporak-porandakan kehidupan orang Kristen. Sola Scriptura adalah pustaka besar bagi kita melihat otoritas Allah memimpin manusia dan zamannya menuju kebenaran sejati.problemnya: kita tidak kuat. Kita lebih memperkuat ekspresi fenomenal kita bagi Tuhan daripada diam hening menikmati didikan Tuhan serta hajaran Tuhan setiap hari dan memberitakan injil kepada orang yang belum kenal Kristus. Apakah benar statement dari Goenawan Mohamed bahwa orang beragama cenderung sibuk dengan fenomenal (desain bangunan, struktur imperium, etc) dan kehilangan waktu hening dengan Firman, apakah orang beragama sudah seculum? Sola Scriptura! Kembali kepada Firman di dalam kuasa Roh Kudus menyatakan inti pelayanan hanya di dalam nama Kristus, satu-satunya pengharapan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Xiamen, China&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-1579374581739547636?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/1579374581739547636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=1579374581739547636&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1579374581739547636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1579374581739547636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/11/sola-scriptura.html' title='Sola Scriptura'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SRhjd6NRjUI/AAAAAAAAAYQ/i6Wj6BBrFg8/s72-c/istockphoto_331440_bible.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-9182826299606351607</id><published>2008-09-09T23:12:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:30:26.222-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fashion'/><title type='text'>Batik</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SMdmDgwwc1I/AAAAAAAAARY/Yp6n4ln2PWk/s1600-h/2164.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244272501616309074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SMdmDgwwc1I/AAAAAAAAARY/Yp6n4ln2PWk/s200/2164.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kemarin merupakan hari khusus di Istana Negara karena Presiden Rebuplik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merayakan ultah-nya ke 59 tahun. Tidak sedikit, para wartawan, para pejabat, keluarga sampai rakyat Indonesia memberikan selamat kepada beliau. Seluruh ruangan dipenuhi oleh para undangan yang berpakaian khas yaitu batik. Secara pribadi, saya suka baju batik, tetapi kenapa saya suka batik? Secara ideal, Batik merupakan gambaran ekspresi saya sebagai orang Indonesia yang menjunjung tinggi kebudayaan Indonesia. Tapi, apakah benar itu ekspresi jujur saya terhadap batik? Apakah nasionalisme saya betul-betul memiliki “nyawa”? Apakah maraknya pemakaian batik tanda kebangkitan budaya Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik berasal dari kata tik yang terdapat dalam kata titik yang berarti tetes. Tentu saja, proses pembuatan kain batik dilakukan dengan tetesan lilin. Sejarah Batik diperkirakan ada sejak abad 12 Masehi dengan memakai bahan kulit mengkudu, kulit pohon tarum, kulit kayu. Tahun 1815 batik dicetak dengan stempel tembaga yang berpola batik. Dulu motif hanyalah gambar binatang atau tanaman tapi sekarang motif lebih abstrak. Pemakai batik saat itu adalah keluarga kerajaan di zaman Majapahit, akhirnya meluas dikenakan oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh batik rupanya tidak hanya melanda Indonesia tetapi juga melanda dunia. Buktinya, Adidas mengeluarkan edisi batik Indonesia pada jacket, sepatu basketball, sepatu running, etc. Belum lagi, jam tangan terkemuka di Eropa Jaeger Le Coutre mengeluarkan salah satu jam tangan bermotif Indonesia. Bahkan Tiongkok tidak mau ketinggalan, desain baju batik diperjualbelikan di Asia sehingga banyak batik-batik made in China. Apakah semuanya ini menguntungkan Indonesia? Di satu sisi, citra Indonesia mengalami kemajuan karena dunia respek terhadap salah satu karya budaya Indonesia. Di sisi lain, ada sosok-sosok tradisional yang mengalami persaingan ketat. Betapa tidak, pasar tanah abang hari ini dipenuhi batik-batik dari Tiongkok karena murah. Bagaimana nasib batik produksi dalam negeri? Hanya kualitaslah yang dapat membedakan mana yang terbaik. Maju Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangga sebagai WNI&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Jakarta, Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-9182826299606351607?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/9182826299606351607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=9182826299606351607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/9182826299606351607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/9182826299606351607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/09/batik.html' title='Batik'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SMdmDgwwc1I/AAAAAAAAARY/Yp6n4ln2PWk/s72-c/2164.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-5693805628729907253</id><published>2008-09-09T22:06:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:31:16.508-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Dimana posisi Rumah Tuhan?</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SMdWcYzIvxI/AAAAAAAAARQ/em4-3TDCy6Y/s1600-h/jakarta_lights.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5244255336789491474" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SMdWcYzIvxI/AAAAAAAAARQ/em4-3TDCy6Y/s200/jakarta_lights.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Beberapa tahun yang lalu, saya membaca sebuah artikel dari majalah dinding seminari bahwa ada gereja yang dijual bersama dengan tiga ratus jemaatnya kepada pembaca surat kabar tersebut. Saya kaget dengan iklan kecil tersebut. Jika gedung gereja dijual, saya mungkin dapat memahaminya meskipun tidak 100% setuju. Tetapi gedung dijual bersama dengan jemaatnya, ini bukan hal biasa bagi saya. Mengapa dapat terjadi demikian? Pertanyaan yang timbul dalam benak saya adalah apakah perorangan dapat menjadi pemilik gereja? Kalau dapat, berarti perorangan dapat mengkontrol gereja, pendeta, penginjil, jemaat? Jadi boss gereja donk? Bagaimana dengan posisi Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja tidak dapat dilepaskan dari tahta Tuhan. Tuhan berdaulat atas keutuhan gereja sebagai kerajaan Allah di bumi. Tidak ada seorangpun dapat memiliki kedaulatan di atas gereja karena gereja harus berakar di atas batu karang yang kokoh yaitu Kristus. Di dalam Kristus, gereja mengajarkan doktrin yang ketat, disiplin rohani yang hidup, penginjilan dinamis dan melakukan semua aktivitas kehidupan dengan takut kepada Tuhan serta hati berkobar-kobar melayani Tuhan dan memuliakan Tuhan dengan kenikmatan Ilahi dari Tuhan. Sayangnya gereja hari ini kurang peduli dengan keketatan doktrin, disiplin rohani, pemberitaan Injil maupun aktivitas kehidupan dalam masyarakat sehingga sebagian gereja mengalami kelumpuhan rohani. Manusia mulai mengambil posisi di dalam gereja untuk mengatur umat Tuhan menurut analisa sendiri, observasi sendiri sehingga semuanya demi keuntungan sendiri. Persembahan demi persembahan dari anak-anak Tuhan bukannya dipakai untuk kemuliaan Tuhan tetapi digunakan untuk investasi diri terhadap material-material yang berlebihan. Inikah gereja Tuhan? Saya betul-betul mengaminkan statement dari Pdt. Dr. Stephen Tong bahwa banyak perampok-perampok rohani berkeliaran di dalam gereja. Jika demikian, masih adakah harapan bagi gereja untuk hidup suci melayani Tuhan? Gereja adalah milik Tuhan. Gereja adalah milik umat Tuhan. Gereja bukan milik perorangan. Gereja bukan milik orang kaya. Gereja bukan milik pejabat. Gereja bukan milik selebritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara infotaiment Indonesia, Dorce membangun masjid megah di sebuah kompleks di Jakarta Selatan dengan motivasi religius; memuliakan nama Allah. Menurut saya, Dorce melakukan sebuah kebajikan bagi masyarakat supaya dekat kepada Allah, tetapi jika prinsip dan caranya salah, apakah nama Allah dipermuliakan? Dalam Alkitab, Seorang Kehat tidak boleh menyentuhkan dirinya kepada tabut Allah karena tabut Allah itu suci dan manusia itu berdosa. Prinsip menjadi penting. Posisi menjadi penting. Akhirnya karena gerobak sapi yang membawa tabut itu tersendat sehingga tabut suci itu mau jatuh. Ia memegang tabut Allah itu dengan motivasi untuk mengangkat tabut Allah itu kembali ke posisi semula. Motivasinya baik. Tapi ia juga tahu bahwa caranya dan prinsipnya salah. Akibatnya orang kehat tersebut meninggal di tempat. Dalam hal ini, saya belajar melihat bagaimana gereja harus kembali kepada prinsip Tuhan yang kudus, jika tidak, sebaik apapun motivasi kita, kita akan tetap salah karena kita sedang menekankan diri lebih daripada Tuhan. Mari kita berdoa untuk hamba-hamba Tuhan, pelayan-pelayan Tuhan, umat Tuhan agar mereka menghargai gereja sebagai tubuh Kristus, hidup sesuai standard Kristus dan memuliakan Tuhan dengan kenikmatan Ilahi dalam Kristus. Kiranya Tuhan mengampuni kita semuanya, terus melayani di gereja Tuhan dengan takut kepada Tuhan dan sukacita melayani Dia dengan prinsip yang benar dan suci. Tuhan memberkati kita semuanya …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Jakarta, Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-5693805628729907253?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/5693805628729907253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=5693805628729907253&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5693805628729907253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5693805628729907253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/09/dimana-posisi-rumah-tuhan.html' title='Dimana posisi Rumah Tuhan?'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SMdWcYzIvxI/AAAAAAAAARQ/em4-3TDCy6Y/s72-c/jakarta_lights.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-4459583043871614446</id><published>2008-09-08T20:22:00.001-07:00</published><updated>2010-02-16T07:33:03.782-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Philosophy'/><title type='text'>Persatuan; Moralitas atau Totalitas?</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SMXtHM7Ew-I/AAAAAAAAARI/NntSpjn5O4o/s1600-h/IrSoekarno.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243858049126679522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 88px; CURSOR: hand; HEIGHT: 128px" height="171" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SMXtHM7Ew-I/AAAAAAAAARI/NntSpjn5O4o/s200/IrSoekarno.jpg" width="119" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Setiap zaman akan melahirkan masalah dan aktornya tersendiri. Setiap jaman akan melahirkan semangatnya sendiri, dan akan melahirkan pahlawan-pahlawan tersendiri, yakni mereka yang akan menjadi kekuatan pelopor dalam memecahkan masalah zamannya. Di dalam hidup ada problematika yang terus membanjiri manusia dengan pertanyaan penuh teka-teki. Siapakah mereka yang dapat memecahkan masalah jaman ini? Hanya orang yang punya semangat pelopor rela berdialektika dengan zamannya dan keluar dari krisis. Pertanyaan yang muncul adalah apakah itu cukup?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Pada awal abad XX, Indonesia (Hindia Belanda) diperlakukan sebagai pengemis di tanah air sendiri karena bangsa Eropa merebut kekayaan yang seharusnya dinikmati oleh Hindia Belanda. Spirit pengemis yang semestinya tidak melekat pada diri Hindia Belanda. Justru penjajahan dan penindasan yang diterima oleh Hindia Belanda. Kenapa Eropa merebut kekayaan Hindia Belanda? Sejarah memberikan informasi bahwa Eropa mengalami krisis kekurangan bekal hidup dalam tanah airnya sendiri sehingga rakyat Eropa mencari rejeki di negeri lain sampai Hindia Belanda miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sebuah buku dari Soekarno berjudul “Islam Nasionalisme Marxisme” memberikan konklusi betapa gandrungnya Soekarno terhadap satu kosa kata yang diimpikan yaitu persatuan. Menurut Soekarno, gelombang nasionalistis, islamistis dan marxistis dapat bekerjasama menjadi satu gelombang yang maha besar dan maha kuat, seperti satu ombak taufan yang tak dapat ditahan terjangnya. Dari mana pemahaman ini? Wahyu? Tidak. Soekarno hanya meyakini diatas penilaian dirinya sehingga hasil yang diperoleh bersifat relatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;1. Nasionalisme&lt;br /&gt;menekankan satu golongan/ satu bangsa (close system). Problemnya: gampang menjadi kesombongan bangsa (sosiologis) dan ras (biologis). Keinginan hidup menjadi satu. Jadi menurut Soekarno, golongan membuka kesempatan untuk perselisihan satu sama lain. Realitanya, sampai hari ini belum pernah ada persahabatan yang kokoh. Tapi apakah tidak dapat dicapai? Soekarno percaya persahabatan dapat dicapai dengan teladan spirit of down to earth. Soekarno mengutip Gandhi, cinta pada tanah air, cinta pada semua manusia (tidak peduli golongan apapun). Cinta harus menjadi wahyu dan melaksanakan wahyu tersebut sebagai bakti. Adakah teladan spriit down to earth hari ini? Nasionalisme yang dianggap sejati oleh Soekarno bukan Barat tapi Timur. Bagi Soekarno, nasionalisme barat itu bersifat serang mnenyerang, mengejar keperluan sendiri dan peduli untung rugi. Maksudnya buang waktu banyak hanya untuk berspekulatif ria dalam apologetika mereka.Sedangkan nasionalisme timur, Soekarno angkat topi, menurutnya jikalau islam sakit, roh kemerdekaan timur sakit juga.hal ini. Sama-sama merasakan sakit, seperti satu tubuh, satu keluarga … konsep yang penuh kekeluargaan. Kenapa persatuan ini tidak dapat dinikmati nasionalisme barat? Jawabannya karena kebimbangan mereka atas kekalnya persatuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2. Islamisme&lt;br /&gt;Kaum Islam harus menanam benih keislaman kemana-mana. Kaum Islam harus mengambil teknik kemajuan Barat dan mempelajari rahasia kekuasaan Barat. Dari Turki, Mesir, Maroko, Kongo, Persia, Afganistan, India, Indonesia … gelombang tersebut masih terus menanam benih ke seluruh dunia. Islam adalah internasional. Problem dari islamisme adalah fanatic. Orang nasionalis dan marxis menuduh agam islam begitu rusak, rendah derajatnya dan hampir semuanya dibawah pemerintahan negeri Barat. Soekarno membela, itu bukan problem islamnya. Problem terletak pada budi pekerti pemeluknya yang rusak. Islamisme harus dapat mengerti aliran jaman. Persatuan dapat diperoleh dengan menjalankan perintah-perintah agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;3. Marxisme&lt;br /&gt;Karl Marx menjadi maha guru yang berkuasa menyatukan buruh dari seluruh negeri. Konsep dialek materialisme bahwa harga barang ditentukan oleh banyak kerja untuk bikin barang tersebut sehingga hasil pekerjaan kaum buruh lebih berharga daripada upah yang mereka terima. Komunis di Rusia ada orang-orang di distrik Samara makan daging anak-anaknya sendiri oleh karena laparnya. Dulu anti agama, anti kaum kebangsaan sekarang berubah justru ada persahabatan, contoh Tiongkok. Soekarno mengatakan bahwa teori Marx dan Engels harus dirubah kalau zaman itu berubah. Musuh marxisme adalah gereja. Memakai agama buat cari duit, membela keperluan atasan, menjalankan politik. Marxisme lebih dekat pada islam daripada Kristen. Islam dianggap agama tidak merdeka, kaum yang dibawah, sedangkan orang Kristen agama bebas dan agama kaum yang diatas.tapi kelemahan marxis yang kolot teori dan kuno taktiknya dapat menyebabkan diri mereka ingkar akan persatuan maka mereka dapat menjadi racun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bagaimana respon kita sebagai orang kristen?&lt;br /&gt;a. Soekarno mengajak kita harus dapat menerima tetapi harus bisa memberi. Persatuan tidak dapat terjadi kalau tidak mau memberi diri tuk bersatu. Menurut saya, Soekarno memiliki konsep moralitas yang cukup mendarat bagi bangsa Indonesia tetapi konsep menerima dan memberi tidak bisa hanya dianggap sebuah aktivitas tanpa dasar. Jika dasar memberi maupun menerima hanya diatas dasar kefanaan maka semuaya hanyalah aktivitas humanis yang dapat kembali menghancurkan masa depan manusia. Soekarno mengerti poin ini hanya dapat didasarkan melalui keinsyafan kepada Tuhan Yang Maha Esa tetapi bukan pertobatan melalui karya penebusan Yesus Kristus sebagai satu-satunya Allah yang rela turun ke dalam dunia menebus dosa kaum-Nya. Dalam hal ini Soekarno tidak menekankan konsep Allah sejati didalam persatuan humanis maupun kekal. Persatuan hanya dapat diperoleh oleh mereka yang mengasihi Allah yang benar dan mengasihi sesamanya dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;b. Teologi Reformed justru mendasarkan semuanya diatas dasar Allah sebagai Sumber Kedaulatan Sejati yang Mutlak. Tidak ada satupun observasi manusia yang dapat melarikan diri dari Kebenaran Mutlak Allah. Soekarno seorang religius tetapi ia tidak mendasari seluruh prinsip-prinsipnya di atas dasar yang sejati. Soekarno hanya mendasarkan seluruh pemikirannya dari observasi dirinya terhadap gelombang-gelombang besar yang mempengaruhi peradaban hidup manusia. Dalam hal ini, hal praktis yang dapat kita pelajari bahwa tidak semua orang religius adalah orang berhikmat sejati/ orang benar. Banyak orang memakai topeng agama untuk bertahan hidup padahal mereka telah menghanyutkan kebenaran ke dalam dasar laut kebenaran relatif. Akibatnya manusia tidak dapat melihat kebenaran mutlak karena mereka telah dibutakan oleh dirinya sendiri yang telah jatuh ke dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Konsep persatuan Soekarno apakah alkitabiah atau tidak? Ketiga gelombang di atas bukanlah kebenaran mutlak. Semuanya hanyalah produksi manusia yang akarnya berbeda dan semuanya hanyalah dasar-dasar yang diperoleh melalui analisa kritis manusia berdosa yang lemah dan cenderung tidak akurat. Konsep persatuan tidak dapat dibicarakan oleh manusia karena manusia bertentangan satu dengan lainnya. Konsep persatuan harus dibicarakan di dalam satu-satunya konteks yang paling hakiki yaitu Persatuan di dalam Allah. Hanya Allah yang dapat menyatukan manusia dan memberikan definisi paling jelas dan akurat mengenai persatuan itu sendiri. Persatuan hanya dapat dilakukan oleh Allah, menurut standard Allah dan sesuai dengan rencana kekal Allah. Pertanyaannya siapakah yang dapat menyatukan manusia dengan Allah? Allah sendiri. Allah yang mana? Hanya Allah yang rela inkarnasi menjadi manusia yaitu Yesus Kristus. Konsep Inkarnasi hanya ada di dalam kekristenan. Jadi segala sesuatu harus dilihat dari perspektif Kristus sebagai Allah yang rela inkarnasi turun ke dalam dunia untuk menyatukan hubungan Allah-manusia di dalam ketetapan-Nya yang kekal.Kalau demikian, konsep persatuan Soekarno akankah terjadi? Menurut hemat saya, tanpa konsep Kristologis sebagai dasar mutlak, maka tidak mungkin ada apa yang namanya persatuan dan kesatuan yang kekal maupun humanis sejati. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Daniel Santoso&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jakarta, Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-4459583043871614446?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/4459583043871614446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=4459583043871614446&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4459583043871614446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/4459583043871614446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/09/persatuan-moralitas-atau-totalitas.html' title='Persatuan; Moralitas atau Totalitas?'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SMXtHM7Ew-I/AAAAAAAAARI/NntSpjn5O4o/s72-c/IrSoekarno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-2366161172864752947</id><published>2008-06-21T09:42:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:36:29.728-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>The Lack of Self Help</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/SF0xn7xOVyI/AAAAAAAAARA/JiDPRyVqbuQ/s1600-h/5466.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214378505693714210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/SF0xn7xOVyI/AAAAAAAAARA/JiDPRyVqbuQ/s200/5466.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Pada mulanya Allah berfirman “ jadilah terang maka terang itu jadi “. Itulah Theology yang menyatakan konsep Theos ( God ) dan Logos ( Truth ) sebagai satu-satunya source of all creation, all definition, all application maka ciptaan Tuhan pasti memancarkan definisi Tuhan dan aplikasi Tuhan. Demikian juga dengan manusia. Problem terbesar muncul pada diri manusia disaat manusia jatuh ke dalam dosa ( fallen into sin ), sehingga manusia mengalami kerusakan total dalam membaca definisi Tuhan dan aplikasi Tuhan atas seluruh ciptaan-Nya termasuk dirinya sendiri. Oleh karena itu manusia membutuhkan “ SPECIAL REVELATION “ tuk membaca fenomena ciptaan Allah termasuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Special Revelation hanya berada dalam Firman yang menjadi daging yaitu Yesus Kristus dan Alkitab sebagai Firman Tuhan yang menyatakan poin Alpha dan Omega sejarah manusia yang berada di tangan Allah. Maka Gereja berdiri sebagai “ radical community “ yang berbeda dengan dunia membaca segala sesuatu selaras dengan prinsip pengajaran Yesus Kristus untuk memuliakan Tuhan dan menikmati Tuhan dengan memberitakan Injil, melaksanakan kehendak Tuhan serta membedakan mana yang benar dan mana yang salah dari perspektif Allah.Maka segala sesuatu harus diinterpretasi dari konsep Allah sendiri. Rela gak kita ?&lt;br /&gt;Goal dari setiap penerima Firman adalah hati yang tunduk kepada Allah. Di dalam kitab Amsal dikatakan “ takut akan Tuhan adalah permulaan dari pengetahuan “. Dimanakah orang kristen yang takut pada Tuhan hari ini ? kita semestinya gentar terhadap setiap Firman Tuhan karena Firman itu hidup dan aktif. Permasalahan yang muncul dari kita hanya mendapatkan jawaban yang paling akurat melalui bercermin di hadapan Firman ( Alkitab ). Sudahkah kau baca Alkitabmu hari ini ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Membaca Alkitab bukan sebuah aktivitas yang legalistic tetapi justru harus memohon Roh Kudus bekerja dalam diri kita untuk menemukan kelemahan diri kita serta kelimpahan Firman yang memberikan “ new life “ dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi manusia cenderung lebih menyukai kekreatifan dirinya untuk melakukan research maupun analisa kritis terhadap ciptaan Allah tanpa perspektif Allah sehingga mereka menamakan diri mereka sebagai kaum pecinta bijaksana ( philosopher ). Filsafat bukanlah wahyu umum. Filsafat hanyalah reaksi manusia dalam mencari kebijaksanaan baik melalui rasio, pengalaman, emosi maupun komunitas yang didasarkan pada selera manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Mereka mencari kebijaksanaan untuk kepentingan diri sendiri dan kepentingan others dengan jalan “ self – observation “.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dale Carnegie, penulis buku self help pertama tahun 1936 yang menjadi best seller yaitu “ how to win friends and influence people “ telah menjadi raja etika kepribadian hari ini. Awalnya buku itu ditujukan pada “ sales “, akan tetapi pengaruhnya besar ke berbagai bidang sehingga self help menjadi marak hari ini untuk semua kalangan. Oleh karena itu tidak heran, Martin Luther Kings menolak konsep self-help tetapi menekankan social-help sebagai imago Dei.&lt;br /&gt;Semua theory maupun analisa manusia apakah 100 % salah ? tidak, tetapi bukan berarti 100 % persen mutlak benar ! maka analisa self observation hanyalah alat bantu yang boleh ada boleh tidak ada tetapi semuanya harus diadili dalam perspektif kebenaran Allah sejati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso, Taipei&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-2366161172864752947?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/2366161172864752947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=2366161172864752947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2366161172864752947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2366161172864752947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/06/theology-and-humanistic-self-help.html' title='The Lack of Self Help'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/SF0xn7xOVyI/AAAAAAAAARA/JiDPRyVqbuQ/s72-c/5466.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-5636593057749498377</id><published>2008-06-21T09:35:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:37:22.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fashion'/><title type='text'>Reflection on Yves Saint Laurent 1936-2008</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/SF0usO-xqsI/AAAAAAAAAQw/NX6pYRcdies/s1600-h/ysl1sm.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5214375281035422402" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/SF0usO-xqsI/AAAAAAAAAQw/NX6pYRcdies/s200/ysl1sm.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt; Perjalanan dari Guangzhou-Hongkong-Taipei Dua hari yang lalu, Dunia fashion kehilangan seorang tokoh designer legendaris yang penuh inovasi di dalam mengikuti “ the evolution of women – ( fashion vocabulary ) “. Tidak heran jika South China Morning Post memberikan judul besar di kolom International halaman A9 “ YSL : The High Priest of High Fashion “. Julukan sakral itu diberikan oleh pengagum karya YSL dikarenakan dia menjadi orang pertama yang mmembawa perempuan tuk pakai celana,pakai tuxedo, baju maskulin, African style yang memberikan new inspiration kepada designer-designer lainnya. Mengagumkan. YSL lahir di Oran, Algeria – August 1, 1936 ( dahulu termasuk French territory ). Seorang pemalu, lonely child, homosexuality yang mati karena tumor otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Christian Lacroix memberikan tanggapan terhadap YSL bahwa YSL memiliki keunikan yang berbeda dengan designer besar lainnya. “ Chanel, Schiaparelli, Balenciaga and Dior all did extraordinary things. But they worked within a particular style. YSL is much more versatile, like a combination of all of them “. Dalam hal ini saya setuju dengan pendapat Lacroix. Di dalam pengamatan terbatas saya sebagai seorang awam, YSL memberikan inovasi yang “ simplicity “ plus “ versatility “ ( tentu saja secara humanis ).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Estetika YSL tentu saja termasuk seni, pertanyaannya bagaimana kita melihat seni hari ini ? Jika Plato melihat seni sebagai mimesis mimeseos ( tiruan atas tiruan ) dimana yang asali adalah dunia ide dan seni adalah tiruan atas dunia alamiah dan dunia manusia. Nietzche, Freud lebih menyukai definisi seni sebagai pemuasan atas hasrat jiwa. Nietzche mendasarkan definisi seni di dalam dua kecenderungan jiwa yaitu Apollonian ( dewa mimpi ) dan Dionysian ( dewa mabuk anggur ) yang akhirnya dapat disimpulkan bahwa seni adalah luapan hasrat jiwa manusia sebagai sebuah tiruan. Jadi seniman menukik ke kedalaman kemabukan Dionysian dan peniadaan diri dan terpisah dari kebanyakan orang yang menikmati seni dan kemudian melalui inspirasi impian Apollonian, keadaannya sendiri yaitu kesatuannya dengan dasar alam semesta ini, diwahyukan kepadanya dalam suatu gambaran impian simbolis. Sebagai seorang awam, saya melihat ekspresi kemabukan Dionysian para desainer juga muncul di permukaan bumi ini, salah satunya adalah Jean Paul Gaultier. Estetika Gaultier bukan sebuah tata harmoni dalam size, harmonisasi maupun keseimbangan yang normal melainkan tetapi justru penindasan keseimbangan harmonisasi. Kenapa demikian ? Christopher Caudwell, seorang pengagum Marxis mengatakan bahwa “ dream “ adalah asosiasi bebas, personal maka goalnya adalah hanyut ke dalam imajinasi sampai kesadaran akan ke-aku-an kita lenyap, seperti kita sedang bermimpi ( physiological introversion ). Kedua, Caudwell mengatakan bahwa seni adalah hubungan dialektis antara pengalaman personal dan dunia sosial yang membangkitkan self socialization. Ketiga, semua seni bersifat subyektif, emosional dan berkaitan dengan insting-insting ( alias liar ).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jika kita kembali kepada Reformed Theology, seni adalah bagian dari kebudayaan ( culture ) yang merupakan reaksi manusia terhadap wahyu umum ( God’s creation ). Celakanya, kejatuhan manusia ke dalam dosa merusak setiap reaksi-reaksi sakral manusia terhadap wahyu umum Allah sehingga manusia banyak menghasilkan seni yang bidat – menyenangkan imajinasi dan idenya tuk menciptakan “ new revelation “ dalam dunianya ( kayak orang autism ) daripada kembali kepada “ God’s revelation “ yang memaparkan prinsip-prinsip manusia berespon kepada Tuhan diatas wahyu umum yang mereka nikmati ( rela dikakukan dalam prinsip Firman Allah. Manusia mengandalkan kekreatifan reason maupun emosional guna menciptakan “ new freedom “ dalam semua bidang termasuk seni. Oleh karena itu “ secularism “ menjadi popular daripada “ all things is sacred “. Mengapa popular ? karena manusia tidak netral. Manusia telah jatuh ke dalam dosa dan menikmati ketidak netralnya sebuah hasil kreasi entah milik penguasa, seniman atau siapa saja karena minimal manusia memiliki kepentingannya sendiri, entah ekonomis ataupun politis. All things sacred mengajak setiap kita untuk kembali menghargai kesakralan Tuhan di dalam setiap bidang yang kita geluti termasuk seni. Secara humanis, YSL menghasilkan kreasi design pakaian perempuan yang spektakuler dengan keanggunan yang ditawarkan tetapi itu bukanlah keindahan itu sendiri melainkan reaksi manusia bersosialisasi terhadap wanita dan bentuk tubuh sebagai ciptaan Tuhan sehingga menghasilan sebuah design pakaian wanita. Sayangnya, dirinya gagal di dalam menilai identitas manusia sebenarnya sebagai imago Dei. Begitu juga design Gaultier yang liar serta kacau di dalam kebebasan kreasinya. Saya percaya Gaultier belum mengamenkan identitas dirinya yang sebenarnya di hadapan Tuhan. Maka reaksi bisa “ standard humanis “ juga bisa “ liar “ akan tetapi di hadapan Tuhan, semuanya gagal karena tujuan hidup manusia tidak tercapai disana yaitu memuliakan Tuhan dan menikmati Dia. Pertanyaannya, masih adakah desainer-desainer hari ini yang mati-matian bekerja buat Tuhan, melalui setiap kreasinya merupakan reaksi yang jujur atas wahyu umum Tuhan melalui interpretasi yang akurat di dalam wahyu khusus Tuhan yaitu di dalam Kristus, Firman Kudus-Nya ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Taipei, Taiwan, ROC&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-5636593057749498377?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/5636593057749498377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=5636593057749498377&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5636593057749498377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5636593057749498377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/06/reflection-on-yves-saint-laurent-1936.html' title='Reflection on Yves Saint Laurent 1936-2008'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/SF0usO-xqsI/AAAAAAAAAQw/NX6pYRcdies/s72-c/ysl1sm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-7931689008946073416</id><published>2008-05-22T21:46:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:38:24.084-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>is your God big enough ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/SDZSnsnV0BI/AAAAAAAAAQg/jDgCMjbRVsI/s1600-h/JesusChristSermonOnTheMount.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203437261417730066" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/SDZSnsnV0BI/AAAAAAAAAQg/jDgCMjbRVsI/s200/JesusChristSermonOnTheMount.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Hari ini banyak orang kristen kehilangan “ kekakuan “ terhadap doktrin dan pengajaran karena mereka mengalami pergumulan “ problematic “ antara doktrin dengan realita kehidupan manusia dan dunia yang seakan-akan berkontradiksi alias saling bertentangan. Hans Kung di dalam bukunya “ Why I am still a Christian ? “ memberikan beberapa kesulitan mengenai idea of God :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;a. Idea of God as The Creator of Heaven and Earth &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Jika kita melihat science, tema “ creation “ diisi bukan dengan kehadiran Allah tetapi diisi dengan “ human observation “ sehingga lahir konsep big bang atau gap theory. Tentu saja “ human observation “ lebih masuk akal karena konsep itu dibikin menurut “ selera “ manusia, bukan kemauan Tuhan. Justru “ selera “ Tuhan diberikan hanya melalui Alkitab – kesaksian iman yang menyatakan Allah adalah the origin of everthing and everbody.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;b. Idea of God as the One who guides history&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;How are we to understand this ? seringkali kita sebagai orang kristen mengetahui bahwa Allah adalah Allah sejarah tetapi seringkali pertanyaan kita muncul meragukan “ kalo Tuhan ada, kok Tuhan mengizinkan banyaknya agama, cara pandang, relativisme yang bikin bingung ? “. Kebanyakan orang jatuh ke dalam selera “ human beings “ khususnya suara masyarakat ( voice of society ) yang menjadi legitimate karena rating tinggi. Kemarin saya membeli buku no.1 new York times bestseller dari Christopher Hitchens “ god is not GREAT “. Menurut Hitchens, sejarah manusia sudah dirusak oleh agama-agama. Religion poisons everthing ! agama bukan menciptakan perdamaian tapi kebingungan. Coba liat, Yesus lahir di rahim seorang perawan namanya Maria oleh pekerjaan Roh Kudus. Bagi Hitchens, ini gak original karena legenda Greek, Perseus juga lahir dari perawan bernama Damae oleh God Jupiter. Anak perempuan Raja Mongol yang bertemu dengan cahaya dan melahirkan Genghis Khan, Krishna yang lahir dari perawan Maia, Romulus yang lahir dari perawan Rerea Slyvia. Hitcheens juga menilai bahwa agama membawa sejarah kepada hal yang buruk. Misalnya dalam old testament, Tuhan no 1 ( dari suara, mimpi, astrologi ) sedangkan istri, harta, binatang secondary. Itu tidak mengajarkan konsep solidaritas, compassion to others. Bagi Hitcheen, ini contoh “ failed society “. Coba liat dalam perumpamaan Yesus – dikatakan orang yahudi dirampok, imam cuek, lewi cuek, samaria menolong – tapi mental bos, kasi duit lalu dia pergi. Jelas, Hitcheen menafsir semuanya ini bukan dengan “ exegesis “ tapi “ self observation “ maka tentu saja pemaparan dia didasarkan dengan “ seleranya “, bukan “ selera Tuhan “.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Jika kita kembali kepada Alkitab maka kita menemukan kembali Allah sebagai Allah atas sejarah baik dalam makna “ beginning until the end of everthing “ dalam dunia termasuk dalam seluruh proses sejarah dunia. Justru “ selera Tuhan “ mengajak kita bukan untuk hanya menerima “ good situation “ saja tetapi dituntut belajar bagaimana “ struggling “ di dalam dunia yang menawarkan “ relativism “ maupun “ bad situation “ dan belajar menerapkan iman kepercayaan di dalam Kristus untuk “ transforming “ dunia di dalam kuasa pelayanan oleh Roh Kudus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;c. Idea of God as The Perfecter of the world and human beings&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Tidak sedikit orang Barat tidak dapat menerima realita ini karena sejarah hidup manusia begitu “ complicated “ dan bukan sesuatu yang mudah untuk dapat segampang membalik tangan di dalam melihat teladan Allah sebagai teladan yang sempurna. Tidak sedikit orang kristen yang “ murtad “ seperti : Karl Marx melihat Allah = God of rulers ( banyak hukumnya – kaku dan kejam ), Nietzche melihat Allah = God of pitiable weakling ( lemah, kasihan ), Sigmund Freud melihat Allah = A Tryranical Super Ego ( memaksakan super ego sendiri ). Kenapa bisa demikian ? Marx hanya melihat “ Old Testament = nightmare “. Nietzche melihat New Testament = super weakman, Freud melihat Old Testament = sombong. Kejatuhan mereka karena membaca Alkitab secara “ fragmented “ sehingga kesempitan logika mereka hendak memberikan “ judgement “ kepada Tuhan yang melampaui logika mereka. Ini tindakan kurang ajar ! Go out, you unholy spirit ! Pandanglah pada Yesus maka mereka akan tahu bahwa judgement mereka terlalu “ bodoh “. Ini gambaran kita juga. Jangan anggap otakmu encer lalu bisa judge Allah seenaknya ! Berdoalah minta Roh Kudus bekerja di dalam kita untuk melihat pekerjaan Tuhan yang memerdekan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kowloon, Hongkong&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-7931689008946073416?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/7931689008946073416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=7931689008946073416&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/7931689008946073416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/7931689008946073416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/05/is-your-god-big-enough.html' title='is your God big enough ?'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/SDZSnsnV0BI/AAAAAAAAAQg/jDgCMjbRVsI/s72-c/JesusChristSermonOnTheMount.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-2180408013896420447</id><published>2008-05-21T09:50:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:40:18.615-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemporary Issues'/><title type='text'>May 12 Memorial Day</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/SDRZ6XwNKII/AAAAAAAAAQQ/SoPBTJN6hFA/s1600-h/11345-1521584074_o.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/SDRZ6XwNKII/AAAAAAAAAQQ/SoPBTJN6hFA/s200/11345-1521584074_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202882328863254658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;12 Mei 2008, gempa bumi Shichuan berkekuatan 7,9 skala richter di Wenchuan, Sichuan yang telah menewaskan 15.000 orang lebih merupakan tragedy terbesar dialami china after tahun 1976 yaitu gempa bumi Thangsan yang menewaskan 242.000 orang. Pemerintah RRC mengelar tiga hari belasungkawa tuk mengenang korban gempa Sichuan. Tidak sedikit, orang china maupun overseas yang menyatakan belasungkawanya baik melalui memasang bendera setengah tiang, memasang lilin di malam hari bahkan membaca puisi-puisi penghiburan terhadap keluarga korban. Sebagai seorang foreigner yang “ numpang “ tinggal di China, saya cukup terbawa untuk hanyut ke dalam kesedihan bangsa komunis ini, betapa tidak, setiap hari kuikuti perkembangan upaya militer menyelamatkan jiwa-jiwa disana, hasilnya hampir nihil karena hampir semuanya ditemukan dalam keadaan mengenaskan dan mati. Saya cukup respek ( sebatas kagum ) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terhadap kepedulian sosial Yayasan Tzu Chi dari Taiwan yang always cepat tanggap dalam memerankan dirinya sebagai tim luar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;negeri menolong korban. Di dalam dunia artis, Leehom Wang mewakili World Vision Taiwan menghimbau muda-mudi untuk mengambil bagian dalam menggalang dana sosial untuk korban gempa disana. Mengapa mereka melakukan semua ini ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Semua karena diri mereka belajar mengasihi others. Kenapa demikian ? karena mereka sama-sama manusia, bisa merasakan atau meraba-raba bagaimana hidup di dalam kesulitan, kepedihan, kesakitan maupun ketakutan apalagi kurangnya kebutuhan sandang, pangan, papan. Akan tetapi apakah kasih mereka kepada others adalah the best goal dari kehidupan manusia ? Di dalam Reformed Theology, kita harus belajar mengasihi Allah dengan benar maka kita dapat mengasihi others dengan benar juga. Akan tetapi kesulitan manusia hari ini adalah melihat bencana alam yang merenggut ribuan nyawa manusia termasuk anak-anak kecil yang masih ingusan. Bagaimana orang kristen menanggapi hal ini ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Di dalam CNN Weekend, Larry King mengangkat sebuah topic marak “ September 11 ; Where was God ? “, diajukan kepada beberapa tokoh-tokoh agama dan spiritualitas. Salah satunya adalah John Macarthur, senior pastor dari Grace Community Church, Sun Valley, yang kembali kepada kemutlakan Alkitab sebagai Firman Tuhan yang memaparkan kedaulatan Allah yang sesuai dengan rencana kekal-Nya dan Macarthur menanyakan “ jika kita bertanya “ why didn’t God stop that “ maka sebenarnya kita memiliki “ a huge question “. Maksudnya “ Is God going to stop all dying ?”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam Lukas 13:3, mereka bertanya kepada Yesus “ apakah 18 orang yang tertimpa menara dekat Siloam lebih “ parah “ daripada orang lain yang diam di Yerusalem ? “. Yesus justru menjawab “ you better repent or you will likewise perish “. Yesus sendiri yang mengatakan sendiri bahwa “ repentance is the key to life and salvation “. Bagaimana kita bercermin melihat korban ? Seharusnya kita dapat melihat kerusakan total kehidupan kita sebagai manusia yang “ fallen into sin “ dan mengalami “ total depravity “ sehingga kita masih hidup karena belas kasihan Tuhan diberikan “ more longer “ untuk menikmati anugerah Tuhan, menikmati hidup tetapi setelah kematian, setiap kita harus mempersiapkan diri bahwa kita tidak bisa melarikan diri dari maut karena itulah upah dosa. Siapakah yang dapat memberikan pengharapan kepada manusia after death. Kembali kepada otoritas Alkitab, Kristus satu-satunya pengharapan kita, Allah yang rela inkarnasi menjadi manusia tanpa dosa, rela mati menebus dosa saudara dan saya maka pertobatan harus diatas nama Kristus karena dialah satu-satunya jaminan keselamatan yang memberikan pertobatan sejati kepada kita. Oleh karena Allah mengasihi kita maka selayaknyalah kita belajar mengasihi Allah dan mengasihi sesama kita seperti Allah mengasihi mereka juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;Hanya kembali kepada Allah di dalam Alkitab ( bukan humanis) yang menyatakan identitas Allah sebagai “ The Creator and Sustainer of Universe “ , Ia berdaulat atas semuanya … Ia yang berinkarnasi dalam Yesus Kristus, turun ke dalam dunia, mati diatas kayu salib untuk menebus dosa manusia agar manusia dapat diselamatkan dan menikmati surgawi. Bagaimana dengan korban gempa bumi di Sichuan bagi kita semua ? John Macarthur memberikan sebuah inspirasi kepada setiap kita untuk melihat kematian mereka sebagai “ a wake up call for us to prepare for that “. So guys, are you ready ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;Daniel Santoso&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;Beijing. China&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" face="arial" style="margin-left: 0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/SDRVQHwNKDI/AAAAAAAAAPo/ZrerAXFCwVc/s1600-h/11345-1521584074_o.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-2180408013896420447?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/2180408013896420447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=2180408013896420447&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2180408013896420447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2180408013896420447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/05/may-12-where-was-god.html' title='May 12 Memorial Day'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/SDRZ6XwNKII/AAAAAAAAAQQ/SoPBTJN6hFA/s72-c/11345-1521584074_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8016553661227461770</id><published>2008-05-17T07:52:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:41:08.460-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemporary Issues'/><title type='text'>All that's left ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/SC7znnwNKCI/AAAAAAAAAPg/miQU-Z3TS6o/s1600-h/13_67_051508_Li_Yi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 218px; height: 163px;" src="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/SC7znnwNKCI/AAAAAAAAAPg/miQU-Z3TS6o/s320/13_67_051508_Li_Yi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201362481671120930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Di atas pesawat Air China, saya membaca Koran “ The Straits Times “ yang memberikan saya bahan perenungan pada hari ini yaitu Sichuan Quake. Lempengan bumi yang bergerak menyebabkan beberapa kota di Sichuan lumpuh, 250.000 luka-luka, 28.881 orang meninggal dunia. Puluhan ribuan orang hilang. Benar-benar gempa yang dasyhat ! hari ini hari kelima dan masih banyak korban baru yang ditemukan. Belum lagi, saya melihat berita mengenai Li Yi, seorang anak perempuan cantik dari Mioba, Beichuan county, berumur 10 tahun yang kaki kanannya diamputasi petugas medis di tempat ia ditemukan guna menyelamatkan jiwanya. Foto Li Yi dengan ekspresi kesakitan, desperate, kecewa, sedih membuat saya mulai kembali merenungkan hidup yang mengalami keterhilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam kitab Ayub 1:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;20-22, Ayub memberikan proklamasi doctrinal yang absolute tentang Allah di dalam kondisi hidupnya yang “ complicated “.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst"  style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;font-family:verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Tuhan memberi, Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; mengambil. Disini saya belajar melihat kesementaraan yang ada dalam diri saya baik termasuk keluarga, harta, perjuangan kita karena semua milik Allah. Hidup manusia adalah milik Allah maka manusia tidak memiliki hak mutlak untuk complain kepada Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seringkali kita tidak menyukai kondisi seperti ini karena kita tidak memiliki “ kebebasan “ dalam mengunakan hak mutlak yang ada pada diri Tuhan sendiri sehingga akibatnya kita seringkali jatuh ke dalam budaya “ complaining “ tanpa konsep “ positioning “ yang tepat sehingga pergeseran posisi menyebabkan manusia semakin “ liar “ dalam perspektif membaca dengan akurat makna keterhilangan dalam hidup manusia di dalam kehendak-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst"  style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"  style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;font-family:verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Telanjang lahir, telanjang mati. Proklamasi doctrinal Ayub ini mengetarkan diri saya di dalam menyadari “ theology of weakness “. Si&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;apakah Ayub ? dia bukan siapa-siapa ! dia hanyalah manusia yang dilahirkan telanjang ( tanpa membawa apa-apa ) dan mati juga dengan telanjang ( tanpa membawa apa-apa ). Itulah manusia ! hari ini kita sudah kehilangan “ theology of weakness “ dalam menilai hidup kita. Hari ini kita lebih banyak bicara mengenai “ successful life style “ dengan pendidikan tinggi, perhiasan mahal, pakaian brand terkemuka, teknologi elektronik canggih ketimbang definisi ketelanjangan hidup dari Ayub. Akibatnya, banyak dari mereka yang terbiasa dengan successful life style mengalami “ culture shock “ saat mereka jatuh ke dalam keterhilangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"  style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;font-family:verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Being and Gifts. Ketika kita menerima respek dari seseorang, seringkali kita menilai respek itu dari pemberian demi pemberian yang dinyatakan kepada kita, padahal itu hanyalah masalah supplemen. Ayub menyadari betul bahwa hidupnya adalah dari Allah. Meskipun ia kehilangan kekayaan, orang yang dikasihinya tetapi ia tetap bersandar kepada Being yang memberi semua kelimpahan dalam hidupnya. Luar biasa ! jika doktrin benar, meskipun hidup lebih sulit, kita harus belajar rela menjalaninya karena Being adalah esensi yang paling penting.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;S&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;aya mengajak saudara sekalian berdoa untuk korban Sichuan Quake yang mengalami keterhilangan harta mau&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/SC7x2HwNKBI/AAAAAAAAAPY/l4WRBN8KJtE/s1600-h/11a8fd967e1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 198px; height: 134px;" src="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/SC7x2HwNKBI/AAAAAAAAAPY/l4WRBN8KJtE/s320/11a8fd967e1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201360531755968530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;pun orang-orang yang mereka sayangi agar mereka dapat belajar bersandar kepada Tuhan, Sang Bein&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;g yang memberi dan mengambil hidup manusia karena semua hanya karna Anugrah-Nya buat manu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;sia yang tidak memiliki modal apa-apa selain &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;ketelanjangan dalam lahir dan matinya. Berdoa bagi korban, agar mereka senantiasa menengadah ke atas berdoa memohon Tuhan memberikan kekuatan bertahan hidup serta menyatakan proklamasi iman yang akurat seperti apa yang dikerjakan oleh Ayub. Tuhan memberkati kita semua …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Beijing, China&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8016553661227461770?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8016553661227461770/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8016553661227461770&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8016553661227461770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8016553661227461770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/05/all-thats-left.html' title='All that&apos;s left ...'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/SC7znnwNKCI/AAAAAAAAAPg/miQU-Z3TS6o/s72-c/13_67_051508_Li_Yi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-6103285633473274308</id><published>2008-05-17T07:43:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:42:09.908-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>The Lordship of Holy Spirit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/SC7v7XwNKAI/AAAAAAAAAPQ/WmDhqe-Pjnk/s1600-h/dove+good.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 197px; height: 131px;" src="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/SC7v7XwNKAI/AAAAAAAAAPQ/WmDhqe-Pjnk/s320/dove+good.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201358422927026178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Apakah kuasa Roh Kudus itu real ? banyak orang kristen kurang menyadari pentingnya kuasa Roh Kudus karena mereka menganggap itu adalah konsep denominasi tertentu. Benarkah demikian ? Bagaimana pekerjaan Roh Kudus turun atas hamba-hamba-Nya ?&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Di dalam perjanjian lama, Samson membunuh 30 orang filistin sendirian, Samson melawan singa. Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Apakah kuasanya beda ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;The same spirit is present in you. Pahamkah engkau ? seringkali kita kurang paham atas besarnya kuasa Tuhan dalam hidup kita karena pekerjaan Roh Kudus. saya bukan orang yang pesimis tetapi saya mengajak saudara sekalian tuk meremind diri kita untuk melihat diri manusia yang telah mengalami “ crisis value “. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dalam 1 Tesalonika 1:5 , Rasul Paulus menyatakan “ Injil bukan hanya disampaikan dengan kata-kata, tetapi juga dengan kuasa Roh Kudus dengan kepastian yang kokoh “. Di dalam Roh Kudus ada 3 atribut Ketuhanan ( Lorship Attribute ) yang penting yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Power – controlled by God.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kok power dikontrol ama God ? karena Tuhan sendiri yang tahu mengapa kuasa Roh Kudus diberikan kepada manusia. Manusia di dalam kecacatannya, dapat menyalahgunakan kuasa untuk kepentingan sendiri. Oleh karena itu John Calvin mengatakan bahwa kuasa Roh Kudus harus kembali kepada Kristus. Kristus sebagai satu-satunya juruselamat dunia dan kuasa Roh Kudus tidak bisa lepas dari tahta Kristus. Maka orang kristen hanya dapat menikmati kuasa Roh Kudus jika mereka kembali kepada Kristus. Dilematisnya, orang kristen sendiri sudah kehilangan kuasa Roh dalam pelayanannya, mereka lebih over-confidience dengan skill dirinya sehingga mereka menganggap diri mereka adalah penting dalam pelayanan. Orang seperti ini melayani dengan konsep “ ubermench “, itu bukan ajaran Alkitab. Itu ajaran humanis dari Nietzche. Jika saudara suka liat komik Marvell tahun 1940 an, konsep “ Ubermench “ banyak muncul dalam tokoh-tokoh yang digambarkan sebagai pahlawan yang “ perfecto “, berbeda dengan komik Marvell tahun 90 an yang mulai “ realistis “ dengan kelemahan mereka, misalnya red laser superman gak bisa tembus timah, spiderman bergumul dengan kemiskinan, hulk kuat tapi hidup dalam penyangkalan diri. Maka ubermench hanyalah konsep yang tidak realistis. Perlu theology of weakness tuk memahami kelemahan diri dan kelemahan orang lain. Tapi bukan minder tetapi menyadari semua karena pekerjaan Roh Kudus yang berpusat pada Kristus, bukan original dari diri kita. Di dalam Kristus baru ada kerinduan kepada Injil yang memberikan semangat sejati yang tersirat makna kekal.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Authority – God’s Authoritative Word. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kuasa Roh Kudus tidak lepas dari otoritas Allah. Pertama, Otoritas Allah gak bisa dilepaskan dari Firman. Melalui Firman maka kita dapat mengenal Allah dengan benar, mengenal Kristus dengan benar, mengenal kuasa Roh Kudus dengan benar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga kuasa Roh Kudus pasti membangun iman orang kristen dengan kepercayaan dan ketentraman hati. Disini kuasa Roh Kudus menyucikan rasio manusia tuk mengecap kebenaran dan hati dikokohkan oleh kebenaran untuk melayani.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimanakah kuasa Roh dalam hidupmu ? hari ini kita banyak sudah tidak peduli dengan iman maupun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“ the work of holy spirit “ karena kita tidak rela bercermin di hadapan Firman Tuhan. Mau jadi kristen apa loe ? taklukan dirimu pada Firman dengan mental rela dididik. Kedua, otoritas Allah gak bisa dilepaskan dari janji anugerah Tuhan. Di dalam Kristus, kita melihat penggenapan janji anugerah Tuhan dalam keselamatan. Jika kita tidak melihat Kristus sebagai pengenapan janji anugerah Tuhan maka kita pasti memposisikan diri sama seperti orang yahudi hari ini yang masih menunggu mesias, padahal Mesias adalah Kristus. Kasihan sekali ! Ketiga, otoritas Allah = absolute. Otoritas Allah adalah haknya untuk mengatakan kepada ciptaan-Nya apa yang mereka harus kerjakan. Saat Allah berkata kepada Musa “ let my people go “ – statement itu bukan spekulasi tetapi otoritas Allah yang absolute.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Covenant Presence – Meditating His Powerful control over all things&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;( kemanakah aku dapat pergi menjauhi roh-Mu Tuhan – psalm 139:7 ). Allah bersama-sama dengan umat-Nya. Seringkali kita tidak melihat Allah hadir karena kita kurang setia kepada covenant Allah yang berkata “ Aku adalah Allah dan engkau adalah kaum-Ku “ ( Keluaran 6:7 ).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Inilah konsep lordship yang ada pada para rasul dan para nabi, dalam old testament maupun new testament, semua karena pekerjaan Roh Kudus di dalam God’s control, God’s authorities, God’s Covenant Presence.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Seringkali kita menjadi orang kristen yang kurang berani di dalam memberitakan Injil karena kita kehilangan konsep God’s control, God’s authorities dan God’s Covenant Presence. Kita lebih banyak memerankan diri sebagai “ penonton “ Injil, bukan “ pemberita “ Injil karena kita gak melihat hubungan Injil terhadap others … padahal Paulus memberitakan Injil karena others yang membutuhkan Injil. Oleh karena itu bagaimana dengan saudara ? Maukah saudara melayani bukan hanya dengan kata-kata “ fisik “ tetapi melayani dengan kekuatan Roh Kudus, kepastian yang kokoh untuk jiwa yang butuh Injil. Tuhan memberkati kita semuanya … &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Shanghai&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-6103285633473274308?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/6103285633473274308/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=6103285633473274308&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/6103285633473274308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/6103285633473274308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/05/lordship-of-holy-spirit.html' title='The Lordship of Holy Spirit'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/SC7v7XwNKAI/AAAAAAAAAPQ/WmDhqe-Pjnk/s72-c/dove+good.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-6816162468560865754</id><published>2008-04-09T00:36:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:47:40.791-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Beauty of His Creation</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R_xzjbigvzI/AAAAAAAAAPI/JeNe4ubg31M/s1600-h/kiwi-bird-stuffed-f705.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187147923349094194" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R_xzjbigvzI/AAAAAAAAAPI/JeNe4ubg31M/s200/kiwi-bird-stuffed-f705.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 12pt; text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dalam Majalah Tempo edisi 13-19 Februari 2006 halaman 16, sebuah rubrik inovasi memberikan informasi mengenai Surga Papua yang Hilang, dimana ditemukan fauna “ baru “ di pegunungan Foja, Memberamo, Papua. Selama sebulan 13 orang peneliti menjelajah ke hutan, mereka menemukan kembali ratusan spesies lama yang dianggap telah punah. 30 spesies reptile, 60 spesies amfibi, 215 spesies burung, 37 spesies mamalia dan 170 spesies kupu-kupu adalah hasil penelitian mereka selama sebulan dan masih banyak kekayaan hayati Memberamo yang belum tersingkap. Setelah membaca rubrik inovasi ini saya belajar melihat Tuhan sebagai Sang Pencipta yang memiliki “ greater creativity “ untuk mendesain ciptaan-Nya dengan “ jutaan desain “ yang tidak bisa digeser oleh zaman, kalaupun punah itu karena kegagalan manusia di dalam menjaga dan mengusahakan dunia. Siapa desainer terbesar hari ini yang bisa membikin desain sebanyak Allah dengan kualitas yang abadi ? no ones !&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Sebagai Calvinis, saya mempercayai alam semesta dan segala ciptaan maupun culture adalah general revelation yang memuat pengertian mutlak God as creator dan man as creatures. Sebenarnya saya kurang bisa mengerti dengan pendapat orang Konfusianisme seperti Prof. Tu Wei Ming dari Harvard University, Yen Ching Institue yang tidak menerima pengertian mutlak ini sebagai prinsip dasar dalam kehidupan manusia tetapi terus menekankan “ self-cultivation “ guna “ to cultivate centrality and harmony with throughness “ di dalam “ Process of Learning “. Tidak heran jika Konfusianisme terus menekankan “ Chung Yung “ dalam definisi “ what heaven impact to man is called human nature, to follow human nature is called the way, cultivating the way is called teaching “. Dimana Tu wei ming lebih menyukai metode “ interpretive “ ketimbang kekristenan yang “ exegetical “ karena Tu wei ming menganggap exegetical itu bermain di dalam kata-kata “ language game “. Ia begitu enjoyed di dalam prinsip-prinsip humanis dari paham Konfusianisme yang digumulinya setiap hari sehingga setiap studi, observasinya menjadi kumpulan prinsip-prinsip yang dilanggengkan dan diwariskan turun temurun ke generasi berikutnya. Memang tidak heran, jika Konfusianisme begitu kelihatan agung karena setiap prinsipnya seakan-akan begitu “ down to earth “ dan selaras harmoni seperti alam yang ditekankan juga oleh Lao Tze. Secara humanitas, ada keagungan alam semesta yang memberikan “ pembelajaran “ kepada manusia untuk hidup bermasyarakat maupun hidup berbakti kepada Negara serta setia memegang Mandat Surga yang diberikan oleh Langit ( unknown ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kekristenan ? Justru wahyu umum memberikan “ kelimpahan “ kepada manusia untuk melihat keindahan karya Tuhan dan tidak bisa memungkiri bahwa di atas semua karya alam semesta, designernya adalah Tuhan sendiri. Tidak seorangpun dapat memungkiri Allah tidak ada, bahkan orang atheist berusaha melarikan diri dari pengetahuan tentang Allah sehingga mereka menipu dirinya seakan-akan Tuhan itu tidak ada padahal mereka lupa bahwa dirinya bisa exist dalam dunia ini karena Tuhan. Inilah kebodohan manusia yang mendukakan hati Tuhan ! banyak orang meminta bukti akan kehadiran Tuhan padahal setiap yang manusia nikmati adalah karya Tuhan yang Maha hadir tetapi kebebalan manusialah yang menyebabkan Tuhan cenderung dilupakan oleh manusia. Dasar ! wahyu umum sudah cukup menyatakan eksistensi Tuhan tetapi Tuhan memberikan wahyu khusus kepada manusia untuk dapat melihat keindahan karya-Nya di dalam keakuratan yang tepat yaitu melalui Firman yang menjadi daging yaitu Yesus Kristus yang menjadi satu-satunya message dalam Alkitab sebagai Firman Tuhan. Oleh karena itu keindahan ciptaan Tuhan lebih tajam dilihat dari perspektif Tuhan yang akurat dari sumber yang khusus yaitu Alkitab sebagai Firman Tuhan yang memberikan pengharapan kepada manusia untuk dapat menerima kehadiran-Nya di dalam ciptaan dan di dalam jiwa manusia yang berdosa yang membutuhkan penebusan dosa dan pengharapan hidup yang kekal yaitu di dalam Yesus Kristus, satu-satunya Allah yang menjadi manusia untuk rela mati menyatakan keindahan hidup berdamai dengan Allah dan menyatakan kemenangan bersama-Nya dan orang-orang kudus-Nya menikmati hidup kekal yang indah – new creation !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Dalam Kasih-Nya&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Daniel Santoso&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;Xiamen, Fukien&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-6816162468560865754?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/6816162468560865754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=6816162468560865754&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/6816162468560865754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/6816162468560865754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/04/beauty-of-his-creation.html' title='Beauty of His Creation'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R_xzjbigvzI/AAAAAAAAAPI/JeNe4ubg31M/s72-c/kiwi-bird-stuffed-f705.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-3669231550394162128</id><published>2008-04-09T00:18:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:48:19.790-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirituality'/><title type='text'>Arti sebuah pengorbanan nyawa</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R_xxY7igvyI/AAAAAAAAAPA/ingdo1M_zmk/s1600-h/800px-Chinese_soldier_on_Tienanmen_Square.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187145543937212194" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 174px; height: 136px;" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R_xxY7igvyI/AAAAAAAAAPA/ingdo1M_zmk/s200/800px-Chinese_soldier_on_Tienanmen_Square.jpg" border="0" height="117" width="168" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sebuah berita duka muncul dari televisi Guangzhou tempat saya tinggal yaitu brother chow, seorang calon serdadu komunis yang meninggal dunia bukan karena sakit penyakit, kecelakaan maupun menerima kutukan sang dewa. Di Beijing, Ia bersama temannya menolong anak-anak yang sedang bermain di atas sungai es yang meleleh. Mereka menolong anak-anak tapi anak-anak selamat, brother chow meninggal di tempat karena kedinginan. Angkatan darat mengangkatnya sebagai “ hero “ yang telah menyelamatkan jiwa manusia, tidak sedikit mereka datang ke tempat peringatan jasanya dengan derasnya air mata di wajah mereka sambil suara yang terisak-isak menahan tangisan. Belum lagi, papa, mama brother chow yang histeris menangis karena 2 tahun tidak melihat anaknya, eh dirinya telah meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Ketika anak-anak yang diselamatkan oleh brother chow bersama dengan orang tuanya menemui orang tua brother chow, hanya satu vocabulary yang keluar dari mulut mereka yaitu “ I am Sorry “. Melihat jasa brother chow, kota Beijing memperingati hari kepahlawannya dan kota kelahirannya, brother dianggap sebagai pahlawan berjasa bagi “ people rebuplic of china “.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Scene 30 menit ini membuat saya tertegun atas arti sebuah pengorbanan seorang serdadu yang rela mengambil resiko demi menyelamatkan jiwa generasi penerus bangsa. Tapi tiba-tiba saya tersentak dengan sebuah pertanyaan dari hati kecilku, jika pengorbanan brother chow membuatmu tertegun, bagaimana dengan pengorbanan Yesus bagimu, anak malang ? oh gosh ! saya gelisah dengan pertanyaan sederhana dari suara hatiku ! seakan-akan saya diperhadapkan di sebuah mahkamah agung yang memberikan dakwaan kepada saya mengenai respon saya terhadap brother chow dan kepada Yesus. Saya bisa tertegun dengan kisah brother chow karena saya melihat ada “ evidence “ yang memberikan saya “ jaminan “ bahwa ketertegunan saya memiliki bukti nyata yang terekam di dalam tayangan documenter angkatan darat tahun 2008, sedangkan Yesus, saya menyadari bahwa mungkin saya hanya tertegun dengan “ stories “ yang memberikan “ redemption “ kepada diri saya sehingga karena gak ada yang mati buat saya maka Yesus, oklah ! atau jangan-jangan saya hanya mempercayai pengorbanan Kristus hanyalah sebuah pengorbanan yang diberikan Allah kepada kita sebagai “ door prize “ sehingga kita seperti menerima tiket pesawat untuk terbang ke sebuah tempat yang namanya “ Heaven “. Atau jangan-jangan saya merasa Yesus hanyalah legenda yang memberikan “ pendidikan moral “ kepada kita untuk belajar mengorbankan diri untuk orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Mengapa aku lebih mudah tertegun atas pengorbanan brother chow ketimbang pengorbanan Kristus ? saya merenungkan betapa sulitnya manusia memahami pengorbanan Kristus karena diri-Nya adalah Allah yang rela turun menjadi manusia dan menyerahkan nyawanya mati di atas kayu salib demi menebus dosa saudara dan saya dan ia bangkit dari kematian memberikan pengharapan kepada saudara dan saya serta ia naik ke surga dan akan datang kedua kalinya. Di MRII Shanghai saya ada putarkan scene singkat via dolorosa dari Passion of the Christ dan seorang anak kecil “ Winelson “ masuk tanpa sepengetahuan saya dan melihat penderitaan Kristus. Ia bisa begitu tertegun. Waktu saya tahu dia sedang melihatnya, saya matikan. Tetapi winelson berkata “ I wanna see Jesus “. Oh God. Dimanakah teriakan kita ? kita sudah hidup terlalu sibuk sehingga kehilangan keingintahuan kita untuk melihat Yesus. Tetapi saya belajar sesuatu dari semuanya ini, justru saya diberkati Tuhan karena saya terlalu “ stupid “ untuk memahami pengorbanan Kristus sehingga Tuhan memberikan “ ilustrasi “ yang menyentuh diriku untuk tertegun sehingga aku belajar menyadari di dalam “ faith “ bahwa pengorbanan Kristus melampaui apa yang dikerjakan oleh brother chow. Puji Tuhan! Bagaimana dengan saudara ? sudahkah engkau realized atas “ ilustrasi-ilustrasi “ yang Tuhan berikan kepadamu ? sudahkah kau melihat pengorbanan-Nya dalam iman?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Guangzhou, China&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-3669231550394162128?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/3669231550394162128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=3669231550394162128&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3669231550394162128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/3669231550394162128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/04/arti-sebuah-pengorbanan-nyawa.html' title='Arti sebuah pengorbanan nyawa'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R_xxY7igvyI/AAAAAAAAAPA/ingdo1M_zmk/s72-c/800px-Chinese_soldier_on_Tienanmen_Square.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8829776210392353432</id><published>2008-04-09T00:11:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:49:02.180-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Philosophy'/><title type='text'>On Forgiveness</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R_xs87igvxI/AAAAAAAAAO4/eWHBU1K1Nq0/s1600-h/forgiveness.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187140664854363922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R_xs87igvxI/AAAAAAAAAO4/eWHBU1K1Nq0/s200/forgiveness.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Tema Forgiveness kurang popular di dalam dunia philosophy karena banyak asumsi-asumsi akademik yang mengatakan bahwa tema tersebut lebih bersifat theological. Akan tetapi beberapa filsuf postmodern memilih tema “ theological “ ini di dalam pergulatan pemikiran mereka. Dalam era postmodern ini, kita banyak mendengar nama Jacques Derrida, Emmanuel Levinas maupun Paul Ricouer, akan tetapi kita jarang mendengar nama Vladimir Jankelevitch. Saya percaya Vladimir Jankelevitch adalah orang besar yang mempengaruhi konsep Forgiveness dari Derrida. Vladimir Jankelevitch mengatakan “ forgiveness is not an attitude, mindset, ideology but is just event. It happen once and then it is gone “. Hanya dua kondisi manusia bisa mengampuni : pertama, miracle dan extra juridical nature of forgiveness. Menurut Vladimir Janekelevitch, forgiveness forgives that which cannot be excused or forgotten. Luar biasa ! tentu saja Vladimir memahami hal ini di dalam temporality dan process becoming dimana guilty person gak berubah tetapi relasi saya dengan guilty person berubah. Relasi yang berubah ini merupakan transfigures hatred into love. Disini Vladimir mempercayai forgiveness itu spontan, supernatural dan gracious acts. There’s no suck things as an unforgiveable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jacques Derrida menyatakan isi hati Vladimir Jankelevitch di dalam konsep forgivenessnya – Pertama, to forgive is to welcome offence and to absorb a violation from another. Forgiveness forgive only the unforgiveable. Derrida mengatakan jika kita hanya memberikan forgiveness kepada mereka yang forgiveable maka kita adalah orang Farisi yang hanya mengasihi teman-teman mereka sendiri di dalam Matius pasal 5. Oh gosh ! orang Farisi melayani Tuhan dan relasi dengan orang lain kotor. Ingatlah … we are called to love our enemies, to forgive the unforgiveable ! saya betul-betul terkesima dengan orang-orang ini ! Kedua, Forgiveness itu bersifat unconditional. Biasanya forgiveness diberikan kalau ada “ economic logic – ada balas jasa / profit maka menerima pengampunan “ atau “ logic of exchange – barter keperluan orang yang diampuni dengan yang memberikan pengampunan “. Itu namanya bukan unconditional ! luar biasa ! Derrida bahkan menegaskan konsep forgiveness yang unconditional juga berlaku untuk mengampuni setan ! benar gak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saudara mengatakan benar maka saudara telah menjadi musuh Allah. Karena pengampunan yang diberikan Tuhan adalah terbatas. Bagi siapakah Kristus mati ? Kristus mati bagi semua orang ( arminian ) atau Kristus mati bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya ( calvinis ). Arminian mendasarkan pengampunan Tuhan secara universal ( 1 Yohanes 2:2 dan II Korintus 5:14 ) dan Calvinis mendasaran pengampunan Tuhan secara terbatas ( Matius 1:21, Yohanes 10:15, Yohanes 10:26, Yohanes 15:13, Kisah Para Rasul 20:28 dan Efesus 5:25 ). Sebagai Calvinis, saya mempercayai pengampunan Tuhan hanya didasarkan pada penebusan Kristus yang tiada terbatas dalam kemampuan-Nya, sempurna di dalam rencana-Nya dan tidak terbatas nilai-Nya tetapi secara jangkauannya terbatas karena Kristus menghapuskan dosa orang-orang yang dikasihi Allah dengan kasih khusus sejak kekekalan. Mungkin kita iseng memikirkan kenapa ya setan kok gak diampuni ? kalo diampuni nanti kamu gak punya penghargaan terhadap pengampunan yang Tuhan berikan kepada kamu. Karena manusia adalah makhluk yang paling suka membandingkan satu dengan lainnya. Oleh karena itu di dalam kekristenan, pengampunan Tuhan diberikan secara “ universal “ kepada semua anak-anak Tuhan yang mempercayai Yesus Kristus sebagai satu-satunya juruselamat dunia yang lahir, mati, bangkit dari kematian, naik surga dan akan datang kedua kali-Nya “ limited “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;br /&gt;Daniel Santoso&lt;br /&gt;Causewaybay, Hongkong&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8829776210392353432?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8829776210392353432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8829776210392353432&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8829776210392353432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8829776210392353432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/04/on-forgiveness.html' title='On Forgiveness'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R_xs87igvxI/AAAAAAAAAO4/eWHBU1K1Nq0/s72-c/forgiveness.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-5474347034788503804</id><published>2008-03-18T07:46:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:49:58.485-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>The Fulfillment of His Promise</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9_XBLQ5h4I/AAAAAAAAAOw/eVyjqy60D3c/s1600-h/ChineseJesus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9_XBLQ5h4I/AAAAAAAAAOw/eVyjqy60D3c/s200/ChineseJesus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179094511702869890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Sejak jatuh ke dalam dosa, pengetahuan manusia mengenai Allah dan relasi manusia dengan Allah mengalami “ total depravity “ sehingga terpecah-pecah bagai gambar puzzle yang belum terbentuk alias tercerai berai. Maka tidak ada seorangpun manusia yang baik, semuanya telah jatuh ke dalam dosa ( Roma 3 ), maka Tuhan memberikan “ Janji Messianic “ kepada manusia, dimulai dari Adam – Hawa, dari keturunan perempuan ini Ia akan meremukkan kaki tulang dan muka ular, siapakah Dia ?, Yesaya 7: 14 dimana seorang perawan akan memiliki seorang anak di Betlehem dan dinamainya Immanuel, diulang kembali oleh nabi mikha ( mikha 15:1-2 ). Siapakah Anak itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Prof. Walter Bruegemann mengatakan “ janji messianic “ tersebut memiliki hubungan “ covenant “ dengan kaum pilihan-Nya yang membangun kehidupan kaum-Nya, dunia dan masa depan kaum-Nya di atas satu nama yaitu Yesus, Anak Allah. Sayang sekali, hari ini promise of God menjadi “ problematic ‘ karena sampai hari ini jewish masih menunggu “ messiah “ karena mereka belum dapat menerima realita sejarah bahwa Yesus = Mesias yang diutus Allah sebagai pengenap janji keselamatan-Nya. Jika demikian, apa yang menjadi “ messages “ orang kristen di dalam pengenapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;janji-Nya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Di dalam pengenapan Janji-Nya, kita mempercayai bahwa Janji Tuhan tidak dapat dilepaskan dari :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pertama, GOSPEL.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari Perjanjian Lama, ada benang merah dari kitab Kejadian – Maleakhi di dalam janji Tuhan dengan “ Gospel “ yang dituliskan oleh Rasul Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan message di dalamnya tidak mengalami kontradiksi tetapi justru semakin lengkap, padahal beda zaman, beda setting dan context, beda figure-figur sejarah – tetapi justru tetap berada di atas satu alur yang jelas yaitu : Messiah. Kenapa bisa begini ? bukan manusia yang setia memproklamasikan Janji-Nya tetapi justru Allah setia di dalam memproklamasikan janji-Nya !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kedua, Work of Grace – Salvation. Janji Tuhan tidak bisa dilepaskan dari pekerjaan Anugerah-Nya karena manusia tidak mungkin dapat kembali kepada Sang Pencipta karena dosa manusia adalah kekejian bagi Allah, maka pengenapan janji-Nya diberikan kepada manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar manusia dapat memahami bahwa hanya karena anugerah Tuhan sahaja maka manusia dapat menikmati keselamatan dan kembali kepada Dia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ketiga, Is In Christ – The Absolute Necessity. Janji Tuhan tidak bisa dilepaskan dari Kristus karena hanya Kristus – representative yang dipakai Allah untuk menyatakan keselamatan bagi manusia, oleh karena itu nama Kristus = exclusive. Hanya di dalam Kristus, ada jalan, kebenaran dan kehidupan. Jika kita kembali kepada “ Gospel “ maka kita melihat bahwa di saat Yesus lahir, mati dan bangkit dari kematian – ada pekerjaan “ mystical “ yang Tuhan kerjakan untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang dikasihi-Nya dan diperkenan-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Keempat, Spiritual seeds born of the promise ( Galatia 3:16 ). Janji Tuhan kepada Abraham bukan diberikan kepada keturunan orang-orang Abraham ( jamak ) tetapi anak keturunan Abraham ( tunggal ). &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Siapakah anak keturunan Abraham ( tunggal ) itu ? Rasul Paulus menyatakan, Dialah Yesus Kristus ! Abraham percaya kepada janji Tuhan maka Ia diberkati. Bagaimana dengan saudara ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kelima, Unto Your children – disini janji Tuhan bukan stag tetapi juga dibutuhkan oleh generasi kita dan generasi masa depan. Kristus dibutuhkan oleh segala zaman, baik dari zaman perjanjian lama, perjanjian baru sampai abad 21 hingga Maranatha. Jika demikian, Yesus mati bagi dosa siapa ? orang-orang berdosa di segala zaman. Kelihatannya “ non-sense “ tetapi justru disinilah kita seharusnya menilai Yesus sebagai “ Allah yang sanggup “ menyatakan keselamatan di segala zaman baik yang sudah lewat maupun yang akan terjadi karena Kristus adalah “ beyond space and time “. Jadi jangan kita mutlakan kesempitan logika kita yang telah terkontaminasi dengan dosa tetapi taat kepada logika Allah yang digambarkan di dalam wahyu khusus yaitu Firman Tuhan yang menyatakan bahwa hanya Yesus, satu-satunya jalan, kebenaran dan kehidupan bagi manusia untuk kembali kepada Bapa di Sorga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beijing, China&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-5474347034788503804?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/5474347034788503804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=5474347034788503804&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5474347034788503804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/5474347034788503804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/03/fulfillment-of-his-promise.html' title='The Fulfillment of His Promise'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9_XBLQ5h4I/AAAAAAAAAOw/eVyjqy60D3c/s72-c/ChineseJesus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-2190968935154001888</id><published>2008-03-14T09:02:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:50:51.285-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirituality'/><title type='text'>Redemptive Spirituality</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9ql5LQ5h3I/AAAAAAAAAOo/cw0kER-R7Ik/s1600-h/20070520_fada89085f14b4f04d4cV9x1kEI6rBdq.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9ql5LQ5h3I/AAAAAAAAAOo/cw0kER-R7Ik/s200/20070520_fada89085f14b4f04d4cV9x1kEI6rBdq.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177633123310602098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Di dalam Yesus, Allah bekerja di dalam penderitaan, kejahatan dan mengubahnya menjadi kebaikan untuk semua. Sebenarnya dari manakah penderitaan dan kejahatan ? darimanakah asal mula dosa ? adalah misteri ( ulangan 29:29 ) tetapi realita yang kita dapat lihat bahwa semua karena “ self “ yang menyebabkan diri kita jatuh ke dalam dosa. Kita kembali kepada Alkitab, tujuan utama Alkitab bukan memperjelaskan asal mula dosa tetapi bagaimana Allah bekerja di dalam penderitaan dan mengubahnya menjadi kebaikan dan sukacita. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di dalam Christian Philosophy, Agustinus memiliki pandangan bahwa penderitaan memperindah panorama kehidupan. Kalau demikian, yang buruk itu adalah bagian dari sebuah keteraturan yang lebih tinggi walaupun kita tidak selalu dapat memahami dan melihatnya. Agustinus mempercayai penderitaan yang kita alami di dunia ini memiliki makna sebab dia sudah direncanakan dank arena dalam perencanaan itu dia akan berguna bagi sesuatu yang belum kita kenal seluruhnya. Agustinus menuliskan dalam “ De Gratia et Libero Arbitrio “ yang berbunyi demikian : &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ Allah tidak menghendaki dan mencintai keburukan, Namun Dia mempunyai kesanggupan untuk mengangkat keburukan itu dan memadukannya ke dalam keteraturan-Nya. Penderitaan tidak terjadi atas keputusan Allah. Baru ketika sudah ada keburukan, Allah memasukkan-Nya ke dalam tatanan-Nya. Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk segala sesuatu yang dapat berdosa ; namun bukan supaya mereka berdosa, melainkan supaya mereka memperindah universum, entahkah dengan atau tanpa dosa “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bagaimana, Yusuf anak Yakub yang dijual oleh saudara-saudaranya ke saudagar mesir selama 17 tahun, eh malah jadi pemimpin muda di Mesir. Yusuf mempercayai sebuah doktrin dalam Kejadian 50:20 bahw manusia dapat mereka-reka yang jahat tetapi Tuhan mereka-reka yang baik. Kenapa Yusuf dibuang ? untuk diselamatkan ! Oleh karena itu Agustinus benar di dalam menekankan Allah pemilik hak cipta Ilahi bagi keburukan tetapi ia menekankan kesanggupan Allah untuk menggunakan keburukan yang diproduksi manusia menjadi sesuatu yang berguna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Yesus, dihujat dan dipermalukan karena kesalahan-Nya. Tidak heran, Yesaya 53 mengambarkan orang kira Dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Di dalam kisah 2:23, Ia diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya. Anak Allah mengalami suffering untuk apa ? hancurkan suffering ( Yesaya 53:5 ) – Ya Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Tema salvation muncul dari penderitaan Kristus yang memberikan pengharapan kepada manusia untuk mengambil keputusan mengikuti dia, meski hidup menderita ada pengharapan yang memberikan “ secure “. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Puji Tuhan ! Sebab Tuhan baik, bahwasanya sampai selama-lamanya …&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Selamat Paskah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Daniel Santoso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beijing, China&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-2190968935154001888?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/2190968935154001888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=2190968935154001888&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2190968935154001888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2190968935154001888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/03/redemptive-spirituality.html' title='Redemptive Spirituality'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9ql5LQ5h3I/AAAAAAAAAOo/cw0kER-R7Ik/s72-c/20070520_fada89085f14b4f04d4cV9x1kEI6rBdq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-1457823766448365909</id><published>2008-03-13T03:57:00.000-07:00</published><updated>2010-02-16T07:51:29.880-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>From Grief To Glory</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9kOprQ5h2I/AAAAAAAAAOg/2n7_80fFUMs/s1600-h/jesus-profile.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9kOprQ5h2I/AAAAAAAAAOg/2n7_80fFUMs/s200/jesus-profile.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5177185355790124898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Siapakah Yesus Kristus ? hari ini banyak orang memiliki pengetahuan tentang Yesus Kristus ( Gnosis ) tetapi mereka tidak memiliki pengenalan terhadap Yesus Kristus ( Epignosis ). Oleh karena itu tidak heran jika banyak orang memakai Yesus tetapi mereka hanyalah kolektor teori-teori Yesus tapi tidak mengenal siapakah Yesus itu sebenarnya. Seperti kalian sedang beli bukunya &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1205407291_0"&gt;J.K Rowling&lt;/span&gt;, kalian tahu imajinasi dari &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1205407291_1"&gt;J.K Rowling&lt;/span&gt; tapi apakah engkau mengenal Rowling sebenarnya ? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bagaimana dengan kita ? mengetahui Kristus atau mengenal Kristus ? Gnosis atau Epignosis ? kalo hanya gnosis maka kita hanya jadi “ scholar “ yang punya pengetahuan tentang Kristus tetapi tidak memiliki relasi yang intim dengan Yesus.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Epignosis – saya mengetahui Kristus dan saya mengenal Kristus maka saya memiliki relasi dengan Kristus, selain pengetahuan mengenai Kristus. Apakah relasi dengan Kristus berharga ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Pertama, banyak orang kurang menghargai Kristus karena di dalam akhir hidupnya Yesus “ mati konyol “ seperti nabi-nabi dan diikuti oleh rasul-rasul-Nya. Mereka menganggap Yesus bukan memberikan “ kemerdekaan “ kepada orang kristen tetapi memberikan “ beban psikologis “. Padahal Ia menyerahkan dirinya untuk manusia karena kasih-Nya kepada manusia sehingga ia rela menerima “ penderitaan “ yang kelihatan konyol tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Kedua, banyak orang kurang mengerti signifikansi Yesus sebagai juruselamat dunia, karena “ covenant “ yang suci telah diinterpretasikan ulang oleh manusia sesuai dengan standar manusia, bukan standar Tuhan sehingga konsep covenant tentang Mesias menjadi kabur. Yesus adalah Allah yang rela turun ke dalam dunia untuk mengantikan dosa-dosa manusia agar manusia dapat menikmati kedamaian yang diberikan oleh Allah Bapa. Hanya Kristus satu-satunya jalan, kebenaran dan kehidupan yang sejati bagi manusia. Justru Kristus memiliki signifikansi penting dalam hidup kita. Adakah relasi itu di dalam hatimu ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, banyak orang menganggap Yesus tidak berharga karena kisah hidupnya yang penuh “ suffering “ dan “ violence “. Bukankah hidup manusia sudah penuh dengan suffering ? jangan-jangan kalo ikut Yesus, justru hidup saya malah tambah suffer. Akibatnya banyak orang tidak rela mengikuti Yesus karena low profit bahkan mungkin no profit yang dapat mereka dapat.  padahal masalah low profit &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1205407291_2"&gt;itu&lt;/span&gt; hanyalah persoalan secondary tapi yang paling penting adalah keselamatan. Dalam Yes 53, “ Oleh bilur-bilurnya, engkau sembuh “. Ini bukan kalimat sembarangan. Saya percaya betul kalimat ini penuh kuasa di dalam keselamatan / salvation. Dimana Darah-Nya mengalir menyembuhkan hidup kita sehingga kita dapat menikmati “ kesembuhan “ untuk menikmati Tuhan dan memuliakan Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;br /&gt;Terlintas sebuah pertanyaan classic di dalam benakku, mengapa Kristus rela mati bagi dosa manusia ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;1 Petrus 2:24. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Mengapa Kristus rela mati bagi dosa saya ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Pertama, supaya kita mati. Ini reason yang sangat sulit untuk saya mengerti karena semestinya kalo Tuhan rela mati bagi dosa saya maka saya mestinya terluput dari kematian tetapi kok malah kristus mati supaya saya mati. Benar-benar gak masuk akal ! untuk memahami hal ini saya harus kembali merefleksikan diri saya bahwa saya manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dan after death saya pasti masuk neraka. Maka Kristus mati supaya kita mati bersama dengan Kristus maka bersama dengan Kristus, akan tetapi Kenapa harus mati bersama Kristus ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Kedua, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;supaya kita hidup. Bersama Kristus saya mati terhadap dosa dan saya hidup di dalam Kristus, hidup yang bukan dikendalikan oleh dosa tetapi kebenaran Tuhan dan kita hidup untuk kebenaran. Disini Kristus menjadi hal yang paling “ berharga “ di dalam diri kita. Dari penderitaan Kristus justru menyatakan kemuliaan Kristus. Puji Tuhan ! Hanya di dalam Kristus ada kemuliaan, maukah engkau menerima-Nya ? Selamat Paskah ! &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kasih-Nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;Daniel Santoso&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1205407291_3"&gt;Beijing, China&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9kLoLQ5h0I/AAAAAAAAAOQ/G4HCLuuez50/s1600-h/jesus-profile.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-1457823766448365909?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/1457823766448365909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=1457823766448365909&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1457823766448365909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/1457823766448365909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/03/from-grief-to-glory.html' title='From Grief To Glory'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R9kOprQ5h2I/AAAAAAAAAOg/2n7_80fFUMs/s72-c/jesus-profile.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8739262668182192357</id><published>2008-02-15T03:13:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:52:15.069-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Contemporary Issues'/><title type='text'>The True Love and Broken Valentine in February</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7V2k9fUlRI/AAAAAAAAAOA/ONJKxjQBF_c/s1600-h/valentinus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 230px;" src="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7V2k9fUlRI/AAAAAAAAAOA/ONJKxjQBF_c/s200/valentinus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167166524830815506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Valentine, sebuah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh pangeran-pangeran cinta dari ukuran XS, S, M,L, XL, XXL, XXXL sampai XXXXL untuk mencurahkan isi hatinya kepada putri-putri yang beragam kecantikan maupun sizenya juga. Di mana hotel-hotel mewah mengadakan “ valentine party “ bagi kaum muda dengan entertainment romantic disertai alunan lagu-lagu mellow &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;artis ibukota tuk menghayati sebuah makna kasih di antara dunia insan manusia yang berbeda di atas meja makan yang “ berbunga mawar “. Tidak heran kalo vocabulary “ love “ mendapat rating paling tinggi di bulan Februari ini karena itulah yang diingini manusia dalam sisa hidupnya ( secara general ). Tetapi pertanyaannya apakah “ message utama “ dari Valentine ? Jika kita kembali kepada sejarah legenda Athena maka “ love “ dan “ prosperity “ tema besar yang didengungkan oleh Dewa Lupercus. Pemuja dewa Lupercus memberikan korban kambing kepadanya lalu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;minum anggur di kuil lalu keluar ke jalan-jalan menyentuhkan anggur tersebut pada perempuan-perempuan yang supaya dapat jodoh ataupun dapat melahirkan anak. Ada juga undian bagi laki-laki ambil untuk membawa pulang seorang perempuan yang dijadikan istri selama satu tahun ( hari pemujaan berikutnya ). Bagaimana gereja menanggapi hal ini ?  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jelas, Gereja tidak menyetujui aktivitas-aktivitas bejat Dewa Lupercus karena mereka telah menghujat kesakralan “ love “ dan “ marriage “ dan melakukan re-reading terhadap “ love “ yang diinterpretasi sebagai “ pergaulan bebas alias kumpul kebo “. Menurut ensklopedia, seorang guru gnostik bernama Valentinus membela gereja karena dirinya menghargai makna “ love – kasih dan penebusan dosa “ dan “ marriage – tempat pelaminan yang kudus “. Kisahnya seringkali membawa kita terhanyut ke dalam perjuangan cinta Valentinus terhadap anak seorang penjaga penjara yang memenjarakanya karena membela “ love “ dan “ marriage “ sejati. Di saat Kaisar Claudius melarang tentaranya untuk menikahi calon pendampingi mereka dengan alasan “ biar tetap jantan, gak lembek “ sehingga valentinus tidak setuju terhadap Kaisar Claudius menikahkan mereka secara diam-diam sehingga ditangkap dan dihukum mati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kesimpulan yang dapat kita adopsi adalah memperjuangkan “ the true meaning “ dari “ love “ dan “ marriage “. Akan tetapi, alangkah sayangnya, realitas hari valentine dewasa ini mengulangi ritual kebejatan yang sama dengan legenda Dewa Lupercus. Valentine menjadi “ celebration “ untuk mengumbar “ desire “ tanpa kontrol untuk bergaul bebas dan liar di dalam seksualitas maupun pesta pora demi kesenangan tubuh fisikal dalam menikmati “ hedonism ala epicurus “ sekuat tenaganya. Inikah “ love “ yang sebenarnya ? inikah “ celebration of valentine “ yang manusia banggakan selama ini ? Jika demikian, manusia betul-betul kasihan sekali karena :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tidak ada lagi takut kepada Tuhan atas “ Love “ dan “ Marriage “. Manusia anggap Tuhan jauh di sana padahal Tuhan merekam setiap aktivitas maupun pemikiran bejat mereka menindas “ Love “ and “ Marriage “.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Matinya hati nurani karena manusia menindasnya dengan “ Desire “. Violence diciptakan oleh manusia sendiri untuk membuktikan dirinya “ bebas “. Kasihan sekali !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Liar alias kehilangan self control atas seonggokan daging yang ada pada manusia. Disini manusia bukan Tuan atas seonggokan daging tapi seonggokan dagingnya menjadi tuan atas manusia. Mengerikan sekali !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Membuka diri kepada konsep-konsep kafir yang dianggap memberikan kebebasan kepada manusia padahal konsep tersebut menghancurkan manusia menjadi “ binatang “ alias barbar, bukan manusia. Dalam hal ini islam sangat selektif, melarang valentine ! hanya akui Adha dan Israj Miraj ! bagaimana dengan kekristenan ? perjuangkan “ love “ dan “ marriage “ yang “ sacred “ dalam hidup manusia karena semuanya itu memuliakan Nama-Nya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keep “ remind “ us&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Beijing, People Rebuplic of China&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8739262668182192357?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8739262668182192357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8739262668182192357&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8739262668182192357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8739262668182192357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/02/true-love-and-broken-valentine-in.html' title='The True Love and Broken Valentine in February'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7V2k9fUlRI/AAAAAAAAAOA/ONJKxjQBF_c/s72-c/valentinus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-8058750840898501007</id><published>2008-02-12T00:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:53:05.754-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ministry'/><title type='text'>Visi dan Pemimpin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FUYNfUlKI/AAAAAAAAANM/9jCBWDKXWTc/s1600-h/11111516-11111519-slarge.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 113px;" src="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FUYNfUlKI/AAAAAAAAANM/9jCBWDKXWTc/s200/11111516-11111519-slarge.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166003022485296290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FUDdfUlJI/AAAAAAAAANE/ub4wPw6JETk/s1600-h/27obama.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 163px; height: 113px;" src="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FUDdfUlJI/AAAAAAAAANE/ub4wPw6JETk/s200/27obama.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166002666003010706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FU_NfUlMI/AAAAAAAAANc/9uCh_o0pNVg/s1600-h/mccain-topper.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 182px; height: 112px;" src="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FU_NfUlMI/AAAAAAAAANc/9uCh_o0pNVg/s200/mccain-topper.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166003692500194498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FUuNfUlLI/AAAAAAAAANU/LVD0YEJTljg/s1600-h/FE_DA_070904huckabee.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 172px; height: 114px;" src="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FUuNfUlLI/AAAAAAAAANU/LVD0YEJTljg/s200/FE_DA_070904huckabee.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166003400442418354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Se&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;luruh siar&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;an berita internasional te&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;rkini se&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;akan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;didominasi oleh sebuah fenomena pen&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ting&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; dalam sejarah Amerika Serikat yaitu kampanye pemiliha&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;n calon presiden. Betapa&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; tidak, para calon-calon menawarkan “ visi-visi dagangannya “ dengan “ cita rasa yan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;g berlainan “. Hillary Clinton memberikan speech yang cukup manis dan anggun seperti “ blueberry chees&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;e cake “. Obama menekankan “ Stand for &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Change “ dalam orasi&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;nya yang menegaskan perubahan " taste " seperti “ nano nano candy “. McCain dan Huckabee, dua calon yang juga unik karena saling&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; memberikan penil&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;aian yang positif kepada sesama calon &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Rebup&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lican dengan istilah “ hero, decency, integrity “&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; sehingga kedengarannya harmonis nan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“ nikmat “ seperti “ milk and te&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;a “ dan calon lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; Meskipun mereka berbeda-beda, tetapi&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; kesam&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;aan mereka&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; masing-masing adalah mereka  sedang&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; menawarkan dirinya sebagai&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; calon pemimpin masa depan dari United&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; Stat&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;es of America. Well, melihat fenomenal tersebut saya hanya mau merenungkan secara praktis &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;makna seorang pemimpin. Dimanakah makna seorang pemimpin ? Tentu saja kita harus memfokuskan diri kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya pemimpin yang “ menerobos konsep kepemimpinan humanitas “. Contoh :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yesus mengajarkan bahwa Anda memberi sesuatu bukan untuk harapan menerima imbalan karena anda telah melakukan hal yang baik. ( rugi donk ) Contoh Kedua,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mau jadi yang terbesar ? Jadilah pelayan bagi orang lain. Justru Yesus mengajarkan “ servantship “ lebih akurat dan membongkar asumsi pemimpin dewasa ini yang “ dicuci otak “ dalam serum “ superman “, “ executive “, “ superstar “, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ academic “. Jika demikian apa yang paling dibutuhkan oleh pemimpin selain dukungan massa, dana, doa ? well,  pemimpin membutuhkan teladan iman yang kuat, gigih tapi rendah hati mengikuti spedo yang Tuhan berikan karena hanya di dalam Firman-Nya ada wahyu yang membawa rakyat “ tidak liar “ ( Amsal 29:18 ). Back to His Word !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;FirmanTuhan memberi&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kan “ teladan “, “ prinsip “, “ strategi “, “ solusi “ yang kaku sekaligus dinamis serta relevan sepanjang zaman. Tetapi sayang sekali, banyak pemimpin-pemimpin dalam sejarah dunia ini kehilangan “ antusias “ menggali kelimpahan Firman karena mereka menutup mata mereka terhadap “ iman “. Tidak sedikit mereka menganggap iman sebagai mimpi orang-orang sakit jiwa nan takut mati ( neurosis ).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada juga pemimpin kristen tapi lebih mencintai buku-buku tentang kepemimpinan sekuler ketimbang Alkitabnya sendiri sehingga mindsetnya cenderung mengarah kepada sekuler. Jika demikian apa yang dibutuhkan para pemimpin du&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;nia ini ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Visi. Sebuah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;stilah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; sacral yang cukup marak diucapkan oleh mulut-mulut manusia yang suka “ cut and paste “ tapi kehilangan “ meaning “ sehingga kelihatan memiliki “ wor&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;d “ tetapi “ without understanding “, hasilnya “ without application “ . mengerikan sekali! Seringkali kita mendengar pemimpin yang memaparkan visi misinya dari hasil studi, observasi maupun survey dan menurut saya je&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FYPdfUlNI/AAAAAAAAANk/ItNHGkHEd8A/s1600-h/Lakewood2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 161px; height: 141px;" src="http://bp0.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FYPdfUlNI/AAAAAAAAANk/ItNHGkHEd8A/s200/Lakewood2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166007270207952082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;las cukup bertanggungjawab tetapi mari kita kembali merenungkan, sebenarnya visi itu milik siapa&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; ? Visi adalah milik Tuhan dan Ia memberikan visi agar manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengusahakan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dan menggarap ladang pekerjaan tuk memuliakan Tuhan dan menikmati Dia. Jika &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;demikian, hasil studi, observasi, survey para pemimpin yang katanya “ bervisi “ mengadopsi originalitas Visi ? Saya mempercayai Visi harus kembali kepada Allah sendiri. Problemnya, manusia tidak mungkin dapat mencerna karena keberdosaan manusia yang “ memecahbelahkan “ visi. Dalam Reformed Theology, Visi gak dapat dilepaskan dari Allah Trinitas. Visi tidak dapat dilepaskan dari Allah Bapa yang menciptakan visi, Visi tidak dapat dilepaskan dari Allah Yesus Kristus yang menebus visi, Visi tidak dapat dilepaskan dari Allah Roh Kudus yang memimpin manusia tuk mengenal, mengerti, menjalankan visi. Oleh karena itu Visi tidak dapat dilepaskan dari “ THEOS - God “ dan “ LOGOS – His Truth “. Perspektif ini akan membawa saudara melihat kesakralan visi yang semestinya ada di dalam diri para pemimpin-pemimpin dunia abad 21&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan mereka belajar takut kepada Tuhan karena disanalah awal segala pengetahuan. Oleh karena itu saya menyukai sebuah definisi visi dari seorang tokoh bernama Bill Shore “ visi adalah cathedral di dalam diri “. Ada prinsip, aturan, hukum, kebebasan - kesakralan di dalam dirinya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tapi STOP ! Jika perspektif di jalankan di semua bidang, bukankah ini usaha kristenisasi terhadap “ others “ ? apa bedanya dengan gerakan islam fundamentalis yang punya “ visi “ mengulingkan Rebuplik Indonesia sebagai Negara Islam ? Sekali lagi, Visi Tuhan itu kaku tetapi dinamis. Secara prinsip, Visi Tuhan harus ditegaskan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalo visi yang berdosa, mau pelakunya pribumi, bule, Chinese,blasteran, islam, kristen,hindu, budha, katolik, kaya, menengah, miskin … tetap harus dikritik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;! tetapi secara relasi, kita sama-sama manusia yang berdosa yang sama-sama membutuhkan belas kasihan-Nya maka saling menghormati harus ada tetapi bukan berarti tidak boleh memproklamasikan Injil karena memproklamasikan Injil adalah “ vocation “ setiap orang kristen ( Matius 28:19-20 ). Jangan takut ! Jalankan panggilan kita masing-masing sesuai dengan Visi Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Terus meraba Visi-Nya&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Beijing, People Rebuplic of China&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-8058750840898501007?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/8058750840898501007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=8058750840898501007&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8058750840898501007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/8058750840898501007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/02/visi-dan-pemimpin.html' title='Visi dan Pemimpin'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R7FUYNfUlKI/AAAAAAAAANM/9jCBWDKXWTc/s72-c/11111516-11111519-slarge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-2871630304199181901</id><published>2008-02-07T23:36:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:53:45.562-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Theology'/><title type='text'>Kristus atau Manunggaling Kawula Gusti ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6wHVdZHBtI/AAAAAAAAAMM/9U7dtn9QD0s/s1600-h/garuda-pancasila.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 164px; height: 178px;" src="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6wHVdZHBtI/AAAAAAAAAMM/9U7dtn9QD0s/s200/garuda-pancasila.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164510937935709906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Sila Pertama Pancasila “ Ketuhanan yang Maha Esa “ dibangun dari sebuah falsafah jawa “ Manunggaling Kawula Gusti “ yang seringkali dipakai dalam “ mystic – religio spiritual “ maupun dalam “ sosio-kultural “. Menurut orang Jawa, Allah tidak dapat diwujudkan ( tan kena kinayangapa ). Jika manusia berusaha mewujudkan Allah pastilah itu bukan gambaran hakekat Tuhan yang sepenuhnya seperti ibarat orang buta meraba gajah. Pengertian &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Manunggaling Kawula Gusti memberikan prinsip-prinsip yang menanamkan bibit “&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; pluralismd “ yaitu tidak banyak berdebat, tidak menganggap diri paling benar dan semuanya salah tetapi tidak agnostic. Jadi Allah = Coram Deo ( pinjam istilah Luther ) dan agama-agama hanyalah bayang-bayang gambaran tentang Allah. Lebih jelasnya, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan pengajaran bahwa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Tuhan itu satu dan ada di mana-mana, disembah manusia dalam tata caranya masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Tuhan ada dalam diri manusia tetapi jangan anggap diri Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Tuhan itu jauh dekat tetapi tidak bersentuh&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;an.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Tuhan itu abadi. Awal dan Akhir adalah Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;Tuhan dapat berwujud tetapi perwujudan bukanlah Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Jika secara logika, pemaparan sila pertama ini adalah indah di dalam kesatuan menyembah Allah yang esa, tetapi perbedaan wujud antar agama tidak dapat kita sepelekan untuk menyatakan kesamaan ada di dalamnya karena justru perbedaan demi perbedaan yang a&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bsolute tidak dapat kita kompromikan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Pertama, Allah yang dipahami oleh orang kristen adalah Allah yang hidup, Allah yang berbicara, Allah yang mampu memelihara perkataan-Nya dan Allah yang tidak mungkin membiarkan perkataan-Nya diselewengkan oleh manusia fana. Keempat standar ini menjamin kepercayaan adanya kitab yang murni , yang suci , yang dipelihara oleh Tuhan sampai pada kekekalan yaitu Kitab Suci. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kedua, Allah mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal yaitu Yesus Kristus datang ke dunia fana untuk mati menebu&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;s dosa manusia, konsep inkarnasi dan penebusan hanya ada di dalam kekristenan, maka bagaimana mungkin kita dapat menyatakan agama kristen adalah sama kualitasnya dengan agama-agama yang lain ? Yesus satu-satunya Allah dan Manusia yang rela mati untuk menebus dosa manusia … &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;that’s the essence !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ketiga, Setiap statement-statement yang diucapkan Yesus adalah statement yan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;g “ exclusive “ misalnya “ Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun dapat sampai kepada Bapa, jika tidak melalui Aku “. Statement satu-satunya hanya ada di tangan Kristus sebagai juruselamat dunia. Bagaimana mungkin saya dapat mengiyakan dengan gampang “ manunggaling kawula Gusti “ ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Zaman sekarang, Postmodernisme sehidup semati bersama “ relativisme “ untuk menikmati sebuah pengadopsian dari sebuah filsafat perbandingan. Apa itu filsafat perbandingan ? &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tentu saja filsafat perbandingan sedang berbicara mengenai sebuah aktivitas untuk mengumpulkan info, berspekulasi dalam keterbatasan, menentukan sebuah standar sementara maupun menganalisa sebuah ujian yang mengarah kepada kebijaksanaan dengan memba&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6wJJtZHBuI/AAAAAAAAAMU/azeKDiRe85o/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6wJJtZHBuI/AAAAAAAAAMU/azeKDiRe85o/s200/untitled.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164512935095502562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;nding-bandingkan p&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ara filsuf-filsuf, gerakan demi gerakan maupun buku demi buku dan harapan menemukan kebijaksanaan lebih kompleks dan menyeluruh. Beberapa patokan yang muncul dalam filsafat perbandingan yaitu : filsafat perbandingan itu sendiri adalah patokan alias tiada patokan. Disini ciri-ciri universal bertahta sebagai patokan melalui pemilihan kita sendiri melihat keunikan maupun kenyentrikan sebuah semangat pluralism yang selalu memerlukan “ revision “ baik secara fungsi maupun integrasi. Apakah goal dari filsafat perbandingan ini mulia ? kita memang diperkaya dengan wawasan peradaban, cultural maupun religious life sehingga vocabulary kita semakin “ up to dated “ tetapi hanya sebatas wilayah supplemen, not essence ! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Keunikan Kristus &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;jelas melampaui pesan relativisme karya manusia fana, apakah orang kristen berani teg&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6wKVdZHBvI/AAAAAAAAAMc/HKWRpAWpQ3c/s1600-h/1349587391_faab990813.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6wKVdZHBvI/AAAAAAAAAMc/HKWRpAWpQ3c/s200/1349587391_faab990813.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164514236470593266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;ar berdiri memproklamasikan Kristus sebagai satu-satunya juruselamat dunia ? kenapa harus takut ? takut dicap arogan, sombong, anggap diri paling benar, gila ? Kita harus membangun toleransi kepada agama-agama lain di dalam batas suplemen but tidak mencampuradukkannya di dalam essence alias faith. Kenapa harus kaku seperti ini ? Allah sudah mengirim, mengutus, memberikan dan menganugerahkan juruselamat kepada umat manusia dengan segala konsekuensi yang ada hanya bagi kita, manusia berdosa. Siapa yang telah melakukan action paling beresiko ? kita atau Tuhan ? jelas Tuhan ! kembali pada basics dari Reformed Theology on God ; Allah Bapa menyediakan keselamatan, Allah Anak mengenapi keselamatan dan Allah Roh Kudus melaksanakan keselamatan. Jangan takut ! Allah menyertai kita … Allah yang berjanji adalah Allah yang setia. Tuhan adalah Allah yang mengenapkan apa yang sudah dijanjikan-Nya dari zaman ke zaman. So Nikmatilah Anugerah Tuhan di dalam Kristus, beritakan Injil-Nya dengan sukacita-Nya sampai Maranatha. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beijing, People Rebuplic of China&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-2871630304199181901?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/2871630304199181901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=2871630304199181901&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2871630304199181901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/2871630304199181901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/02/kristus-melampaui-pancasila.html' title='Kristus atau Manunggaling Kawula Gusti ?'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6wHVdZHBtI/AAAAAAAAAMM/9U7dtn9QD0s/s72-c/garuda-pancasila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-389093650046008567</id><published>2008-02-07T20:28:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:54:44.948-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirituality'/><title type='text'>Kebenaran, Perjuangan dan Kesia-siaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6vdldZHBqI/AAAAAAAAAL0/W5lUAlUDCyg/s1600-h/900857624_602e138ab5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6vdldZHBqI/AAAAAAAAAL0/W5lUAlUDCyg/s200/900857624_602e138ab5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164465033325250210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hidup manusia tidak lepas dari sebuah perjuangan. Rasul Paulus menekankan tema perjuangan di dalam surat-suratnya khususnya di dalam menghadapi bidat-bidat, nabi-nabi palsu yang “ anti-kebenaran “ ( Efesus 4:14-15 ). Oleh karena itu kewaspadaan harus ada di dalam vocabulary orang Kristen karena musuh itu “ real “ di hadapan kita. &lt;span style=""&gt;Maka Ef 6:13 mengatakan, &lt;i&gt;“Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.”&lt;/i&gt; Dengan kata lain, Alkitab menuntut setiap orang Kristen untuk belajar dengan baik dan senantiasa menggumulkan kebenaran. Celakanya, sebagian orang Kristen tidak mau mengambil “ saat teduh “ maupun “ struggling for hope “ karena perspektif mereka membaca aktivitas-aktivitas rohani seperti itu hanyalah “ wasting my time because time is money “. Sebagian orang Kristen juga tidak mau memikirkan “ what is right or wrong “ &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lagi karena hidup itu sudah susah, tidak perlu manusia membuat hidup lebih susah lagi maka lebih baik jadikan kebenaranmu sebagai milikmu dan kebenaranku sebagai milikku tanpa “ arguing your belief “ sehingga toleransi beragama dapat terjalin mesra dan tiada pertumpahan darah karena semu&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;anya didasari oleh kasih. Jelas, ini tidak benar karena manusia bukan dipanggil untuk melakukan “ generalisasi “ terhadap kasih tetapi kembali kepada kasih mula-mula yaitu Allah Tritunggal. Kedua, manusia bukan dipanggil untuk mendamaikan diri dengan kemunafikan tetapi kita harus berdiri tegak di atas kebenaran karena itulah makna hidup kita yaitu kembali kepada Kebenaran sendiri. Seringkali kita kehilangan nyali untuk melakukan suatu perlawanan terhadap “ dosa “ karena seringkali kita melakukan “ excuse “ terhadap diri kita sendiri sehingga keberanian tumpul dalam menyatakan kebenaran. Kedua, seringkali kita berpendapat bahwa resiko terlalu tinggi untuk menyatakan kebenaran seperti difitnah, dicaci maki, dirajam, diperlakukan tidak adil, disiksa atau mati. Tidak heran, mati demi kebenaran sering diklaim sebagai “ mati konyol “. Justru saya melihat apa yang dikerjakan oleh Allah melalui para rasul, nabi,&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;penge&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;mbala, penginjil, peng&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ajar yang cinta kebenaran adalah perjuangan yang “ puitis “. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;Soe Ho&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;k &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Gie, seorang pemuda Indonesia keturunan Chinese tahun 1950an yang dianggap pahlaw&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;an b&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;angsa oleh para mahasiswa dewasa ini. Betapa tidak, sejak muda dirinya membangun wawasan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;pengetahuannya dengan membaca buku-buku orang besar seperti Tagore, Gandhi, Tolstoy, Marx, Lenin, Camus, dll untuk membangun semangat perjuangannya untuk melawan kesewenang-wenangan. Sejak muda Gie membaca buku-buku filsafat, anak muda dewasa ini memba&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ca buku-buku ingusan maupun haram seperti “ novel cinta , komik shin can, tabloid gossip, bacaan porno “.Hari ini anak muda sudah kehilangan antusiasme tuk mengadopsi warisan perjuangan &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6vdwtZHBrI/AAAAAAAAAL8/daA8ghB_eHI/s1600-h/csdback.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 192px; height: 297px;" src="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6vdwtZHBrI/AAAAAAAAAL8/daA8ghB_eHI/s200/csdback.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164465226598778546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;Gie tuk kebenaran, apalagi Alkitab sebagai Firman Tuhan, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bagaimana mereka mau membela kebenaran kalo mereka tidak mau mencintai kebenaran ? bagaimana anak muda zaman sekarang dapat militant kalo hidup public maupun privatenya hanya dikontrol oleh Playboy, Shin Can, MTV, dll. Mimpi !!! Bertobatlah !!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Kedua, Gie melihat sejarah manusia lahir dari kesedihan dan pengkhianatan. Betapa tidak, di saat Gie menegakkan kebenaran, mahasiswa malah menegakkan ambisi proposal mereka, militer malah mempermainkan kuasa sehingga sejarah manusia dikuasai oleh orang-orang munafik. Gie tetap konsisten “ m&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;embakar jenggot munafikers “ dengan statement benar tapi pedasnya kepada media cetak, media massa sehingga musuhpun bejibun. Tidak heran, Gie begitu merasa “ tersendiri “&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;- nobody knows the trouble I see, nobody knows my sorrow, I always be gelisah and unable to live in peace. “ Lebih baik diasingkan daripada menyerah kepada kemunafikan – Soe Hok Gie “. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ketersendirian seperti ini rupanya tidak hanya ada pada diri Gie tetapi justru Alkitab telah memaparkan ketersendirian Abraham, Daud, Elia, Musa, Yusuf yang menjadi ba&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;gian di dalam “ leadership “ mereka dan di dalam ketersendirian ada focus hidup kepada “ Janji Tuhan “, Gie … apakah di dalam kesendirianmu, focus kamu mengarah kepada “ janji Tuhan “ ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ketiga, konsep hidup dibaca Gie sebagai “ nothings “ karena hidup manusia penuh dengan penderitaan dan manusia gak dapat bebas ( seperti kata Buddha ). Ia menganggap hidup di usia lanjut hanyalah menambahkan “ suffering “. Lebih berbahagia mati muda karena mereka dapat lolos lebih cepat meninggalkan “ suffering “. Paling berbahagia jika manusia tidak dilahirkan, no suffering. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Filsafat “ Life for nothings “ mendasari setiap penilaian Gie terhadap &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;perjuangan hidup manusia. Memang, ada benarnya tapi separuh. Gie hanya melihat hidup dan segala sesuatunya dari observasi maupun studinya. Saat ultah ke 17, Gie melihat orang makan mangga dari tempat sampah dekat istana Negara, Ia melihat rakyat menderita sedangkan Soekarno “ sang paduka “ sedang tertawa bersama istri-istri cantiknya, apa-apaan ini ! generasi muda menjadi hakim atas koruptor-koruptor tua. Aku bersamamu orang malang, orang menderita karena pejuang yang kurang setia. Koruptor tua harus mati di lapangan banteng. Jelas penulisan Gie sangat kontekstual dan “ mengigit “ tetapi apakah pengertian hidupnya hanyalah didasari dari observasi dan studi saja ? Jika manusia membaca kisahnya secara humanis maka banyak orang akan mengatakan bahwa ia adalah seorang pahlawan, tetapi kita harus fair membaca kisahnya dari “ Godly Persp&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ective “ bahwa Gie hanyalah manusia biasa yang membutuhkan pertolongan Tuhan. Di dalam kitab Pengkhotbah, kita akan menemukan tema yang kelihatan mirip dengan Gie yaitu “ vanity “. Menurut saya, tulisan Gie yang cukup “ mengigit “ tidak mungkin dapat dibandingkan pergumulan kitab Pengkhotbah dalam menilai hidup manusia yang “ complicated and vanity “. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Meski demikian, Pengkhotbah tidak mendasarkan kitab-Nya dengan “ vanity “ ( seperti Gie ) tetapi “ God has made everything appropriate in its time. He has also set &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;eternity in their heart, yet so that man will not find out the work which God has done from the beginning even to the end “.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6vgQ9ZHBsI/AAAAAAAAAME/M7Ql_iBajYg/s1600-h/823129147_4703c0491b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6vgQ9ZHBsI/AAAAAAAAAME/M7Ql_iBajYg/s200/823129147_4703c0491b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5164467979672815298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seringkali kita membenci Tuhan karena keterlibatan-Nya dalam semua “ vanities “ d&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;la&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;m hidup manusia padahal segala sesuatunya indah pada waktu-Nya untuk membukakan kepada kita bahwa sebenarnya Allah yang layak membenci, bukan sebaliknya. Dosa kita buat sebanyak-banyaknya tetapi gak mau dihukum, gak mau mempertanggungjawabkan dosanya, itu namanya tidak tahu diri. Allah ada di dalam kesia-siaan hidup manusia untuk memberikan warning bahwa takutlah kepada Allah karena itulah hikmat sejati dan jangan takut menyatakan kebenaran secara aktif membawa dunia tuk kembali kepada kebenaran-Nya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ajar kami berdiri tegak di atas Kebenaran-Mu&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ev. Daniel Santoso&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;Beijing, People Rebuplic of China&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/20609348-389093650046008567?l=danielsantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsantoso.blogspot.com/feeds/389093650046008567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=20609348&amp;postID=389093650046008567&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/389093650046008567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/20609348/posts/default/389093650046008567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsantoso.blogspot.com/2008/02/kebenaran-perjuangan-dan-kesia-siaan.html' title='Kebenaran, Perjuangan dan Kesia-siaan'/><author><name>Daniel Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00230520055472861873</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://4.bp.blogspot.com/_46cliFTVl_8/SSWYwu62odI/AAAAAAAAAZI/AJO6z6xclNk/S220/PhotoFunia_27880.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6vdldZHBqI/AAAAAAAAAL0/W5lUAlUDCyg/s72-c/900857624_602e138ab5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-20609348.post-2645195989176304212</id><published>2008-01-30T19:57:00.000-08:00</published><updated>2010-02-16T07:55:38.362-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spirituality'/><title type='text'>Shalom and Originality</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6GRpNZHBpI/AAAAAAAAALs/92MGhrXnYIc/s1600-h/shalom.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5161566785098942098" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 118px; CURSOR: hand; HEIGHT: 126px" height="149" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_46cliFTVl_8/R6GRpNZHBpI/AAAAAAAAALs/92MGhrXnYIc/s200/shalom.jpg" width="146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Shalom seringkali hanya dimengerti di dalam praktika masyarakat sebagai salam perdamaian yang “ latah “ di mulut para munafikers berjubah religious bagai ‘ howdy greeting ‘ yang diucapkan fasih oleh serdadu amerika di pintu Gaza, Israel. Shalom sejati telah dimasukin “ panti jompo informasi “ dan manusia melakukan “ double reading “ untuk menciptakan definisi yang kontekstual sesuai zamannya. Kenapa manusia berani melakukannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai Orang Reformed yang mewarisi tradisi Agustinian dan Calvinis, saya mempercayai bahwa manusia termasuk kita semua dikandung dan dilahirkan di dalam dosa, entah karena kita secara benih sudah ada di dalam Adam atau karena Adam ditunjuk oleh Allah sebagai kepala federal kita – kita, manusia melibatkan diri di dalam pelanggaran bahkan sebelum kita dilahirkan. Cornelius Platinga, Jr menegaskan bahwa kita bukan hanya pendosa karena kita berdosa tetapi kita juga berdosa karena kita adalah pendosa. Jadi, sejalan dengan pemikiran Paul Ricouer mengenai original sin, kita semua terlibat dalam perbuatan dosa nenek moyang kita dimana kita turut menemukan dosa, menciptakan dosa, mengesahkan dan memperluas territorial dosa. Maka dosa merusak pengertian shalom sampai definisi “ shalom “ terkontaminasi dengan generalisasi tanpa pikir panjang menjadi sekadar “ fenomenal peace “ .&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Come on, man ! Shalom tidak dapat disamakan kualitasnya dengan definisi damai produksi manusia berdosa, jangan samakan rolex “ made in geneve “ dengan rolex “ made in shen zen “. Keduanya sama-sama rolex tetapi kualitas dan akurasi originalitas jelas berbeda karena rolex geneve itu original, sedangkan rolex shenzen hanyalah replica yang gak mungkin mewakili originalnya. Begitu juga konsep shalom !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Shalom memiliki muatan makna yang jauh melampaui makna kedamaian fenomenal relasi horizontal sesama manusia dalam dunia yaitu “ Messianic Meaning “. Jika kita kembali membaca dalam Kitab Yesaya 9:6, shalom dihubungkan sangat erat dengan juruselamat yang disebut “ The Prince of Peace “. David Silver mempertegas hubungan shalom dengan juruselamat dengan sebuah kalimat “ oleh karena itu, jika kita kembali kepada esensi shalom, kita bukan hanya meneriakkan kedamaian tetapi “ all the above meanings of the word over that person ( prince of peace ) “ yang mengarah kepada Yesus Kristus sebagai jalan, kebenaran dan hidup, tiada seorangpun sampai kepada Bapa kecuali melalui Aku ( Yohanes 14:6 ) dan tiada nama lain yang diberikan kepada manusia yang oleh-Nya kita dapat diselamatkan ( Kisah Para Rasul 4:12 ). terlalu fanatik ?Saya baru membaca review William Hughes mengenai buku Cecil Bottwell's berjudul " The Prince of War Exposed ; The Dark Side of Rev. Billy Graham "yang menawarkan sisi gelap Pdt. Billy Graham yang dicurigai mengaktifkan mesin propaganda ka
